RUAnG ASMARA DI BEBERAPA nEGARA
C. Jerman
Di negara Jerman, narapidana dapat mengajukan permohonan untuk kunjungan suami-istri dan jika disetujui, pasangan diperbolehkan waktu pribadi setelah prosedur terpenuhi.251 Undang-Undang Lembaga Pemasyarakatan Jerman adalah Strafvollzugsgesetz (StVollG) dikeluarkan pada tanggal 16 Maret 1976.
Berikut gambar ruang asmara yang menjadi fasilitas melakukan hubungan seksual di lembaga pemasyarakatan Jerman sebagai berikut:252
248Niyi Awofeso and Raymond Naoum, Op. Cit., p.155.
249Ibid., p.156.
250Ibid.
251Herlambang, Pengalaman Beberapa Negara Berkenaan Dengan Penyediaan “Bilik Asmara” Bagi Narapidana, FGD Desy Maryani, 11 Desember 2018, Lihat juga Article Even Saudi Arabia allows prisoners to receive conjugal visits.
252Von Andrea Backhaus, https://www.welt.de/vermischtes/article7167879/
Liebeszelle-oder-Mordfalle-Fragen-und-Antworten.html
DUMMY
Berdasarkan gambar di atas menunjukkan ruang asmara di lembaga pemasyarakatan Jerman tidak begitu besar namun dilengkapi dengan fasilitas kasur/kursi yang bisa dijadikan tempat tidur, TV, kipas angin, dan toilet. Menurut Undang-Undang Lembaga Pemasyarakatan Jerman yaitu “Gesetz über den Vollzug der Freiheitsstrafe und der freiheitsentziehenden Maßregeln der Besserung und Sicherung (Strafvollzugsgesetz),” terdapat aturan tentang hak-hak narapidana dan prosedur kunjungan pasangan suami- istri, dirincikan dalam tabel di bawah ini.
DUMMY
Tabel 7.1 Hak-Hak Narapidana dan Prosedur Kunjungan Suami-Istri di Jerman253254
No. Pasal Mengatur Tentang isi Pasal
1. Pasal 1915 Ausstattung des Haftraumes durch den Gefangenen und sein persönlicher Besitz
1) Der Gefangene darf seinen Haftraum in angemessenem Umfang mit eigenen Sachen ausstatten. Lichtbilder nahestehender Personen und Erinnerungsstücke von persönlichem Wert werden ihm belassen.
2) Vorkehrungen und Gegenstände, die die Übersichtlichkeit des Haftraumes behindern oder in anderer Weise Sicherheit oder Ordnung der Anstalt gefährden, können ausgeschlossen warden.
2. Pasal 2016 Kleidung 1) Der Gefangene trägt Anstaltskleidung.
Für die Freizeit erhält er eine besondere Oberbekleidung.
2) Der Anstaltsleiter gestattet dem Gefangenen, bei einer Ausführung eigene Kleidung zu tragen, wenn zu erwarten ist, daß er nicht entweichen wird. Er kann dies auch sonst gestatten, sofern der Gefangene für Reinigung, Instandsetzung und regelmäßigen Wechsel auf eigene Kosten sorgt.
253Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz - StVollzG)
Pasal 19: Peralatan Penjara oleh tahanan dan barang-barang pribadinya
(1) Narapidana dapat menyediakan ruang tahanannya dengan harta miliknya sendiri sampai batas yang sesuai. Foto orang yang dekat dengannya dan memori nilai pribadi diserahkan kepadanya.
(2) Tindakan pencegahan dan objek yang menghambat kejelasan sel atau membahayakan keamanan atau ketertiban lembaga dapat dikecualikan.
254Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz - StVollzG)
Pasal 20: Pakaian
(1) Tahanan mengenakan pakaian penjara. Untuk bersantai dia mendapat pakaian luar khusus.
(2) Kepala penjara memungkinkan narapidana untuk mengenakan pakaiannya sendiri ketika ia diharapkan tidak dapat melarikan diri. Ia juga dapat mengizinkan ini sebaliknya, asalkan tahanan menyediakan pembersihan, perbaikan, dan penggantian reguler dengan biaya sendiri.
DUMMY
No. Pasal Mengatur Tentang isi Pasal
3. Pasal 2317 Grundsatz Der Gefangene hat das Recht, mit Personen außerhalb der Anstalt im Rahmen der Vorschriften dieses Gesetzes zu verkehren. Der Verkehr mit Personen außerhalb der Anstalt ist zu fördern.
