• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Mr"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Program Studi Ekonomi Syariah

Oleh:

MASSUS NIM. E20162083 Dosen Pembimbing:

Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M.

NIP. 197107272002121003

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTASEKONOMI DAN BISNIS ISLAM

JURUSAN EKONOMI ISLAM PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

JUNI 2022

(2)

INOVASI PELAYANAN DALAM MAKSIMISASI LABA PENJUALAN DI KEDAI TITIK BALIK KELURAHANSEMPUSARI KECAMATAN

KALIWATES KABUPATEN JEMBER

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Program Studi Ekonomi Syariah

Oleh:

MASSUS NIM. E20162083

Disetujui Pembimbing

Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M.

NIP. 197107272002121003

iii ii

(3)
(4)

iv

(5)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk :

1. Orang tua tercinta, Ayah saya Abdul Aziz dan Ibu saya Syahidahyang senantiasa mendoakan, mendukung dan merawat mulai dari nol hingga sampai sekarang, tanpa beliau saya bukan apa – apa.

2. Saudara kandung saya (Syaiful, Fahrur Rosi) yang selalu menjadi penyemangat dalam melangkah serta selalu memberikan motivasinya untuk saya melangkah.

3. Guru-guruku yang senantiasa bersabar dalam dalam mendidik, saya ucapkan banyak terima kasih atas ilmunya.

4. Sahabat-sahabati PMII Rayon FEBI IAIN Jember yang menjadi wadah inspirator dan mengajariku arti sebuah pengabdian.

5. Suku kecil KORREK (Ach Nailul Hikam, Sumaidi, Roziqi, Zain, Mahrus Ali, Suwito, Doni, Wildan, Ubay, Nofal, Tajjdid, Hafid, Bahri, Hanif, Gita Pamuji, Ainun, Syukron, Musa, Ferry, dll) yang selalu menjadi teman diskusi.

6. Sahabat-sahabati GEMPA FEBI yang selalu memberikan motivasi serta membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

7. Komando dan kumanita Kumpulan Mahasiswa Netral (KUMAN).

8. Teman dan sahabat seperjuangan (Hasan Basri Cong Arab, Zainullah dan orang- orang tersayang lainya).

9. Demisioner HMPS-ES 2018-2019.

10. Demisioner SEMA-I 2019-2020

v

(6)

11. Teman-teman kelas ES3 yang selalu memberikan semangat di saat kuliah.

12. Temen-temen kontrakan Bahtera Ilmu dan Baigon yang selalu ada baik senang maupun susah.

13. Seluruh teman – teman yang tak dapat saya sebutkan satu persatu dan terus memberi support tanpa henti.

vi

(7)

KATA PENGANTAR

ِمْي ِح َّرلا ِن ٰمْح َّرلا ِ هللّٰا ِم ْسِب

Alhamdulillah puji syukur penulis kepada Allah yang maha segalanya, sang pencipta langit dan bumi yang senantiasa mengilhamkan inspirasi dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Shalawat serta salam penulis persembahkan kepada sang revolusioner gerakan dunia Nabi besar Muhammad SAW, yang telah menciptakan sumber peradaban dengan maslahah yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat alam semesta.

Selesainya penyusunan karya ilmiah ini tidak terlepas dari keterlibatan pihak- pihak baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, sebagai bentuk penghargaan, penulis haturkan terima kasih banyak yang setulus-tulusnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, M.M, selaku Rektor UINKHAS Jember yang telah memberikan fasilitas selama berada di UINKHAS Jember.

2. Bapak Dr. Khamdan Rifa’i, S.E., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINKHAS Jember yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menyetujui hasil skripsi ini.

3. Bapak M. F. Hidayatullah S.H, I,.M.Si, selaku Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UINKHAS Jember yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengayomi serta memberikan arahan dari awal hingga saat ini.

vii

(8)

4. Bapak Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan dan arahan serta nasehat demi selesainya penyusunan skripsi ini.

5. Seluruh Dosen dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Fariz Rahman Wardana selaku Owner Kedai Titik Balik.

