TANTANGAN DAN STRATEGI
lini kehidupan manusia, berbagai sektor baik dari kesehatan, ekonomi bahkan sektor pendidikanpun menjadi bagian dari ikut seta merasakan keganasan wabah virus covid-19.
Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan untuk menekan pertumbuhan merebaknya penularan virus tersebut, salah satu kebijakan pemerintah yaitu diperlakukan PSBB berharap mengurangi dan memutus rantai penularan, di Jawa Tengah melalului surat edaran Gubernur Bapak H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP dengan Nomor: 443.5/0001933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan seruan “Gerajakan Jateng di Rumah Saja” gerakan tersebut di tunjukkan kepada komponen masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka memutus tranmisi dan menghindari penyebaran covid-19 dengan tinggal di rumah atau berdiam di tempat tinggal masing-masing selama 2 hari pada tanggal 6-7 Februari 2021.
Seruan dan ajakan digencarkan menggunakan protokol kesehatan dilaksanakan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, kegiatan belajar mengajarpun dihentikan yang mulanya tatap muka di alihkan dengan pembelajaran online memanfaatkan perkembangan teknologi. Hal ini menjadikan sesuatu yang baru dan menjadikan sebuah pembelajaran dan tantangan besar kepada semua jenjang pendidikan untuk tetap melaksanakan dan mempertahankan pembelajaran tetap aktif meskipun sekolah ataupun kampus telah memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka dan di alihkan dengan pembelajaran jarak jauh.
Dengan demikian sebagai seorang pengajar diperlukannya strategi dalam memberikan
pembelajaran dan meningkatkan memberikan arahan ataupun memberikan motivasi kepada semua murid ataupun mahasiswa untuk selalu meningkatkan kualitas proses mencari ilmu dalam situasi wabah pandemi covid-19, melaksanakan pembelajaran online dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet yang dirasa cukup membantu dalam peaksanaan pembelajaran di tengah ganasnya virus covid-19.
Tantangan Pembelajaran PAI di masa wabah Pandemi Covid-19
Menghadapi kondisi seperti saat ini memang tidaklah mudah di tengah merebaknya wabah virus covid-19 menjadikan sebuah tantangan yang harus tetap dilaksanakan, walaupun pada kenyatanya memang cukup dirasakan tidak mudah bagi lembaga pendidikan, kebiasaan pola lama pembelajaran yang diterapkan datang ke kampus sehingga adanya wabah ini, sementara pembelajaran tatap muka ditiadakan dengan digantikan pembelajaran daring dengan harapan memutus rantai perkembangan ganasnya virus covid-19.
Menjadi perhatian bersama bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), murid ataupun mahasiswa terkesan penyampaian secara online adalah suatu yang baru, dalam hal ini perlunya peningkatan bagi seorang pengajar dengan tetap menyajikan dan menyampaikan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan efektif dan menyenangkan, tidak terlalu memberatkan mahasiswa dari berbagai kondisi apalagi dalam hal ekonomi karna adanya dampak virus ini.
Dengan adanya virus ini sudah dipastikan dunia pendidikan semuanya berubah, perlunya inovasi dan pembahruan oleh pengajar dalam memberikan perkuliahan kepada mahasiswa secara daring/online di tengah maraknya wabah pandemi covid-19 yang menyerang seluruh dunia.
Tantangan yang dihadapi oleh pengajar/dosen dalam memberikan perkuliahan di tengah maraknya wabah pandemi covid-19 ini diantaranya: masih didapati kurangnya penguasaan teknologi bagi pengajar/dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan, diperlukannya pendampingan, dukungan dan monitoring bagi pengajar/dosen dalam meningkatkan penggunaan perkembangan teknologi, belum sempurnanya jaringan seluruh mahasiswa, sehingga terjadinya keterlambatan dalam mengikuti perkuliahan secara virtual, pengajar mengalami kesulitan dalam hal penilaian, karena dalam hal penilaian pengetahuan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen tidak semuanya tepat waktu dalam pengumpulan. Dari beberapa tantangan seorang pengajar ataupun dosen dalam memberikan perkuliahan dalam kondisi wabah covid-19 memang menjadikan sebuah tamparan bagi pengajar saat ini memang diperlukannya penguasaan teknologi dan bisa beradaptasi akan semua perubahan-perubahan yang terjadi dalam kondisi yang tidak menentu saat ini, ditambah lagi dalam memberikan perkuliahan Pendidikan Agama Islam (PAI) diperlukannya contoh secara nyata praktik, namun semua itu harus di alihkan secara virtual, ini bagian menjadikan tantangan bagi para pengajar yang harus tetap berkarya, beradaptasi akan semua perubahan dengan tetap memberikan pengajaran yang baik, efektif, inovatif, dan tidak membosankan selalu memotivasi atau mengajak kepada mahasiswa untuk selalu meningkatkan kualitas belajar di tengah maraknya wabah pandemi covid-19 dengan berbagai pendekatan dan starategi dengan harapan mahasiswa tidaklah bosan dalam mengikuti perkuliahan secara virtual.
