• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Teori

Dalam dokumen Mr (Halaman 34-54)

Bagian ini juga berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai persepektif dalam melakukan penelitian. Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitan25

1. Inovasi

a. Pengertian Inovasi

Kata inovasi dapat diartikan sebagai proses atau hasil pengembangan atau pemanfaatan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang atau jasa) proses atau sistem yang baru yang memberikan nilai berarti secara siggnifikan.26

Inovasi biasanya mengacu pada sifat seperti memperbaharui, mengubah atau membuat proses maupun produk, serta secara dalam melakukan sesuatu sehinga menjadi lebih efektif dalam konteks bisnis

25 Tim penyusun, Pedoman Penulis, 46,

26 Sutomo, Serba-Serbi manajemen bisnis, (Yogyakarta: Graha Ilmu 2012), 132.

atau usaha, hal ini berarti menerapkan ide-ide baru, meningkatkan layanan yang ada serta membuat produk-produk lain yang lebih dinamis.27

Dikutip dari buku manajemen inovasi, Schumpeter merupakan ahli yang pertama kali mengemukakan konsep inovasi ia mendefinisikan

“inovasi” sebagai kombinasi baru dari factor –faktor produksi yang membuat pengusaha dan pemikiran inovasi adalah kekuatan pendorong yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian Schumpeter telah meletakkan fondasi dasar teori mengenai inovasi untuk penelittian selanjutnya. Kemudian oleh beberapa peneliti dilakukan focus dalam penenlitiannya, konsep inovasi secara makro bergeser pada inovasi yang lebih mikro. Konsep inovasi makro yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, sedangkan konsep inovasi secara mikro terkait dengan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan.28

Beberapa definisi inovasi yang antara lain:

a. Pademore, Shuetze dan Gibson (sebagaimana dikutip dalam bukunya Dewanto) inovasi adalah pertumbuhan yang terjadi dalam imput metode atau output yang dapat meningkatkan posisi komersial perusahaan dan yang baru bagi pasar perusahaan.29

27 Wawan Dhewanto, dkk, Manajemen inovasi Untuk Usaha Kecil Menengah dan Mikro, (Bandung:

Alfabeta, 2014), 41.

28 Ibid., 42.

29 Ibid., 42.

b. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan beberapa kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau memeperkaya kehidupan orang-orang.30

Sedangkan menurut Woodman dalam Ellitan inovasi adalah perubahan yang dilakukan dalam organisasi yang didalamnya mencangkup kreativitas dalam menciptakan produk baru, jasa, ide atau proses baru. Inovasi dapat pula diartikan sebagai proses adaptasi produk, jasa ide atau proses baik yang sudah ada dalam organisasi maupun yang dikembangkan dari luar organisasi. Inovasi memiliki makna proses pengadopsi “sesuatu” yang baru oleh siapapun yang mengadopsinya, sebagai proses menciptakan produk baru.31

Dalam perspektif pemasaran, maka inovasi harus mampu menciptakan harga yang lebih kompetetif (price), produk yang lebih baik (product), konsumen mudah memperoleh produk tersebut (place), perusahaan harus mampu mengkomonikasikan produk sehingga konsumen mengenal produk tersebut.32

Dari beberapa definisi inovasi yang dikemukakan, namun satu hal yang pasti bahwa inovasi dapat menjadi mempercepat pertumubuhan dan

30 Thomas W. Zimmer, dkk, Kewirausahaan dan manajemen Usaha Kecil Edisi 5, (Jakarta: Salemba Empat, 2008), 57.

31 Lena Ellitan dan Lina Anatan, Manajemen inovasi Transformasi menuju organisasi kelas dunia (Bandung: Alfabeta, 2009), 36.