7. Tim penguji Skripsi.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari harapan yang sempurna, yang mana kekurangan pasti ada di dalamnya. Namun walaupun dengan waktu yang sangat terbatas penulis mencoba untuk menyusunnya berdasarkan kemampuan yang ada dan untuk menyempurnakannya tentu tidak lepas dari kritikan dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis hanya berharap Ridho Allah SWT, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan barokah di dunia dan akhirat khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Amiin Allahumma Amiin.

Jember, 30 Juni 2022

MASSUS

NIM. E20162083

viii

(9)

ABSTRAK

Massus, Dr. Moch. Chotib, S.Ag., M.M. 2022: Inovasi Pelayanan Dalam Maksimisasi Penjualan Laba Di Kedai Titik Balik Kelurahan Sempusari Kec Kaliwates Kab, Jember.

Inovasi pelayanan yang baik adalah palayanan yang bisa membuat konsumen merasa nyaman, bila konsumen merasa tidak nyaman, pelayanan yang diberikan tidak sesuai keinginan konsumen, dan bahkan membuat konsumen merasa kecewa maka berpengaruh pada kepuasan pembelian. Pelayanan yang diberikan lambat , tidak ramah, lokasi jauh, hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen untuk kembali lagi membeli produk tersebut. Dengan begitu masalah palayanan menjadi faktor yang juga penting dan harus diperhatikan dengan baik.. Fokus masalah dari penelitian Bagaimana Model pelayanan di kedai Titik Balik dan Bagaiamana Inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan di Kedai Titik Balik.

Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang mengambil objek di Kedai Titik Balik Sempusari Kec Kaliwates Kab, Jember. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara analisis yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pandangan pengelola Kedai Titik Balik dalam penerapan inovasi pelayanan sesuatu sangat penting dalam pengembangan usaha. Dimana dengan penerapan inovasi pelayanan ini dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan terhadap konsumen. Dengan konsep inovasi pelayanan di Kedai Titik Balik (Interaksi dengan pelanggan, Penggunaan teknologi, penggunaan layanan baru. Selain itu, dengan penerapan inovasi pelayanan ini Kedai Titik Balik telah memberikan kenaikan laba 20-30%. Kenaikan laba ini tentu menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam perkembangan usaha. Kenaikan ini dapat terjadi di Karenakan dengan penerapan inovasi pelayanan mengatasi permasalahan yang sering terjadi seperti kurang nya responsif terhadapa pelanggan, terbatas nya akses informasi mengenai sumberdaya dan teknologi serta keinginan pelanggan ingin bertransaksi lebih cepat, mudah dan nyaman. Hal ini sesuai dengan tujuan dari inovasi pelayanan yang membuat pelanggan lebih nyaman mudah dan praktis.

Kata Kunci: Inovasi Pelayanan, Sumber Maksimisasi Laba.

ix

(10)

DAFTAR ISI

Persetujuan Pambimbing ... i

Lembar Pengesahan Penguji ... ii

Motto ... iii

Persembahan ... iv

Kata Pengantar ... v

Absrtak ... vii

Daftar Isi ... viii

Daftar Tabel ... x

Daftar Gambar ... xi

BAB IPENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Definisi Istilah ... 7

F. Sistematika Pembahasan ... 10

BAB IIKAJIAN KEPUSTAKAAN ... 12

A. Penelitian Terdahulu ... 12

B. Kajian Teori ... 22

BAB IIIMETODE PENELITIAN ... 46

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 46

xi

(11)

B. Lokasi Penelitian ... 47

C. Subyek Penelitian ... 48

D. Teknik Pengumpulan Data ... 48

E. Analisis Data ... 51

F. Keabsahan Data ... 52

G. Tahap – tahap Penelitian ... 53

BAB IVPENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 54

A. Gambaran Objek Penelitian ... 54

B. Penyajian Data dan Analisis... 58

C. Pembahasan Temuan ... 73

BAB VKESIMPULAN ... 80

A. Kesimpulan ... 80

B. Saran-saran ... 82

DAFTAR PUSTAKA ... 83 Lampiran 1 Matrik Peneltian

Lampiran 2 Pernyataan Keaslian Tulisan Lampiran 3 Surat Izin penelitian

Lampiran 4 Surat Selesai Penelitian Lampiran 5 Pedoman Penelitian Lampiran 6 Jurnal Penelitian Lampiran 7 Dokumentasi Lampiran 8 Biodata Penulis

