• Tidak ada hasil yang ditemukan

dummy - Undip Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dummy - Undip Repository"

Copied!
270
0
0

Teks penuh

Pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan menjadi landasan bagaimana seharusnya narapidana diperlakukan secara baik dan manusiawi dalam suatu sistem pemasyarakatan yang terpadu. Friedman digunakan untuk mengkaji reformulasi penyediaan ruang cinta sebagai upaya pemenuhan hak-hak seksual narapidana di lembaga pemasyarakatan kedepannya, karena reformulasi penyediaan ruang cinta di lembaga pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh komponen-komponen yang ada. struktur, substansi dan budaya hukum.

DUMMY

DAFTAR ISI

Perkembangan Narapidana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan 88 BAB 5 PENILAIAN RUANG ASMARA DALAM REFORMASI HUKUM PIDANA NASIONAL 103. Das Sein : lebih lanjut mengenai hukum sebagai fakta (aktual), yaitu hukum yang hidup, proses-proses yang berkembang dalam masyarakat ( hukum dalam tindakan).

GLOSARIUM

Latar Belakang

Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menganut konsep prismatik atau integratif yang memadukan prinsip kepastian hukum dan keadilan.1 Sebagai negara hukum Pancasila, kewajiban negara memberikan jaminan kepada seluruh warga negara adalah memberikan perlindungan, perlakuan yang layak. , dan menegakkan hukum yang adil bagi masyarakat.

PEnDAHULUAn

Kerangka Pemikiran

Jika kondisi pemenuhan kebutuhan seksual ini dibiarkan terus berlanjut di lembaga pemasyarakatan, maka akan berdampak pada perilaku menyimpang. Gagasan untuk mereformulasi penyediaan ruang cinta di lembaga pemasyarakatan merupakan sumbangsih pemikiran dalam upaya pemenuhan kebutuhan seksual terhadap hak-hak narapidana.

Kebijakan Kriminal

KEBIJAKAn KRIMInAL

DALAM SISTEM PERADILAn PIDAnA

Sistem Hukum

Dalam hal ini struktural sebagai penggerak dalam penerapan suatu sistem hukum di masyarakat. Struktur suatu sistem hukum ibarat suatu kerangka yang mempunyai bentuk tetap, suatu lembaga sistem.

Sistem Peradilan Pidana

Pelanggar hukum telah terintegrasi ke dalam masyarakat dan menjadi warga negara yang taat hukum dan taat hukum, hal ini berarti tujuan sistem peradilan pidana telah tercapai. Model of due process yaitu konsep perlindungan hak asasi manusia dan pembatasan kekuasaan dalam peradilan pidana. Sinkronisasi budaya (cultural synchronization) yang menyangkut upaya untuk selalu hidup secara simultan dengan menghayati pandangan, sikap dan filosofi yang secara keseluruhan melandasi arah sistem peradilan pidana. 92.

Sebagai subsistem terakhir, masih terdapat tujuan dan harapan berdasarkan sistem peradilan pidana yang terintegrasi. Tujuan utama lembaga pemasyarakatan adalah untuk melatih narapidana sesuai dengan sistem, lembaga dan metode pelatihan sebagai bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam sistem peradilan pidana. Hal ini dapat terjadi jika didukung dengan sinkronisasi berbasis konten yang mencakup produk regulasi di bidang sistem peradilan pidana, yang memungkinkan seluruh subsistem dapat bekerja secara runtut, runtut, dan integratif.

Pemidanaan

PERKEMBAnGAn SEJARAH SISTEM PEMIDAnAAn

Teori Pemidanaan

  • Zaman Kuno-Pertengahan-Akhir Abad XVI
  • Pada Akhir Abad XVI-Permulaan Abad XVIII
  • Pada Abad XVIII
  • Pada Abad XIX
  • Pada Abad XX

Dasar pemikiran teori ini adalah manusia mempunyai kehendak bebas (indeterminisme) sebagai akibat adanya pengaruh. Para pendukung teori ini tidak melihat hukuman sebagai pembalasan, dan dalam arena tersebut tidak diakui bahwa hukuman adalah cara untuk mencapai tujuan lain berdasarkan hukuman itu sendiri. Teori ini menawarkan dasar pemikiran bahwa sasaran pemidanaan bersifat pluralistik karena menyatukan prinsip teori absolut dan teori relatif.