4 Pasal 2418 Recht auf Besuch 1) Der Gefangene darf regelmäßig Besuch empfangen. Die Gesamtdauer beträgt mindestens eine Stunde im Monat. Das Weitere regelt die Hausordnung.
2) Besuche sollen darüber hinaus zugelassen werden, wenn sie die Behandlung oder Eingliederung des Gefangenen fördern oder persönlichen, rechtlichen oder geschäftlichen Angelegenheiten dienen, die nicht vom Gefangenen schriftlich erledigt, durch Dritte wahrgenommen oder bis zur Entlassung des Gefangenen aufgeschoben werden können.
3) Aus Gründen der Sicherheit kann ein Besuch davon abhängig gemacht werden, daß sich der Besucher durchsuchen läßt.
17Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG)
Pasal 23: Prinsip
Tahanan memiliki hak untuk bergaul dengan orang-orang di luar lembaga sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. Lalu lintas dengan orang-orang di luar institusi harus dipromosikan.
18Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG)
Pasal 24: Hak untuk dikunjungi
(1) Tahanan dapat menerima kunjungan rutin. Total durasi setidaknya satu jam per bulan. Sisanya diatur oleh aturan lembaga pemasyarakatan.
(2) Kunjungan akan diizinkan jika mereka mempromosikan perlakuan atau integrasi tahanan atau melayani masalah pribadi, hukum atau bisnis yang tidak dapat dilakukan secara tertulis oleh tahanan, dilakukan oleh pihak ketiga atau ditunda hingga pembebasan tahanan.
(3) Untuk alasan keamanan, kunjungan dapat dilakukan dengan syarat pada pengunjung yang diperbolehkan narapidana.
DUMMY
No. Pasal Mengatur Tentang isi Pasal 5. Pasal
10619 “Verfahren” 1) Der Sachverhalt ist zu klären. Der Gefangene wird gehört. Die Erhebungen werden in einer Niederschrift festgelegt; die Einlassung des Gefangenen wird vermerkt.
2) Bei schweren Verstößen soll der Anstaltsleiter sich vor der Entscheidung in einer Konferenz mit Personen besprechen, die bei der Behandlung des Gefangenen mitwirken. Vor der Anordnung einer Disziplinarmaßnahme gegen einen Gefangenen, der sich in ärztlicher Behandlung befindet, oder gegen eine Schwangere oder eine stillende Mutter ist der Anstaltsarzt zu hören.
3) Die Entscheidung wird dem Gefangenen vom Anstaltsleiter mündlich eröffnet und mit einer kurzen Begründung schriftlich abgefaßt.
6. Pasal
14120 “Differenzierung” 1) Für den Vollzug der Freiheitsstrafe sind Haftplätze vorzusehen in verschiedenen Anstalten oder Abteilungen, in denen eine auf die unterschiedlichen Bedürfnisse der Gefangenen abgestimmte Behandlung gewährleistet ist.
2) Anstalten des geschlossenen Vollzuges sehen eine sichere Unterbringung vor, Anstalten des offenen Vollzuges keine oder nur verminderte Vorkehrungen gegen Entweichungen.
19Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG)
Pasal: 106 Prosedur
(1) Tahanan mengajukan permintaan untuk menggunakan ruangan kunjungan suami istri, lalu petugas mencatat dan memeriksa berkas narapidana (akta nikah).
(2) Dalam kasus pelanggaran serius, kepala penjara harus berdiskusi dengan orang-orang yang terlibat dalam perawatan tahanan sebelum memutuskan dalam sebuah konferensi.
(3) Keputusan harus dibuka secara lisan kepada narapidana oleh manajer penjara dan dibuat secara tertulis dengan justifikasi singkat.
20Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG).
DUMMY
No. Pasal Mengatur Tentang isi Pasal 7. Pasal
14321 “Größe und Gestaltung der Anstalten”
1) Justizvollzugsanstalten sind so zu gestalten, daß eine auf die Bedürfnisse des einzelnen abgestellte Behandlung gewährleistet ist.
2) Die Vollzugsanstalten sind so zu gliedern, daß die Gefangenen in überschaubaren Betreuungs- und Behandlungsgruppen zusammengefaßt werden können.
3) Die für sozialtherapeutische Anstalten und für Justizvollzugsanstalten für Frauen vorgesehene Belegung soll zweihundert Plätze nicht übersteigen.
8. Pasal
14422 “Größe und Ausgestaltung der Räume”
1) Räume für den Aufenthalt während der Ruhe- und Freizeit sowie Gemeinschafts- und Besuchsräume sind wohnlich oder sonst ihrem Zweck entsprechend auszugestalten, und 3x4 für die Größe des Besuchs von Ehemann und Ehefrau.