(12)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan dunia usaha di Indonesia semakin pesat sekarang yang menyebabkan terjadinya persaingan pasar semakin ketat. Dengan adanya persaingan pasar dengan suatu organisasi pada perusahaan dituntut untuk dapat mengambil langkah-langkah yang tepat agar dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim usaha yang dinamis. Dalam perkembangan jenis makanan dan minuman yang di produksi yang sejenis, menyebabkan perusahaan harus memberikan inovasi. Inovasi-inovasi ini muncul akibat kebutuhan yang sangat beragam dari konsumen sehingga produsen di tuntut agar bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang akan membuat konsumen bisa menikmati semua yang produk-produk di perusahaan tersebut termasuk dalam inovasi pelayanan yang memberikan dampak positif pada persaingan bisnis usaha makanan ataupun minuman.

Inovasi merupakan salah satu aspek yang berpengaruh dalam berkembangnya suatu organisasi. Beberapa organisasi baik itu organisasi sektor swasta ataupun sektor publik seperti organisasi pemerintahan berupaya untuk menemukan inovasi-inovasi. Inovasi menurut Said dimaknai sebagai suatu perubahan yang terencana dengan memperkenalkan teknologi dan penggunaan

(13)

peralatan baru dalam lingkup instansi.1 Inovasi memiliki pengertian yang tidak hanya sebatas membangun dan memperbaharui namun juga dapat didefinisikan secara luas, memanfaatkan ide-ide baru menciptakan produk, proses, dan layanan.2

Dalam dunia bisnis usaha UMKM pelayanan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi pendukung dalam menjalankan aktivitas usaha. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik maka sangat dibutuhkan partisipasi dari konsumen dan costumer untuk memperbaiki pelayanan dari bisnis tersebut.

Dalam konteks pelayanan setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, melalui pelayanan ini keinginan dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.3

Inovasi pelayanan adalah kegiatan baru yang dilakukan perusahaaan yang mengahsilkan layanan baru prosedur baru atau proses dari peningkatan nilai tambah bagi jasa yang diberikan perusahaan dan inovasi pelayanan juga dapat membuat konsumen sangat puas atas pelayanan yang diberikan perusahaan, ini terjadi karena perusahaan mampu memberikan pembaharuan dalam pemberian baik teknologi yang digunakan untuk melayani konsumen, perbaikan interaksi

1 M. Mas’ud Said, Birokrasi di Negara Birokratis (Malang: UMM Press, 2007), 27.

2 Susanto, 60 Manajement Gems (Jakarta: Kompas, 2010), 158.

3 Khairul Muluk, Knowledge Managemen (Malang : Bayumedia Publishing, 2008), 43

(14)

dengan konsumen untuk menjaga komunikasi dengan konsumen serta pengembangan atas layanan yang diberikan.4

Inovasi sangat penting untuk daya tahan bisnis, apapun bisnisnya, inovasi yang terus menerus di terapkan oleh semua pengusahan UMKM. Termasuk usaha Coffee Shop memegang peranan penting untuk terus dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat dalam meningkatkan kenerja pemasaran. Inovasi dalam ragam produk dan pelayanan yang berbeda dalam usaha bisnis Coffee Shop merupakan salah satu inovasi harus di terapkan karna peluang dari bisnis ini untuk berkembang semakin nyata.

Saat ini Coffee Shop sedang naik daun di Indonesia yang masih di nilai sebagai bisnis yang menggiurkan target pasarnya sangat besar, tidak hanya pecinta kopi, melainkan masyarakat biasa juga menikmati. Sebab ngopi di Coffee Shop atau caffe merupakan tren yang tak pernah lekang termakan zaman dan seakan membudaya bagi masyarakat Indonesia.

Selaras dengan perkembangan bisnis coffe shoop di indonesia para pengusaha dan pembisnis memiliki tantangan sekaligus peluang untuk terus berkreasi dalam pengembangan inovasi produk dan pelayanan yang terbaru untuk mengantisipasi dinamika pasar Coffee Shop. Agar pengusaha bisa bertahan dalam dunia persaingan bisnis Coffee Shop dan bagian dari salah satu penguatan perekonomian kreatif.

4Narges,. Talegani Delafrooz M., & Taghhineghad, M. 2013.. The impact of service Innovation on Consumer Stisfaction. Vol. 3 No. 2.

