• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Jadwal dan Lokasi Penelitian

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian direncanakan sebagai berikut:

Tahap Penelitian Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Pengajuan judul √

Penyelesaian Proposal √ Bimbingan dan

Perbaikan proposal

Seminar Proposal √

Pengumpulan dan Pengolahan data

√ √ √

Analisis Data √

Bimbingan Skripsi √

Penyelesaian Skripsi √

Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang berlokasi di Jalan Pemuda No. 10 A Medan.

BAB IV

ANALISA HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian

1. Sejarah Singkat PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cabang Medan

Kelahiran merupakan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan siapapun, apakah itu menyangkut manusia, lembaga atau organisasi. Sehubungan dengan itu Bank Tabungan Negara mengambil langkah baru dengan menetapkan tanggal 9 Februari 1950 sebagai hari jadi Bank Tabungan Negara.

Secara de facto lembaga ini sudah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Catatan sejarah menyebutkan Bank Tabungan Negara bermula dari Postpaarbank yang didirikan berdasarkan Koninklijk Besluit No. 27 tahun 1897 tanggal 16 Oktober 1897 dan berlaku tanggal 1 Juli 1898. Dalam Besluit ditegaskan pula bahwa di Hindia Belanda didirikan Pusat Perbankan yang berkedudukan di Batavia (Jakarta) dan Gubernur Jendral yang mengatur pelaksanaan pendiriiannya. Tujuan didirikannya Postpaarbank antara lain adalah untuk mendidik rakyat gemar menabung dan sekaligus memperkenalkan lembaga perbankan.

Peratudran tentang Postpaarbank berdasarkan koninklijk Besluit No. 27 tahun 1897 semasa berlakunya selalu ditinjau kembali dan untuk selanjutnya disempurnakan oleh Besluit Gubernur Jendral Hindia Belanda No. 27 tahun 1934 yang dikenal dengan sebutan Postpaarbank

Ordonantie (STBI N. 1. No. 653 tahun 1934) yang berlaku 1 Januari 1935. Keberadaan Postpaarbank ini berlangsung terus hingga pendudukan Jepang dan oleh pemerintahan pendudukan Jepang tepatnya tanggal 1 April 1942 Postpaarbank diubah menjadi “Tyokin Kyoku.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan R.I tgl 17 Agustus 1945. Tyokin Kyoku secara keseluruhan diambil oleh Pemerintah RI dan diberi nama

“Kantor Tabungan Post”. Tetapi lembaga ini belum dapat menjalankan fungsinya dengan lancer. Pada Agresi Militer II tahun 1948, dimana Yogyakarta sebagai Ibukota RI jatuh ketangan Belanda menyebabkan aktivitas Kantor Tabungan Post dilanjutkan di Yogyakarta dengan nama

“Bank Tabungan Post Republik Indonesia dan ini berlangsung hingga akhir tahun 1949. Selanjutnya atas dasar Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950 dan dalam Lembaran Negara No. 12 tahun 1950 nama Postpaarbank sebagai nama awal bank ini dirubah menjadi Bank Tabungan Post”.

Pada tahun 1953 melalui Undang-Undang No. 36 tahun 1953 Lembaran Negara No. 86 tahun 1953 ditetapkan Undang-Undang tentang Bank Tabungan Post. Tabungan Post berganti nama menjadi “Bank Tabungan Negara” sesuai dengan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang No. 4 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963. Kemudian melalui Undang- undang No. 2 tahun 1964 Lembaran Negara No. 51 ditetapkan Undang- undang tentang Bank Tabungan Negara yang mencabut Undang-undang No. 36 tahun 1953 yang telah dirubah terakhir dengan Perpu No. 4 tahun

1953. Dengan alas an “Program Ekonomi”, tahun 1965 Bank Tabungan Negara diintegrasikan kedalam Bank Indonesia melalui Penetapan Presiden No. 11 tahun 1965 Lembaran Negara yang berlaku sejak 21 Juni 1964.