Teori ini dikembangkan oleh Pellegri no Rossi, mengikuti teori gabungan bahwa meskipun pembalasan dianggap sebagai asas kejahatan, namun besarnya beban pidana tidak boleh melebihi pembalasan yang dikatakan adil, masyarakat dan pencegahan umum.118 . Berdasarkan teori ini, disarankan adanya artikulasi dalam teori pemidanaan dengan mengintegrasikan dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi pembalasan dan fungsi utilitarian yaitu pencegahan dan rehabilitasi. Aliran integratif menitikberatkan pada rehabilitasi narapidana sebagai aktor integral, awalnya fokus pada pencegahan umum, dan teori ini memperluas pada tujuan pemidanaan.

Tujuan Pemidanaan

  • Aliran Klasik
  • Aliran Modern
  • Aliran neo-Klasik

Mengenai tujuan pemidanaan menurut aliran klasik ini, tujuan pemidanaan harus berdasarkan asas retribusi. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan pemberian hukuman berupa mempengaruhi perilaku masyarakat juga dimaksudkan untuk melindungi masyarakat. Selain tujuan pidana yaitu retribusi dan kompensasi, ada juga tujuan pidana yang dikemukakan Hulsman, yang tujuan pemidanaannya disebut dengan “penyelesaian konflik”.

Menurut Hoefnagels yang menyatakan bahwa tujuan hukuman adalah untuk “membawa kedamaian”, yaitu mengupayakan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. Teori tujuan pemidanaan integratif berangkat dari anggapan dasar bahwa kejahatan adalah terganggunya keseimbangan, keselarasan dan keselarasan dalam kehidupan masyarakat yang menimbulkan kerugian individu dan sosial, tujuan pemidanaan adalah untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh suatu kejahatan. Tujuan pemidanaan integratif berangkat dari anggapan dasar bahwa suatu tindak pidana merupakan terganggunya keseimbangan, keselarasan, dan keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembinaan narapidana Menurut Reglement Kepenjaraan

KEBIJAKAn FORMULASI

TEnTAnG HAK-HAK DAn PEMBInAAn nARAPIDAnA DI InDOnESIA

Pembinaan narapidana Menurut Undang-Undang nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan

Atas amanat Presiden Republik Indonesia pada konferensi tersebut, nama penjara diubah menjadi lembaga pemasyarakatan, sedangkan “rumah penjara diubah menjadi lembaga pemasyarakatan”. Penyelenggaraan pembinaan di lembaga pemasyarakatan hendaknya dilakukan secara terpadu, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sesuai dengan prinsip sistem pemasyarakatan, sehingga narapidana dapat menjadi warga negara yang baik. Dalam sistem pemasyarakatan, perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh warga binaan diyakini mencerminkan adanya kesenjangan antara warga binaan dengan masyarakat sekitar.184 Sistem pemasyarakatan bertujuan memulihkan hubungan hidup warga binaan dengan masyarakat, dengan tujuan untuk mencapai perubahan hidup yang positif.

Terciptanya lingkungan peduli yang mencerminkan proyeksi nilai-nilai kemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan dan menurunnya nilai-nilai subkultur penjara di lembaga pemasyarakatan. Saat ini pembinaan masih dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan, dan pengawasan sudah memasuki tahap pengamanan menengah. Pembinaan pada tahap ini diperuntukkan bagi narapidana yang telah memenuhi persyaratan cuti pra pembebasan atau pembebasan bersyarat, dan pembinaan dilakukan di luar lembaga pemasyarakatan oleh Dinas Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Pembina Klien Pelayanan Pemasyarakatan.

Kajian tentang Ruang Asmara (Conjugal Visit)

KAJIAn RUAnG ASMARA DALAM PEMBARUAn HUKUM

  • Pengelolaan Kelembagaan di Lembaga Pemasyarakatan
  • Pembaruan Hukum Pidana nasional
  • nilai-nilai Pancasila Sebagai Sumber Pembaruan Hukum Pidana nasional
  • Dalam Instrumen Internasional

Intinya, reformasi peradilan pidana harus dilakukan dengan pendekatan yang berorientasi pada kebijakan dan pada saat yang sama juga berorientasi pada nilai.” Menurut Sudarto, kebijakan reformasi peradilan pidana dapat dilaksanakan dengan pendekatan humanistik; pernyataannya berbunyi sebagai berikut:203. Berdasarkan pernyataan di atas, reformasi peradilan pidana di Indonesia tetap mempertahankan dan mengedepankan unsur-unsur asli.

