DAMPAK EKONOMI MASYARAKAT
dengan kebutuhan ekonomi (Astutiningsih & Sari, 2017).
Keberadaan ekonomi dapat memberikan kesempatan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makanan, minuman, berpakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Perekonomian dan pembangunan desa pada dasarnya diawali dengan adanya demokrasi desa atau yang sering dikatakan sebagai pemilihan kepala desa. Demokrasi desa sebetulnya tidak semata- mata memperebutkan kekuasaan untuk mendapatkan dukungan suara masyarakat, menyangkut harga diri, dan gengsi bagi calon kepala desa (Yuningsih & Subekti, 2016).
Masyarakat pesisir yang terdiri dari nelayan, pembudidaya ikan, pembudidaya rumput laut, pengolah dan pedagang hasil laut, serta masyarakat lainnya dimana kehidupan sosial ekonominya tergantung pada sumberdaya laut merupakan segmen anak bangsa yang umumnya masih tergolong miskin. Kesejahteraan masyarakat pesisir memerlukan program terobosan baru yang dapat meningkatkan akses mereka terhadap modal, manajemen dan teknologi serta dapat mentransformasikan struktur dan kultur masyarakat pesisir dan nelayan secara berkelanjutan. Terobosan yang dimaksud yakni pemberdayaan bagi masyarakat pesisir yang ada di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Virus Corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV). Virus Corona adalah zoonotic yang artinya ditularkan antara hewan dan manusia.
Berdasarkan Kementerian Kesehatan Indonesia, perkembangan kasus Covid-19 di Wuhan berawal pada tanggal 30 Desember 2019 dimana Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan “urgent
notice on the treatment of pneumonia of unknown cause”
(Hanoatubun, 2020). Penyebaran virus Corona ini sangat cepat bahkan sampai ke lintas negara. Sampai saat ini terdapat 188 negara yang mengkorfirmasi terkena virus Corona. Penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian Indonsia, baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata. Keadaan dunia saat sekarang apabila dilihat dari pemaknaan totem, telah mengalami pengalihan sosok totem tersebut.
Pemberdayaan masyarakat petani rumput laut menjadi salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan sekaligus merupakan mandat dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang bertanggung jawab, sebagaimana pasal 57 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009. Sehingga peran dari pemerintah untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sangat diperlukan guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Pembudidaya rumput laut sebagai salah satu pelaku pembangunan kelautan dan perikanan yang memproduksi komoditi eksport perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan secara serius dan berkelanjutan agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk dapat menghasilkan produk rumput laut yang dapat bersaing di pasaran perlu manajemen usaha yang profesional. Keadaan ini meruapakan salah satu factor yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan yang serasi dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat yang hidupnnya di pesisir harus semaksimal mungkin untuk dimanfaatkan sumber daya hayati dari laut.
Wilayah pesisir pulau Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga adalah salah satu wilayah yang terletak di kabupaten Halmahera Selatan, yang memiliki potensi sumber daya perairan untuk pengembangan usaha di bidang perikanan budidaya yang sangat melimpah. Pengembangan pemanfaatan potensi sumberdaya perairan pantai di wilayah Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga diarahkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian sumberdaya secara efektif, efisien, optimal dan berkelanjutan,
Metode
Dalam penulisan artikel dengan menggunakan metode literator dan sumber lain sehingga mendapatkan hasil dari tulisan artikel iniyang bisa dipahami sebagai serangkaian prosedur yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang diselidiki/diteliti dengan menggambarkan keadaan obyek masalah pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan.
Dampak Penurunan Rumput Laut
Rumput laut di Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga perlu adanya perhatian yang serius dari instansi pemerintah, karena selama ini pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dalam melakukan program pemberdayaan masyarakat pesisir hanya sebatas pembentukan kelompok petani rumput laut. Pada tahun 2017 Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan bibit rumput laut sebanyak 3 ton yang diberikan di 1 kelompok kemudian kelompok petani rumput laut dengan nama Teratai , di tahun 2017 November masyarakat pembudidaya rumput l;aut antusias
melakukan dalam pemasangan/menanam rumput laut sehingga perkembangan sangat menjanjikan bagi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga
Pemberdayaan masyarakat petani rumput laut di desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga yang sangat berpotensi dalam bidang perikanan budidaya.
