• Tidak ada hasil yang ditemukan

11170130000096_NADIAH ISMUN ASHARI.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "11170130000096_NADIAH ISMUN ASHARI.pdf"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN MEDIA VIDEO TIK TOK WISATA DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI

DI SMP WASKITO TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

oleh:

Nadiah Ismun Ashari 1170130000096

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2022

(2)

i

(3)

ii

(4)

iii

(5)

iv

ABSTRAK

Nadiah Ismun Ashari (NIM: 11170130000096). Skripsi. Pemanfaatan Media Video Tiktok Wisata dalam Keterampilan Menulis Teks Deskripsi di SMP Waskito Tangerang Selatan Kelas VII Tahun Pelajaran 2021/2022. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pembimbing: Dr. Hindun, M.

Pd. 2022.

Skripsi ini meneliti tentang penggunaan media video Tiktok yang bertema objek wisata Istana Pagaruyung dalam pembelajaran menulis teks deskripsi kelas VII di SMP Waskito Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Video Tiktok dalam pembelajaran menulis teks deskripsi.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Aspek yang dinilai dalam menulis teks deskripsi berdasarkan rangsangan audio visual video yaitu, perwujudan paragraf, ketepatan struktur teks deskripsi, kesesuaian isi teks dengan video Tiktok, ketepatan pendeskripsian tempat, dan ketepatan kata.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media video Tiktok Wisata dapat digunakan sebagai salah satu media dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi teks deskripsi karena dapat memberikan efektivitas bagi siswa dalam keterampilan menulis. Terbukti rata-rata yang diperoleh secara umum pada kategori baik (B) yaitu nilai 80. Dilihat dari segi persentase, terdapat 6 peserta didik atau sekitar 24% memperoleh nilai pada kategori baik sekali (A), 10 peserta didik atau 40% memperoleh nilai pada kategori baik (B), dan 9 peserta didik atau 36% memperoleh nilai berkategori cukup (C).

Kata Kunci: Media video Tiktok; Menulis; Teks Deskripsi.

(6)

v

ABSTRACT

Nadiah Ismun Ashari (NIM: 11170130000096). Essay. Utilization of Tourism Tiktok Video Media in Writing Text Description Skills at Waskito Middle School, South Tangerang, Class VII, Academic Year 2021/2022. Department of Indonesian Language and Literature Education. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Supervisor: Dr. Hindun, M.

Pd. 2022.

This thesis examines the use of Tiktok video media with the theme of the Pagaruyung Palace tourist attraction in learning to write descriptive text for class VII at Waskito Middle School, South Tangerang City, Academic Year 2021/2022.

This study aims to determine the use of Tiktok Video media in learning to write descriptive text.

The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study consisted of observation, interviews, documentation, and tests. Aspects that are assessed in writing descriptive text based on audio-visual video stimuli are the embodiment of paragraphs, the accuracy of the structure of the descriptive text, the suitability of the content of the text with the Tiktok video, the accuracy of the description of the place, and the accuracy of spelling.

The results showed that the use of Tiktok Wisata video media can be used as a medium in learning Indonesian, especially descriptive text material because it can provide effectiveness for students in writing skills. It is proven that the average obtained in general is in the good category (B), which is a score of 80. In terms of percentages, there are 6 students or about 24% getting marks in the very good category (A), 10 students or 40% getting marks in the good category (B), and 9 students or 36% obtained a value in the category of sufficient (C).

Keywords: Media Video TikTok; Write; Description Text.

(7)

vi

KATA PENGANTAR

ِِمْي ِح َّرلا ِِنَمْح َّرلا ِِالل ِِمــــــــــــــــــْسِب

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur ke hadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. Salawat serta salam selalu tercurah limpahkan kepada Rasulullah Shallallah ‘Alaihi wa Sallam beserta keluarga, sahabat, dan umat-Nya.

Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Media Video Tiktok Wisata dalam Keterampilan Menulis Teks Deskripsi di SMP Waskito Tangerang Selatan Kelas VII Tahun Pelajaran 2021/2022". Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat kelulusan dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2022.

Penulis skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah mencurahkan segenap pikiran, bantuan material maupun spiritual, dan memberikan dorongan kepada penulis. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. Sururin, M.Ag., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Makyun Subuki, M.Hum., selaku ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Novi Diah Haryanti, M.Hum., selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah memotivasi selama perkuliahan berlangsung.

4. Dr. Hindun M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan pikiran, arahan, serta bimbingan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam proses penyelesaian penulisan skripsi.

(8)

vii

5. Dr. Elvi Susanti, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Akademik Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

6. Seluruh dosen dan staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang telah mendidik dan memberikan ilmu kepada penulis selama menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

7. Kepala perpustakaan dan seluruh staf perpustakaan utama serta perpustakaan Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

8. Ade Abdul Rohman, S.H., selaku kepala sekolah SMP Waskito Tangerang Selatan serta Mulyadi, S.Hum., dan Dewi Purba,. S.Pd selaku wakil kesiswaan dan pendidik bahasa Indonesia yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian, membantu dalam menyelesaikan penelitian.

9. Peserta didik SMP Waskito Tangerang Selatan terutama seluruh kelas VII Tahun Pelajaran 2021/2022 atas kerja sama dan semangat selama penelitian berlangsung.

10. Teristimewa Amak dan Apak selaku kedua orang tua, yang tiada henti mendoakan, menasehati, memotivasi, dan menyokong material selama peneliti menyelesaikan penulisan skripsi. Hidup menjadi begitu mudah dan lancar ketika kita memiliki orang tua yang lebih memahami kita daripada diri kita sendiri. Terima kasih telah menjadi orang tua yang sempurna.

11. Kedua adik saya, Uswatun Hasanah dan Amalia Khairuni yang telah mendoakan dan memberikan dukungan terhadap saya.

12. Keluarga besar Inyiak Bainsa yang telah membantu, mendoakan, menasehati, dan memotivasi dalam proses penulisan skripsi.

13. Hamzah Muttaqin dan Rolis Eka Putra selaku sahabat saya sedari MAN yang telah memberi dorongan, dukungan dan mendengarkan keluh kesah tentang kehidupan dan drama persekripsian. Di antara semua kemungkinan yang meliputi tempat, waktu, orang dan kejadian yang terjadi di hidup saya, bisa bertemu dan bertumbuh bersama dengan kedua manusia ini adalah salah satu hal yang paling saya syukuri.

(9)

viii

14. Sahabat tercinta Rakaiza Imani Nasuha, Eris Septiani dan Dinda Lestari yang selalu setia menemani dari semester satu hingga semester akhir yang selalu mengerti tentang saya dan selalu memberikan dukungan melalui chat atau langsung di saat penulis merasa sedang tidak percaya diri dengan progress skripsi serta yang selalu mengajak penulis untuk mengerjakan skripsi bersama.

15. Terkhusus Sahabat Gup HAHAHA Eris Septiani, Dinda Lestari, Frida Ayu Rohmyni, Mia Nur Aprilia Fathur Rahmi Affauzani, Risky Aldyantama, Rakaiza Imani Nasuha, Khairunnisa yang selalu menemani saya di grup chat ataupun secara langsung, selalu ada untuk saya dan yang sangat sayangi.

