• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN KlNER'A

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 60-65)

5 TEKNIK PEN ILAIAN

A. PENILAIAN KlNER'A

Penilaian unjuk kerja adalah penilaian yang dapat

mer.gungkapkan

kemampuan peserta didik dalam pemahaman konsep,

pemecahan masalah, dan komunikasi. Penilaian perbuatan atau

unjuk

kerja adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat digunakan, untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi mengenai berbagai bentuk perilaku atau keterampilan yang diharapkan

muncul

dalam

diri

peserta

didik.

Penilaian unjuk kerfa juga merupakan penilaian yang meminta

peserta

didik untuk

mendemonstrasikan

dan

mengaplikasikan Penge- tahuan, ke dalam konteks yang sesuai dengan

kriteria

yang ditetapkan.

Penilaian

kinerja

(performance ossessment) adalah bagian

dari

ossess-

ment akernative. Assessment

ini

muncul sekitar

tahun

rgSo-an sebagai

kritikan

terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif.

Tes baku banyak mendominasi

di

persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses pembelaiaran secara keseluruhan.

Penilaian unjuk kerja dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta

didik

dalam melakukan sesuatu. Penilaian

ini

cocok digunakan

untuk menilai

ketercapaian kompetensi, yang

menuntut

peserta

didik untuk melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik

ibadah, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, ber-

54

EvaluasiPembelajaran

nyanyi, membaca puisi, mencangkok, berpidato, dan

lainJain.

Ada pula beberapa pengertian penilaian unjuk kerja menurut beberapa ahri adarah

berikut ini.

1. Menurut Danielson

Ia mendefinisikan penilaian unjuk kerja sebagai "performqnce assesment means any assesmenf of student learning

that

requires

the

evaluation

of

studentwriting, product, or behavior. That is,

it

includes

all

assesmentwith the exception

of multiple

choice, matching,

true/false

testing, or problem

with a

single

co*ect

answer".

(pen

aian

unjuk kerja

adarah penilaian belajar untuk peserta didik yang

meliputi

semua penilaian dalam

bentuk

tulisan, produk, atau sikap kecuali bentuk

pilihan

ganda, mencocokkan, tes benar-salah, atau jawaban singkat.

2. Menurut Fitzpatrick dan Morison (1971)

Mereka berpandangan bahwa penilaian kinerja (performance assessment) sebenarnya

tidak memiliki

perbedaan

yang begitu

besar dengan tes

lainnya yang

dilaksanakan

di dalam

kelas.

Menurut mereka hal ini

tergantung

dari

sejauhmana tes

itu

dapat mensimulasikan situasi dari berbagai kriteria yang diharapkan.

3. Menurut Trespeces (1999)

Ia mengatakan bahwa'per/ormance ossessment,, adalah berbagai macam tugas dan situasi, ketika peserta tes

diminta untuk

mendemonstrasikan pemahaman

dan

pengaplikasian pengetahuan

yang mendalam,

serta keterampilan

di

dalam berbagai macam konteks. Jadi, dapat dikatakan bahwa "performonce ossessmenr" adalah suatu penilaian yang meminta peserta

tes untuk

mendemonstrasikan

dan

mengaplikasikan penge_

tahuan, ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan

kriteria

yang diinginkan.

Setelah dibahas mengenai beberapa

pengertian terkait

penilaian unjuk kerja maka selanjutnya akan dijelaskan lebih

rinci

mengenai peni_

laian

unjuk

kerja.

Bab 5 Teknik

Penilaian

55

1. lnstrumen Penilaian Unjuk Kerja

Berikut

penjelasan mengenai kedua alat sebagai penilaian

unjuk

kerja'

Untuk mengamati penilaian unjuk keria

peserta

didik maka

dapat

menggunakan alat atau instrumen lembar

Pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check

list)

dan skala penilaian'

a. Daftar Cek(CheckList)

Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan

menggunakan daftar cek (baik atau

tidak

baik, bisa atau

tidak bisa)'

Dengan menggunakan

daftar cek,

peserta

didik mendapat nilai baik atau mamPu

apabila

yang ditampilkan

sesuai dengan

kriteria yang telah ditetapkan

oleh

pendidik.

