Beberapa tujuan menulis di antaranya untuk memberitahukan suatu informasi, meyakinkan atau mendesak, menghibur atau menyenangkan, dan mengekspresikan perasaan atau emosi yang kuat.
Penjelasan di atas, dapat diartikan dengan tujuan menulis adalah respon atau jawaban yang diharapkan oleh penulis akan diperoleh oleh pembacanya. Berdasarkan batasan ini, dapat dikatakan bahwa: Pertama, tulisan yang bertujuan untuk memberitahuakan atau mengajar disebut wacana informatif. Kedua, tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak disebut persuasif.
menggambarkan atau melukiskan suatu objek sehingga pembaca memiliki penghayatan seoalah-olah menyaksikan atau mengalaminya sendiri. Dalam karangan deskripsi dituntut agar objek yang digambarkannya sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Teks deskripsi merupakan sebuah paragraf di mana gagasan utaanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat atau peristiwa yang sedang menjadi topik pembaca, sehingga pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut. Hakim mengungkapkan bahwa teks deskripsi adalah lukisan atau hasil melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya.34
Menurut Finoza dalam Dalman, deskripsi adalah bentuk tulisan yang bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan hakikat objek yang sebenarnya. Sedangkan menurut Wiyanto dalam bukunya mengartikan deskripsi adalah meberikan penguraian atau meluskiskan.35
Secara singkat deskripsi bertujuan untuk mwmbuat pembaca menyadari tentang apa yang diserap penulis melalui pancainderanya.
Selain itu karangan deskripsi merangsang perasaan pembaca mengenai apa yang digambarkannya dan menyajikan suatu kualitas pengalaman langsung.
Setiap teks memiliki struktur yang khas membedakan teks yang satu dengan teks yang lain, dengan memahami struktur teks akan memudahakan dalam penulisan teks. Selain itu, teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi tiga jenis, yaitu teks deskripsi subjektif, teks deskripsi spatial, dan teks deskripsi objektif. Teks deskripsi subjektif adalah suatu teks yang dalam penggambaran objeknya berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis. Teks deskripsi spatial adalah teks yang menjelaskan objeknya berupa benda, tempat, ruang, dan sebagainya.
34 A. Hakim, Karangan Deskripsi, (Bandung: Angkasa, 1993), h. 27.
35 Ibid, h. 27.
Lalu, teks deskripsi objektif adalah teks yang menjelaskan atau menggambarkan objek apa adanya berdasarkan keadaan objek yang sebenarnya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan tanpa ada penambahan opini dari penulis.
Para filosofi telah mendefinisikan deskripsi sebagai “mode persepsi” yang bisa diketahui artinya dengan cara menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran terhadap sesuatu yang akan ditafsirkan. Pengertian menulis deskripsi adalah melukisakan gambar menggunakan kata-kata.36
2. Jenis-Jenis Teks Deskripsi
Menurut Akhadiah dalam Dalman, macam-macam deskripsi mencakup dua macam, yaitu:
a. Deskripsi Tempat
Tempat memegang peranan yang sangat penting dalam setiap peristiwa. Tidak ada peristiwa yang terlepas dari lingkungan dan tempat. Semua kisah akan selalu mempunyai latar belakang tempat, jalannya sebuah peristiwa akan lebih menarik kalau dikaitkan dengan tempat terjadinya peristiwa tersebut.
b. Deskripsi Orang
Ada beberapa cara untuk menggambarkan atau mendeskripsikan seseorang tokoh yaitu:
1) Penggambaran fisik, yang bertujuan memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya tentang keadaan tubuh seseorang tokoh.
Deskripsi ini banyak bersifat objektif.
2) Penggambaran tindak-tanduk seorang tokoh. Dalam hal ini pengarang mengikuti dengan cermat semua tindak-tanduk, gerak-gerik sang tokoh dari tempat ke tempat lain, dan dari waktu ke waktu lain.
36 Mohammad Siddik, Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Deskripsi, (Malang:
Tunggal Mandiri Publishing), 2018, h.18.