16. Ade Irmandari yang selalu ada di saat penulis dalam kesusahan, dan memberikan asupan makanan selama di kosan.

17. Kepada teman mabar Mobile Legend Kiyong, Pewdeipe, Arum Manis, Chateaubriand, Kiyong, Filliayey, Clarissa, Srelica, Satpam Kampus.

18. Seluruh mahasiswa PBSI UIN Jakarta, Khususnya PBSI Angkatan 2017 (PBSI C) yang telah mengukir kebersamaan selama kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

19. Keluarga besar HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) terlebih khusus Distrik PBSI, yang telah menjadi rumah kecil yang nyaman, serta memberikan kehangatan kepada penulis.

20. Teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena terlalu banyak yang mendukung penulis baik dalam bentuk doa ataupun ucapan yang menenangkan hati.

Penulis berharap Allah Swt. berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis.

Penulis menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dan masih melakukan kesalahan dalam penyusunan skripsi. Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat baik bagi penulis maupun pembaca dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan khazanah ilmu pengetahuan. Kritik dan saran pun

(10)

ix

dinanti, semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya, Aamiin ya rabbal 'alamin.

Jakarta, 15 Januari 2022

Penulis

(11)

x

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PERNYATAAN KARYA SENDIRI

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian... 6

BAB II ... 8

KAJIAN TEORETIS ... 8

A.Pembelajaran ... 8

1. Pengertian Pembelajaran ... 8

B. Media Pembelajaran ... 9

1. Pengertian Media Pembelajaran ... 9

2. Fungsi Media Pembelajaran ... 11

3. Manfaat Media Pembelajaran ... 12

C. Media Audio Visual ... 15

D. Menulis ... 22

1. Pengertian Menulis... 22

2. Tujuan Menulis ... 25

3. Manfaat Menulis ... 28

E. Teks Deskripsi ... 28

(12)

xi

F. Penelitian yang Relevan ... 33

BAB III ... 36

METODOLOGI PENELITIAN ... 36

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 36

1. Tempat Penelitian... 36

2. Waktu Penelitian ... 36

B. Metode Penelitian ... 36

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 38

D. Sumber Data ... 39

E. Instrumen Penelitian ... 40

F. Teknik Pengupulan Data ... 44

G. Teknik Analisis Data ... 49

BAB IV ... 52

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52

A. Profil Sekolah ... 52

1. Identitas Sekolah ... 52

2. Sejarah Singkat Sekolah ... 52

3. Visi, Misi, dan Tujuan ... 53

4. Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik ... 55

B. Deskripsi ... 56

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 57

1. Rekapitulasi Hasil Data Penelitian ... 127

2. Rekapitulasi Skor Keterampilan Menulis ... 129

3. Rata-Rata Skor dan Nilai Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Teks Deskripsi ... 132

4. Kategori Nilai Keterampilan Menulis ... 133

BAB V ... 133

PENUTUP ... 133

A. Simpulan ... 133

B. Saran ... 134

DAFTAR PUSTAKA ... 135

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 138

RIWAYAT PENULIS…………... 169

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Penilaian Menulis Teks Deskripsi... 41

Tabel 3.2 Rincian Idikator Penilaian Menulis Teks Deskripsi Berdasarkan Rangsangan Visual dan Suara... 42

Tabel 3. 3 Penentuan Kriteria dengan Penghitungan Rentang Nilai ... 44

Tabel 3. 4 Wawancara Pendidik... 47

Tabel 3. 5 Wawancara Peserta Didik ... ... 48

Tabel 4. 2 Pendidikdan Tenaga Kerja ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4. 3 Peserta Didik Tahun Pelajaran 2021/2022 ... ... 55

Tabel 4. 4 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Almira R.A ... ... 58

Tabel 4. 5 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Ammyra J. ... ... 60

Tabel 4. 6 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Audrey F. R ... ... 63

Tabel 4. 7 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Ayumi R. A ... ... 65

Tabel 4. 8 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Devin C. T ... ... 68

Tabel 4. 9 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Dzakwa N.A.P ... ... 71

Tabel 4. 10 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Eureka A.Y.A... ... 74

Tabel 4. 11 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Farrel A. U ... ... 77

Tabel 4. 12 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Ghifari F. F... ... 80

Tabel 4. 13 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Gizka P. H ... ... 83

Tabel 4. 14 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Insi B. K ... ... 87

Tabel 4. 15 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Izzuka A. H ... ... 89

Tabel 4. 16 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Jhon A. I. D ... ... 92

Tabel 4. 17 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Kathyla Q. J ... ... 95

Tabel 4. 18 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Kayla M. T. A ... ... 97

Tabel 4. 19 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Liecel W. O ... ... 100

Tabel 4. 20 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Michael G. O. L ... ... 102

Tabel 4. 21 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Muhammad A. A ... ... 105

Tabel 4. 22 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Myisha A. R ... ... 108

(14)

xiii

Tabel 4. 23 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Raiinerichie C. S ... ... 111

Tabel 4. 24 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Raisah S. D... ... 113

Tabel 4. 25 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Rory S. A ... ... 116

Tabel 4. 26 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Roseane Q. J... ... 119

Tabel 4. 27 Penilaian Menulis Teks Deskripsi Ryusei T ... ... 121

Tabel 4.28 Rekapitulasi Hasil Data Penilaian Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Kelas VII-A SMP Waskito ... ... 124

Tabel 4.29 Rekaptulasi Skor Keteramplan Menulis Teks Deskripsi Kelas VII-A SMP Waskito ... ... 127

Tabel 4. 30 Kategori Nilai Keterampilan Menulis Teksd Deskripsi Peserta Didik Kelas VII-A SMP Waskito ... ... 129

Tabel 4. 31 Rata-Rata Skor dan Nilai Aspek Penilaian Keterampilan Menulis Teks Deskripsi ... ... 132

Tabel 4. 32 Kategori Nilai Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Peserta Didik Kelas VII-A SMP Waskito ... ... 133

(15)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar Uji Referensi ... 139

Lampiran 2 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) ... 143

Lampiran 3 Lembar Wawancara Pendidik ... 148

Lampiran 4 Lembar Wawancara Peserta didik ... 149

Lampiran 5 Teks Deskripsi Peserta didik Kelas VII A ... 154

Lampiran 6 Halaman Muka Tik Tok ... 163

Lampiran 7 Lembar Dokumentasi Penelitian ... 164

Lampiran 8 Surat Bimbingan Skripsi ... 166

Lampiran 9 Surat Permohonan Izin Penelitian ... 167

Lampiran 10 Riwayat Penulis ... 169

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran bahasa Indonesia jelas akan selalu disampaikan di kalangan seluruh peserta didik di Indonesia, mulai tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai perpendidikan tinggi akan mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini tak terlepas dari mempelajari keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dan dipahami oleh seluruh peserta didik.

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Proses belajar mengajar merupakan integrasi antara kegiatan belajar oleh peserta didik dan mengajar oleh pendidik. Artinya peserta didik dan pendidik memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Pada proses ini terjadi transfer ilmu antara pendidik dari peserta didik. Tujuan mempelajari keterampilan berbahasa ialah agar dapat menjalin komunikasi. Salah satu keterampilan untuk membangun komunikasi adalah menulis.

Menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Aktivitas menulis melibatkan beberapa unsur, yaitu: penulis sebagai penyampaian pesan, isi tulisan, saluran atau media, dan pembaca.1 Menulis juga merupakan salah

1 Dalman, Keterampilan Menulis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), h. 3

(17)

2

satu manfaat berbahasa yang paling besar bagi kehidupan manusia. Menulis merupakan aspek terbesar yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Menulis berguna untuk menuangkan segala sesuatu, salah satunya adalah berbagi kesedihan, kesenangan dan keadaan lainnya.

Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dilakukan secara tidak langsung atau tidak bertatap muka dengan seseorang. Menulis merupakan kegiatan menuaangkan ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan. Menulis adalah keterampilan berbahasa yang cukup sulit bagi sebagian orang. Seseorang bisa mahir dalam membuat tulisan yang baik dan benar apabila sudah cukup mengetahui pengetahuan tentang apa yang ditulis.

Keterampilan menulis bagi sebagian peserta didik di tingkat SMP dianggap sebagai sebuah keterampilan yang menyulitkan. Hal ini disebabkan karena mereka harus menyusun kata-kata hingga membentuk sebuah teks/karangan. Selain itu, mereka juga harus memahami terlebih dahulu apa saja aturan kebahasaan agar tulisan yag dibuatnya dapat tersusun dengan rapi. Pekerjaan pendidik adalah pekerjaan yang professional.

Karena itu diperlukan kemampuan dan kewenangan. Kemampuan itu dapat dilihat pada kesanggupannya menjalankan perannya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, administrator, dan sebagai pembina ilmu.

Salah satu segi dari pembina kemampuan itu, ialah sejauh manakah ia menguasai metodologi media pendidikan di sekolah untuk kepentingan anak didiknya, sehingga memungkinkan perkembangan mereka secara optimal sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, akan tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan media tersebut dengan baik. Untuk itu, diperlukan latihan-latihan praktik secara sistematis. Pendidik harus memiliki kreativitas untuk melakukan proes pembelajaran, agar peserta didik dapat memahami pelajaran dan berkesan.

Pendidik juga harus memiliki perkembangan dalam mengembangkan media pembelajaran. Menggunakan media pembelajaran

(18)

3

dapat mendukung peserta didik menjdi aktif di dalam kelas. Pendidik yang kreatif akan membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan semangat dalam belajar di kelas. Peran pendidik dalam melakukan pembelajaran harus dapat meguasai media yang akan digunakan ketika pembelajaran.

Perkembangan teknologi memudahkan manusia melakukan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, teknologi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia. Setiap teknologi dibuat untuk memberikan manfaat positif dan juga memudahkan manusia menyelesaikan tugas-tugasnya. Bahkan, teknologi juga dapat mengimajinasikan seseorang untuk membuat sesuatu. Perkembangan teknologi banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, yang salah satunya bidang pendidikan.

Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas menjadi salah satu alternatif untuk menarik minat peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung. Pendidik seharusnya memiliki kreativitas dalam upaya menumbuhkan minat peserta didik pada proses pembelajaran.

Sehubung dengan tuntutan kurikulum, dalam proses pembelajaran peserta didik diminta lebih aktif dan pendidik dituntut untuk bisa menggunakan media pada proses pembelajaran. Media yang dapat digunaan dalam meningkatkan keterampilan menulis pada peserta didik adalah dengan meningkatkan. Media merupakan alat yang dapat digunakan pendidik dalam proses pembelajaran. Media sangatlah menentukan minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Apabila media yang digunakan pendidik menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman peserta didiknya, maka tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh pendidik dalam indikator di RPP mudah tercapai. Sebaliknya, apabila media yang digunakan pendidik tidak menarik maka dapat membuat peserta didik menjadi bosan sehingga suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif.

Pendidik dapat memanfaatkan teknologi berupa telepon genggam atau handphone dan video yang terdapat dalam berbagai media sosial.

Pemilihan media berupa video ditujukan untuk menarik minat peserta didik agar memperhatikan dan menyimak informasi yang ada di Youtube, Tik Tok,

(19)

4

Facebook, Instagram, dan lainnya adalah sebagian contoh aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran.

Media video Tik Tok dapat digunakan untuk kegiatan menulis peserta didik. Media ini dapat diterapkan dengan beberapa materi pembelajaran bahasa Indonesia, salah satunya adalah teks deskripsi. Teks deskripsi merupakan salah satu bentuk tulisan yang berisi gambaran- gambaran mengenai suatu kejadian dengan maksud untuk menceritakan apa saja yang dilihat penulis. Aplikasi Tik Tok adalah sebuah jejaring sosial dan platform video musik asal negeri Tiongkok yang diluncurkan pada awal September 2016. Aplikasi tersebut memberi akses kepada para pemakai untuk membuat video musik pendek.

Melihat dari berbagai fitur yang ada pada aplikasi Tik Tok, maka sangat dimungkinkan untuk didesain sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran yang dapat diaplikasikan dengan pemanfaatan video Tik Tok ini adalah keterampilan menulis teks deskripsi.

Video Tik Tok yang ditampilkan berupa video-video yang memuat unsur edukasi. Sekarang ini sudah banyak konten kreator yang membuat video-video beredukasi seperti pembahasan mengenai sains dan teknologi, sehingga apa yang didapatkan dari pembelajaran dapat bermanfaat di kemudian hari. Penayangan berita-berita yang bersifat edukasi dan motivasi yang digunakan pada pembelajaran bisa menambah pengetahuan, pemahaman serta pengalaman kepada peserta didik.

Berdasarkan hal-hal tersebut, penulis merasa perlu melakukan suatu penelitian untuk melihat bagaimana keterampilan menulis teks ulasan pada peserta didik dapat ditingkatkan. Adapun judul penelitian ini adalah Pemanfaatan Media Video Tik Tok Wisata dalam Keterampilan Menulis Teks Deskripsi di SMP Waskito Tangerang Selatan Kelas VII TahunPelajaran 2021-2022.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:

(20)

5

1. Peserta didik kurang berminat dalam menulis teks deskripsi.

2. Pengaruh teknologi yang berkembang membuat peserta didik beraktivitas pada media sosial yang kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

3. Penggunaan Media video Tik Tok Wisata digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka peneliti membuat batasan masalah agar fokus peneliti ini tidak melebar. Masalah dalam penelitian ini hanya mengenai media video TikTok wisata dalam keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII semester ganjil SMP Waskito Kota Tangerang Selatan tahun pelajaran 2021/2022.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang dikemukakan pada latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut.

1. Mengapa peserta didik kurang berminat dalam menulis teks deskripsi?

2. Bagaimana pengaruh teknologi yang berkembang membuat peserta didik beraktivitas pada media sosial yang kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia?

3. Bagaimana penggunaan media video Tik Tok wisata digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui minat peserta didik dalam dalam menulis teks deskripsi.

2. Untuk mengetahui pengaruh teknologi yang berkembang membuat peserta didik beraktivitas pada media sosial yang kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

(21)

6

3. Untuk mengetahui penggunaan media video Tik Tok dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini sekiranya dapat bermanfaat bagi semua pihak yang menerapkannya. Beberapa manfaat yang diharapkan dapat diambil dari penelitian ini, sebagai berikut.