Sie müssen hinreichend Luftinhalt haben und für eine gesunde Lebensführung ausreichend mit Heizung und Lüftung, Boden- und Fensterfläche ausgestattet sein.
Pasal 141: Tempat penahanan dan kunjungan suami istri
(1) Tempat-tempat penahanan harus disediakan untuk pelaksanaan hukuman penjara di berbagai lembaga atau departemen di mana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan tahanan.
(2) Institusi eksekusi tertutup menyediakan akomodasi yang aman, institusi eksekusi terbuka disediakan untuk mengurangi tindakan pencegahan terhadap pelarian.
21Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG).
Pasal 143: Ukuran dan desain institusi
(1) Penjara harus dirancang sedemikian rupa untuk memastikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk ruangan kunjungan suami istri.
(2) Penjara harus diatur sedemikian rupa sehingga para tahanan dapat dikelompokkan bersama dalam kelompok perawatan dan perawatan yang dapat dikelola.
(3) Hunian untuk lembaga terapi sosial dan penjara untuk wanita tidak boleh melebihi dua ratus tempat.
22Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan (Strafvollzugsgesetz – StVollzG).
DUMMY
No. Pasal Mengatur Tentang isi Pasal
2) Das Bundesministerium der Justiz und für Verbraucherschutz wird ermächtigt, mit Zustimmung des Bundesrates durch Rechtsverordnung Näheres über den Luftinhalt, die Lüftung, die Boden- und Fensterfläche sowie die Heizung und Einrichtung der Räume zu bestimmen.
255256257258259260
Berdasarkan tabel di atas, pasal-pasal pada Undang-Undang tentang Lembaga Pemasyarakatan di Jerman mengatur mengenai hak- hak narapidana dan prosedur kunjungan suami istri yaitu diatur dalam Pasal 19, Pasal 20, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 106, Pasal 141, Pasal 143, Pasal 144 tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan.
Berikut akan diuraikan maksud dari pasal-pasal yang tertuang pada tabel yang telah dipaparkan yaitu uraian Pasal 19 Undang-Undang tentang Eksekusi Penjara dan Tindakan Penahanan Kebebasan dan Keamanan di atas maksudnya di Lembaga Pemasyarakatan Jerman, narapidana diperbolehkan untuk membawa peralatan penjara dan barang-barang pribadinya, narapidana dapat menyediakan ruang tahanannya dengan harta miliknya sendiri. Foto orang yang dekat dengan narapidana dan memori nilai pribadi. Namun tindakan pencegahan dan objek yang menghambat kejelasan sel atau membahayakan keamanan dan ketertiban lembaga dapat dikecualikan.
255 256257 258259 260
Pasal 144: Ukuran dan desain kamar.
(1) Kamar untuk menginap selama istirahat dan bersantai serta kamar umum dan kunjungan harus diatur di rumah atau sesuai dengan tujuannya, dan 3x4 untuk ukuran kunjungan suami istri. Ruangan harus memiliki kandungan udara yang cukup dan cukup diperlengkapi untuk gaya hidup sehat dengan pemanas dan ventilasi, area lantai dan jendela.
(2) Kementerian Federal Kehakiman dan Perlindungan Narapidana diberi wewenang, dengan persetujuan Bundesrat, berdasarkan peraturan, untuk menentukan perincian isi udara, ventilasi, area lantai dan jendela, serta pemanasan dan perabotan kamar.
DUMMY
Uraian Pasal 20, maksudnya di Jerman juga diatur mengenai keperluan-keperluan yang dibutuhkan narapidana, termasuk kebutuhan mengenai pakaian selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Pada saat menjalankan kegiatan program pembinaan, sebagai tahanan maka narapidana menggunakan pakaian penjara, namun saat sedang bersantai, narapidana mendapat pakaian khusus. Kepala lembaga memungkinkan narapidana untuk mengenakan pakaiannya sendiri ketika dianggap tidak akan melarikan diri. Kepala lembaga pemasyarakatan juga dapat mengizinkan, asalkan narapidana menyediakan pembersihan, perbaikan, dan penggantian dengan menggunakan biaya sendiri.