Berangkat dari uraian di atas, maka peraturan perundang-undangan pidana yang direformasi secara konstitusi harus berlandaskan pada nilai-nilai, yaitu nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Barda Nawawi Arief menyatakan bahwa “Reformasi hukum pidana pada dasarnya harus dilaksanakan dengan pendekatan yang berorientasi pada kebijakan dan sekaligus pendekatan yang berorientasi pada nilai.209. 212 Mokhammad Najih, Politik Reformasi Hukum Pidana Konsep Hukum Pidana dalam Cita-cita Negara Hukum, (Malang: Setara Press, 2014), hal.

KEBIJAKAn FORMULASI PEMBInAAn DI LEMBAGA PEMASYARAKATAn SAAT

Dalam Instrumen Hukum nasional

Pembinaan dan pengarahan kepribadian dan kemandirian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi permasalahan yang berkaitan dengan: pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 1999 tentang Permintaan dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Keluarga Pemasyarakatan, Bagian Kedelapan tentang Kunjungan pada Pasal 30 berbunyi: 232. 235 Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Keluarga Pemasyarakatan.

236 Pasal 36 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Keluarga Pemasyarakatan. 237 Pasal 41 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Keluarga Pemasyarakatan. 238 Pasal 42A Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Keluarga Pemasyarakatan.

Amerika Serikat

Untuk kelengkapan data, perbandingan hukum harus dilakukan mengenai bagaimana ruangan romantis disediakan di penjara di seluruh dunia. Di berbagai negara, narapidana mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan seksualnya dengan menyediakan ruang cinta di penjara.

PEnGATURAn PEnYEDIAAn

RUAnG ASMARA DI BEBERAPA nEGARA

Australia

Sebagian besar negara Australia secara resmi mengizinkan kunjungan suami-istri, namun tidak semua penjara di Australia. Dasar pertimbangan negara bagian Victoria, Australia memperbolehkan akses kunjungan suami istri adalah karena adanya pelarian narapidana. faktor yang sangat penting dalam mengurangi homoseksualitas dan kesenjangan moralitas dan program kunjungan keluarga dapat mempertahankan pernikahan). Salah satu aspek pemberian akses kunjungan suami/istri kepada narapidana didasarkan pada tiga faktor, yaitu.

Homoseksualitas bertentangan dengan norma-norma Islam dan Katolik, dan para ahli teori perampasan menganjurkan kunjungan suami-istri untuk mencegah terjadinya homoseksualitas. Ruang kunjungan suami istri ini terdiri dari 5 kamar dan durasinya hanya tiga jam. Kunjungan suami-istri hanya diperbolehkan bagi terpidana yang mempunyai suami/istri sah yang melakukan hubungan seksual.

Jerman

Berdasarkan tabel di atas, pasal-pasal dalam undang-undang pemasyarakatan di Jerman mengatur tentang hak-hak terpidana dan tata cara mengunjungi suami-istri, yaitu diatur dalam Pasal 19, Pasal 20, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 106, Pasal 141, Pasal 143, Pasal 144 tentang eksekusi di penjara dan tindakan perampasan kemerdekaan dan keamanan. Uraian Pasal 23 berarti narapidana di Jerman juga mempunyai hak untuk bergaul dengan orang di luar penjara berdasarkan ketentuan atau aturan hukum. Untuk memperjelas Pasal 141, artinya perlu disediakan ruang kunjungan suami-istri untuk pelaksanaan pidana di lembaga pemasyarakatan di berbagai lembaga pemasyarakatan, yaitu yang perlakuannya disesuaikan dengan kebutuhan narapidana, di samping itu lembaga pemasyarakatan memberikan pelayanan yang aman. tempat penampungan, institusi.

Uraian Pasal 143 berarti lembaga penjara di Jerman dirancang sedemikian rupa untuk menjamin perlakuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk kebutuhan seksual para narapidana. Di sini terlihat bahwa penjara Jerman sangat memperhatikan hak dan kebutuhan narapidana. Berdasarkan kebijakan yang ada di Jerman menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan sangat memperhatikan hak-hak narapidana.

