Ada beberapa cara untuk menggambarkan atau mendeskripsikan seseorang tokoh yaitu:
1) Penggambaran fisik, yang bertujuan memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya tentang keadaan tubuh seseorang tokoh.
Deskripsi ini banyak bersifat objektif.
2) Penggambaran tindak-tanduk seorang tokoh. Dalam hal ini pengarang mengikuti dengan cermat semua tindak-tanduk, gerak-gerik sang tokoh dari tempat ke tempat lain, dan dari waktu ke waktu lain.
36 Mohammad Siddik, Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Deskripsi, (Malang:
Tunggal Mandiri Publishing), 2018, h.18.
3) Penggambaran keadaan yang mengelilingi sang tokoh, misalnya, penggambaran tentang pakaian, tempat kediaman, kendaraan, dan sebagainya.
4) Penggambaran perasaan dan pikiran tokoh. Hal ini memang tidak dapat diserap oleh panca indra manusia. Namun, antara perasaan dan unsur fisik mempunyai hubungan yang sangat erat.
Pancaran wajah, pandangan mata, gerak bibir, gerak tubuh merupakan petunjuk tentang keadaan perasaan seseorang pada waktu itu.
5) Penggambaran watak seseorang. Aspek perwatakan ini paling sulit dideskripsikan. Pengarang harus mampu menafsirkan lahir yang terkandung dibalik fisik manusia. Tetapi, di sini pilah kekuatan seseorang pengarang. Dengan keahlian dan kecermatan yang dimilikinya, ia mampu mengidentifikasikan unsur-unsur dan kepribadian seseorang tokoh. Kemudian menampilkan dengan jelas unsur-unsur yang dapat memperlihatkan watak seseorang.37
Di sini penulis mengambil penelitian terhadap tulisan peserta didik berdasarkan deskripsi tempat yaitu deskripsi tempat yang terdapat pada video wisata.
3. Ciri-Ciri Karangan Deskripsi
Menurut Dalman Karangan deskripsi mempunyai ciri-ciri khas, yaitu sebagai berikut:
a. Deskripsi lebih memperlihatkan detail atau perincian tentang objek, b. Deskripsi bersifat member pengaruh sensivitas dan membentuk
imajinasi pembaca,
c. Deskripsi disampaikan dengan gaya yang memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah
37 Ibid, Dalman, h. 96-97
d. Deskripsi memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan. Misalnya: benda, alam, warna, dan manusia.
Adapun ciri-ciri karangan yang baik menurut Keraf dalam Dalman, adalah sebgai berikut:
a. Berisi tentang perincian-perincian sebagai objeknya teroandang di depan mata
b. Dapat menimbulkan kesan dan daya khayal pembaca
c. Menyampaikan sifat dan perincian wujud yang dapat ditemukan dalam objek itu
d. Menggunakan bahasa yang cukup hidup, kuat, dan bersemangat serta konkret.38
4. Langkah-Langkah Menyusun Deskripsi Langkah-langkah menyusun deskripsi, yaitu:
a. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan;
b. Tentukan tujuan;
c. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan;
d. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (sistematis) atau membuat kerangka karangan;
e. Menguraikan/mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan deskripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.39 Dalam menulis teks deskripsi harus memperhatikan penggunaan bahasa dan tulisannya. Sutarno Ns mengungkapkan bahawa tulisan yang efektif mencangkup beberapa aspek, seperti kandungan isi, nilai dan norma, bahasa, penyajian dan penampilan. Pada sisi lain efektif bagi pembaca yaitu, memberikan manfaat, baik dalam menambah pengetahuan, wawasan pengalaman, memberikan aspirasi, maupun
38 Ibid, Dalman, h. 94-95
39 Ibid, h.100
hiburan.40 Dalam menulis yang efektif beberapa yang harus diperhatikan yaitu:
1. Organisasi
Organisasi merupakan sistematika atau susunan isi yang terdapat dalam suatu karangan. Perlu adanya susuna yang sesuai dengan ketepatan yang telah dibuat. Organisasi dalam karangan disesuaikan dengan media yang diberikan. Organisasi mencangkup pendahuluan, isi, dan penutup yang sistematis. Penilaian terhadap organisasi dilakukan untuk mengetahui apakah karangan yang dibuat peserta didik sudah mencangkup ketiga bagian pokok tersebut.
