• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN DtRI

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 97-103)

5 TEKNIK PEN ILAIAN

Bab 5 Bab 5 Teknik Penilaian 89

F. PENILAIAN DtRI

Penilaian

diri

tingkat keras (pDK) atau Classroom serf Assessmenr

(csA)

adalah

penilaian yang dilakukan sendiri oleh pendidik atau

peserra

didik yang

bersangkutan,

untuk kepentingan

pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

di tingkat

kelas. penerapan konsep pDK adalah sejalan dengan penerapan

Kurikulum

Berbasis Komperensi (KBK) yang menerapkan penilaian berbasis kelas atau Clossroom Bas ed Assessement.

Hasil

PDK merupakan masukan bagi

pendidik di

kelas dan

pimpinan

sekolah

untuk

meningkatan

kinerja

semua

staf dan

para

pendidik di

masa datang

Penilaian

diri

biasanya

dilukiskan

sebagai

teknik untuk

mening-

katkan

pembelajaran,

yang lebih transformati{,

sukar

dipahami,

dan

bertolak

belakang dengan pengajaran konvensionar dibanding dengan biasanya

yang lebih mudah untuk dikenali (David

Boud, 1995). Reys, Suydam,

Linguist & Smith

(1998) mengatakan bahwa peserta

didik

merupakan penilai yang baik

(the

best ossessor) terhadap perasaan dan pekerjaan mereka

sendiri. Oleh

karena

itu, pendidik dapat memulai

proses penilaian

diri

dengan

memberi

kesempatan pada peserta

didik, untuk

melakukan validasi

pemikiran

mereka sendiri atau jawaban

dari

hasil pekerjaan mereka.

David Boud (1995) menulis tentang penilaian

diri

pada pendidikan tinggi yang membuat banyak batas yang relevan untuk sekolah, pendidik, dan peserta

didik.

Dia mulai dengan mengindikasikan sifat alami radikal yang sangat potensial tentang isu penilaian

diri.

"peniloi an

diri

umumnya digambarkan sebagai

teknik untuk

meningkatkan pembelajaran yang

Bab 5 Teknik

Penilaian

91

Iebih

transformatif,

sulit dipahami, dan bertolak belakang dengan peng- ajaran konvensional dibanding dengan biasanya yang lebih mudah

untuk

dikenali".

Peserta

didik perlu

memeriksa pekerjaan mereka dan

memikirkan

tentang apa yang terbaik

untuk

dilakukan dan bagian mana yang perlu

dibantu. Untuk menuntun peserta didik dalam memahami

proses penilaian

diri,

pendidik perlu melengkapi mereka dengan lembaran

sef

assessmenf.

Teknik penilaian

diri

dapat digunakan dalam berbagai aspek peni- Iaianyang berkaitan dengan kompetensi kogniti{, afekti{, dan psikomotor.

r.

Penilaian kompetensi

kognitif

di kelas. Misalnya, peserta

didik

dapat

diminta untuk menilai

penguasaan dalam mata pelajaran

tertentu

berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

z.

Penilaian kompetensi afektif

di

kelas. Misalnya, peserta

didik

dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya

terhadap suatu objek sikap tertentu. Selanjutnya,

peserta

didik

diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

j.

Penilaian kompetensi

psikomotorik

di kelas. Misalnya, peserta

didik

dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya, sebagai

hasil

belajar berdasarkan

kriteria

atau acuan yang telah ditetapkan.

1. Ciri Penilaian Diri

Berikut beberapa

ciri

penilaian

diri.

a, Termotivasi Sendiri

Sekolah melihat penilaian

diri

sebagai upaya

untuk

mengenal kekuatan dan kekurangan

diri.

Hal itu karena pendidik dan peserta

didik

mengenal kekuatan dan kelemahannya, serta diperlukan usaha perencanaan

untuk

melakukan perbaikan kegiatan pengajaran

dan

pembelafaran

di

masa datang. Jika

pendidik

dan peserta

didik termotivasi sendiri

maka hasil penilaian

diri

akan

objektif

dan

dilakukan bukan

karena desakan dari luar.

92

EvaluasiPembelajaran

b. Adanya Komitmen Kepala Sekolah

Apabila penilaian diri

dipersepsi sebagai bagian

dari

perencanaan se_

kolah maka

pemimpin

sekolah, staf,

pendidik,

serta peserta

didik

akan sungguh-sungguh melaksanakan penilaian

diri.

c.