Kemudian dengan penetapan Presiden tersebut, Bank Umum Milik Negara termasuk Bank Tabungan Negara berubah menjadi Bank Tunggal Milik Negara, kemudian dengan SK Menteri Urusan Bank Sentral No. Kep 65/UBS/1965 tanggal 30 Juli 1965. Bank Tabungan Negara ditetapkan menjadi “Bank Negara Indonesia Unit V”.

Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 1968, Pemerintah Orde Baru mengubah lagi Bank Negara Indonesia Unit V menjadi “Bank Tabungan Negara” diamna tugas dan usahanya diarahkan untuk perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional dengan jalan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan. Selain itu, sesuai dengan Surat Menteri Keuanan Republik Indonesia No. B-49/MK/IV/I/1974, BTN ditunjuk sebagai wadah pembiayaan proyek pembangunan Perumahan Rakyat yang bentuknya “Pinjaman kepada para pembeli rumah”.

Untuk pelaksanaannya sesuai dengan Undang-undang tersebut diatas, dilakukan menurut bimbingan Bank Indonesia, sedangkan pelaksanaan tekhnis dan ketentuannya, sesuai Surat Menteri Keuangan tersebut ditetapkan oleh instansi-instansi yang ada kaitannya dengan program tersebut. Adanya peningkatan usaha Bank Tabungan Negara dalam

penyediaan rumah dalam KPR-BTN ini memerlukan suatu system penghimpuanan dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan yakni

“Tabungan Uang Muka Kredit Pemilikan Rumah (TUM-KPR)” dan ini telah mendapat persetujuan dari Direksi Bank Indonesia melalui Surat No. 18/DIR/UPUP tertanggal 16 Agustus 1985.

Selanjutnya untuk memperluas usahanya, tahun 1989 berdasarkan Surat BI No. 22/9/DIR/UPG tanggal 29 April 1989, BTN diijinkan beroperasi sebagai Bank Umum. Berdasarkan Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan dan Peraturan Pemerintah RI No.

24 tahun 1992 tentang Penyesuaian Bentuk Hukum BTN menjadi

“Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero) PT. Bank Tabungan Negara”.

Oleh karena itu BTN yang didirikan berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 1968 dibuabarkan dan dilanjutkan secara langsung oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero). Penyesuaian bentuk hokum tersebut sesuai dengan SK Menteri Keuangan No. S-940/MK.01/1992 tanggal 31 Juli 1992.

Sebagaimana telah berjalan selama ini, hari ulang tahun BTN diperingati tanggal 28 Desember. Hal ini berdasarkan suatu pertmbangan dimana pada tanggal tersebut mulai diberlakukannya Undang-undang No. 36 tahun 1953 tentang Bank Tabungan Post yang menetapkan :

 Mencabut Postpaarbank Ordonantie (Staatblad 1934 No. 653) yang dirubah terakhir dengan Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950

 Menetapkan Undang-Undang Tabungan Post.

Namun demikian, sebelum Undang-Undang No. 36 tanggal28 Desember 1953 diundangkan sebagai Undang-Undang Bank Tabungan Post, sebelumnya telah diundangkan Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950 tanggal 9 Februari 1950. Undang-Undang yang berisikan tentang peruubahan Undang-Undang Postpaarbank tersebut diumumkan Menteri Keuangan tanggaal 13 Ffebruari 1950, yang salah satu pasa didalamnya menyebutkan nama ”Postpaarbank in Indonesiadirubah menjadi “Bank Tabungan Post”. Hal lain, sejak ditetapkan secara hokum melalui Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950, ditetapkan secara hukum melalui Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950, ditetapkan pula S. Darmosusanto sebagai Pribumi I yang menduduki jabatan Direktur Bank Tabungan Negara.

Berdasarkan kilasan sejarah tersebut, maka tanggal 9 Februari lebih tepat dijadikan sebagai titik tolak hari jadi BTN, karena makna Undang-Undang Darurat No. 9 tahun 1950 lebih bersifat monumental disamping mengandung makna histories sekaligus nasionalis. Ini dibuktikan dengan munculnya S. Darmosusanto yang menduduki jabatan Direktur BTN Pribumi I yang menandai bangkitnya Kelompok Pribumi dalam dunia perbankan di Indonesia. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Direksi Bank Tabungan Negara melalui Ketetapan Direksi No.