1. Manfaat Teoretis

Manfaat teoretis adalah manfaat yang berhubungan dengan pengembangan ilmu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan dalam teori pembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran menulis teks deskripsi.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis penelitian ini akan bermanfaat bagi para guru, siswa, dan peneliti mengenai penggunaan media video Tik Tok dalam pembelajaran menulis teks deskripsi.

a. Peserta didik

Mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah melalui sebuah penelitian untuk menentukan solusi terbaik pada sebuah permasalahan pembelajaran dengan memanfaatkan media video untuk pembelajaran.

b. Para Pendidik

Pendidik menjadi lebih kreatif dan para pendidik mempunyai alternatif media untuk pembelajaran menulis teks deskripsi serta terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran menulis di kelas VII SMP Waskito Kota Tangerang Selatan.

c. Peneliti lain

Diharapkan hasil penelitian ini menambah wawasan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, memperoleh gambaran

(22)

7

tentang kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh peserta didik, serta bisa melanjutkan penelitian mada materi yang lain.

(23)

8

BAB II

KAJIAN TEORETIS

A. Pembelajaran

1. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Kata pembelajaran yang semula diambil dari kata

“ajar” ditambah awalan “pe-“dan akhiran “-an” menjadi kata

“pembelajaran”, diartikan sebagai proses, perbuatan, cara mengajar, atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.2 Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi:

tujuan, materi, metode, dan evaluasi.

Selain itu, pengertian pembelajaran yang lain yakni suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu peserta didik sebagai pembelajar dan pendidik sebagai fasilitator. Berdasarkan hal tersebut, maka unsur-unsur pada pembelajaran merupakan keterkaitan yang sangat penting dalam membangun suatu pembelajaran yang kompetitif. Jika salah satu dari unsur tersebut dihilangkan, maka proses pembelajaran menjadi tidak terlaksana.

Secara sederhana, istilah pembelajaran bermakna sebagai

“upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya dan berbagai strategi, metode, dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan”. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagai kegiatan pendidik secara terprogram dalam desain

2 Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta:

Penadamedia group, 2013), h. 19.

(24)

intruksional untuk membuat peserta didik belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

B. Media Pembelajaran

1. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.3 Media sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergnakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi (AECT). Kata ‘Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.4 Menurut Azkiwe dalam buku Muhammad Hasan Media pembelajaran mencangkup apa saja yang digunakan guru untuk melibatkan semua panca indera penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman dan pengecapan saat menyampaikan pelajaran.5 Media ini digunakan dalam pembelajaran dengan tujuan sebagai bahan, sarana, dan alat bntu siswa dalam memahami materi belajar.6 Media pendidikan dalam arti sempit hanya memperhatikan dua unsur dari model kawasan keseluruhan, yakni bahan dan alat yang nantinya berinteraksi dengan peserta didik.

Media pendidikan adalah suatu bagian integral dari proses pendidikan di sekolah karena itu menjadi suatu bidang yang harus dikuasai oleh setiap pendidik profesional.

Hamidjojo dalam bukunya Latuheru memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat sehingga

3 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, Edisi Revisi. Cet. Ke- 17,2014), h. 3

4 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010) Cet. 4, h. 120

5 Muhammad Hasan, dkk, Media Pembelajaran, (Jakarta: Tahta Media Group, 2021) Cet. Ke- 1, h. 284

6 Heru Kurniawan, Pembelajaran Kreatif Bahasa Indonesia Kurikulum 2013, (Jakarta:

PRENAMEDIA GROUP, 2015), Cet. Ke-1, h.70

(25)

ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.7 Media pembelajaran yang dimaksudkan adalah sebagai alat atau bahan selain buku teks dalam proses belajar-mengajar, yang dapat dipakai untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal dalam suatu situasi belajar mengajar. Di dalamnya tidak hanya mencakup media komunikasi elektrik yang canggih saja melainkan juga media yang lebih sederhana seperti film bingkai, gambar, foto, diagram, dan gambar bagan yang dapat buat sendiri oleh pendidik.

Media menurut Schram dalam Sadiman mengungkapkan bahwa

“teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional. Media juga dapat dibentuk grafik, fotografi, elektronik. Atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses dan menjelaskan informasi lisan atau visual.” Defenisi media adalah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari seorang komunikator kepada komunikasi.

Sementara media pembelajaran adalah alat bantu mengajar, alat peraga dalam mengajar dan sumber belajar.

Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di luar kelas. Media pendidikan identik artinya dengan pengertian kepengarangan yang berasal dari kata ‘raga’, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan yang dapat diamati melalui pancaindra kita. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran, antara pendidik dan peserta didik.

Media pendidikan mengandung aspek sebagai alat dan sebagai teknik yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.

Jadi, media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi

7 J.D. Lattuheru, Media Pembelajaran dalam Pengajaran Bahasa Indonesia, (Ujung Pandang: IKIP Ujung Pandang, 1993), h. 43

(26)

antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.8

2. Fungsi Media Pembelajaran

Seberapa pentingnya peran media dalam pengajaran, namun tetap tidak bisa menggeser peran guru, karena media hanya berupa alat bantu yang memfasilitasi guru dalam pengajaran. Oleh karena itu, guru tidak dibenarkan menghinar dari kewajibannya sebagai pengajar dan pendidik untuk di hadapan anak didik dengan seluruh kepribaiannya.9

Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang diharapkan peserta didik. Livie dan Lentz dalam Arsyad dalam buku Cahyo Hasanudin membagi fungsi media menjadi empat macam, yaitu fungsi atensi, efektif, kognitif, dan kompensatoris. Adapun penjabaran dari keempat fungsi tersebut adalah sebagi berikut:

a. Fungsi Etensi

Menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan atau menyertai tekas materi pembelajaran.

b. Fungsi Afektif

Tingkat keterlibatan emosi dan sikap peserta didik pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi.

c. Fungsi Kognitif

Kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar mempelancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung daam gambar.

d. Fungsi Kompensatoris

8Ibid, h. 23

9 Cecep Kustandi & Daddy Darmawan, Pengembangan Meia Pembelajaran, (Jakarta:

KENCANA, Cet. Ke-1, 2020), h. 66

(27)

Memberikan konteks kepada peserta didik yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks.

3. Manfaat Media Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, media pembelajaran dapat dibuat dibuat sesuai dengan gaya belajar peserta didik sehingga dapat memberikan kesempatan dan pilihan peserta didik sehingga dapat memberikan kesempatan dan pilihan peserta didik sesuai gaya belajarnya, baik yang memiliki kecendrungan gaya visual, audiotoria atau kinestetik. Mustofa Abi Hamid mengungkapkan, beberapa manfaat media dalam proses belajar peserta didik, di antaranya yaitu:

a. Membantu proses pembelajaran yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Tidak semua materi pembelajaran dapat disampaikan dengan verbal saja, tetapi perlu alat bantu (tools) lain yang dapat membantu mengirimkan pesan atau konsep materi kepada peserta didik. Pendidik terbantu dalam menyampaikan materi pembelajaran, sedangkan peserta didik terbantu dan lebih mudah dalam memahami konsep materi yang disampaikan oleh pendidik. Sehingga, transfer of knowledge dan tranfer of value dapat dilakukan secara maksimal.

b. Meningkatkan minat dan motivsi peserta didik dalam proses pembelajaran, rasa ingin tahu dan antusiasme peserta didik meningkat, serta interaksi antara peserta didik, pendidikan sumber belajar dapat terjadi interaktif. Dapat membantu penyampaian materi yang bersifat abstrak menjadi lebih kongkret. Konsep media yang bersifat abstrak, kompleks, rumit dapat dikonkretkan melalui media misalnya berupa simulasi, pemodelan alat peraga, dan lain- lain.