Ters<,sialisosikan

dengan Baik

Pentingnya penyelenggaraan

penilaian diri

harus

diyakini oleh

semua pengelola sekolah karena

penilaian diri

menyangkut

kinerja

sekolah.

Jika tersosialisasikan dengan baik, semua pihak akan mendukung pelak- sanaan penilaian

diri

sehingga data yang

terkumpul

diharapkan dapat diolah secara cermat.

2. Kriteria Penilaian Diri

Kriteriapenilaian diri meliputi: (a) isi materiyang diajarkan, (b) presentasi apa yang telah diajarkan, dan (c) kerja sama di antara pimpinan sekolah,

pendidik,

dan peserta

didik. Kriteria isi

materi yang diajarkan

meliputi

sejauh mana

pendidik

dapat menarik perhatian peserta

didik,

terhadap apa yang diajarkan

di

kelas dan memberi pengaruh terhadap orangtua peserta didik dan lingkungan di luar kelas. Pendidik dapat menilai

dirinya

sendiri berdasarkan perhatian dan keberhasilan peserta

didik.

presentasi yang telah diajarkan oleh pendidik

memiliki

kualitas akademik sehingga peserta

didik

dapat mempercayai informasi tersebut. Dengan demikian, hal

itu

dapat digunakan

untuk

pengembangan kemampuan

diri

peserta

didik.

Kualitas presentasi peserta

didik memiliki ciri

keberhasilan se- hingga peserta didik dapat mengetahui, menilai, dan memperbaiki

dirinya

berdasarkan hasil penilaian dari pendidiknya.

Bab 5 Teknik

Penilaian

93

d. Berkesinambungan

Penilaian

diri

didasari sebagai bagian

dari

manajemen sekolah yang ber- langsung secara berkesinambungan, dalam kerangka pengelolaan ke- giatan PBM yang bermutu dan peningkatan

mutu

sekolah.

e. Transparansi

Pengungkapan

hasil penilaian diri dimungkinkan terjadi

mekanisme cross-cfieck bagi data yang dikumpulkan. Transparansi dapat dicapai

jika

semua pihak merasa perlu mengenali

diri

sendiri sebelum merencanakan kegiatan di masa datang.

3. Proses Penilaian Diri

Berikut proses pada penilaian

diri.

a.

Peserta

didik

menghasilkan observasi sendiri.

b.

Membuat pertimbangan sendiri.

c.

Melakukan reaksi sendiri, menafsirkan

tingkat

pencapaian tujuan, dan menghayati kepuasan hasil reaksi sendiri.

4. Langkah-Langkah Penilaian Diri

Penilaian

diri dilakukan

berdasarkan

kriteria

yang

jelas dan

objektif.

Oleh karena itu, penilaian

diri

oleh peserta

didik

di kelas perlu dilakukan melalui langkahJangkah

berikut.

a.

Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan

dinilai.

b.

Menentukan

kriteria

penilaian yang akan digunakan.

c.

Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.

d.

Meminta peserta

didik untuk

melakukan penilaian

diri.

e.

Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendo- rong peserta

didik

agar senantiasa melakukan penilaian

diri

secara cermat dan objektif.

f.

Menyampaikan umpan balik kepada peserta

didik

berdasarkan hasil kajian

terhadap

sampel hasil penelitian yang

diambil

secara acak.

5. Manfaat Penilaian Diri

Keuntungan bagi peserta

didik

adalah sebagai

berikut.

a.

Peserta

didik

dapat bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri.

b.

Peserta

didik

dapat menetapkan langkahJangkah berikutnya dalam belajar.

c.

Peserta

didik

merasa aman tentang sesuatu yang

tidak

benar.

d. Meningkatkan

harga

diri

peserta

didik dan menjadi

sesuatu yang positif.

e.

Peserta

didik

terlibat secara

aktif

dalam proses pembelajaran.

f.

Peserta

didik

menjadi lebih bebas dan termotivasi.

Keuntungan bagi pendidik adalah sebagai

berikut.

a.

Ada suatu pergesaran tanggung jawab dari pendidik ke peserta

didik.

94

EvaluasiPembelajaran

b.

Pelajaran Iebih efisisen jika para peserta didik termotivasi dan

mandiri.

c. Umpan balik

dapat

membantu pendidik dalam mengidentifikasi

kemajuan peserta

didik.

d.

Pendidik dapat mengidentifikasi langkah-langkah berikutnya

untuk

suatu

grup/individu.

e.