Strategi Pembelajaran PAI di masa wabah Pandemi Covid-19
Mengajar di tengah wabah pandemi covid-19 menjadi perhatian bersama dalam kondisi yang serba sulit saat ini, dunia pendidikan mengalami berbagai tantangan, hal ini dikarenakan adanya dan merebaknya wabah virus covid-19 yang menyerang di bumi pertiwi, dalam kasus ini melalui kebijakan intruksi pemerintah menghimbau pembelajaran sementara di alihkan dengan online, dengan tujuan mengurangi kerumunan yang terlalu banyak dan dapat mengurangi dan memutus rantai penyebaran virus covid-19.
Dengan adanya intruksi pembelajaran sementara di alihkan dengan pembelajaran online, maka pembelajaran dalam kondisi pandemi wabah covid-19 saat ini diperlukannya kesiapan, kekreatifitasan guna menciptkan strategi pembelajaran baru yang menyenangkan dan materi tetap tersampaikan.
Pemberlakuan pembelajaran secara online maka dalam hal ini perlunya memanfaatkan perkembangan teknologi guna menunjang pembelajaran, strategi-strategi pada pembelajaran online saat ini banyak yang menggunakan berbagai aplikasi yang bisa di akses melalui jejaringan internet seperti google class room, google from, youtube, google meet, zoom metthing, whatsap grup, E-learning, dan atau aplikasi lainnya yang bisa dengan mudah di gunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu penggunaan dan menjadikan bagian dari strategi pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini adalah zoom metthing dengan adanya aplikasi tersebut dosen dan mahasiswa tetap bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan diawali pembukaan, dilanjutkan presentasi kemudian diskusi dan pemberian kesimpulan, hal ini dirasa bagian dari strategi yang cukup baik karna dosen dan mahasiswa satu kelas bisa ikut serta secara bersama-sama masuk dalam aplikasi tersebut, aplikasi
lainnya seperti youtube bisa digunkan dalam hal melaksanakan praktik keagamaan, atupun bisa digunakan sewaktu-waktu apa yang sudah tersampaikan oleh dosen manakala lupa bisa kembali membuka youtube, sedangkan aplikasi whasap grub menjadikan sumber informasi dalam jalannya pembelajaran, sehingga bagian dari strategi-strategi seperti ini menjadi hal yang menarik dan perlu ditingkatkan lagi guna memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar di tengah-tengah maraknya penyebaran wabah pandemi covid-19 secara global.
Berbagai strategi pembelajaran dilakukan, strategi kombinasi dari berbagai pemanfaatan perkembangan teknologi aplikasi menjadikan bagian yang sangat baik karena pembelajaran tidak hanya terpusat satu aplikasi saja, dengan demikian dirasa strategi kombinasi tersebut sangatlah baik dalam kondisi pembelajaran wabah pandemi saat ini, memang tidak bisa kita pungkiri dalam hal ini masih jauh dari kata sempurna seperti sebelum- sebulumnya dalam pembelajaran PAI yang disajian secara tatap muka, namun dalam hal ini pengajar tetap perlunya apresiasi yang sebesar-besarnya tetap memberikan perkuliahan dengan pelayanan berbagai inovasi pembaharuan berupa mengajar dan mendidik di tengah kasus wabah virus pandemi covid-19.
Upaya kerja sama pihak kampus dan pemerintah selain mengintruksikan pembelajaran daring, mulai difikirkannya kebijakan-kebijakan barunya dengan strategi pemberian subsidi kuota terhadap mahasiswa dan dosen dengan demikian menjadi bagian dari meringankan beban pembelian kouta internet dan perlunya kita apresiasi bersama saling membangun, meningkatkan kualitas dan menjaga kesehatan sehingga kehidupan segera kembali normal dan pembelajaran bisa dilaksanakan dengan tatap muka.