2. Ketepatan kata
Ketepatan kata merupakan aturan-aturan bahasa yang berlaku. Ketepatan kata bisa disebut juga diksi atau memilih kata yang tepat. Memilih kata yang tepat, perlu adanya kamus yang membantu dalam penggunaan kata yang ingin dipakai.
3. Ketepatan kalimat
Ketepatan kalimat merupakan bagaimana penulis harus mengunakan kalimat yang tepat dan efektif.
Prsetasi Belajar Siswa. Penelitian yang dilakukan Riska Marini membahas tentang pengaruh media sosial TikTok terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian tersebut relevan karena sama-sama menggunakan media TikTok. Hal yang membedakan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian ini dilaksanakan di SMP Waskito Tangerang Selatan kelas VII, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Riska dilaksanakan di SMP Gunung Sugih Kabupaten. Lampung Tengah. Selain itu, Riska Marini melakukan penelitian untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik.
Sedangkan peneliti melakukan peneltian untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi.41
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Desy Maretta dan Basyaruddiin dengan judul Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi melalui Penggunaan Media Gambar. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Indonesia, Unimed. Hasil penelitian adalah bahwa penelitian dapat dinyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaranberjalan baik dan berhasil. Kemampuan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pemerolehan nila rata-rata poada pretes. Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan, yaitu keduanya sama-sama meneliti tentang kemampuan menulis teks deskripsi namun terdapat perbedaan yaitu penelitian di atas melakukan penelitian dengan menggunakan media gambar sementara peneliti menggunakan media video TikTok.42
Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Lutfi Prasetyo pada 2019 dengan judul Pemanfaatan Media Cerita Bergambar dengan Meode Stand (Student Teams Achivment Division) dalam Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 85 Jakarta. Mahasiswa Jurusan Pendidikan
41 Riska Marini, Pengaruh Media Sosial TikTok Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di SMP Gunung Sugih Kabupaten. Lampung Tengah, Skripsi pada UIN Raden Intan Lampung, 2019, (http://repository.radenintan.ac.id/8430/1/SKRIPSI.pdf), diakses tanggal 15 April 2022 pukul 18.49 WIB.
42 Desy Maretta dan Basyaruddiin, Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Melalui Penggunaan Media Gambar, Prosiding Seminar Nasional, UNIMED, 2017,
(http://digilib.unimed.ac.id/38820/) , diakses tanggal 15 april 2022 pukul 20.15 WIB
Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2014.
Hasil penelitian adalah bahwa penggunaan media cergam sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan, yaitu keduanya sama-sama meneliti tentang kemampuan menulis teks deskripsi namun terdapat perbreaan yaitu penelitian di atas melakukan penelitian menggunakan media cegam dengan metode Stand (Student Teams Achivment Division).43
43 Ahmad Lutfi Prasetyo, Pemanfaatan Media Cerita Bergambar dengan Meode Stand (Student Teams Achivment Division) dalam Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 85 Jakarta, Skripsi, UIN Syarifhidayatullah Jakarta, 2021,
(https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56841) diakses tanggal 15 april 2022 pukul 20.45 WIB
36
Dalam definisi yang lebih luas, metode dianggap sebagai cara, strategi, Langkah-lanngkah sistematis untuk memecahkan rangkaian sebab akibat berikutnya. Maksud dari metode adalah terciptanya suatu kegiatan dengan praktis agar terlaksana secara rasional dan terurut untuk mencapai hasil yang bagus.
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskripstif kualitatif diajukan untuk melihat dan memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang atau perspektif partisipan.45 Penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga tergambar ciri, karakter, dan model dari fenomena tersebut.
Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang diupayakan untuk mancaindra atau mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta dan objek tertentu. Penelitian deskriptif ditujukan untuk memaparkan, menggambarkan dan memetakan fakta-fakta berdasarkan cara pandang atau kerangka berpikir tertentu. Dengan kata lain, pada penelitian deskriptif, peneliti hendak menggambarkan suatu gejala atau sifat terntentu, tidak untuk mencari atau menerangkan keterkaitan antar variabel.