Terjadi persepsi antara peserta

didik dan pendidik,

peserta

didik

menjelaskan strategi, dan pendidik mengidentifikasi proses berpikir.

f.

Pelajaran lebih efisien sehingga membolehkan tantangan lebih besar.

6. Strategi Penilaian Diri

Sehubungan dengan penilaian

diri

peserta

didik

dalam kelas, agar dapat

memberi manfaat bagi pendidik maupun

peserta

didik

maka dapat

diidentifikasi

4 strategi berikut yang dapat digunakan.

a. Modeling

Using Exarnples

Strategi ini

merupakan

suatu teknik yang

sangat

bermanfaat untuk

membangun keterampilan penilaian

diri

peserta

didik.

Teknik tersebut

meliputi

penggunaan suatu contoh bagian pekerjaan

untuk

membantu peserta

didik

dalam

menilai diri

mereka

sendiri,

dan dapat dilakukan dengan beberapa tahap yang berbeda sepanjang proses pembelajaran, yakni sebagai berikut.

r)

Menunjukkan pada peserta

didik

tentang contoh bagian pekerjaan dan membandingkannya dengan tujuan yang telah ditetapkan.

z)

Menggunakan

model

sebagai

petuniuk untuk

mengembangkan, memperbaiki, dan memodifikasi pekerjaan peserta

didik.

3)

Menggunakan model sebagai pembanding pekerjaan peserta

didik.

b. Questioning Skills

Strategi ini merupakan bagiandari proses untuk mendorong pesertadidik dalam

berpikir

pada semua

tingkatan berpikir,

mulai

dari

pengetahuan dasar sampai evaluasi dan penilaian secara analisis.

c. Graphic Organizers

Strategi

ini

adalah salah satu teknik

untuk

membantu peserta

didik

agar menjadi mahir dan cakap dalam merefleksikan pekerjaan mereka.

Bab 5 Teknik

Penilaian

95

d.

Reflection As

a

Process

for

Closing The

Learning

Gap

Strategi ini merupakan suatu

proses

untuk

mengatasi kesenjangan belajar. Sedangkan keterampilan

untuk

mengatasi kesenjangan belajar memerlukan pemahaman yang jelas tentang

tujuan

pembelajaran dan

kriteria

sukses.

Menurut

Paul Black

dan Dylan Wiliam

(1998), ada beberapa hal yang harus dilakukan

pendidik untuk

memberikan kesempatan kepada peserta

didik dalam

melakukan

penilaian diri.

Mereka menganjurkan kepada pendidik

untuk

melakukan hal seperti membagikan kriteria pada peserta

didik

dan tujuan belajar yang jelas (hasil belajar).

PEMECAHAN MASALAH

1 2 3 4 5

Merasa tidak punya ide ketika memecahkan soal.

REPRESENTASI

1 2 3 4 5

Kesulitan menyajikan diagram, gambar, atau tabel saat menghadapi soal.

PENALARAN DAN PEMBUKTIAN

1 3 1 5

Merasa kesulitan dalam

menjelaskan alasan kepada teman

Merasa mudah menjelaskan alasan kepada teman.

KOMUNIKASI

1 2 3 4 5

Merasa mudah mengemukakan ide kepada teman.

96

EvaluasiPembelajaran

7. Contoh Penilaian Diri

Penilaian diri adalah bentuk penilaian yang dilakukan sendiri

oleh peserta

didik untuk menilai dirinya sendiri.

Penilaian

ini

dapat mem-

bantu pendidik untuk mengetahui kelebihan

sekaligus kekurangan peserta

didik.

Penilaian

diri

biasanya menggunakan

rubrik

yang berupa skala

bertingkat.

Skala

bertingkat ini

merupakan gambaran penilaian seseorang terhadap sesuatu, dengan nilai yang berbentuk skala.

Tabel Contoh Format Penilaian Diri

lde langsung muncul ketika memecahkan soal,

lde membuat diagram, gambar, atau tabel langsung muncul.

2

Merasa kesulitan mengemukakan ide kepada teman.

PENGATTAN (KONEKS|)

2 3 4 5

Merasa kesulitan dalam melihat

keterkaitan antarmasalah. Merasa mudah melihat

keterkaitan antarmasalah

Contoh penilaian

diri:

PARTISIPASI

DALAM

DISKUSI

KELOMPOK

Isilah pernyataan

berikut

dengan

jujur. Untuk

No.

r

s.d. 5,

tulislah hurufA,

B, C atau D di depan tiap pernyataan:

A:selalu C:

kadang-kadang

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 97-103)