Uraian Pasal 23, maksudnya narapidana di Jerman juga memiliki hak untuk bergaul dengan orang-orang di luar lembaga pemasyarakatan berdasarkan ketetapan atau aturan perundang-undangan. Kegiatan sosialisasi atau pergaulan dengan orang yang berada di luar institusi diperbolehkan dan harus dipromosikan. Pasal 24 menguraikan tentang di Lembaga Pemasyarakatan Jerman juga mengatur bahwa narapidana dapat menerima kunjungan suami istri (keluarga) secara rutin. Total durasi setidaknya satu jam per bulan. Namun hanya untuk narapidana yang berkelakuan baik dan harus mengajukan permohonan untuk pemakaian ruang asmara. Tahanan jangka pendek tidak mempunyai hak untuk ruang asmara. Sisanya diatur oleh aturan lembaga pemasyarakatan.
Uraian Pasal 106, maksudnya prosedur mendapatkan ruangan kunjungan suami istri yaitu dilakukan dengan menunjukkan syarat (akta nikah) dan dimasukkan ke dalam pembukuan/administrasi di lembaga pemasyarakatan, namun bagi narapidana yang mempunyai pelanggaran yang serius maka kepala lembaga pemasyarakatan harus berdiskusi dengan para kepala subbagian pembinaan dan perawatan narapidana sebelum memutuskan apakah narapidana tersebut memperoleh fasilitas kunjungan suami istri. Keputusan kepala lembaga pemasyarakatan harus dibuka secara lisan kepada narapidana dan dibuat secara tertulis.
Uraian Pasal 141, maksudnya tempat ruangan kunjungan suami istri harus disediakan untuk pelaksanaan hukuman di lembaga pemasyarakatan di berbagai lembaga pemasyarakatan yaitu di mana perawatan disesuaikan dengan kebutuhan narapidana, selain itu lembaga pemasyarakatan menyediakan akomodasi yang aman, institusi
DUMMY
terbuka agar mengurangi tindakan pencegahan terhadap pelarian di lembaga pemasyarakatan.
Di Jerman pun diatur mengenai fasilitas bagi narapidana perempuan yaitu menyediakan fasilitas bagi ibu dan anak-anak, di mana ibu dapat ditampung dengan anak-anak mereka. Mengenai ukuran dan desain ruangan tahanan pun diatur, termasuk mengenai ruangan kunjungan suami istri, langkah tersebut diambil untuk mempersiapkan terpidana agar berhasil kembali ke masyarakat. Segala kerugian fisik atau psikologis yang dialami narapidana terutama narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan harus diperlakukan secara efektif oleh sistem pemasyarakatan. Selain itu, fasilitas ruang asmara diberikan untuk penyembuhan psikis dan mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan di dalam lembaga pemasyarakatan.261
Uraian Pasal 143, maksudnya Lembaga Pemasyarakatan di Jerman merancang sedemikian rupa untuk memastikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk kebutuhan seksual narapidana. Serta hunian untuk lembaga pemasyarakatan wanita tidak boleh melebihi dua ratus tempat. Di sini dapat dilihat bahwa lembaga pemasyarakatan Jerman sangat memerhatikan hak-hak dan kebutuhan narapidana.
Uraian Pasal 144, maksudnya ukuran dan desain kamar tahanan termasuk ruangan kunjungan suami istri diperhatikan negara Jerman, yaitu kamar untuk menginap selama istirahat dan bersantai serta kamar umum dan kunjungan diatur secara jelas dan sesuai dengan tujuannya.
Kamar tahanan harus memiliki kandungan udara yang cukup dan cukup diperlengkapi untuk gaya hidup sehat dengan pemanas dan ventilasi, area lantai dan jendela. Kementerian Federal Kehakiman dan Perlindungan Narapidana diberi wewenang, berdasarkan peraturan untuk menentukan perincian isi udara, ventilasi, area lantai dan jendela, serta pemanasan dan perabotan kamar.
Berdasarkan kebijakan yang ada di Jerman menunjukkan otoritas lembaga pemasyarakatan sangat memerhatikan hak-hak narapidana
261Angela Pardue, Bruce A. Arigo, and Daniel S. Murphy, Sex and Sexuality in Women’s Prison’s: A Preliminary Typological Investigation, 2011, The Prison Journal 91 (3) 279-304, Sage Publication, p. 299.
DUMMY
termasuk hak untuk mendapatkan kunjungan keluarga (suami-istri) sehingga narapidana dapat menghabiskan waktu pribadi dengan pasangannya, namun hak itu didapatkan jika telah memenuhi prosedur.
Berdasarkan perbandingan dengan negara lain yang sudah menyediakan ruang asmara/ruangan khusus bagi narapidana agar bisa memenuhi kebutuhan seksualnya, maka diharapkan ke depannya lembaga pemasyarakatan di Indonesia bisa memberikan fasilitas khusus berupa ruangan yang khusus digunakan oleh narapidana yang sudah menikah.