Penelitian deskriptif hanya melukiskan atau menggambarkan apa adanya.
Genzuk, tujuan metode deskripsi ini adalah untuk membantu pembaca mengetahui apa yang terjadi di lingkungan di bawah pengamatan. Deskripsi ini ditulis dalam bentuk narasi untuk melengkapi gambaran menyeluruh tentang apa yang terjadi di dalam aktivitas atau peristiwa yang dilaporkan.46
Nana Syaodih menyatakan bahwa penelitian kualitatif (Qualitative research) adalah suatu penelitian yng itujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan,
45 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 70
46 Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008), h. 175-176
persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. 47 Kemudian I Mae Laut Jaya mendefenisikan bahwa penelitian kualitatif dapat digunakan untuk kegiatan peneltian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan ekonomi. Hasil kegiatan penelitian kualitatif dapat berupa uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan prilaku yang dapat diamati dari suautu individu, kelompok, masyarakat, dan organisasi tertentu dalam suatu keadaan, konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang menyeluruh.48
Moleong mengemukakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.49 Penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif ialah penelitian yang mengkaji fenomena yang dilakukan oleh subjek penelitian, maka dari itu peneliti akan mengambil data-data yang valid dengan data yang didapat. Lexy menyatakan jumlah data penelitian.
Penelitian pada skripsi ini yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP Waskito Tangerang Selatan. Media Tik Tok dipilih peneliti untuk melihat kemampuan menulis teks deskripsi dengan menggunakan dua akun Tik Tok berupa video.
C. Subjek dan Objek Penelitian
Amirin dalam Muh Fitrah subjek penelitian adalah seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin diperoleh keterangan atau orang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.50
47 Ibid, h. 60
48 I Made Laut Mertha Jaya, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta:
Anak Hebat Indonesia, 2020), h. 6
49 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), h.
36
50 Muh. Fitrah dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus, (Jawa Barat: CV Jejak, 2017), h. 152
Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Waskito, semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Objek adalah apa yang akan diselidiki selama kegiatan penelitian.51 Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik dengan menggunakan media audio visual berupa video di apliksi Tiktok dengan tema Objek Wisata Istana Pagaruyung Batusangkar pada kelas VII-A SMP Waskito Tangerang Selatan tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah tiga puluh enam peserta didik. Adapun objek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-A SMP Waskito Tangerang Selatan tahun pelajaran 2021/2022. Alasan mengapa objek wisata Istana Pagaruyung Batusangkar dipilih karena dalam video TikTok ini terdapat struktur pembangun untuk teks deskripsi.
Alasan menjadikan kelas VII-A sebagai objek karena peneliti menggunakan teknik sampling purposive artinya peneliti menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang mana peserta didik dalam kelas tersebut pada dasarnya cepat tanggap dalam merespon dan memahami informasi yang disampaikan oleh pendidik mereka. Hanya saja mereka kurang bersemangat apabila proses beelajar mengajar dilakukan dengan cara menonton, khususnya dalam kegiatan menulis sehingga media pembelajaran yang menarik sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ide atau gagasan mereka. Dari subjek dan objek yang dipaparkan, maka fokus penelitian ini ialah keterampilan peserta didik dalam menulis teks deskripsi mengguakan media video Tik Tok berupa objek wisata di Sumatra Barat yaitu Istana Pagaruyung Batusangkar dengan 31 peserta didik.