05/DIR/BIDIR/tanggal 27 September 1993 memutuskan hari lahir BTN adalah tanggal 9 Februari 1950.

Dalam perkembangan selanjutnya, tugas Bank Tabungan Negara semakin bertambah ketika pada tanggal 29 Januari 1974 pemerintah, melalui Surat Menteri Keuangan No. B-49/MK/1974, memberikan tugas untuk menyalurkan dana kredit perumahan melalui pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berlangsung sampai saat ini. Tugas khusus inilah yang selanjutnya menjadikan BTN sebagai Bank pelopor KPR, bahkan menjadi Bank yang terkemuka dalam bisnis pembiayaan KPR.

Ruang lingkup usaha BTN semakin meluas dengan diizinkannya untuk beroperasi sebagai Bank Umum, yaitu melalui Surat No. 22/0/DIR/UPG tanggal 29 April 1989. Status hukum BTN selanjutnya diruabah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Tabungan Negara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 24 tahun 1992 tentang Penyesuaian Bentuk Hukum BTN.

Sampai tahun 2002, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) telah berkembang ke seluruh wilayah Indonesia, dan memiliki jaringan cukup luas yang meliputi 48 kantor cabang termasuk Kantor Cabang Medan.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan merupakan pencerminan dari kebijaksanaan yang ditempuh untuk mengkoordinir manusia, peralatan dan fasilitas lainnya yang terlibat didalamnya, guna tercapainya suatu tujuan yang sudah ditetapkan dengan cara yang paling efisien. Dari beberapa jenis struktur organisasi yang ada, PT. Bank Tabungan Negara

(Persero) Cabang Medan dengan jumlah karyawan 150 orang termasuk kategori perusahaan besar dari segi jumlah tenaga kerja, mempunyai sifat hubungan kerja sentralisasi dengan kantor pusat yang berkedudukan di Jakarta. Maksudnya seluruh aktivitas yang dilaksanakan Kantor Cabang termasuk Kantor Caang Pembantu yang ada di 9 lokasi harus dilaporkan ke Kantor Pusat.

Berdasarkan wewenang, dapat kita lihat struktur organisasi PT.

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Jl. Pemuda No. 10 A Medan. Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada setiap bagian berdasarkan struktur organisasi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan adalah sebagai berikut:

1. Unit Kerja manajemen cabang

Unit kerja manajemen cabang PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Medan meliputi:

a. Kepala Cabang (Branch Manager)

Adapun tugas dan tanggung jawab Kepala cabang (Branch Manager) adalah:

1. Menyiapkan rencana bisnis untuk cabang.

2. Menyusun kebijakan cabang sesuai dengan petunjuk kantor pusat.

3. Memotivasi bawahan dan rekan kerja . 4. Mengambil keputusan bisnis.

5. Mengelolah keuangan, kekayaan bank dan kepegawaian di kantor cabang menurut peraturan Direksi.

6. Menghimpun dana melalui produk tabungan, deposito berjangka, giro, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit lainnya sesuai target yang telah ditetapkan berdasarkan ketetapan Direksi yang berlaku.

b. Wakil Kepala Cabang (Deputy Branch Manager)

Adapun tugas dan tanggung jawab Wakil Kepala Cabang adalah membantu Kepala Cabang dalam pengolahaan kegiatan usaha bank khususnya mengenai tugas- tugas yang dilaksanakan oleh unit kerja atau seksi yang menurut struktur organisasi termaksud dalam lingkup pengelolahan dan pengawasan.

c. Pembantu Pimpinan Cabang (Deputy Branch Manajer Junior) Tugas dan tanggung jawab Pembantu Pimpinan Cabang untuk mengkoordinasi pelaksanaan tugas dan pekerja dalam berbagai unit kerja di Kantor Cabang dan pelaksanaan tugas khusus yang diberikan oleh Pimpinan Cabang, terdiri dari bidang retail, operation dan Loan Collection and Workoutt (LCWO).

