• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 60-67)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil penelitian dan pembahasan

3. Pengetahuan pemerintah daerah dan masyarakat

Senada dengan peryataan sebelumnya bahwa, kerjasama masyarakat dengan pemerintah hanya sebatas penyediaan mesin, kemudian KSM membayar retribusi pajak untuk penggunaan mesin setiap bulan. kerjasama itu dilakukan tanpa adanya Hukum yang mengatur. Pemerintah sudah berperan aktif dalam penyediaan fasilitas hanya saja peran dan partisipasi masyarakat belum sepenuhnya ikut serta dalam kerjasama dalam pengelolaan sampah dikarenakan belum adanya keseriusan dalam menjalankan kemitraan.

3. Pengetahuan Pemerintah Daerah Dan Masyarakat Tentang Kemitraan

yaitu Dinas Tata Ruang Dan Kebersihan juga Dinas Pekerjaan Umum serta masyarakat ataupun Kelompok Swadaya Masyarakat KSM Kabupaten Mamuju.

Salah satu dari Dinas Pemerintah Daerah yaitu Dinas Tata Ruang Dan Kebersihan Kabupaten Mamuju menguraikan pemahaman atau pengetahuannya tentang kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah menyampaikan bahwa,

,…..dewasa kemitraan merupakan kerjasama yang sangat mampu merubah pemahaman pemerintah setempat ataupun masyarakat. Kemitraan juga merupakan tindakan kerjasama yang dilakukan pemerintah dengan masyarakatsecara proposional guna untuk meningkatkan kegiatan pengelolaan persampahan di Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju.

Wawancara oleh MS 26 maret 2014).

Dari peryataan diatas Pengetahuan merupakan pemahaman yang bisa saja menjadi ide untuk Pemerintah Daerah dan Masyarakat namun dapat juga kami katakan bahwa masyarakat pastinya tidak semua mengetahui apa itu kemitraan, namun didaerah kabupaten mamuju memiliki masyarakat yang notabenya adalah seorang yang berjiwa pengusaha yang membentuk sebuah kelompok untuk berperan untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengelolaan sampah kususnya di Kota Mamuju.

Adapun pengetahuan Pemerintah Daerah tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah, dari pernyataan yang disampaikan oleh salah satu Dinas Tata Ruang dan Kebersihan yaitu kepala bidang kebersihan bahwa,

,....saya selaku kepala bidang kebersihan yang baru menjabat sekitar 4 bulan, masih belum banyak tau kemitraan dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat, tapi kami disini baru-baru mengadakan pertemuan dengan semua pemerintah ditingkat kelurahan, pertemuan tersebut adalah memberikan pemahaman tentang kerjasama dalam pengelolaan sampah. (wawancara 26 maret 2014).

Kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan kerjasama yang perlu dikembangkan, namun perlu juga kita ketahui kurangnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan buat kami di Dinas kebersihan, kami juga belum sepenuhnya mengembangkan kemitraan tersebut namun jika diteliti kami sebenarnya sudah bermitra dengan masyarakat, yang menjadi kendala kami disini masyarakat yang membentuk KSM disimboro tidak pernah ada lagi kordinasiselama beberapa bulan kepada dinas tata ruang dan kebersihan padahal seharusnya ada laporan yang masuk karena penyediaan fasilitas dari pihak pemerintah daerah sudah menyiapkan sarana dan prasarana seperti penyediaan bak sampah disetiap perumahan yang ada di Kelurahan Simboro.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Kebersihan bahwa,

,...Kemitraan merupakan kerjasama yang didalamnya ada ketentuan-ketentuan atau aturan yang berlaku antara pihak pemerintah dan masyarakat seperti ada kesepakatan ataupun perjanjian sebelum menjalankan kemitraan dalam pengelolaan sampah. (wawancara MS 26 maret 2014).

Berdasarkan pernyataan diatas bahwa pengetahuan pemerintah tentang kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah sudah baik bahkan sudah menjalankan kemitraan, namun yang menjadi batas gerak dari kemitraan tersebut karena kurangnya kordinasi antara Pemerintah dengan Masyarakat.

Kerjasama yang dialakukan Pemerintah dengan Masyarakat merupakan kerjasama yang sifatnya nonformal karena masih belum adanya peraturan yang mengikat kerjasama tersebut sehingga mengalami kendala, padahal jika kemitraan tersebut dikembangkan dengan baik maka sudah pasti kerjasama tersebut akan berjalan dan tidak mengalami kendala.

Hasil wawancara lain dilakukan di Kantor Kelurahan Simboro oleh staf Kelurahan menjelaskan bahwa kemitraan Pemerintah dengan Masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah adalah kerjasama yang dimana perlu dikembangkan mengingat perlunya lingkungan sehat dan bersih demi terwujudnya kota mamuju menjadi kabupaten yang memiliki lingkungan yang bersih.

Hasil wawancara diatas dikatakan bahwa Pemerintah Daerah perlu mengembangkan kemitraan dengan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah karena mengeingat Kabupaten Mamuju akan menjadi Ibu Kota Provinsi Sulawesi barat. Untuk itu Pemerintah Daerah perlu aktif bersosialisasi dengan Masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah, pemerintah daerah juga siap untuk mengfasilitasi Masyarakat yang ingin bermitra kemudian kami akan melakukan semacam aturan untuk masyarakat di kelurahan simboro, akan tetapi sampai saat ini belum diimplementasikan dikarenakan masih ada masyarakat yang beranggapan kalau sampah adalah bahan yang tidak bisa digunakan lagi.

Adapun pengetahuan Pemerintah Kelurahan Simboro yang disampaikan oleh Pemerintah Kelurahan di Kantor Kelurahan bahwa,

,...kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang saya tau sudah ada di kelurahan simboro yang dilakukan oleh pemerintah dinas tata ruang dan kebersihan bersama kelompok swadaya masyarakat KSM dan kemitraan adalah kerjasama yang didalamnya ada peran pemerintah dan masayarakat. (Wawancara oleh PL 27 maret 2014).

Berdasarkan pernyataan diatas bahwa Pemerintah Daerah dan Masyarakat sudah bekerjasama dalam melakukan pengelolaan sampah sejak tahun 2009. terbukti dari hasil wawacara oleh Pemerintah Kelurahan Simboro, dari argument yang dikeluarkan kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah sudah ada hanya saja belum dikembangkan secara detail. dikelurahan sudah ada

kerjasama dengan dinas tata ruang dengan adanya persediaan kendaraan pengangkut sampah yang khusus untuk mengangkut sampah yang ada di kelurahan simboro.

mengingat masih banyak masyarakat yang belum paham dengan keadaan sampah yang berserakan dimana-mana juga menjadi kendala untuk pengembangan kerjasamapadahal jika diperhatikan masyarakat adalah yang paling menjadi pengaruh pencemaran lingkungan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu masyarakat yang ada dilingkungan kelurahan simboro bahwa,

,...Kami tidak tau kemitraan dek, sebagai masyarakat disini Cuma sekedar membuang sampah di bak sampah yang sudah disediakan oleh pemerintah lurah kami, kalau untuk mengelola belum ada. (Wawancara oleh HN 27 Maret 2014).

Peryataan lain yang disampaikan olehDinas Pekerjaan Umum Provinsi bagian satuan kerja pengembangan penyehatan lingkungan pemukiman (SATKERPPLP), yang sudah lama bermitra dengan Masyarakat di Kelurahan Simboro mengingat masyarakat adalah salah satu kelompok yang sangat berperan penting dalam pengelolaan sampah perkotaan, kemitraan ini dibentuk sesuai dengan kebutuhan Daerah yang dimana pertambahan penduduk setiap tahunnya mengalami pertambahan penduduk yang semakin meningkat, argument di sampaikan salah satu pengelola SATKERPPLP yang menjelaskan pengetahuan tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah.

,...kami sudah lumayan tau tentang kemitraan karna kami sudah lama menjalankan kemitraan dengan masyarakat salah satunya dalam pengelolaan sampah, sudah ada beberapa kelurahan yang bekerjasama dengan kami. (wawancara oleh NN, 28 maret 2014).

Pernyataan diatas membuktikan Pemerintah sudah banyak mengetahui tentang kemitraan khususnya kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Ditemui kediaman Ketua Ksm menjelaskan pengetahuannya tentang kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah kususnya di Kelurahan Simboro, beliau menyampaikan bahwa kemitraan adalah tidak lain kerjasama yang dilakukan oleh siapa saja yang ingin bermitra dan mempunyai tujuan positif demi terwujudnya keinginan antara dua belah pihak yang bermitra. Saya sebagai ketua kelompok swadaya adalah masyarakat biasa yang mempunyai kapasitas dalam menjalankan tugas atau membantu pemerintah dalam menangani lingkungan hanya dapat menjalankan sesuai dengan kemampuan kami, kami juga belum begitu mengembangkan kemitraan dikarenakan masih minimnya masyarakat yang sadar dengan pentingnya pengelolaan sampah sebagaimana disampaikan bahwa,

...kami dari kelompok swadaya masyarakat simboro lumayan tau kemitraan, kemitraan tidak lain adalah kerjasama dimana kemitraan ini menjadi bisa saja dalam bentuk apapun dan sangat berpengaruh pada salah satu kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

(wawancara oleh PY 28 maret 2014).

Pernyataan lain disampaikan oleh KK sebagai masyarakat pada tanggal 28 maret 2014 di sekitar Kelurahan Simboro menyampaikan bahwa, kami sebagai Masyarakat hanya mengetahui sedikit tentang kemitraan itupun kami dengar dari ketua kelompok swadaya masyarakat yang ada dikelurahan kami, kami juga tidak bertindak kalau tidak ada arahan langsung dari Pemerintah, susah juga kalau saya rajin membuang sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan oleh pemerintah namun ada beberapa masyarakat lain yang disekitar tempat kami yang tidak sadar bahkan tidak memperhatiakn sampahnya yang berserakan disekitar

rumahnya, itu yang membuat saya menjadi fesimis untuk menjaga lingkungan secara teratur padahal jika semua Masyarakat menyatukan kesadarannya dan mau saling bekerja sama dalam menangani lingkungan tentunya itu kan lebih membantu Pemerintah Daerah khusunya sikelurahan kami ini apalagi sebentar lagi Kota Mamuju akan menjadi Kota Madya sebagai ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat.

penjelasan lain menyampaikan pengetahuanya tentang kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah bahwa,

,...saya tidak tau dek apa itu kemitraan masalahnya saya hanya masyarakat yang tamat smp tidak sempat melanjutkan sekolah ke sma, tapi kalau kerjasama saya tau ada itu di dekat sini ksm, seringji kerumah memberikan penjelasan mengenai pengelolaan sampah terpadu. (wawancara oleh hs tanggal 29 maret 2014).

Pernyataan yang disampaikan dan observasi telah dilakukan maka pengetahuan masyarakat tentang kemitraan dalam hal pengelolaan sampah perlu ada tindak lanjut dari Pemerintah daerah karena kemitraan tersebut sudah berjalan dan berkembang akan tetapi masih perlu banyak kordinasi untuk masyarakat karena minmnya pengetahuan masyarakat dan Pemerintah Daerah tentang kemitraan, pengembangkan kemitraan dalam pengelolaan sampah, seperti yang disampaikan oleh LL04 maret 2014 di kantor dinas pekerjaan umum seharusnya yang berperan penting adalah Pemerintah Kabupaten karena dalam Pemerintah Kabupaten sudah dibentuk lembaga atau instansi seperti dinas tata ruang dan kebersihan tentunya itu adalah tugas mereka untuk lebih aktif dalam besosialisasi pentingnya kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah, kami di PU juga melakukan kemitraan akan tetapi itu hanya di bagian Perkantoran.

Penjelasan mengenai pengetahuan Pemerintah dan Masyarakat tentang kemitraan dalam pengelolaan sampah sudah tergolong baik karena hampir dari semua informan sudah mengetahui kemitraan dalam pengelolaan sampah yang

dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat di Kelurahan Simboro. Namun kurangnya kordinasi ataupun sosialisasi pemahaman kepada masyarakat menjadi kendala karena sebagian masyarakat masih menganggap kerjasama adalah keuntungan suatu lembaga atau kelompok saja, Berikut adalah tabel informan yang menyapaikan pengetahuannya tentang kemitraan.

Tabel 10.4. Informan yang berhasil diobservasi

No Pekerjaan Pemahaman

kemitraan

persentase

1. Kepala Dinas Kebersihan 1 36%

2. Kepala bidang kebersihan 1 26%

3. Seklu Simboro 1 22%

4. Ketua ksm 1 12%

5. Masyarakat sipil 2 4%

Jumlah 6 100%

Sumber : hasil observasi

Dari beberapa pernyataan informan yang berhasil diobservasi masing- masing menyampaikan pengetahuannya tentang kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan ada beberapa informan yang sudah lumayan mengetahui kemitraan, namun ada beberapa juga dari semua informan yang belum mengetahui kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

4. Proses Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 60-67)

Dokumen terkait