Tabel 7.1  Hak-Hak Narapidana dan Prosedur Kunjungan Suami-Istri di Jerman 253254
Tabel 7.1 Hak-Hak Narapidana dan Prosedur Kunjungan Suami-Istri di Jerman 253254

Arab Saudi

Penjara Arab Saudi juga mengatur bahwa terpidana berhak melakukan khalwah syar’iyah dengan isterinya di luar penjara, apabila terpidana sudah menjalani setengah masa pidananya, maka hubungan intim tersebut mendapat waktu 1 (satu) jam (untuk rumahnya yang dekat dengan lembaga pemasyarakatan) dan kerabatnya mendapat waktu 3 (tiga) jam untuk sampai ke rumahnya yang jauh dari lembaga pemasyarakatan. Pernyataan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia I Wayan Dusak menceritakan pengalamannya saat mengunjungi lembaga pemasyarakatan di Arab Saudi. Memiliki taraf kebutuhan hidup bagi narapidana Berdasarkan penyediaan ruang cinta di lembaga pemasyarakatan di Amerika Serikat, Australia, Jerman dan Arab Saudi, kunjungan suami istri di Arab Saudi dan Jerman dapat dijadikan acuan dalam reformulasi ketentuan tersebut. ruang cinta di penjara-penjara di Indonesia.

Oleh karena itu, penyediaan pelayanan dan fasilitas kesehatan di lembaga pemasyarakatan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Analisis terhadap kebutuhan seksual narapidana sebenarnya tidak terlepas dari konteks kondisi terisolasi di lembaga tersebut. Pemahaman ini memberi arti penting terhadap keharmonisan hubungan antara narapidana, keluarga dan petugas di lembaga pemasyarakatan, yang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan reintegrasi narapidana ketika mereka kembali ke masyarakat.

Tabel 7.2 Penyediaan Ruang Asmara di Lembaga Pemasyarakatan di Beberapa  Negara
Tabel 7.2 Penyediaan Ruang Asmara di Lembaga Pemasyarakatan di Beberapa Negara

REFORMULASI PEnYEDIAAn RUAnG ASMARA SEBAGAI UPAYA PEMEnUHAn

Berdasarkan studi banding, pemenuhan prinsip-prinsip dasar hak-hak narapidana, dan reformasi hukum pidana, reformulasi penyediaan kamar romantis sebagai upaya pemenuhan kebutuhan seksual narapidana dapat diuraikan secara singkat pada tabel di bawah ini.

Gambar

Tabel 1.1 Data Jumlah Tahanan dan Narapidana Per Kanwil Periode September  2019
Tabel 7.1  Hak-Hak Narapidana dan Prosedur Kunjungan Suami-Istri di Jerman 253254
Tabel 7.2 Penyediaan Ruang Asmara di Lembaga Pemasyarakatan di Beberapa  Negara
Tabel 7.3 Biaya Hidup Narapidana Per Tahun di Beberapa Negara
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tahun lalu diterbitkan “buku pedoman sederhana dalam penggunaan obat secara aman”mendapatkan banyak pujian dari banyak instansi dan imigran baru warga negara asing,

dimensi abutmen yang aman dan ekonomis sehingga dapat menghemat waktu.. untuk mendapatkan suatu dimensi yang aman dan relatif ekonomis,

Taat pada anjuran dokter, perawat setiap rabu dan sabtu. Pasti

• Merencanakan dan merancang sebuah apartemen yang nyaman, aman, layak huni, dan lengkap dengan sarana dan prasarana yang memberikan berbagai macam fasilitas dan

Warga kampung Sentra Industri Perkalengan Bugangan Semarang, warga kampung Blangkon, kampung Shuttlecock, dan kampung Batik Laweyan, di Solo, dan warga kampung Code Yogyakarta

Mendapatkan sebuah konsep desain apartemen yang mampu mewadahi aktifitas penghuni secara nyaman dan aman, serta memenuhi aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektural.

Kerukunan kehidupan beragama yang terjadi di sebagian warga masyarakat desa Sidomulyo didasarkan pada keinginan hidup rukun dan damai yang tidak mengutamakan suku, agama dan

1) Sadar akan hak dan kewajibannya serta tanggung jawabnya sebagai warga Negara terhadap kepentingan bangsa dan Negara. 2) Sadar dan taat pada hukum dan semua