2. Unit Retail Service

Unit Retail Services PT Bank Tabungan Negara (Persero) Medan meliputi:

a. Teller Service

Tugas dan tanggung jawab Teller Service adalah:

1. Menerima setoran tunai rekening tabungan, deposito, giro dan Angsuran Kredit.

2. Menerima setoran tunai untuk pembayaran pajak, rekening listrik dan telepon serta kiriman uang.

3. Melakukan pembayaran tunai kepada nasabah tabungan, deposito, dan giro.

4. Melakukan pembayaran tunai kepada penerima kiriman uang.

5. Mengelola likuiditas kantor cabang 6. Mengelola rekening BTN di Bank lain b. Customer Service

Tugas dan Tanggung jawab Customer Service adalah:

1. Memberikan informasi tentang produk BTN kepada nasabah /masyarakat umum.

2. Memberikan informasi tentang rekening (saldo, transaksi, dan lain-lain) kepada pemilik rekening.

3. Melayani pembukuan rekening baru (tabungan, deposito dan giro).

4. Melayani konfirmasi saldo dari cabang lain.

5. Melayani percetakan saldo tabungan pada buku tabungan.

6. Melayani pencairan deposito dan penutup rekening tabungan/giro.

7. Melayani penggantian buku tabungan atau percetakan buku tabungan baru.

8. Melayani komplain (keluhan) mengenai tabungan, giro, deposito, dan transfer uang.

9. Melayani aplikasi ATM, menyerahkan kartu ATM dan mengaktifkan kartu ATM.

10. Memberikan layanan atau informasi lain kepada nasabah.

c. Loan Service

Tugas dan tanggung jawab Loan Service adalah:

1. Memproses Permohonan Kredit.

2. Melakukan Wawancara Calon Debitur.

3. Melakukan peninjauan untuk melakukan kelayakan Calon Debitur.

4. Menyusun daftar usulan permohonan dan mengadakan Rapat Komite Kredit.

5. Menyampaikan hasil keputusan Rapat Komite Kredit (berupa SP3K) kepada Calon Debitur.

6. Menyusun perjanjian kredit dan melaksanakan Akad Kredit (bersama Loon Administration).

7. Melayani dan menyelesaikan klaim debitur.

8. Melayani dan memproses permohonan alih debitur.

9. Melayani administrasi perlunasan kredit dan penyerahan dokumen pokok.

3. Unit Operation

Unit Operation PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Medan meliputi:

a). Transaction Processing

Tugas dan tanggung jawab adalah:

1. Menyelenggarakan administrasi dan transaksi kantor pos.

2. Melayani transaksi pemindah bukuan.

3. Melaksanakan transaksi kiriman uang.

4. Melaksanakan transaksi kliring dan inkaso.

5. Menyelenggarakan administrasi dan penyetoran pajak.

6. Menyelenggarakan pembukuan angsuran KPR melalui kantor pos dan bank lain.

7. Melakukan pembukuan semua transaksi non tunai.

8. Mengelolah komputerisasi dan teknologi informasi (ATM, Internet, dan sebagainya).

9. Melakukan pengelolahan dan posting semua data transaksi.

b). Loan Administration

Tugas dan tanggung jawab Loan Administrasi adalah:

1. Melakukan analisa atas kredit umum.

2. Mengajukan usulan atau rekomendasi kelayakan permohonan kredit.

3. Melakukan taksasi agunan.

4. Menyimpan dan memelihara dokumen-dokumen agunan kredit.

5. Menilai kelayakan objek agunan.

6. Melakukan pembinaan terhadap debitur kredit umum.

7. Menyiapkan laporan-laporan (interen dan ekstern) yang berkaitan kredit umum.

8. Menyelenggarakan administrasi kredit umum.

9.Melakukan langkah- langkah penyelesaian kredit.

c). General Branch Administration

Tugas dan tanggung jawab General Branch Administration (GBA) adalah:

1. Menyiapkan kebutuhan alat, sarana dan prasarana operasional kantor cabang.

2. Memelihara asset tetap ( seperti : gedung, rumah dinas, kenderaan dan sebagainya).

3. Menyelenggarakan urusan- urusan kepegawaian.

4. Menyelenggarakan urusan umum lainnya.

4. Collection dan Workout

Collection dan Workout adalah bagian yang mengatur tentang pembinaan, penyelamatan dan penagihan kredit. Collection dan Workout PT. Bank Tabungan Negara ( Persero ) Cabang Medan meliputi:

a. Workout Staff

Tugas dan tanggung jawab Workout Staff adalah:

1. Memastikan pembayaran kembali kredit yang bermasalah dengan melakukan tindakan penyelesaian.

2. Melakukan proses restrukturisasi kredit retail dan kredit umum.

3. Melakukan proses penyelesaian kredit retail dan kredit umum.

4. Menyelesaikan permasalahan hukum yang berkaitan dengan asset kredit yang bermasalah.

5. Membuat laporan rutin ke kantor pusat yang terkait dengan tindakan penyelesaian kredit.

b. Collection Staff

Tugas dan tanggung jawab Collection Staff adalah:

1. Melakukan identifikasi terjadinya tunggakan.

2. Melakukan pembinan kredit retail.

3. Memantau kelancaran pembayaran kredit.

4. Melakukan pemantauan data KPR untuk kebutuhan pembinaan debitur.

5. Memberikan alternatif pembinaan kredit agar kredit kembali lancar.

6. Melakukan pelayanan, pembinan dan pemantauan pembayaran debitur kolektif.

7. Melayani debitur yang memerlukan tindakan penyelesaian khusus kredit dengan pembinaan kredit.

8. Melakukan pencetakan laporan-laporan KPR yang berhubungan dengan kebutuhan pembinaan.

9. Melakukan tata laksana administrasi dokumen yang terkait dengan unit kerja Loan Collection dan Workout.

5. Unit Accounting Control

Tugas dan tanggung jawab Unit Accounting Control adalah:

1. Menyiapkan laporan-laporan keuangan Bank (Neraca, R/L).

2. Melakukan pengawasan (kontrol) terhadap pos-pos yang terdapat pada laporan keuangan.

3. Menyimpan dan memelihara file-file (arsip) bukti-bukti transaksi.

4. Melakukan pengawasan secara intern ( internal control).

5. Menyiapkan laporan-laporan untuk kebutuhan internal maupun eksternal.

6. Sebagai kelengkapan data rangka pemeriksaan pihak eksternal dan internal.

6. Unit Kantor Kas

Tugas dan tanggung jawab Kantor Kas adalah:

1. Penghimpunan dana melalui produk Tabungan, Deposito, Angsuran KPR dan lainnya.

2. Merupakan ujung tombak pemasaran produk- produk bank.

3. Menunjang likuiditas kantor cabang.

3. Ruang Lingkup Kegiatan dan Jenis- jenis Kredit

Ruang lingkup kegiatan PT. Bank Tabungan Negara ( Persero) adalah sebagai berikut :

a. Bidang Operasional Dana

Bidang ini berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat atau dari pihak ketiga. Dalam rangka menghimpun dana- dana tersebut, PT. Bank Tabungan Negara ( Persero) mengeluarkan berbagai jenis produknya, yaitu:

1. Tabungan Batara

Tabungan Batara adalah jenis simpanan bebas yang diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan maksud untuk membudayakan kebiasaan untuk menabung.

2. Tabungan Batara Kantor Pos dan Giro

Tabungan Batara Kantor Pos dan Giro adalah jenis simpanan bebas yang dikelolah oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) melalui loket-loket kantor Pos dan giro di seluruh wilayah Indonesia.

3. Deposito

Deposito adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu

menurut perjanjian bank dengan pihak ketiga baik dalam rupiah atau dalam valuta asing.

4. Giro

Giro adalah simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau pemindahbukuan.

5. Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito adalah surat berharga atas unjuk dalam rupiah atau valas yang dapat diperjualbelikan.

b. Bidang Operasional Kredit

Bidang operasional aktif ini berfungsi untuk menyalurkan kembali dana-dana yang telah berhasil dihimpun oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) kepada masyarakat melalui fasilitas pinjaman atau kredit. Adapun fasilitas kredit yang ditawarkan kepada masyarakat antara lain adalah sebagai berikut:

a. Kredit Swadana

Yaitu diberikan kepada nasabah yang memerlukan dana segera dengan jaminan tabungan atau deposito yang ditempatkan di Bank BTN.

Syarat- syarat dan ketentuannya Perorangan atau lembaga

1. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.

2. Memiliki simpanan dalam bentuk tabungan/deposito dan memenuhi syarat untuk dijadikan jaminan kredit.

3. Jangka waktu kredit minimal 3 (tiga) bulan maksimal 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan Bank BTN.

b. Kredit Perumahan Perusahaan (KPP)

Yaitu kredit yang diberikan kepada perusahaan untuk menyediakan fasilitas perumahan dinas perusahaan ataupun fasilitas pemilikan rumah pegawai yang didasarkan pada kerjasama antara BTN dengan perusahaan dalam mendukung program perumahan.

Syarat-syarat dan ketentuannya:

1. Pemohonan adalah perusahaan atau Badan usaha.

2. Memiliki rekening Giro di Bank BTN.

3. Ada company guarantee dari perusahaan.

Ketentuan kreditnya:

1. Maksimal kredit sebesar 75 % s/d 90 % dari biaya pembangunan atau harga pembelian rumah.

2. Jaminan kredit adalah rumah dan tanah yang dibiayai dari KPP.

3. Jangka waktu kredit sampai dengan 15 tahun.

c. Real Cash

Yaitu penyediaan dan tunai bagi nasabah untuk berbagai keperluan dan dapat ditarik sewaktu-waktu ( stand by loan).

Syarat dan ketentuannya:

1. Pemohon adalah WNI, usia minimal 21 tahun atau telah menikah serta pada usia 65 tahun kreditnya telah lunas.

2. Memiliki KPR atau kredit perorangan lain di Bank BTN.

3. Dana dapat ditarik diseluruh jaringan ATM Bank BTN menggunakan kartu Real Cash atau di loket-loket Bank BTN.

Keunggulan:

1. Diberikan atas kelebihan agunan kredit, karena adanya penurunan oustanding kredit.

2. Jangka waktu 12 bulan dapat diperpanjang.

3. Suku bunga lebih rendah dibanding produk sejenis di bank lain.

4. Bebas biaya proses.

d. KMK – Housing Related

Yaitu kredit modal kerja, diberikan untuk pembiayaan kebutuhan modal kerja, khususnya sektor industri yang terkait dengan perumahan, termaksud usaha-usaha penunjangnya.

Syarat dan ketentuan :

1. Pemohon adalah badan usaha yang berbentuk perseorangan terbatas (PT), Koperasi, Yayasan, Perseroan Komanditer ( CV ), dan Perorangan.

2. Berkedudukan dalam wilayah R.I.

3. Memiliki perizinan untuk melakukan kegiatan usaha.

4. Telah menjadi pemegang rekening giro di Bank BTN.

5. Agunan pokok berupa proyek/usaha yang dibiayai dan agunan tambahan yang ditentukan oleh Bank.

Keunggulan :

1. KMK diberikan maksimal 70% dari kebutuhan modal kerja.

2. khusus untuk permohonan CV /perorangan maksimal kredit Rp. 500.000.

3. Jangka waktu maksimal kredit 18 bulan.

e. Kredit Usaha Mikro dan Kecil

Tujuan KUMK untuk meningkatkan akses usaha mikro dan kecil terhadap dana pinjaman yang berasal dari Surat Utang Pemerintah (SUP) untuk pembiayan investasi dan modal kerja dengan persyaratan yang relatif ringan dan terjangkau.

Jenis usaha:

1. Usaha Mikro a. Usaha Kecil

Maksimal Kredit :

1. Usaha Mikro, sampai dengan Rp. 50.000.000 2. Usaha Kecil, sampai dengan Rp. 50.000.000 Pembiayaan sendiri (share)

1. Minimal 20% dari kebutuhan modal kerja, untuk KUMK modal kerja.

2. Minimal 25% dari kebutuhan modal kerja, untuk KUMK investasi.

Jangka Waktu Kredit:

1. Jangka waktu KUMK modal kerja maksimal (satu) tahun dan dapat diperpanjang maksimal (dua) kali dengan mempertimbangkan kondisi usaha dan performance Debitur.