(28)

c. Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra.

Beberapa mater yang kompleks memerlukan ruang dan waktu yang panjang untuk penyampaiannya.

Media pembelajaran memiliki manfaat, yaitu:

a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka),

b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, c. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitis,

d. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, tenaga dan daya indera, e. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid

dengan sumber belajar,

f. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dankemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, dan

g. Memberi rangsangan yan sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan presepsi yang sama.

4. Macam-Macam Media Pembelajaran

Rudi Sumiharsono dan Habiyatul Hasaanah mengungkapkan ada tiga macam media pembelajaran, di antaranya.

a. Alat bantu lihat (Visual Aids), alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indra mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pembelajaran.

b. Alat diproyeksikan, misalnya slide, film dan sebagainya.

c. Alat yang tidak diproyeksikan, seperti dua dimensi, misalnya gambar, bagan, peta, dan sebagainya. Lalu tiga imensi, misalnya bola dunia, boneka, dan sebagainya.

d. Alat bantu dengar adalah alat yang membantu menstmulasi indra pendengaran pada waktu proses penyampaian materi pembelajaran.

Misalnya piringan hitam, radio, pita suara dan sebagainya.

e. Alat bantu lihat dengar, alat ini biasanya memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran malalui indra penglihatan dan

(29)

pendengara. Seperti televisi dan kaset video. Media ini lebih dikenal dengan audio visual aids (AVA).10

Klasifikasi media bisa dlihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut.

a. Media Auditif

Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelaianan dalam pendengaran.

b. Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menamplkan gambar atau symbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.

c. Media Audiovisual

Meida audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih bak, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke dalam:

1) Auiovsual diam, yaitu media yang menampilkan (soun slides), film rangkai suara, cetak suara.

2) Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti flm suara dan video- cassette. Pembagian lain dari media ini adalah

a) Audiovisual murni, yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film video-cassette, dan

b) Audiovisual tidak murni, yaitu yang unsur suara dan unsur gambarnya berasa; unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor

`10 Rudi Sumiharsono dan Habiyatul Hasaanah, Media Pembelajaran, (Jember: Cv Pustaka Abadi, Cet, pertama, 2017), h. 5

(30)

dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder. Contoh lannya adalah film strip suara dan cetak suara.11

C. Media Audio Visual

1. Pengertian Audio Visual

Audio visual merupakan salah satu media yang menampilkan unsur suara dan unsur gambar. Penggunaan kedua unsur ini yang membuat media audio visual memiliki kemampuan lebih baik. Audio visual merupakan media yang terdiri dari media auditif atau mendengar dan visual atau melihat. Media audio visual merupakan alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran dalam menyampaikan pengetahuan dan ide melalui tulisan yang diucapkan. Media audio visual merupakan seperangkat alat yang berisi gambar bergerak dan memiliki suara. Alat yang termasuk dalam kategori ini adalah video, televisi, dan film.12 Media Audio Visual adalah media yang “audible” dan “visible” yang menggunakan indra pendengaran dan penglihatan karena memiliki unsur suara dan gambar. Media audio visual memiliki kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media, media audio dan media visual.13

Ada beberapa karakteristik dari media audio visual, antara lain:

a. Bersifat linier dan menyajikan visual yang dinamis.

b. Menggunakan petunjuk penggunaan, yaitu digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya.

c. Merupakan representasi fisik dari gambaran yang sesungguhnya.

d. Bervarisi, yaitu menampilkan banyak variasi dalam setiap penyajiannya.

Jenis-jenis audio visual, antara lain:

11 Hindun, Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter di Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar, (Depok: Nufa Citra Mandiri, Cet. 2, 2014), h. 95-96

12 Ibid., h.44

13 Benny A. Pribadi, Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, (Jakarta:

PRENAMEDIA GROUP, 2019), h. 81

(31)

a. Audio visual murni yaitu audio visual gerak yang dapat menampilkan suara dan gambar. Misalnya film bersuara, video, dan televisi.

b. Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan gambar berasal dari sumber yang berbeda atau media yang hanya menampilkan suara dan gambar diam. Mislanya sound slide atau film bingkai suara.

Fungsi media audio visual antara lain:

a. Fungsi edukatif yaitu dapat mendidik anak untuk berpikir kritis, memberikan pengalaman yang lebih bermakna, dan dapat memperluas cara berpikir peserta didik.

b. Fungsi sosial yaitu dapat memberikan informasi autentik dalam berbagai bidang kehidupan sehingga dapat memperluas pergaulan, pemahaman tentang orang, cara bergaul, dan adat istiadat.

c. Fungsi ekonomis yaitu dapat menekan penggunaan biaya, tenaga, dan waktu.

d. Fungsi budaya yaitu dapat memberikan perubahan dalam kehidupan manusia dan dapat mewariskan unsur-unsur budaya dan seni yang ada dalam masyarakat.

e. Lebih efektif digunakan dalam pembelajaran

f. Menjadi bagian yang integral dari keseluruhan proses pembelajaran.

g. Sebagai hiburan dalam proses belajar dan dapat dijadikan pemancing perhatian peserta didik.

h. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman peserta didik dalam menangkap materi.

i. Meningkatkan kualitas belajar.14

Pada penelitian ini peneliti akan menggunkana media audio visual berbentuk video maka akan dijelaskan secara lebar mengenai video. Video termasuk dalam media audio visual karena di dalamnya

14 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Op.cit,. h. 124

(32)

terdapat unsur gambar dan bunyi. Video sekrang ini semakin dikenal dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran karena dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta didik mengenai suatu hal.

Film dan video tidak jauh berbeda karena sama-sama diproyeksikan sehingga terkesan hidup.

Hal tersebut dikemukakan pula oleh Azhar Arsyad, kemampuan film dan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik. Kedua media ini digunakan untuk tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.15

Pendapat Azhar Aryad membuktikan bahwa media film dan video dapat digunakan agar memberikan gambaran yang jelas dan daya Tarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kedua media ini digunakan untuk menjelaskan konsep yang rumit dan mengajarkan keterampilan.