(15)

Namun tentu saja persaingan dalam bisnis Coffee Shop semakin ketat.

Seiring dengan perkembangan bisnis Coffee Shop di Kabupaten Jember persaingan yang semakin ketat ini memicu para pelaku usaha UMKM untuk melakukan terobosan-terobosan atau inovasi produk pelayanan yang sangat penting untuk dilakukan dengan tujuan meningkatkan kinerja perusahaan, menjaga interakasi dengan pelanggan, dan meningkatkan penggunaan teknologi di kedai choffe shop.

Berdasarkan hasil survie coffe shop di Kabupaten Jember dengan penerapan inovasi pelayanan sebagai data pembanding sebagai berikut.

Tabel 1.1 Hasil Servie Kedai Coffee Shop di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember

No Nama Kedai Inovasi Pelayanan

1 Kedai Titik Balik (Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember)

Shofa, AC, Wifi, Televisi, stokkontak, meja, produk, interaksi dengan pelanggan penggunaan teknologi, penggunanaan layanan baru dan pelatihan membuat coffe shop secara gratis

2 Caffe Forest (Jl Mataram Karang Miuwo Mangli, Keca.

Kaliwates, Kabupaten Jember)

Kursi kayu dan besi, stokkontak , Wifi, meja, stokkontak penggunaan teknologi

3 Kedai Pejalan (Reast Area Jubung)

Kursi meja, stokkontak, Wifi, meja, stokkontak, penggunaan teknologi

4 Kedai Doa Ibu (Jalan raya Lapngan Futasal Top Skor Kaliwates Sempusari)

Kursi meja, Wifi, stokkontak, meja, stokkontak, penggunaan teknologi

Sumber:Survie Lapangan

(16)

Berdasarkan hasil survie diatas bahwa inovasi pelayana yang di lakukan kedai titik balik lebih baik dari kedai yang lain dalam hal ini sangat memungkin untuk bersaing di usaha bisnis Coffee Shop di daerah kabupaten jember. Pada hakekatnya inovasi pelayanan adalah serangkaian kegiatan yang merupakan Sebagai proses pelayanan yang berlangsung secara rutin dan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat, proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain. Inovasi Pelayanan menjadi hal utama bagi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa karena yang di tawarkan adalah sebuah pelayanan yang baik dan penggunaan teknologi sehingga menimbulkan rasa nyaman dan puas atas pelayanan yang di berikan dan meberikan dampak positif terhadapat pendapatan dan laba dari perusahaan tersebut.

Fenomena yang terjadi saat ini sering muncul keinginan pemilik usaha dalam memaksimalkan laba dan permasalahan terjadi pada sektor UMKM seperti penjualan produk masih belum memenuhi target serta pergeseran gaya hidup yang sebelumnya tidak menggunakan teknologi dalam aktivitas seharian yang kemudian saat ini di dominasi oleh pengguna teknologi yang di sebabkan keinginan lebih cepat dalam pemesanan.5

Setiap usaha makanan dan minuman harus memberikan pelayanan yang baik pada konsumen baik dari penggunaan teknologi dan interaksi dengan

5 Muhammad Alif Ridwan “Financial Technology; Maksimalisasi Laba Usaha pada Usaha Mikro

Kecil Menengah (UMKM) Studi pada marchant Fintech Go Pay di Wilayah Kota Makasar” (skripsi Makasar: UIN Alaudin 2020) 2.

(17)

pelanggan dan layanan baru sehingga pelanggan merasa nyaman dan terpenuhi keinginan nya untuk menikmati minuman dengan baik. Proses pelayanan yang baik pada usaha makanan dan minuman yang sering terjadi di masyarakat sebagai alasan utama dalam pembelian. Salah satu bisnis minuman Kedai Titik Balik yang berdiri pada tanggal 14 Februari 2018, merupakan salah satu dari sekian banyak usaha kedai yang tergolong progres dalam pengembangan industri coffe shop di Kabupaten Jember. Usaha ini memiliki lokasi yang strategis tepat di Rest Area Jubung Jember Jawa Timur. Usaha ini juga memberi pelayanan berbagai jenis cara. Adapun pelayanan yang ditawarkan Oleh Kedai Titik Balik yaitu tempat duduk dengan model bersantai yang lebih modern, telivisi dengan disertakan sambungan wifi.

Kedai Titik Balik merupakan salah satu Kedai yang unik dikarenakan manajemen organisasinya sangat bagus untuk menunjang pengembangan usaha terutama dalam segi pelayanan yang memiliki karakter ramah, simpati, dan responsif, Sehingga pelanggan selalu menikmati sajian yang di berikan oleh karyawan Kedai Titik Balik. Lebih dari pada itu mereka selalu welcome kesetiap pelanggan atau konsumen selalu memberikan niali positif mengajak diskusi tentang kpo dll nya. Dalam hal ini baik dan buruk suatu pelayanan dapat mempengaruhi suatu pendapatan (laba) penjualan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik mengangkat dan membahas dalam suatu karya tulis ilmiah berbentuk skripsi dengan judul “Inovasi Pelayanan Dalam

(18)

Maksimisasi laba penjualan Di Kedai Sempusari Kec Kaliwates Kab, Jember ".

A. Fokus Masalah

Fokus penelitian disini disebut dengan perumusan masalah yang mencantumkan semua fokus permasalahan yang akan dicari. Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan diatas, maka penulis menentukan fokus penelitian sebagai berikut.6

1. Bagaimana model pelayanan di Kedai Titik Balik?

2. Bagaimana Inovasi Pelayanan Dalam Maksimisasi Laba Penjualan Di Kedai Titik Balik?

B. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian berisi tentang gambaran arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah–

masalah yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah.7 Adapun tujuan dari penelitian ini:

1. Mengetahui dan memahami model pelayanan di Kedai Titik.

2. Mengetahui dan memahami inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan di Kedai Titik Balik.

C. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan

6 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Pres, 2017), 37.

7 Ibid., 37

(19)

setelah selesai melakukan penelitian,8 baik yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis ataupun kegunaan bagi penulis , instansi dan masyrakat secara keseluruhan. Adapun manfaat penelitian sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam memberikan sumbangan pemikiran dan menambah khazanah keilmuan serta wawasan tentang Inovasi Pelayanan Dalam Maksimisasi laba penjualan di Kedai Titik Balik Jubung Kab, Jember. Diharapakan bisa perusahaan memaksimalkan laba dalam penjualan sehingga pendapatan total bisa di ketahui ahir pereode atau tahun.

2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti

1) Diharapkan mampu memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman terhadap fenomena yang di dapatkan oleh peneliti, serta sebagai bentuk aplikatif dari ilmu yang diperoleh peneliti dari berbagai sumber selama perkuliahan.

2) Untuk memperdalam wawasan inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan, dan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar S1 (satu) dalam Ekonomi Syari’ah pada program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Jember.

8 Ibid., 38

(20)

b. Bagi Lembaga

1) Sebagai sumber informasi dikemudian hari bagi mereka yang mengadakan penelitian dan sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum yang diberikan mampu memahami segala yang dibutuhkan oleh lembaga terkait untuk menambah prospek jangka panjang.

2) Dapat diberikan untuk menambah dan meberikan informasi serta tambahan refrensi jika dikemudian hari ada yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut.

c. Bagi Instansi

Dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi dalam mengambil kebijakan memaksimalkan laba penjualan D. Definisi Istilah

Definisi istilah yaitu berisi tentang istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalah fahaman makna istilah sebagai yang dimaksud oleh penenliti.

Adapun penelitian yang berjudul Inovasi Pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan di Kedai Titik Sempusari Kec Kaliwates Kab, Jember.

1. Inovasi pelayanan

Inovasi pelayanan adalah bentuk dari pelayanan baru yang diberikan perusahaan, metode kerja baru yang diterapkan perusahaan serta penggunaan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman yang diberikan kepada

(21)

konsumen untuk memenuhi keinginan konsumen. Teknologi yang digunakan dengan mengikuti perkembangan akan mempercepat pelayanan yang diberikan kepada konsumen.9

2. Maksimisasi Laba

Maksimisasi laba adalah tujuan perusahaan memaksimalkan laba.