Sedangkan apabila peserta

didik tidak

mampu menampilkan sesuatu sesuai

dengan kriteria yang telah ditetapkan maka

peserta

didik

dinyatakan

belum

mampu

untuk

menuntaskan

kriteria

tersebut.

Kelemahan pada cara

ini

adalah hanya mempunyai

dua

cara

mutlak,

misalnya benar-salah,

mampu-tidak

mamPu,

terampil-tidak

terampil,

dan

seienisnya. Dengan

demikian,

skor

yang diperoleh

peserta

didik bersifat kaku

dan

tidak

terdapat

nilai

tengah.

Akan tetapi, daftar

cek

Iebih praktis

digunakan

untuk

mengamati subiek dalam

jumlah

besar dan

memiliki

hasil Yang kontras.

b.

Skc,la

Penilaian (Rating

Scale)

Penilaian unjuk kerjayang menggunakan skala penilaian memungkinkan

penilai untuk memberi nilai

tengah terhadap Penguasaan kompetensi

tertentu. Hal itu

karena

pemberian nilai

secara

kontinum di

mana

pilihan

kategori

nilai

lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari

tidak

sempurna sampai sangat semPurna.

Misalnya: r= kurang

komPeten'

z= cukup kompeten,

3= komPeten,

dan 4=

sangat

kompeten' Untuk memperkecilfaktorsubjektivitasperludilakukanpenilaianolehlebih

dari satu orang agar hasil lebih akurat'

2. Standar Penilaian Unjuk Kerja

Instrumen

unjuk

kerja yang baik memuat hal-hal

berikut ini'

56

EvaluasiPembelalaran

a. Autentik

dan

Menarik

Hal

yang

penting bagi suatu instrumen unjuk kerja

adalah menarik dan melibatkan peserta

didik

dalam situasi yang akrab dengan mereka.

Dengan demikian, peserta

didik

berusaha

untuk

menyelesaikan tugas

itu

dengan sebaik-baiknya. Mereka cenderung lebih tertarik terhadap situasi tugas yang menyerupai kehidupan sehari-hari. Tugas

ini

akan membuat mereka menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasainya

untuk

menyelesaikan

tugas tersebut.

Berdasarkan pengalaman dan pemahaman tentang karakteristik peserta

didik,

seorang pendidik dapat memperkirakan apakah

aktivitas

dalam tugas

unjuk

kerja yang

dibuat

akan berhasil atau

tidak.

b. Memungkinkan Penilaianlndividual

Banyak

instrumen unjuk kerja yang dimaksudkan untuk

dikerjakan peserta didik secara berkelompok. Namun perlu diingat bahwa penilaian

ini

sebenarnya Iebih dikhususkan untuk penilaian

indMdu. oleh

karena

itu,

desain penilaian

unjuk

kerja sebaiknya bisa

ditujukan untuk

kelom-

pok

dan

indMdu.

Sebagai contoh sekelompok peserta

didik diberi

data dan diminta untuk menganalisanya. Untuk penilaian individunya masing_

masing peserta didik diminta

untuk

memberi rangkuman dan penafsiran mengenai apa yang

ditunjukkan

oleh data tersebut.

c. Memuat Petunjuk

yang

felas

Instrumen unjuk

kerja

yang baik

harus

memuat petunjuk

yang jelas, lengkap, tidak ambigu, dan

tidak

membingungkan. petunjuk juga harus memuat apa yang dikerjakan peserta didik yang nanti akan dinilai. sebagai contoh,

jika

salah satu

kriteria

penilaian

meliputi

organisasi informasi maka peserta

didik

harus

diminta untuk

menampilkan informasi yang diperoleh dalam bentukyang teratur. Setelah instrumen penilaian

unjuk kerja

selesai,

teman-teman

sejawat bisa

diminta

pendapatnya

untuk

menganalisa.

Mereka mungkin dapat melihat

adanya

petunjuk untuk

peserta

didik

yang kurang jelas atau keambiguan kata-kata yang digunakan.