32Ujang Sumarwan, Inovasi Produk Kepuasan Konsumen dan Loyalitas Konsumen Sebagai Penentu Pertumbuhan Perusahaan, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Vol. 1.

keberhasilan bisnis, membantu beradaptasi dan tumbuh dipasar. Inovasi tidak berarti menciptakan; inovasi dapat berarti mengubah model maupun rancangan bisnis sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan yang ahirnya dapat memberikan produk atau layanan yang lebih baik. 33

b. Tipe Inovasi

Berdasarkan bentuk pengaplikasiannya, inovasi dibedakan menjadi tiga, yakni: inovasi produk (produck inovasion), inovasi dalam pelayanan (service innovasion) dan inovasi proses (process innovasion). Inovasi produk merupakan pemunculan produk baru inovasi servis adalah cara baru dalam bentuk pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

Sedangkan inovasi proses adalah sebuah cara baru untuk membuat proses dalam pengahasilan produk atau jasa menjadi ekonomis.

Sementara itu berdasarkan tingkat kebeharuanya, inovasi dibedakan menjadi 3 macam, yakni: inovasi incremental, inovasi arsitektur, dan inovasi radikal.34

1) Inovasi incremental adalah inovasi dengan cara meningkatkan komponen yang sudah ada dengan kata lain bahwa inovasi incremental

33 Wawan Dhewanto, dkk, Mananjemen Inovasi Untuk Usahah Kecil Menengah dan Mikro, 41.

34 R.M. Henderson and K.B. Clark, Architectural Innovation: The Reconfiguration of Existing Product Technologies and the Failure of Established Firms, (Administrative Science Quarterly 35 1990), 9- 30.

menekankan pada peningkatan bukan perubahan contohnya: layanan yang sudah ada terus ditingkatkan kualitasnya.

2) Inovasi architectural dapat diartikan sebagai inovasi yang merupakan penerapan dari teknologi yang sudah ada arau baru muncul dengan desain dan model baru untuk memecahkan suatu persoalan yang sebenarnya diawali tidak dimaksud untuk hal tersebut. Model inovasi ini memungkinkan terjadi muncyuukl ide-ide kreativitas yang baru.

3) Inovasi radikal diartikan sebagai inovasi yang mengubah secara drastic kemampuan, mengahsilkan produk atau proses yang baru yang berbeda dari sebelumnya atau tidask pernah ada sebelumnya.

c. Aspek-aspek Inovasi

Suatu inovasi tidak lepas beberapa hal atau aspek penting yang menunjukkan suatu organisasi telah melakukan inovasi. Menurut Suwarno ada lima hal yang perlu ada dalam suatu inovasi sebagaimana berikut ini:35

1) Sebuah Inovasi hadir sebagai pengetahuan baru bagi masyarakat dalam sebuah sistem sosial tertentu. Pengetahuan baru ini merupakan faktor penting penentu perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat .

2) Cara Baru

Inovasi juga dapat berupa cara baru bagi individu atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan atau menjawab

35 Yogi Suwarno, Inovasi di Sektor Publik (Jakarta: STIA LAN, 2016), 22.

masalah tertentu. Cara baru ini merupakan ini merupakan pengganti cara lama yang sebelumnya berlaku.

3) Objek Baru

Suatu inovasi merujuk pada adanya objek baru untuk penggunanya. Objek baru ini dapat berupa fisik (tangible) atau tidak berwujud fisik (intangible).

4) Teknologi Baru

Inovasi sangat identik dengan kemajuan teknologi. Banyak contoh inovasi yang hadir dari hasil kemajuan teknologi. Indikator kemajuan dari suatu produk teknologi yang inovatif biasanya dapat dikenali dari fitur-fitur yang melekat pada produk tersebut.

5) Penemuan Baru

Hasil semua inovasi merupakan hasil penemuan baru. Inovasi merupakan produk dari sebuah proses yang sepenuhnya bekerja dengan kesadaran dan kesengajaannya.

2. Pelayanan

a. Pengertian pelayanan

Menurut pandagan kita pelayanan adalah suatu tindakan sukarela dari satu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan hanya sekedar membantu adanya permintaan kepada pihak lain untuk memenuhi kebutuhan nya secara suka rela.

Pelayanan adalah aspek yang tidak biasa di sepelekan dalam persaingan bisnis. Karena dengan adanya pelayanan konsumen akan menilai kemudian menimbang apakah selanjutnya dia akan loyal kepada pemberi layanan tersebut. Hingga tak jarang para pembisnis memaksimalkan layanannya untuk menarik konsumen sebesar-besarnya.