2. Media Tik Tok

a. Pengertian Tik Tok

Tik Tok adalah platform bagi destinasi video singkat. Tik Tok memungkinkan semua orang untuk menjadi creator dan mendorong pengguna untuk membagikan passion dan ekspresi kreatif melalui video mereka.16 Tik Tok adalah sebuah aplikasi di mana para penggunaanya bisa berbagai video music dengan durasi pendek. Selain nama Tik Tok, dia juga dikenal dengan Douyin, sebuah video pendek Viberto. Tik Tok dikenal dan diluncurkan pertama kali pada September 2016. Pada saat

15 Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, Edisi Revisi. Cet. Ke-17, 2014), h. 24

16 https://jsdi.id/wp-content/uploads/2021/05/Buku-Panduan-TikTok- SamaSamaBelajar.pdf diakses pada 14 November, 2022 pukul 10.24

(33)

itu, aplikasi ini langsung diterima di Indonesia. Namun memang, saat itu banyak yang menyebut pengguna Tik Tok sebagai alayers.

Di zaman serba canggih ini tentunya umat manusia di belahan dunia sudah tidak asing lagi dengan sebuah media sosial. Media sosial bisa dengan mudah manusia dapatkan melalui jaringan internet yang didukung oleh teknologi smarthphone. Media sosial tidak hanya bisa diakses di perangkat komputer namun melalui smarthpone atau telepon pintar pun bisa sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses media sosial di mana pun dan kapan pun. Terdapat banyak media sosial yang ditandai dengan munculnya berbagai platform media sosial yang menyediakan dukungan untuk editing, gambar, dan pembuatan video dengan hal-hal yang menarik pada penggunaan smarthphone. Sebuah video kini bisa diakses melalui berbagai media sosial. Konten video dapat dengan mudah diunggah ke internet karena adanya dukungan dari kemjuan kecepatan internet.

Banyak paltform maupun media sosial yang menyediakan penayangan video, dan pembuatan video dengan hal menarik pada pengguna smarthpone. Salah satunya media sosial yang menyediakan berbagai konten video dan media sosial yang digunakan untuk pembuatan sebuah video sekaligus penyebar informasi mengenai suatu kejadian atau fenomena terkini. Media sosial yang dimaksud adalah Tik Tok. Hal ini dijelaskan oleh Susilowati dalam jurnalnya.

Aplikasi Tik Tok adalah aplikasi yang memberikan special effects yang unik dan menarik sehingga dapat digunakan oleh penggunannya dengan mudah dan dapat membuat video pendek dengan hasil yang keren serta dapat dipamerkan kepada teman- teman atau pengguna lainnya. Selain itu Tik Tok didukung oleh musik yang banyak sehingga penggunanya dapat melakukan perform-nya dengan tarian, gaya bebas, dan masih banyak lagi serta mendorong kretivitas penggunannya menjadi conten creator.17

17 Susilowati, Pemanfaatan Aplikasi Tiktok Sebagai Personal Branding di Instagram, Jurnal Komunikasi, Vol. 9 No. 2, 2018, h. 117.

(34)

Penulis dapat menyimpulkan bahwa media sosial Tik Tok adalah media sosial yang digunakan untuk membuat sekaligus menyebarkan video yang didukung oleh musik yang sesuai dengan keinginan. Di dalam media sosial Tik Tok ini terdapat berbagai banyak video yang sesuai dengan jenisnya. Video berdurasi sekitar 60 detik sampai satu menit lebih. Video yang dihasilkan secara cepat dan mudah ini dapat dibagikan oleh pengguna ke sesama pengguna media sosial lainnya seperti instagram. Tik Tok menjadi media sosial favorit baru bagi para pengguna media sosial khususnya instagram, dengan tujuan agar video- video pendek tersebut setelah diunggah dapat dilihat oleh banyak pengikutnya (followers) sosial yang sangat digemari milennials, generasi Z dan anak-anak kecil. Aplikasi ini memberkan special effect unik dan menarik yang dapat digunakan oleh para penggun aplikasi ini dengan mudah untuk membuat video pendek. Aplikasi ini memiliki dukungan musik yang banyak sehingga penggunaannya dapat melakukan performannya dengan tarian atau gaya bebas.18

b. Sejarah Tik Tok

Tik Tok dikembangkan oleh Beijing ByteDance Technology dan berasal dari Tiongkok. Dia bisa diunduh melalui Play Store untuk pengguna android dan App Store untuk pengguna iOS. Anda juga bisa membukanya melalui PC. Tik Tok diciptakan oleh Zhang Yiming yang juga merupakan pendiri Toutiao. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa membuat video musik mereka sendiri dan bebas mengekspresikan diri.

Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagi cerita, mengeluarkan uneg- uneg, memberikan kata motivasi, memberikan informasi tertentu, perform dance, unjuk bakat, atau yang lainnya. Soal

18 Sholihatul Atik H,Luluk Farida, Pemanfaatan Media TikTok sebagai Media Dakwah bagi Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang, Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, P-ISSN : 2721- 964X / E-ISSN : 2721-9631 Volume 2 Nomor 1 Januari 2021 : 4, ( Malang : Rumah Jurnal Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, 2021 ), Hlm. 4, Diambil dari View Of Pemanfaatan Media Tik Tok Sebagai Media Dakwah Bagi Dosen Iai Sunan Kalijogo Malang (http:iaiskjmalang.ac.id ) diakses tanggal 05 Desember 2021, pukul 19.49 WIB

(35)

pemanfaatannya tergantung masing-masing orang, mau menggunakannya secara positif atau negatif.19

Dalam aplikas Tik Tok berbagai konten video dapat dibuat dengan mudah. Tidak hanya melihat dan menirukan, pengguna juga dapat membuat video dengan cara mereka sendiri. Pengguna juga dapat membuat video dengan cara mereka sendiri. Pengguna dapat membuat berbagai video yang kreatif sesuai dengan idenya. Tidak hanya video- video menarik, joget, lipsync dan lain-lain, pengguna juga dapat mengkuti tantangan-tantangan yang dibuat oleh pengguna lainnya.

Namun banyak juga konten-konten video yang disajikan dengan tujuan seperti personal branding, pemasaran suatu usaha, memberkan suatu informasi dan mempromosikan suatu objek wisata.

Menurut Dwi Putri Robiatul Adawiyah, Tik Tok diluncurkan oleh perusahaan asal Tiongkok, China, ByteDance yang pertama kali meluncurkan aplikasi benama Douyin. Hanya dalam waktu 1 tahun, Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari. Popularitas Douyin yang tinggi membuatnya melakukan perluasan keluar China dengan nama Tiktok. Menurut laporan dari sensor tower, media sosial ini diunduh 700 juta kali sepanjang tahun 2019. Hal ini membuat tik-tok dapat mengungguli sebagaian media sosial yang berada di bawah nanungan Facebook Inc. Media sosial ini menempati peringkat ke dua setelah What’sApp yang memiliki 1,5 miliar pengunduh. Pada juli lalu media sosial buatan China ini sempat diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di pertengahan 2018, alasannya karena adanya konten-konten yang negatif, terutama bagi anak-anak. Pemblokiran ini berlangsung selama seminggu, mulai 3-10 juli 2018.20

19 https://pojoksosmed.com/tiktok/tik-tok-adalah/ diakses pada 14 November 2021 pukul 10.31

20 Dwi Putri Robiatul Adawiyah,Pengaruh Ppenggunaan Aplikasi Tik Tok terhadap Kepercayaan Diri Remaja di Kabupaten Sampang, Jurnal Komunikasi Vol. 14, No. 2, 2020, h.

136.

