• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenjang kemitraan

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 78-83)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil penelitian dan pembahasan

5. Jenjang kemitraan

,…..Pengawasan tetap ada karena itu adalah kesepakatan kami dengan pemerintah untuk menjalankan kerjasama dalam mengelola sampah, pengawasan ini berfungsi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, namun untuk hasil dari sampah yang kami olah tidak ada bagi hasil, retribusi yang kami berikan kepemerintah hanya pajak penggunaan mesin daur ulang tiap bulan..(wawancara oleh KL 29 maret 2014).

Pernyataan diatas merupakan kesepakatan Pemerintah dan Masyarakat dalam melakukan kerjasama hanya berbentuk pengawasan, dimana pengawasan ini dilakukan oleh Pemerintah yang meninjau langsung lokasi masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah. Pengawasan dikembangkan secara menetap dalam kerjasama Pemerintah dan Masyarakat mengingat tidak adanya aturan dan hukum yang mengikat dalam kerjasama tersebut, pemerintah secara hukum belum mengeluarkan atau mengatur suatu aturan yang tetap untuk memastikan pada perjalanan kerjasama akan mengalami kendala bahkan terjadi suatu yang tidak di inginkan antara kedua belah pihak.

,...jenjang kemitraan sampai saat ini masih kurang efektif karna di dinas pekerjaan umum tidak pernah kordinasi mengenai kemitraan yang dijalankan oleh satuan kerja pemeliharaan penyehatan lingkungan pemukiman masyarakat di kelurahan simboro, padahal pihak kami sering menyampaikan kepada pu kalau misalkan menyangkut kerjasama dalam pengelolaan sampah tolonglah kordinasi kepihak kami (wawancara oleh pk tanggal 29 2014).

Dari pernyataan diatas jenjang kemitraan dalam pengelolaan sampah seharusnya dimulai dari pusat sampai ketingkat pemerintahan paling bawah, untuk efektifitas jenjang tersebut perlu adanya pengembangan kemitraan terus menerus dan kordinasi tetap antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pemerintah ditingkat Kecamatan juga Kelurahan serta kelingkungan Masyarakat.

Pernyataan berbeda disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum bagian SATKERPPLP kusus di pengelolaan sampah yang juga merupakan bermitra dengan masyarakat yaitu KSM Simboro bahwa seharusnya bukan hanya Dinas Pekerjaan umumpropinsi yang melakukan kerjasama dengan masyarkat, jenjang tersebut sudah sampai dan dimulai dari pemerintah provinsi kemudian ke pemerintah kabupaten dan sampai kepemerintah paling bawah. Cipta karya merupakan naungan dari pu kemudian dari cipta karya dinaungi oleh satuan kerja pemeliharaan penyehatan lingkungan pemukiman, seperti yang disampaikan oleh staf satkerpplp bahwa

,...jenjang kemitraan ini sudah sampai kepemerintahan paling bawah yang ada di kota mamuju, kami juga sering melakukan kegiatan-kegiatan cara pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat, pihak dari dinas kebersihan juga kami libatkan dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah, kegiatan pendidikan lingkungan ini biasa kami juga lakukan disekolah dasar (wawancara oleh il tanggal 04 2014)

Dari pernyataan informan diatas jenjang kemitraan tersebut masih belum efektif karena kurangnya informasi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten, perkembangan kemitraan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan

Masyarakat masih belum begitu baik dikarenankan minimnya sosialisasi yang dilakukan, padahal jika kordinasi tetap lancar kemungkinan besar kemitraan yang dilakukan di Kelurahan Simboro akan berjalan dengan baik tanpa ada kendala ataupun seteru antara pihak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Hal ini mengakibatkan jenjang kemitraan yang ada hanya bersifat kata-kata tanpa adanya implementasi yang cukup membuktikan keharmonisan antara Pemerintah dan Masyarakat untuk menjalankan kemitraan dalam pengelolaan sampah.

Seperti yang disampaikan salah satu dari masyarakat kelurahan Simboro bahwa pada dasarnya Kelurahan simboro yang menjadi tempat pembuangan sementara dan tempat pembuangan akhir menjadi salah satu daerah kelurahan yang dikenal sebagai daerah yang paling kotor diakibatkan tumpukan sampah, namun sampah yang diangkut dari lingkungan kota adalah sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, maka dari pemerintah kabupaten memberikan kepada masyarakat pemahaman mengenai kerjasama dalam pengelolaan sampah melalui kelompok swadaya masyarakat yang sepakat ingin membantu dan bekerjasama dengan pemerintah demi menanggulangi tumpuhan sampah. Peryataan lain disampaikan oleh ketua KSM bahwa,

,...Jenjang kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat sebenarnya belum bekerjasama penuh, dikarenakan kurangnya kordinasi antara pemerintah provinsi, daerah dan juga kecamatan dan pemerintah kelurahan, kami juga sampai saat ini masih belum terlalu aktif bekerjasama dengan pemerintah dikarenakan memang kurang kordinasi.

(wawancara oleh PY 04 maret 2014).