Maka dari itu bila ingin menarik konnsumen dengan sebanyak mungkin harus mengetahui arti dari layanan itu sendiri. Pengertian layanan atau pelayanan secara umum adalah menyediakan segala apa yang dibutuhkan orang lain.36 Sedangkan menurut Tjiptono definisi layanan adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya.37

Sedangkan menurut Barata bahwa sesuatu pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani.38 Pada hakekatnya pelayanan adalah serangkaian kegiatan yang merupakan sebagai proses pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat, proses pemenuhan melalui aktivitas orang lain.

36 Purwadarminto, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 19960), 245.

37 Fandy Tjiptono, Manajemen Jasa (Yogayakarta: Andi, ed. I, Cet, III, 2004), 94.

38 Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima (Jakarta: PT Elex Media Kompotindo, cet. II, 2004), 10.

Menurut R.A Supriyono pelayanan adalah kegiatan yang diselenggarakan organisasi menyangkut kebutuhan pihak konsumen dan akan menimbulkan kesan tersendiri, dengan adanya pelayanan yang baik maka konsumen akan merasakan puas, dengan demikian pelayanan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menarik konsumen untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.39 Sedangkan definisi yang lain mengatakan bahwa pelayanan atau service adalah setiap kegiatan atau manfaat yang diberikan suatu pihak kepada pihak yang lainnya, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakibat pemilikan sesuatu dan pruduknya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik.

Selanjutnya munir juga mengatakan pelayanan umum adalah kegiatan yang oleh seseorang (kelompok orang) dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lainnya sesuai dengan haknya. Munir mengemukakan bahwa pelaksanaan pelayanan dapat diukur, oleh karena itu dapat ditetepkan standar baik dalam waktu yang diperlukan maupun hasilnya. Dengan adanya standar manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pelayanan agar hasil ahir memuaskan kepada pihak-pihak yang mendapatkan pelayanan.40

39 Malayu Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), 4.

40 Munir, Manajemen Pelayanan Umum (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), Cet ke-4, 275.

b. Bentuk-bentuk Pelayanan

Pelayanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu layanan dengan lisan, layanan dengan tulisan, layanan dengan perbuatan.

1) Layanan dengan tulisan

Layanan dengan tulisan dilakukan oleh petugas-petugas dibidang hubungan masyarakat (humas), bidang layanan informasi dan bidang- bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan.

2) Layanan dengan tulisan

Layanan dengan tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan tugas. Tidak hanya dari segi jumlah tetapi juga dari segi peranannya. Pada dasarnya pelayanan melalui tulisan-tulisan cukup effisien terutama layanan jarak karena factor biaya. Agar layanan dalam bentuk tulisan dapat memuaskan pihak yang dilayani, satu hal yang dapat diperhatikan adalah faktor kecepatan, baik dalam pengolahan masalah maupun proses penyelesaiannya, (pengetikannya, penanada tanganannya, dan pengiriman kepada orang yang bersangkutan).

3) Layanan perbuatan

Dilakukan oleh sebagian besar kalangan menengah dan bawah.

Karena facktor keahlian dan keterampilan petugas tersebut sangat menentukan hasil perbuatan atau pekerjaan.41

c. Dasar-dasar pelayanan

Seorang karyawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen. Agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan konsumen maka seorang karyawan diharapkan dapat melayani keinginan dan kebutuhan konsumennya.

Berikut ini dasar-dasar pelayanan yang harus dipahami dalam memberikan pelayanan yaitu.42

1) Berpakaian dan berpenampilan bersih dan rapi.

2) Percaya diri, bersikap akrab dengan penuh senyum.

3) Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama jika sudah kenal.

4) Tenang, sopan, hormat, serta tekun mendengarkan setiap pembicaraan.

5) Berbicara dengan bahasa baik dan benar.

6) Bertanggung jawab sejak awal hingga ahir.

Setiap perusahaan selalu ingin dianggap terbaik dimata konsumennya. Konsumen pada intinya ingin diberikan pelayanan yang

41 http://Tesisdisertasi.Blogspot.com/2010/07/ bentuk-pelayanan.html.

42 Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2005), Cet ke-2, 205.

terbaik, pelayanan yang baik harus diketahui oleh pihak perusahaan sehingga keinginan konsumen dapat diberikan secara maksimal.

Adapun pelayanan yang baik adalah sebagai berikut:43 Tersedia sarana dan prasarana yang baik.

a. Konsumen ingin melayani prima, oleh karena itu untuk melayani konsumen salah satu yang paling penting diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang tersedia.

b. Tersedianya karyawan yang baik

Kenyamanan konsumen tergantung dari petugas yang melayaninya petugas harus ramah, sopan, dan menarik, disamping itu petugas harus cepat tanggap, pandai berbicara, menyenangkan serta pintar.

c. Bertanggung jawab kepada konsumen dari awal hingga selesai. Dalam menjalankan kegiatan pelayanannya setiap karyawan harus mampu melayani dari awal hingga selesai.

d. Mampu melayani secara cepat dan tepat

Dalam melayani konsumen diharapakan petugas harus melakukan sesuai prosedur. Layanan yang diberikan sesuai jadwal dan pekerjaannya dan tentunya jangan membuat kesalahan dalan arti pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan konsumen.

43 Ibid, h. 210-211

e. Mampu berkomunikasi

Petugas harus mampu berbicara kepada setiap konsumen dan memahami keinginan konsumen, artinya petugas harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, dan jangan menggunakan istilah yang sulit dimengerti.

f. Berusaha memahami kebutuhan konsumen

Petugas harus cepat tanggap apa yang diinginkan konsumen, mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan konsumen.

d. Inovasi Pelayanan

1) Pengertian Inovasi Pelayanan

Inovasi pelayanan adalah bentuk dari pelayanan baru yang diberikan perusahaan, metode kerja baru yang diterapkan perusahaan serta penggunaan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman yang diberikan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan konsumen.

Teknologi yang digunakan dengan mengikuti perkembangan akan mempercepat pelayanan yang diberikan kepada konsumen.44

Sedangkan menurut Delafrooz et.al inovasi pelayanan adalah kegiatan baru yang dilakukan perusahaan yang menghasilkan pelayanan baru prosedur baru atau proses meningkatkan nilai tambah

44Laphasrada Cangkaew, Three Diminsion Model: Satge Forservice Innovation in Hospital. Vol. 4.

No. 4.

bagi jasa yang diberikan perusahaan. Dengan adanya inovasi yang dilakukan perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan.45

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan inovasi pelayanan adalah kegiatan pembaharuan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan serta menghasilkan pelayanan baru.

2) Konsep Inovasi Pelayanan

Inovasi adalah elemen yang penting dalam sebuah perusahaan, dengan demikian inovasi pelayanan termasuk dalam konsep inovasi jasa. Inovasi pelayanan dapat di jelaskan bentuk jasa layanan atau proses layanan yang didasarkan pada penerapan teknologi dan metode yang sistematis. Kegiatan baru dalam bisnis jasa dianggap sebagai layanan baru atau inovasi layanan. Kegiatan ini dapat dilihat dari teknologi yang digunakan, intraksi dengan pelanggan pengembangan layanan baru pembaharuan teknologi yang dilakukan perusahaan akan mempercepat layanan yang di berikan kepada konsumen begitu juga dengan pengembangan layanan yang dirasakan akan berbeda dengan layanan yang di berikan perusahaan sebelumnya sehingga konsumen merasa puas dengan pelayanan yang di berikan dan kembali menggunakan jasa.

45 Narges Delafrooz et. al. The impact of service Innovation on Consumer Stisfaction. Vol. 3 No. 2.

3) Indikator inovasi pelayanan

Pengukuran inovasi pelayanan akan mempengaruhi keberhasilan dari perusahaan dalam melakukan inovasi. Menurut dhewanto dkk, menyatakan bahwa pengukuran inovasi layanan dapat dilakukan melalui:46

a) Menciptakan model bisnis baru

Mengembangkan model bisnis baru melibatkan perubahan mendasar dalam cara pendapatan dan keuntungan yang diperoleh.

Inovasi dalam model bisnis dapat terjadi melalui integrasi bidang bisnis dalam satu proses misalnya mendapatkan data basis pelanggan yang lebih luas menciptakan nilai lebih kepada pelanggan..

b) Membuat interaksi dengan pelanggan baru

Interaksi penyedia jasa dengan pelanggan memiliki hubungan yang sangat erat, interaksi ini membuat pendekatan antara konsumen dengan perusahaan sehingga perusahaan akan mudah mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.

Menurut delafrooz et. al, menyatakan bahwa indikator inovasi pelayanan yaitu:47

46 Wawan Dhewanto, dkk, Mananjemen Inovasi Peluang sukses mengahadapi perubahan (Yogyakarta: Andi, 2014), 95.

47 Narges Delafrooz et. al. The impact of service Innovation on Consumer Stisfaction.

a) Penggunaan teknologi

Penggunaan teknologi sesui dengan perkembangan zaman akan memudahkan perusahaan dalam proses layanan, sehingga akan mempercepat perusahaan untuk memberikan pelayanan. Pemanfaatan teknologi akan meningkatkan privasi konsumen, kerahasiaan, dan berpengaruh pada komunikasi antara perusahaan dengan konsumen sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan evaluasi pada proses layanan.

b) Interaksi dengan pelanggan

Interaksi penyedia jasa dengan pelanggan memiliki hubungan yang sangat erat, interaksi ini membuat pendekatan antara konsumen dengan perusahaan sehingga perusahaan akan mudah mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, selain itu interaksi dengan pelanggan akan memudahkan perusahaan untuk melakukan perbaikan apabila terjadi keluhan pelanggan.

c) Pengembangan layanan baru

Pengembangan layanan baru dapat terjadi dalam banyak cara, yaitu dalam bentuk jasa atau konsep-konsep baru. Bentuk jasa baru akan mempengaruhi kinerja pemasaran karena apabila pengembangan layanan berhasil diterapkan maka akan meningkatkan kinerja perusahaan, begitu juga sebaliknya apabila pengembangan layanan tersebut tidak berhasil dalam

penerapannya kinerja pemasaran perusahaan akan mengalami penurunan.

d) Sistem pengiriman layanan

Sistem pengiriman layanan perusahaan dapat dinilai dari seberapa baik produk atau jasa diserahkan kepada pelanggan. Hal itu mencakup kecepatan, ketepatan dan perhatian selama proses pengiriman layanan.

3. Maksimisasi laba

a. Laba Dalam Perspektif Islam

Literatur ekonomi syariah mengakui eksistensi keuntungan (al- Ribhu) dalam bisnis. Keuntungan bisnis dalam pandangan para ulama disimpulkan sebagai hasil dari suatu usaha (al-amal) dan modal (ra’s al- mal). Peranan usaha dan kerja menjadi sengat penting untuk meraih keuntungan. Ekonomi Islam memandang keuntungan dalam bisnis tidak hanya berupa profit (laba) yang bersifat materi saja, namun ada juga pandangan tentang keuntungan non materi yaitu berupa benefit, yang diterjemahkan dengan keberkahan. Sehingga dirumuskan bahwa laba ditambah keberkahan akan menghasilkan maslahat, yakni kesuksesan di dunia dan akhirat.

Dari berbagai definisi laba menurut para ulama tafsir dan fikih, disimpulkan bahwa:

“Laba adalah kelebihan dari modal dan atau kelebihan dari modal serta beban biaya sebagai akibat dari aktivitas bisnis.”

Dengan demikian, dapat difahami bahwa laba dihasilkan dari dua unsur utama, yaitu usaha (al-a’mal) dan modal (ra’su mal). Seandainya laba diperoleh bukan dari hasil dua unsur tersebut, maka ia bukanlah dinamakan keuntungan. Sebagaimana praktik membungakan uang (ribawi) ekonomi Islam tidak menganggap hasil praktik membungakan uang sebagai keuntungan.48 Dalam Al-Quran surat ar-rum ayat 39 telah dijelaskan

ٓ ا َم َو

ٓ

ْٓمُتْيَت ٰ ا

ْٓن ِّ م ٓ اًب ِّ ر ٓ

ٓ

ٓ ا َوُب ْرَيِّ ل

ٓ ْيِّف ٓ

ِّٓلاَوْم َ ٓ ا

ٓ ِّساَّنلا ٓ

ٓ ا َ

ل ف َ

ٓ ا ْوُب ْرَي

َٓدْن ِّع ٓ

ٓ

ِّٓ ٰ للّا

ٓ ٓ

ٓ ا َم َو

ٓ

ْٓمُتْيَت ٰ ا

ْٓن ِّ م ٓ

ٓ ةو ٰ ٓ كَز

ٓ

ٓ َ ن ْو ُدْي ِّر ُت

ٓ

َٓه ْج َو

ٓ

ِّٓ ٰ للّا

ٓ

َٓكِٕىٰۤلو ُ ا ف َ

ٓ

ُٓم ُو

ٓ

ٓ َ ن ْو ُ

ف ِّع ْض ُم ْ لا

Artinya: “Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.49

Ayat tersebut menegaskan bahwa praktik ribawi tidak akan pernah disebut sebagai pertumbuhan dalam ekonomi islam.

b. Maksimasi Laba

Bisnis adalah organisasi yang menghasilkan barang dan jasa, atau biasa disebut juga perusahaan. Bisnis atau perusahaan melakukan kegiatan

48 http://www.riaupos.co/4293-opini-konsep-untung-perspektif

49 Mushaf Khadijah, Al-qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta:Al-Fatih,2012), 408.

operasional bertujuan untuk memaksimalkan laba dan dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya. Setiap perusahaan berusaha untuk meraih keuntungan atau memperoleh laba semaksimal mungkin. Hal ini dikarenakan laba yang diperoleh digunakan sebagai modal dalam operasional perusahaan selanjutnya. Laba berkaitan dengan empat faktor yaitu demand (kebutuhan), potensial profit, market (pasar), dan revenue (pendapatan). Keempat faktor ini menunjang terjadinya opportunities (kesempatan).

Teori maksimisasi laba menjelaskan bahwa kesuksesan perbuatan suatu strategi bisnis, dimulai dari melakukan analisis rasional, memisahkan konsep dan pelaksanaan, dan kometmen untuk mendapatkan keuntungan dilambangkan dengan besarnya. Pengetahuan tentang kemampuan perusahaan dan penyebab kekuatan kompetitif akan menyoroti daerah dimana perusahaan harus menghadapi persaingan dan yang mana harus dihindarinya.

Jika kita membuat suatu keputusan keuangan berdasarkan tujuan perusahaan, maka tujuan perusahaan harus di nyatakan dengan tepat dan jelas sesuai dengan kondisi dan segala kompleksitas permasalahan dunia nyata. Maksimisasi laba berarti menekankan pada peningkatan laba secara berkelanjutan. Manajer keuangan setiap harinya harus selalu berhadapan dengan dua masalah yang tidak tercakup dalam tujuan perusahaan yaitu untuk memaksimumkan laba dimana akan selalu ada waktu dan berbagai

ketidakpastian yang menjadi halangan mencapai tujuan perusahaan. Jadi bisa di ambil kesimpulan bahwa maksimisasi laba merupakan rencana jangka panjang atau jangka pendek perusahaan yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan perusahaan dalam hal peningkatan laba terbesar secara kontinu.

Dalam cara pertama keuntungan ditentukan dengan cara mengitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.

Keungungan adalah perbedaan antara hasil penjulan total yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimal apabila perbedaan di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah yang paling maksimum.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marjinal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MC) atau MR=MC , suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila menambah produksinya pada ketika MR>MC yaituproduksi dan penjualan marjinal (MR) melebihi biaya marjinal (MC). Dalam keadaan sebaliknya yaitu apabila MR<MC

mengurangi produksi dan penjualan akanmenambah untung maka keuntungan maksimum dicapai dalam keadaan dimana MR=MC berlaku.50

50 Sadino Sakirno, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2005), 236.

BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencanan untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis data, serta menyimpulkan dengan menggunakan metode atau teknik tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan atau sebuah fenomena.

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.51 Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penenlitian ini di dasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis Adapun dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik atau metode penelitian yang meliputi:

Dalam dokumen Mr (Halaman 34-54)

Dokumen terkait