(36)

c. Manfaat Tik Tok

Media soaial Tik Tok dalam penggunaannya memiliki manfaat. Pada intinya manfaat aplikasi Tik Tok itu disesuaikan dengan penggunaannya, apakah pengguna itu memanfaatkan aplikasi Tik Tok sebagai aplikasi yang membawa hal-hal positif ataupun malah sebaliknya.

Adapun kegunaan umum yang biasa pengguna lakukan di antaranya yaitu:

1) Mengekspresikan Diri

Dengan Tik Tok seseorang bisa mengekspresikan diri secara bebas melalui video yang dibuat sesua konten yang disukai, seperti video tarian, video nyanyian dan video tutorial. Tetapi siapapun jangan sampai membuat konten Tik Tok secara berlebihan sehingga merugikan diri sendiri, jadi ekspresikanlah diri sewajarnya.

2) Untuk Mem-branding Diri

Perlu diketahu, ternyata aplikasi Tik Tok bisa dimanfaatkan untuk branding diri. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan melihat akun-akun yang dmana sekarang itu makin banyak artis keluarkan dari aplikasi Tik Tok. Biasanya, artis Tik Tok ini dikenal oleh banyak orang karna mempunyai konten-konten yang menarik dan tentunya digemari oleh banyak orang, sehingga mereka memiliki penggemarnya sendiri. Bahkan artis-artis papan atas pun memanfaatkan apilikasi ini sebagai media ekspresi diri dan memperkuat branding pada dirinya.

3) Sebagai Media Pengembangan Bisnis dan Pemasaran

Di zaman sekarang cara berjualan banyak dilakukan pada media online salah satunya yaitu kalian bisa memanfaatkan aplikasi Tik Tok untuk menggambarkan bisbis dan juga pemasaran. Caranya kalian hanya perlu membuat konten pada aplikasi Tik Tok yang di

(37)

mana konten itu berisi sebuah iklan produk kalian. Isi videonya bisa suatu nformasi produk yang nantinya bisa jadi esovt salling,

4) Sebagai Media Kampanya untuk Berbagi ke Orang Lain

Semakin banyaknya pengguna Tik Tok, maka banyak orang yang memanfaatkan Tik Tok sebagai media berbagai yang sifatnya pribadi contohnya kita melihat seseorang yang sekiranya membutuhkan donasi di jalan, lalu kita secara langsung memberi apa yang orang itu butuhkan dan memvideokanya yang di mana video ini bisa dijadikan konten Tik Tok dengan tujuan agar orang lain yang melihat konten itu bisa tersentuh dan bisa melakukan hal yang sama.

5) Media Kreatif

Tujuan dari aplikasi Tik Tok yaitu agar penggunannya bisa kreatif. Kenapa begitu? Karena awal mula diciptakan Tik Tok yaitu dibuat dengan konsep video yang dilengkapi musik. Jadi, pengunannya bisa membuat dan mengisi beragam konten yang disesuaikan dengan kreativitas masing-masing. Misalnya kalian ingin membuat video tarian maka kalian bisa melakukan tarian sendiri.

6) Media Hiburan

Karena aplikasi Tik Tok ini isinya memuat sebagian besar video-video hiburan yang dikemas menggunakan backsound lagu yang menarik sehingga secara tidak langsung video-video lucu itu menjadi media hiburan online bagi sebagian orang.21

D. Menulis

1. Pengertian Menulis

Menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai sebagai alat atau medianya. Aktivitas menulis melibatkan beberapa unsur, yaitu: penulis sebagai penyampaian

21 https://childrenfirstinternational.org/apa-itu-

tiktok/#:~:text=Pada%20intinya%20manfaat%20aplikasi%20tiktok%20itu%20disesuaikan%20den gan,biasa%20pengguna%20lakukan%20diantarannya%20yaitu%3A%201.%20Mengekspresikan%

20Diri Dakses Pada 29 Desember, 2021 Pukul 22.10 WIB

(38)

pesan, isi tulisan, saluran atau media, dan pembaca.22 Menulis adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit diantara jenis-jenis kemampuan berbahasa lainnya. 23 Hasil dari proses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat yang mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda.

Istilah menulis sering melekatkan pada proses kreatif yang sejenis ilmiah. Sementara istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis nonilmiah.24

It reuires extensive interaction between the language comunity.

There is, in fact, never a stready state. The mature language user keeps expanding his lexicon as new words are needed or arise in the language.25

Menulis merupakan kemampuan puncak seseorang untuk dikatakan terampil berbahasa.26 Menurut Henry Guntur Tarigan, menulis ialah, menurunkan atau melukiskan langkah-langkah grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat memahami bahasa dan grafik tersebut sehngga mereka juga dapat mengerti tujuan pesan yang disampaikan. Pesan itu dibungkus dalam lambang grafik bentuk tertulis.

Suparno dan Yunus menyampaikan pendapatnya dalam buku Dalman, menulis merupakan suatu kegiatanpenyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Sejalan dengan pendapat tersebut, Marwoto juga mengatakan bahwa menulis adalah mengungkapkan ide atau gagasan dalam bentuk karangan secara leluasa. Dalam hal ini,

22 Dalman, Keterampilan Menulis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), h. 3

23 Henry Guntur Tarigan, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung:

ANGKASA, 2008), h. 130

24 Cahyo Hasanudin, Media Pembelaran Kajian Teoretis dan Kemanfaatan, (Yogyakarta:

Deepublish CV Budi Utama, 2017), h. 3

25 Willem J.M. Levelt, Speaking from Intention to Articulation, (Hongkong: Liberary of Congress Cataloging-in-Publication Data, 1989), h. 6

26 Daeng Nurjamal, dkk., Terampil Berbahasa Menyusun Karya Tulis Akademik, Memandu Acara, dan Menulis Surat, (Bandung: Alfabeta, 2017) Cet. Ketujuh, h. 4.

(39)

menulis itu membutuhkan skemata yang luas sehingga si penulis mampu menuangkan ide, gagasan, pendapatnya dengan mudah dan lancer. Skemata itu sendiri adalah pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Jadi, semakin luas skemata seseorang, semakin mudah pula ia menulis.27

Cahya mengungkapkan bahwa “menulis juga dapat dikatakan sebagai kegiatan merangkai huruf menjadi kata atau kalimat untuk disampaikan kepada orang lain, sehingga orang lain dapat memahaminya. Dalam hal ini, terjadinya komunikasi antar penulis dan pembaca dengan baik.”28 Menurut Suparno dan Yunus menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.29

Sedangkan menurut Dalman, menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam tujuan, misalnya memberitahu, meyakinkan, atau menghibur.

Hasil dari proses kreatif menulis biasanya disebut dengan istilah tulisan atau karangan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat yang mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Istilah menulis sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah. Sedangkan, istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif nonilmiah. Menulis dan mengarang sebenarnya dua kegiatan yang sama karena menulis berarti mengarang (baca: menyusun atau merangkai, bukan menghayal) kata menjadi kalimat, menyusun kalimat menjadi paragraf, menyusun paragraf menjadi tulisan kompleks yang mengusung pokok persoalan.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis ialah kegiatan penyampaian pesan/pikiran melalui tulisan yang mameluk makna tertentu.