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa video wisata yang ada di salah satu akun Tik Tok sebagai media pembelajarannya. Video Tik Tok tersebut diunggah di Google Classroom.penelitian ini menjadikan vedio Tik Tok sebagai media pembelajaran pada kelas VII SMP Waskito Tangerang Selatan. Pada hal ini diharapkan peserta didik memahami dan lebih kreatif
51 Muh. Fitrah dan Luthfiyah, Ibid., h. 156
Instrumen penelitian data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.52 Berdasarkan data yang dicari, isntrumen dalam peneliti dan lembar kerja peserta didik berupa teks deskripsi mengenai video yang telah ditonton peserta didik yang kemudian menjadi bahan dasar peserta didik dalam menulis teks deskripsi sebagai alat tes. Lembar kerja peserta didik diperoleh tindak proses pembelajaran berlangsung. Instrumen penelitian dalam penelitian ini ialah peneliti sendiri (Human Instrument). Ada beberapa keunggulan manusia sebagai intrumen dibandingkan dengan instrument lain. Instrument manusia mampu menangkap makna, manusia sebagai intrumen memiliki sifat yang responsif adaptif, lebih holistik, kesadaran pada konteks tidak tertekan, dan mampu memroses segara.53
Kisi-kisi mengenai penilaian keterampilan menulis teks deskripsi tersebut di buat peneliti berdasarkan panduan buku Bahasa Indonesia kelas VII, dengan tujuan untuk mengumpulkan data terkait dengan keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik sesuai dengan struktur yang terdapat pada teks deskripsi. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data tidak dapat dipisahkan dengan teknik pengumpulan data, dan teknik pengumpulan data tidak dapat dipisahkan dengan metode penelitian.
Peneliti selaku instrument utama melakukan observasi, wawancara, dan menganalisis dokumen-dokumen serta catatan yang ada di lapangan.
52 Sudaryono, Metodologi Penelitian, (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2018), h.212
53 Esti Ismawati, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa & Sastra, (Yogyakarta: Ombak, 2012), h. 8
Adapun instrumen penelitian dalam pemanfaatan media menggunakan tes atau pemberian tugas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan media video Tik Tok. Penilaian yang digunakan menggunakan model skor penilaian Burhan Nurgiyantoro diubahsuaikan yang menekankan pada aspek; kesesuaiaa isi teks dengan video wisata, keseuaian isi teks dengan video wisata, organisasi, ketepatan kata, ketepatan kalimat, ejaan dan tata tulis.
Tabel 3. 1
Rubrik Penilaian Menulis Teks Deskripsi
No Aspek Penilaian
Rentang Skor
1 2 3 4
1. Perwujudan/ wujud paragraf 2. Ketepatan Struktur Teks Deskripsi 3. Ketepatan Struktur Teks Deskripsi 4. Ketepatan Pendeskripsan Tempat 5. Ketepatan Ejaan (Penggunaan
Huruf Kapital)
*Diubahsuaikan dari teori Burhan Nurgiyantoro.54 Keterengan:
1. Skor 1: Kurang 2. Skor 2: Cukup 3. Skor 3: Baik 4. Skor 4: Baik sekali
Tabel di atas merupakan format peniaian menulis teks deskripsi yang merujuk pada Burhan Nurgiyantoro. Akan tetapi, penilaian di atas hanya menggambarkan skala interval skor dari penilaian. Maka dari itu,
54 Burhan Nurgiyantoro, Peniaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi Edisi Kedua, (Yogayakarta: BPFE- Yogyakarta, 2016), h. 409
diperlukan penjabaran, agar penilai memiliki acuan secara jelas dan terinci.
Berikut merupakan penjabaran format penilaian menulis teks deskripsi.
Tabel 3.2
Rincian Idikator Penilaian Menulis Teks Deskripsi Berdasarkan Rangsangan Visual dan Suara
No. Aspek yang Dinilai
Indikator Skor Kriteria
1. Perwujudan/
Wujud Paragraf
Perwujudan paragraf sangat rapi, awal kalimat menjorok kedalam dan terdiri dari beberapa kalimat ke dalam spasi
4 Baik sekali
Perwujudan paragraf cukup rapi awal kalimat tidak menjorok kedalam dan terdiri dari beberapa kalimat ke dalam spasi
3 Baik
Perwujudan paragraf tidak rapi awal kalimat tidak menjorok kedalam dan terdiri dari beberapa kalimat ke dalam spasi
2 Cukup
Perwujudan paragraf sangat tidak rapi awal kalimat tidak menjorok kedalam dan tidak terdiri dari beberapa kalimat ke dalam spasi.