Berbagai pernyataan yang disampaikan oleh beberapa informan dari hasil wawancara yang dilakukan bahwa kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di kelurahan simboro sudah terlaksana namun masih

belum banyak masyarakat yang tau dan juga dari beberapa Pemerintah Daerah juga belum tau bahwa sebenarnya sudah ada kemitraan antara Pemerintah dan Masyarakat tapi ini ada juga di pemerintah dinas pekerjaan umum bagian satkerpplp selaku fasilitator untuk masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara terpadu melaluimplementasi konsep seperti 3 R sampai 5 R, sedangkan pada masyarakat penekanan 3 R lebih diutamakan, karena memaksimalkan pencapaian dengan 3 R saja sudah cukup banyak menangani masalah sampah. Reuse, Reduse, Recycle kemudian ditambah Revalue dan Recovery. Reduse yaitu mengurangi timbunan sampah, Reuse yaitu dengan upaya pemanfaatan kembali sampah atau barang yang sudah tidak berguna lagi. Recycle adalah pendaurulangan dari sampah menjadi produk lain yang bernilai ekonomis. Recovery adalah menemukan kegunaan atau manfaat lain dari barang tersebut. Dan revalue yaitu memberi nilai dari barang yang disampahkan agar dapat dijual sebagai barang bekas layak pakai

Dari pernyataan beberapa informan yang berhasil di wawancarai, mulai dari pengetahuan Pemerintah dengan Masyarakat tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah, proses kemitraan yang dijalankan dan jenjang kemitraan masih begitu belum efektif kerjasama tersebut, dikarenakan belum adanya perda dan kepastian hukum antara Pemerintah dengan Masyarakat untuk menjalankan kerjasama, ini menjadi penyebab terjadinya kendala dalam menjalankan kerjasama tersebut.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan pemabahasan dari bab-bab sebelumnya serta dri hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa,

1. Pengetahuan Pemerintah dan Masyarakat tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah belum terlalu baik sehingga belum menyeluruh di semua komponen Pemerintah dan Masyarakat.

2. Proses kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di kelurahan simboro masih kurang sosialisasi sehingga antara Pemerintah Daerah dan masyarakat kesulitan dalam mengembangkan kemitraan, ini juga diakibatkan belum adanya aturan Pemerintah Daerah dan kepastian hukum untuk menjalankan kemitraan kerjasama dalam pengelolaan sampah.

3. Jenjang kemitraan belum begitu efektif di karenakan kurangnya sosialisasi antara Pemerintah provinsi kabupaten, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan hingga ke element Masyarakat yang ada di Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju.

73

B. SARAN

Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :

1. Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju harus lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah dan membuat peraturan Daaerah yang mengatur kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah, juga memberikan kepastian hukum antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan kemitraan seperti yang diamandatkan Undang-Undang no 18 Tahun 2008 tentang dana kemitraan Badan usaha dan Masyarakat

2. Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju harus lebih meningkatkan kemitraan dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga proses kemitraan ini berjalan dengan baik dan dapat mengembangkan kerjasama yang lebih teratur bersama dengan Masyarakat

3. Hasil penelitian yang berjudul kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan simboro Kecamatan simboro Kabupaten Mamuju masih jauh dari kesempurnaan. Jika ada kesalahan baik itu kesalahan penulisan, kesalahan kata dan bahasa itu datangnya dari peneliti sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Angga Dede, 2006. Kemitraan Pemerintah, Masyarakat dan Swasta dalam membangun (suatu studi tentang kasus kemitraan sektor kehutanan di Kabupaten Pasuruan),Desertasi, Universitas Brawijaya Malang.

Anonim 2009. Pemerintah daerah di indonesia. Diakses 5 agustus 2013.http://id.wikipedia.org/wiki/pemerintahan daerah_di_indonesia.

Bastary, Indra P, 2009, publik private partnertship : kerjasama pemerintah dan swasta di indonesia, bahan materi short course on integrated urban planning for sustainable manajemen di jakarta

Bulle, S. 1999. Issue and results of community participation in urban environment, comparative analysis of nine projects on waste manajement, UWEP working dokument 11. Waste. http:/www.waste.nl

Can & Berry, 2001. Pengembangan sumber daya manusia.jakarta : Rineka Cipta Cecep Dani Sucipto, 2012. Teknologi pengelolaan daur ulang sampah.

Fatmawati, 2011, jurnal ilmu pemerintahan otoritas (vol 1 No 2 : 91-101), kemitraan dalam pelayanan publik : sebuah penjelajahan teoritik makassar.

Sigit Restuhadi http://frankyzamzani.files.wordpress.com/2011/06/pp-no-44-th- 1997-ttg-kemitraan.pdf

Keraf Sony, 2010 etika lingkungan hidup.

Kastaman, 2004. Mengelolah sampah jadi uang : jakarta: gramedia pusta utama Mortimer, 2009. Prinsip-prinsip pengelolaan dan organisasi. Jakarta mitra utama.

Nahrowi, 2004. Biokonversi sampah organik menjadi pakan alternatif ternak sapi Rumah

Nahrowi, 2004. Biokonversi sampah organik menjadi pakan alternatif ternak sapi ramah.

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 78-83)

Dokumen terkait