27 Suparno dan Yunus dalam Dalman, Keterampilan Menulis, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h.4

28 Cahyo Hasanudin, Ibid., h.23

29 Dalman, Keterampilan Menulis, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016) h.4, Cet. ke-5.

(40)

Adapun dalam kegiatan menulis ini terdapat suatu kegiatan merangkai, menyusun, melukiskan suatu lambang/tanda/tulisan berupa kumpulan huruf yang membentuk kata, kumpulan kata yang membentuk kalimat, kalimat yang membentuk sebuah paragraf, serta kumpulan paragraf yang membentuk sebuah wacana/karangan yang utuh dan bermakna.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah salah satu bentuk komunikasi berbahasa dengan berbahasa dengan bahasa tulisan sebagai media untuk mengungkapkan gagasan dan pikiran kepada pembaca untuk dipahami seperti yang dimaksudkan penulis.

2. Tujuan Menulis

Kemampuan menuls merupakan salah satu kemampuan bahasa yang semakin penting untuk dikuasai. 30Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Pada prinsipnya fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat dari komunitas yang tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir. Juga dapat menolong kita berpikir secara kritis juga dapat memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap atau presepsi kita, memecahkan masalah- masalah yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman. Penulis tidak hanya diharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetapi juga harus menentukan siapa pembaca karyanya itu dan apa maksud dan tujuannya. Setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan; tetapi karena tujuan itu sangat beraneka ragam, bagi

30 Budinuryanta dkk, Pengajaran Keterampilan Berbahasa,(Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), h. 12.2

(41)

penulis yang belum berpengalaman ada baiknya memperhatikan kategori dibawah ini:

a. Memberitahukan atau mengajar;

b. Meyakinkan atau mendesak;

c. Menghibur atau menyenangkan;

d. Mengutarakan/mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi api.

Maksud dari tujuan penulis yaitu (the writer’s intention) “responsi atau jawaban yang diharapkan oleh penulis akan di perolehnya dari pembaca”. Berdasarkan batasan ini, dapatlah dikatakan, bahwa:

a. Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan atau mengajar disebut wacana informasi (informative discourse).

b. Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak di sebut wacana persuasif (Persuasive discouese).

c. Tulisan yang bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetik disebut tulisan literer (wacana kesastraan atau literary dicouse).

d. Tulisan yang mengekspresikan peasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api disebut wacana ekspresif (expressive discourse).

Sehubungan dengan “tujuan” penulisan sesuatu tulisan, Hugo Hartig dalam Henry Guntur Tarigan, merangkumnya sebagai berikut:

a. Assignment purpose (tujuan penulisan)

Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para peserta didik yang diberi tugas merangkum buku; sekretaris yang ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat).

b. Altruistic purpose (tujuan altruistik)

Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan, dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan

(42)

dengan karya itu. Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya, baik secara sadar maupun secara tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karya itu adalah “lawan” atau

“musuh”. Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan suatu tulisan.

c. Persuasive purpose (tujuan persuasif)

Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.

d. Informasional purpose (tujuan informasional tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan para pembaca.

e. Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri)

Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca.

f. Creative purpose (tujuan kreatif)

Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri.

Tetapi “keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai- nilai artistik, nilai-nilai kesenian.

g. Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah)

Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca.

Menulis bertujuan “untuk mengeksplorasi pikiran dan emosi, untuk mengekspresikan diri, untuk menghibur, dan menulis untuk catatan peristiwa, untuk membujuk orang lain untuk percaya seperti yang kita inginkan.

(43)

Beberapa tujuan menulis di antaranya untuk memberitahukan suatu informasi, meyakinkan atau mendesak, menghibur atau menyenangkan, dan mengekspresikan perasaan atau emosi yang kuat.

Penjelasan di atas, dapat diartikan dengan tujuan menulis adalah respon atau jawaban yang diharapkan oleh penulis akan diperoleh oleh pembacanya. Berdasarkan batasan ini, dapat dikatakan bahwa: Pertama, tulisan yang bertujuan untuk memberitahuakan atau mengajar disebut wacana informatif. Kedua, tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak disebut persuasif.

3. Manfaat Menulis

Manfaat menulis adalah perubahan tingkah laku yang diharapkan terjadi dalam diri pembaca setelah ia membaca tullisan. Terdapat enam manfaat penulisan yang dikemukakan oleh Syafi’i, sebagai berikut: 1) mengubah keyakinan atau pandangan pembaca; 2) menanamkan pemahaman terhadap sesuatu kepada pembaca; 3) memicu proses berpikir pembaca; 4) memberikan perasaan senang atau menghibur pembaca; 5) memberikan suatu informasi atau memberikan sesuatu kepada pembaca; dan 6) memicu motivasi.31

Menulis memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan ini, di antaranya adalah peningkatan kecerdasan, pengembangan daya inisiatif dan kreativitas, penumbuhan keberanian, serta pendorong kemauan dan kemampuan mngumpulkan informasi.32 E. Teks Deskripsi

1. Pengertian Teks Deskripsi

Kata deskripsi berasa; dari kata Latin describe yang berarti menulis tentang, atau membeberkan sesuatu. Sebaliknya kata deskripsi dapat diterjemahkan menjadi pemerian, yang berasal dari kata peri-merikan yang berarti menulisan sesuatu hal,33sebagai salah satu jenis karangan, deskripsi ditulis untuk mendeskripsikan atau memberikan,

31 Dindin Ridwanuddin, Bahasa Indonesia, (Ciputat: UIN Press, 2015), h. 135

32 Op Cit, Dalman, h. 6

33 Groya Keraf, Eksposisi dan Deskripsi, (Flores: Nuda Indah, 1982), h.93

Gambar

Tabel 3. 4  Wawancara Pendidik
Tabel di atas merupakan hasil rata-rata peserta didik dalam keterampilan  menulis deskripsi dengan menggunakan media videp tik tok yang bertema objek  wisata yaitu Istana Pagaruyung Batusangkar

Referensi

Dokumen terkait

Gambar yang dipakai dalam media promosi Agrowisata Bhakti Alam berupa foto-foto tentang kegiatan yang dilakukan pada area agrowisata meliputi wahana apa saja yang

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana target pasar yang ingin dimasuki, apa pesan yang ingin disampaikan dari Body Splash Puteri, serta apa saja bentuk promosi,

Dengan demikian, jika pesan ayat ini merupakan bagian dari lapangan ijtihad dan apa yang diungkapkan oleh Muhammad Quraish Shihab merupakan ‘illat (motif penetapan hukum), maka

Dengan demikian, jika pesan ayat ini merupakan bagian dari lapangan ijtihad dan apa yang diungkapkan oleh Muhammad Quraish Shihab merupakan ‘illat (motif penetapan hukum), maka

Dengan demikian, anak tidak saja dapat memahami pesan iklan untuk membeli produk tertentu, tetapi juga pesan-pesan sosiokultural lain tentang gender yang dieksploitir di

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja media komunikasi yang digunakan PKPA, pesan apa yang disampaikan melalui media komunikasi PKPA, penggunaan

Tema pesan apa saja yang banyak digunakan dalam media spanduk tersebut. Bagaimana perbedaan tema pesan pada masa tanggal yang ada

Media dalam hal ini merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar, yakni segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta