• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Pemerintah

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 55-60)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil penelitian dan pembahasan

1. Peran Pemerintah

Total 12 Sumber: Kelurahan Simboro

penghasil utama sampah harus diberikan ruang dan dikembangkan secara tepat guna, tepat teknologi, dan tepat terapan.Banyak kegiatan perlakuan terhadap sampah baik secara (profitable atau unprofitable), yang dilakukan oleh masyarakat melalui pembinaan pemerintah daerah, sehingga dapat kita menjumpai sampah yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, namun diantara semua perlakuan sampah tersebut mengalami kendala di dalam pemilahan sampah yang dibagi pada beberapa jenis dan tata perlakuan.

Seperti yang disampaikan Pemerintah dalam Penyediaan fasilitas untuk masyarakat dalam menjalankan kemitraan menyampaikan bahwa,

Kami dari pihak pemerintah berperan aktif dalam kerjasamadalam pengelolaan sampah, kami dengan masyarakat yaitu kami menyediakan sarana dan prasarana untuk masyarakat diantaranya adalah penyediaan bak sampah motor pengankut sampah dan mesin daur ulang sampah plastik. (wawancara oleh MS 26 maret 2014).

Senada dengan yang disampaikan Pemerintah, sebagai penerima fasilitas Masyarakat juga menyampaikan bahwa,

,…. Iya dalam kerjasama ini pemerintah sudah aktif berperan dalam penyediaan sarana untuk kami, dalam kerjasama kami dan pemerintah untuk pengelolaan sampah sudah berjalan dengan baik, hasil dari kerja sama kami sudah lumayan dalam menangani timbunan sampah yang ada dikelurahan kami. (wawancara oleh PY 26 maret 2014).

Dari peryataan diatas menunjukkan peran Pemerintah dalam penyediaan fasilitas untuk pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro sudah tergolong lumayan baik karena penyediaan fasilitas disetiap Kelurahan sudah hampir merata dan juga sudah mendapatkan respon dari masyarakat untuk pengembangan kerjasama.

2. Peran Masyarakat

Pelibatan peran serta masyarakat dalam menangani urusan-urusan pelayanan menjadi semakin penting baik sekarang maupun dimasa mendatang. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh gribier dan osborne (1992) “ agar pemerintah cukup mengarahkan ketimbang mengayuh” (terjemahan ; abdul rosyid. sebagai berikut :sektor swasta biasanya lebih baik dalam melaksanakan tugas -tugas dibidang ekonomi, inovasi, mengadaptasi perubahan yang pesat, menghentikan kegiatan-kegiatan yang tidak berhasil atau usang dan melaksanakan tugas-tugas yang kompleks atau bersifat teknis.

Masyarakat dapat berperan dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah, peran masyarakat adalah pelaksanaan pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro dimana pelaksanaan ini adalah respon untuk penggunaan fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah, seperti yang disampaikan oleh ketua kelompok swadaya masyarakat bahwa,

,…….Peran kami seabagai masyarakat yang peduli dengan lingkungan yaitu melaksanakan kerjasama yang sudah kami sepakati dengan pemerintah dimana pemerintah sudah menyediakan fasilitas seperti bak sampah, motor pengankut sampah dan mesin pendaur ulang sampah, pelaksaannya kami mengunakan sistem 3 R yaitu reduse, reuse, dan recycle.

(wancara oleh KM 26 maret 2014).

Dari pernyataan daiatas masyarakat berperan dalam pengelolaan sampah dengan cara melaksanakan penggunaan dari penyediaan fasilitas dari pemerintah, namun dalam peran masyarakat ini terjadi kendala dikarenakan kurangnya partisipai masyarakat yang ada dilingkungan Kelurahan Simboro, ini menjadi tugas sebahagiaan masyarakat yang sudah peduli lingkungan untuk menyadarkan

mayarakat disekitarnya agar ikut serta berpartisipasi dalam kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Masyarakat Penampung Produksi Daur Ulang Barang Bekas yang bekerjasama dengan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan dan Pemerintah Kelurahan simboro.

Berkembang dan bertumbuhnya suatu Kota membuat penambahan sampah dalam suatu pemukiman dengan skala tertentu menjadi meningkat, inilah yang dilihat Pengusaha – pengusaha Swasta dan Masyarakat dalam mencari peluang bisnis, mereka mengumpulkan sampah non organic yang bersumber dari rumah tangga maupun fasilitas umum dan kawasan bisnis (hotel,restoran,tempat hiburan dll) yang mempunyai nilai jual. Beberapa KSM yang bekerjasama dengan masyarakat dalam melakukan pengelolaan daur ulang sampah yang berhasil di identifikasi dan wawancarai berlokasi di Kelurahan Simboro lingkungan simboro dan simbuang yang menjadi salah satu daerah yang mengembangkan kerjasama dalam pengelolaan sampah sebagai berikut:

Tabel 7.4 pengurus KSM Simboro NO KETUA KSM

SIMBORO

ANGGOTA LINGKUNGAN JUMLAH PENGELOLAH 1. PAK YOGA Komaruddin SIMBORO 29

2. Udin SIMBUANG 37

TOTAL 66 orang Sumber: KSM Simboro

Nama Masyarakat Bapak Udin (38) tahun,beralamat di jln soekarno –Hatta Simboro Mamuju, berdiri sejak tahun 2011 dengan jumlahtenaga kerja 30 orang, untuk jenis dan volume barang rongsok yang di Tampung.

Tabel 8.4 jenis sampah yang di kelola

No Jenis sampah Volume rata- rata perbulan

Harga beli Harga jual Rp/kg

1 Plastik 20 kg 1000 2300 2 Kartun 20 kg 2000 3500

3 Aluminium 7000 1100

Sumber : kelompok Swadaya Masyarakat Simboro.

Pernyataan disampaikan oleh Masyarakat bahwa sampah yang dijual keluar daerah adalah wewenang masyarakat itu sendiri, karena hasil penjualan tidak dibagikan ke Dinas Tata Ruang dan Kebersihan melainkan diolah dan dibayarkan untuk anggota pekerja. Kerjasama dengan Pemerintah hanya sebatas penyediaan fasilitas seperti pendaur ulang plastik dan sampah selebihnya itu kami jual, dan untuk hasil daur ulang kami jual langsung kepasaran.

,...Kerjasama kami dengan Pemerintah hanya penyediaan mesin pendaur ulang plastik, dan untuk bagi hasilnya kami tidak ada, melainkan kami membayar perbulan untuk pajak penggunaan mesin yang diberikan kekami.(wawancara oleh PU 26 maret 2014).

Nama Masyarakat adalah Bapak Komaruddin (22) thn, alamat di Jln. Tuna simbuang Mamuju, berdiri sejak tahun 2009-an, dengan jumlah tenaga kerja 10 orang, untuk jenis dan barang rongsok yang di tampung adalah :

Tabel 9.4 jenis sampah yang dikelola No Jenis sampah Volume rata-

rata perbulan

Harga beli Harga jual Rp/kg

1 Plastik 20 kg 1000 2300

2 Kartun 20 kg 2000 3500

3 Aluminium - 7000 1100

Sumber: kelompok swadaya masyarakat simbuang.

Senada dengan peryataan sebelumnya bahwa, kerjasama masyarakat dengan pemerintah hanya sebatas penyediaan mesin, kemudian KSM membayar retribusi pajak untuk penggunaan mesin setiap bulan. kerjasama itu dilakukan tanpa adanya Hukum yang mengatur. Pemerintah sudah berperan aktif dalam penyediaan fasilitas hanya saja peran dan partisipasi masyarakat belum sepenuhnya ikut serta dalam kerjasama dalam pengelolaan sampah dikarenakan belum adanya keseriusan dalam menjalankan kemitraan.

3. Pengetahuan Pemerintah Daerah Dan Masyarakat Tentang Kemitraan

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 55-60)

Dokumen terkait