1 Kurang
2. Ketepatan Struktur Teks
Deskripsi
Terdapat keseluruhan struktur teks deskripsi (identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan);
4 Baik sekali
Terdapat 2 dari 3 struktur teks deskripsi (identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan)
3 Baik
Terdapat 1 dari 3 struktur teks deskripsi (identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan)
2 Cukup
Tidak terdapat satu pun strtuktur yang sesuai dengan struktur teks deskripsi
1 Kurang
3. Ketepatan Isi Teks dengan Video Tiktok
Organisasi isi sesuai dengan unsur teks deskripsi (paragraf, struktur, kebahasaan)
4 Baik sekali
Organisasi isi terdapat maksimal 5 unsur teks deskripsi (paragraf, struktur, kebahasaan)
3 Baik
Organisasi isi terdapat maksimal 4 unsur teks deskripsi (paragraf, struktur, kebahasaan).
2 Cukup
Tidak terdapat semua unsur organisasi isi teks deskripsi.
1 Kurang
4. Ketepatan Pendeskripsian
Tempat
Terdapat pendeskripsian tempat dengan lengkap. Padat informasi.
4 Baik sekali Terdapat pendeskripsian tempat
dengan cukup lengkap. Informasi cukup.
3 Baik
Terdapat pendeskripsian tempat terbatas. Terbatas informasi.
2 Cukup
Tidak terdapat pendeskripsian tempat terbatas. Terbatas informmasi.
1 Kurang
5. Ketepatan Ejaan
Tidak terdapat kesalahan penggunaan huruf kapital sesui dengan PUEBI
4 Baik sekali Terdapat 5 kesalahan penggunaan
huruf kapital sesui dengan PUEBI
3 Baik
Terdapat 10 kesalahan penggunaan huruf kapital sesui dengan PUEBI
2 Cukup
Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan huruf kapital sesui dengan PUEBI
1 Kurang
* Diubahsuaikan dari teori Burhan Nurgiyantoro.
Penentuan batas minimum kelulusan dan pemberian nilai tertentu dapat dilakukan dengan penghiungan persentase. Penentuan kriteria dengan penghitungan persentase cukup sederhana dan mudah dilakukan tanpa memerlukan
prosedur yang rumit.55 Di bawah ini merupakan penentuan patokan dengan penghitungan persentase skala 4.
Tabel 3. 3
Penentuan Kriteria dengan Penghitungan Rentang Nilai Interval Persentase Tingkat
Penugasaan
Nilai Ubahan Skala Empat Kategori
1 β 4 A - D
86 -100 4 A Baik Sekali
76 β 85 3 B Baik
56 β 75 2 C Cukup
10 β 55 1 D Kurang
*Burhan Nurgiyantoro
Dalam menghitung rata-rata (mean), peneliti menggunakan rumus dari Burhan Nurgiyantoro. Penghitungannya yakni dengan menjumlahkan seluruh skor yang diperoleh peserta didik, lalu dibagi dengan jumlah peserta didik, sebagai berikut:
Nilai rata-rata:56 π =βπ
π
Keterangan: X = Simbol rata-rata hitung (mean) Ζ©Γ = Jumlah seluruh skor peserta didik
N = Jumlah peserta didik
memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun symbol-simbol lainnya yang bis akita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, objek, kejadian ataupun suatu konsep.58 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data. Di antaranya:
a. Observasi (Pengamatan)
Burhan menyatakan bahwa pengamatan (observasi) merupakan cara untuk mendapatkan informasi dengan cara mengamati objek secara cermat dan terencana. Objek yang dimaksud di sni dapat berwujud orang (misalnya peserta didik), kegiatan, keadaan, benda, dan lain-lain, penilaian yang dilakukan dengan teknik pengamatan adalah penilaian dengan cara melakukan pengamatan terhadap objek secara langsung, cermat dan sistematis.59
Pengamatan adalah kegiatan untuk mengenali setiap gejala dan tindakan dari proses dan hasil yang dicapai, baik yang ditimbulkan oleh tindakan maupun akibat sampingannya. Observasi diperlakukan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dari sekolah. Beberapa hal yang dilakukan dalam observasi adalah sebagai berikut. (1) pengambilan data di sekolah (2) melihat dan merekam pembelajaran yang berlangsung di kelas, (3) mengadakan kerjasama dengan kolaborasi.
Obeservasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan mengadaan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berangsung. Kegiatan tersebut bisa berkenaan dengan cara pendidik mengajar, peserta didik belajar, kepala sekolahyang sedang memberikan pengarahan, personil bidang kepegawaian yang sedang rapat. Dalam penelitian kualitatif, pedoman observasi ini hanya berupa garis-garis besar atau butir-butir umum kegiatan yang akan diobservasi.
Dalam pencatatan observasi pegamat hanya membubuhkan tanda cek
58 Khairan, Penelitian Geografi Terapan, (Jakarta: PRENADA MEDIA, 2016), h. 148
59 Burhan Nurgiyantoro, Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi Edisi Kedua, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2017), h. 111
terhadap perilaku dan pengamatan membuat deskripsi singkat berkenaan dengan perilaku yang diamati.60
b. Tes
Tes adalah intrumen atau alat untuk mengumpulkan data tentang kemampuan subjek penelitian dengan cara pengukuran, misalnya untuk mengukur kemampuan subjek penelitian dalan menguasai materi pelajaran tertentu. Tes digunakan untuk mengatur keterampilan, pengetahuan, integelensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individua tahu kelompok. Tes merupakan salah satu metode untuk mengukur tingkat kinerja individu.
Burhan menyatakan bahwa tes merupakan sebuat intrumen atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sampel. Tes adalah salah satu bentuk pengukuran, dan tes βhanyalahβ salah satu cara untuk mendapatkan informasi (kompetensi, pengetahuan, keterampilan) tentang peserta didik. Pengumpulan informasi lewat teknik tes lazimnya dilakukan lewat pemberian seperangkat tugas, Latihan, atau pertanyaan yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang sedang dites.61
Tes yang dilakukan ialah tes tertulis. Tes tertulis yang dilakukan oleh peserta didik melakukan praktik keterampilan menulis teks narasi menggunakan media video Tik Tok yang bertemakan objek wisata. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik setelah diajarkan materi menulis teks deskripsi dengan menggunakan media pembelajaran video Tik Tok yang bertemakan objek wisata.
c. Wawancara
Wawancara (interview, interviu) merupaan salah satu cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi dari responden (peserta didik orang yang diwawancarai) dengan melakukan tanya jawab sepihak.
60 Op.cit., h. 220-221
61 Burhan Nurgiyantoro, 2017, Op.cit., h. 123
Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data oleh peneliti. Wawancara memiliki pengertian suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi langsug.
Wawancara juga dapat dikatakan sebagai tatap muka antara pewawancara dengan sumber informasi. Pewawancara bertugas untuk bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya.
Wawancara dilakukan kepada individu yang tidak terlalu banyak, sehingga pendapatnya diakui sebagai pendapat individu. Wawancara dapat dilakukan dengan menggunakan telepon maupun media telekomunikasi elektronis lain (Instant messaging, video conference, teleconference, dan lain-lain).
Peneliti melakukan wawancara kepada pendidik bidang studi Bahasa Indonesia serta peserta didik kelas VII SMP Waskito Tangerang Selatan yang berjumlah 31 orang. Kondisi pada sekolah ini terdapat dua pendidik Bahasa Indonesia yang mengajar pada kelas yang berbeda.
Peneliti hanya menggunakan teknik wawancara kepada sutu pendidik Bernama Dewi Praba S.Pd., karena penelitian dalam skripsi ini dilakukakn pada kelas yang diajar oleh Ibu Dewi Praba S.Pd. Peneliti memberikan beberapa pertanyaan terkait materi teks deskripsi dengan menggunakan media video Tik Tok wisata.
Tabel 3. 4 Wawancara Pendidik
No Pertanyaan
1 Apakah peserta didik menyukai pelajaran Bahasa Indonesia?
2 Apakah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Ibu selalu menggunakan media?
3 Bolehkah Ibu sebutkan media apa saja yang digunakan dalam pembelajaran?