2. Jangka Waktu KUMK investasi maksimal (lima) tahun termaksud tenggang waktu pembayaran anggsuran (graceperiod); jangka waktu masa tenggang maksimal (satu) tahun.

4. Jenis-jenis Kredit Pemilikan Rumah

Jenis-jenis Kredit Pemilikan Rumah yang ditawarkan P.T Bank BTN (Persero) adalah:

1. Kredit Pemilikan Rumah

1.1 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi disediakan oleh bank dalam rangka memfasilitasi pemilikan atau pembelian rumah sederhana

sehat oleh masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan kelompok sasaran. Subsidi perumahan diberikan kepada keluarga/rumah tangga yang baru pertama kali memiliki rumah dan termasuk dalam kelompok sasaran berpenghasilan rendah, sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kelompok berpenghasilan rendah untuk KPR Bersubsidi Sasaran Batasan penghasilan (Rupiah/bulan)

Kelompok I 900.000,- ≤ penghasilan ≤ 1.500.000,- Kelompok II 500.000,- ≤ penghasilan ≤ 900.000,- Kelompok III 350.000,- ≤ penghasilan < 500.000,- Sumber: PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2009)

Sedangkan pilihan untuk maksimum nilai subsidi yang diberikan melalui KPRS/KPRS Bersubsidi hanya berupa salah satu dari: (i) subsidi selisih bunga atau (ii) subsidi uang muka, dengan besaran nilai subsidi dan batasan harga rumah yang dapat dipinjam (pagu pinjaman) untuk masing-masing kelompok sasaran sebagai berikut:

Tabel 4.2

Nilai maksimum subsidi yang diberikan melalui KPRS/KPRS Bersubsidi Kelompok

sasaran

Maksimum nilai subsidi/rumah tangga

Batas harga rumah (pinjaman)

Subsidi selisih bunga

Subsidi uang muka

Minimal Maksimal

I 2.400.000 2.400.000 25.000.000 36.000.000 II 3.000.000 3.000.000 14.000.000 25.000.000

III 3.500.000 3.500.000 - 14.000.000

Sumber: PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2009)

KPR Bersubsidi memiliki ketentuan sebagai berikut: KPR Bersubsidi diberikan kepada kelompok sasaran untuk memiliki rumah yang memenuhi batasan harga rumah dan memenuhi persyartan yang diberlakukan atas:

• Minimum uang muka

• Maksimum kredit pamilikan rumah (KPR)

• Maksimum Jangka Waktu Kredit (Tenor)

• Skim subsidi

Persyaratan atas minimum uang muka, KPR dan maksimum jangka waktu kredit (Tenor) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3

Persyaratan atas minimum uang muka, KPR dan maksimum jangka waktu kredit (Tenor)

Kelompok sasaran

Subsidi selisih bunga Subsidi uang muka Min uang

muka

Maks KPR Maks tenor

Min uang muka

Maks KPR Maks Tenor

(%) (Rp) (thn) (%) (Rp) (thn)

I 15 30.600.000 20 22,5 27.900.000 20

II 10 22.500.000 20 27,5 18.125.000 20

III 10 12.600.000 20 35 8.050.000 20

Sumber: PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2009)

Persyaratan atas skim subsidi selisih bunga adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4

Persyaratan atas skim subsidi selisih bunga Kelompok

sasaran

Suku bunga bersubsidi (% per tahun)

Tahun

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

I 12 13 14 15 @ @ @ @ @ @ @

II 10 11 12 13 14 15 @ @ @ @ @

III 8 8,5 9 9,5 10 11 12 13 14 15 @

@ : sesuai bunga pasar yang diberikan

Sumber: PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk. (2009) Persyaratan atas skim subsidi uang muka adalah sebagai berikut:

Dokumen terkait