3) Penggambaran keadaan yang mengelilingi sang tokoh, misalnya, penggambaran tentang pakaian, tempat kediaman, kendaraan, dan sebagainya.
4) Penggambaran perasaan dan pikiran tokoh. Hal ini memang tidak dapat diserap oleh panca indra manusia. Namun, antara perasaan dan unsur fisik mempunyai hubungan yang sangat erat.
Pancaran wajah, pandangan mata, gerak bibir, gerak tubuh merupakan petunjuk tentang keadaan perasaan seseorang pada waktu itu.
5) Penggambaran watak seseorang. Aspek perwatakan ini paling sulit dideskripsikan. Pengarang harus mampu menafsirkan lahir yang terkandung dibalik fisik manusia. Tetapi, di sini pilah kekuatan seseorang pengarang. Dengan keahlian dan kecermatan yang dimilikinya, ia mampu mengidentifikasikan unsur-unsur dan kepribadian seseorang tokoh. Kemudian menampilkan dengan jelas unsur-unsur yang dapat memperlihatkan watak seseorang.37
Di sini penulis mengambil penelitian terhadap tulisan peserta didik berdasarkan deskripsi tempat yaitu deskripsi tempat yang terdapat pada video wisata.
3. Ciri-Ciri Karangan Deskripsi
Menurut Dalman Karangan deskripsi mempunyai ciri-ciri khas, yaitu sebagai berikut:
a. Deskripsi lebih memperlihatkan detail atau perincian tentang objek, b. Deskripsi bersifat member pengaruh sensivitas dan membentuk
imajinasi pembaca,
c. Deskripsi disampaikan dengan gaya yang memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah
37 Ibid, Dalman, h. 96-97
d. Deskripsi memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan. Misalnya: benda, alam, warna, dan manusia.
Adapun ciri-ciri karangan yang baik menurut Keraf dalam Dalman, adalah sebgai berikut:
a. Berisi tentang perincian-perincian sebagai objeknya teroandang di depan mata
b. Dapat menimbulkan kesan dan daya khayal pembaca
c. Menyampaikan sifat dan perincian wujud yang dapat ditemukan dalam objek itu
d. Menggunakan bahasa yang cukup hidup, kuat, dan bersemangat serta konkret.38
4. Langkah-Langkah Menyusun Deskripsi Langkah-langkah menyusun deskripsi, yaitu:
a. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan;
b. Tentukan tujuan;
c. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan;
d. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (sistematis) atau membuat kerangka karangan;
e. Menguraikan/mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan deskripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.39 Dalam menulis teks deskripsi harus memperhatikan penggunaan bahasa dan tulisannya. Sutarno Ns mengungkapkan bahawa tulisan yang efektif mencangkup beberapa aspek, seperti kandungan isi, nilai dan norma, bahasa, penyajian dan penampilan. Pada sisi lain efektif bagi pembaca yaitu, memberikan manfaat, baik dalam menambah pengetahuan, wawasan pengalaman, memberikan aspirasi, maupun
38 Ibid, Dalman, h. 94-95
39 Ibid, h.100
hiburan.40 Dalam menulis yang efektif beberapa yang harus diperhatikan yaitu:
1. Organisasi
Organisasi merupakan sistematika atau susunan isi yang terdapat dalam suatu karangan. Perlu adanya susuna yang sesuai dengan ketepatan yang telah dibuat. Organisasi dalam karangan disesuaikan dengan media yang diberikan. Organisasi mencangkup pendahuluan, isi, dan penutup yang sistematis. Penilaian terhadap organisasi dilakukan untuk mengetahui apakah karangan yang dibuat peserta didik sudah mencangkup ketiga bagian pokok tersebut.
2. Ketepatan kata
Ketepatan kata merupakan aturan-aturan bahasa yang berlaku. Ketepatan kata bisa disebut juga diksi atau memilih kata yang tepat. Memilih kata yang tepat, perlu adanya kamus yang membantu dalam penggunaan kata yang ingin dipakai.
3. Ketepatan kalimat
Ketepatan kalimat merupakan bagaimana penulis harus mengunakan kalimat yang tepat dan efektif.