Di

samping itu, mereka juga dapat melihat bila ada informasi yang disajikan

Bab 5 Teknik

Penilaian

57

tidak lengkap

sehingga ada

kemungkinan

peserta

didik tidak

dapat menyelesaikan tugas. Setelah mempertimbangkan masukan dan saran- saran yang

diberikan, instrumen

dapat

diperbaiki dan kemudian

bisa

diujikan

kepada peserta

didik.

3. Teknik dan Langkah Penilaian Unjuk Kerja

Beberapa langkah yang harus

dilakukan dalam penilaian unjuk

kerja adalah

berikut ini.

a.

Tetapkan KD yang akan

dinilai

dengan

teknik

penilaian

unjuk

kerja beserta berbagai indikatornya.

b. Identifikasi

semua langkahJangkah

penting

yang

diperlukan

atau yang akan memengaruhi hasil

akhir

(output) yang terbaik.

c. Tulislah perilaku

kemampuan-kemampuan spesifik

yang penting

diperlukan

untuk

menyelesaikan tugas dan menjadikan hasil

akhir

yang terbaik.

d.

Rumuskan

kriteria

kemampuan

yang akan diukur (tidak terlalu

banyak sehingga semua

kriteria

tersebut dapat diobservasi selama peserta

didik

mengerjakan tugas).

e.

Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur, atau karakteristik produk yang dihasilkan (harus dapat diamati).

f.

Urutkan berbagai kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang akan diamati.

C.

Periksa kembali dan bandingkan dengan berbagai

kriteria

kemam- puan yang sudah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan.

Berikut ini

adalah beberapa langkah

yang

harus

dilakukan

dalam merencanakan penilaian uniuk kerja atau

praktik.

a.

Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes

unjuk

kerja atau

praktik.

b.

Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan

dinilai.

c.

Menguraikan kriteriayang menunjukkan pencapaian

indikator

hasil belajar.

d.

Menyusun

kriteria

ke dalam

rubrik

penilaian.

5a

EvaluasiPembelaiaran

e.

Menyusun tugas sesuai dengan

rubrik

penilaian.

f'

Mengujicobakan tugas

jika terkait

dengan kegiatan

praktikum

atau penggunaan alat.

C.

Memperbaiki berdasarkan hasil

uji

coba jika dilakukan

uji

coba.

h.

Menyrsun kriteria batas kelulusan batas srandarminimal pencapaian kompetensi peserta

didik.

Sedangkan

langkah yang harus dilakukan dalam

melaksanakan penilaian

unjuk

kerja atau

praktik

adalah

berikut ini.

a.

Menyampaikan

rubrik

sebelum pelaksanaan

penilaian

kepada pe_

serta

didik.

b.

Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta

didik

tentang kriteria penilaian.

c.

Menyampaikan tugas kepada peserta

didik.

d. Memeriksa

kesediaan

alat dan

bahan

yang digunakan untuk

tes

praktik.

e.

Melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan.

f.

Membandingkan kinerja peserta

didik

dengan

rubrik

penilaian.

g.

Melakukan penilaian secara

individual.

h.

Mencatat hasil penilaian.

i. Mendokumentasikanhasilpenilaian.

sementara

itu,

pelaporan hasil penilaian sebagai umpan

balik

ter- hadap penilaian (melalui penilaian unjuk kerja atau

praktik)

harus mem_

perhatikan beberapa hal

berikut ini.

a.

Keputusanyang diambil berdasarkan tingkatpencapaian kompetensi peserta

didik.

b.

Pelaporan diberikan dalam bentuk angka atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna.

c.

Pelaporan bersifat

tertulis.

d.

Pelaporan disampaikan kepada peserta

didik

dan orangtua peserta

didik.

e.

Pelaporan bersifat komunikatif sehingga dapat dipahami oleh peserta

didik

dan orangtua peserta

didik.

f

Pelaporan mencantumkan pertimbangan atau keputusan terhadap pencapaian kinerja peserta

didik.

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 60-65)