Posisi budidaya rumput laut terletak di perairan desa pulau gala pertumbuhannya sangat baik, yang dari sisi cuaca dan iklim proses pembudidayaan rumput laut yang dilakukan sebagian masyarakat desa pulau gala dianggap sangat cocok untuk dilakukan pemeliharaan rumput laut.
Berdasarkan jumlah penduduk Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga pada tahun 2018 yang berjumlah 2.916 jiwa, dan sekitar 290 masyarakat memilih untuk membudidayakan rumput laut dengan alasan harga rumput laut dipasaran semakin meningkat dengan kata lain kian hari kian mahal harga jualnya. Namun dalam realitasnya pengembangan budidaya rumput laut harganya semakin menurun, harganya akibat covid 19 sehingga pasokan rumput laut menumpuk akibat dari penyepul tidak mengirim rumput laut kelaur Maluku utara contohnya di Makassar, Surabaya di tahun 2018 sekitar Rp. 23.000,-/per kilogram akan tetapi di tahun 2019 harganya mengalami fluktuatif (naik-turun) di kisaran antara harga Rp. 25.000,- sedangkan pada tahun 2020/2021 harga rumput laut Rp. 8.000,-/per kilogram.
Sehingga masyarakat nelayan budidaya keluhkan dengan harga tersebut tidak biasa dengan harga sebelumnya yang sebelum covid 19 melanda mas
Fluktuatif harga pasaran rumput laut tidak mempengaruhi hasil produksi petani rumput laut yang ada di desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga.
Rata-rata hasil produksi petani rumput laut selama 1
tahun sebanyak 105-120 ton dengan ferkuensi harga dapat di lihat pada table dibawah ini. Berikut tabel penjelasan mengenai hasil panen/produksi para petani rumput laut yaitu
Table . 1 Harga rumput l;aut sebelum covid dan pada masa pandemic covid 19 di Desa Pulau Gala Kecamatan Kepulauan Joronga
No Tahun Harga Per-Kg
1 2018 Rp. 23.000
2 2019 Rp. 25,000
3 2020 Rp. 8.000
4 2021 Rp. 8.000
Sumber : Hasil Analisa Data Lapangan, 2021 Hasil produksi masyarakat petani rumput laut sangat menjanjikan untuk peningkatan taraf hidup mereka menuju kesejahteraan. Hasil panen selama setahun bisa mencapai 105 ton dan bahkan sampai pada 120 ton/per tahun, waktu musim panen rumput laut per dua bulan sudah panen sehingga dalam setahun petani rumput laut bisa memanen hasilnya 6 (enam) kali/per tahun.
Selain dari permasalahan harga di pasaran, dan juga permasalahan harga rumput laut yang menurun sehingga masyarakat nelayan budidaya terkenadala dalam menghadapi taraf hidup sehari-hari. Namun dari pihak terkait dalam hal ini dinas kelautan dan perikanan juga tidak mendapatkan solusinya terkait dengan penurunan harga rumput laut yang menurun akibat Covid 19. Pada masa pandemic covid 19 semua sector berdampak seluluh Negara Kesatuan Republic Indonesia mengalami perekonomian turun drastic.
Daftar Pustaka
Anggadiredja, 2006. Manfaat Rumput Laut. Jakarta:
Usaha Nasional.
Astutiningsih, S. E., & Sari, C. M. (2017). Pemberdayaan Kelompok Agroindustri Dalam Upaya Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Jurnal IlmuEkonomi Terapan, 2(1), 1– 9.
https://doi.org/10.20473/jiet.v2i1.5500
Hanoatubun, S. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia. EdusPsyCoun Journal, Juranal of Education, Psyhology and Counseling, 2(1), 146–153.
Sarip, Aip Syarifudin, Abdul Muaz (2020), Dampak Covid 19 Terhadap Perekonomian Masyarakat dan Pembangunan Desa Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Islam Vol. 5, No. 1, Juni 2020 Yuningsih, N. Y., & Subekti, V. S. (2016). Demokrasi dalam
Pemilihan Kepala Desa? Studi Kasus Desa Dengan Tipologi Tradisional, Transisional, dan Modern di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013. Jurnal Politik, 1(2). https://doi.org/10.7454/jp.v1i2.21