Perusahaan berupaya untuk menhasilkan produk dalam jumlah tertentu sehingga biaya untuk menghasilkan tambahan produk seimbang dengan pendapatan yang dihasilkan. dengan demikian perusahaan bisa memaksimalkan laba.10

suatu upaya pelaku usaha dalam memaksimalkan keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha yang dijalani. Dalam sebuah usaha atau bisnis yang di kelola oleh seseorang, baik secara personal maupun kelompok, harus mampu membuat perencanaan yang baik serta mampu memperhitungkan keuntungan hingga bagian yang mungkin di alami saat menjalankan usaha tersebut.11

3. Penjualan

Penjualan adalah kegiatan yang terkait proses produksi, finansial, sumber daya manusia, riset dan pengembangan dan seterusnya sehingga tidak mungkin penjualan yang berhasil tidak disinergikan dengan aspek

9 Laphasrada Cangkaew, Three Diminsion Model: Satge Forservice Innovation in Hospital. Vol. 4. No.

4.

10

11 https://studiekonomi.com/ekonomi/mikro/maksimalisasi-laba-profit/

(22)

lainnya dalam perusahaan. Penjualan merupakan tujuan dari pemasaran artinya perusahaan melalui departemen/bagian pemasaran termasuk tenaga penjualan (sales force) nya akan berupaya melakukan kegiatan penjualan untuk menghabiskan produk yang dihasilkan. Arti pentingnya penjualan dalam konteks pemasaran begitu urgen untuk dibicarakan dan didiskusikan karena dapat menentukan keberhasilan dalam kegiatan pemasaran, walaupun fungsi penjualan hanya merupakan salah satu dari kegiatan pemasaran.

Keberhasilan dalam program pemasaran sangat ditunjang oleh penjualan.

E. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan digunakan untuk memberikan gambaran secara global tentang isi penelitian ini dari tiap bab, sehingga akan mempermudah dalam melakukan tinjauan terhadap isinya.

Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.12 Topik-topik yang hendak dibahas disampaikan secara garis besar sehingga nampak alur penelitian yang akan dilakukan dari awal sampai akhir.13 Adapun sistematika pembahasan dalam penetian ini adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN, pada bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Fokus Kajian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Definisi Istilah dan Sistematika Pembahasan.

12Ibid, 42.

13Ibid, 54.

(23)

BAB II : KAJIAN PUSTAKA, pada bab ini berisi tentang kajian terdahulu dan kajian teori. Penelitian terdahulu memiliki relevansi dengan penelitian yang akan di lakukan saat ini. Sedangkan kajian teori berisi tentang teori yang terkait sehingga berguna perspektif dalam penelitian.

BAB III : METODE PENELITIAN mencakup pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

BAB IV : PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA berisi tentang gambaran objek penelitian, penyajian data dan analisis serta pembahasan temuan yang diperoleh dilapangan.

BAB V : PENUTUP, yang memuat kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan saran-saran yang bersifat kontruktif.

(24)

BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan. Beberapa temuan penelitian yang penulis temukan adalah sebagai berikut14

1. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Bisri Mustofa dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Fakultas ekonomi pengaruh pada tahun 2018, dengan judul “Pengaruh Orientasi Kepemimpinan, Inovasi Pelayanan Dan Inovasi Produk Terhadap Kinerja Karyawan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kabupaten Magelang” Hasil penelitian ini bahwa inovasi pelayanan tidak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM Magelang, inovasi layanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan UMKM di Kabupaten Magelang, Orientasi kepemimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan UMKM Kabupaten Magelang, inovasi produk memilki pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan UMKM di

14 Tim penyusun IAIN Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah. 52

(25)

kabupaten Magelang.15 Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian dan metode penelitian yang menggunakan kuantitatif, sedangkan persamaannya yaitu obyek penelitian berupa inovasi pelayanan.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Zulfadli HM dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Muhammadiyah Makasar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2019, dengan Judul “Inovasi Pelayanan Berbasis Smart City Kota Makasar”. Hasil penelitiannya dalam konsep smart city ini pemerintah sudah melakukan beberapa inovasi dalam rangka mewujudkan makasar smart city yaitu a). Oprational room melalui CCTV, Oprational room ini digunakan sebagai pusat informasi pemantauan b) Apartement Lorong (Aparong) c). Home Care, Makasar Care yang lebih dikenal dengan Dottoro ta. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.16

3. Penenlitian yang dilakukan oleh ST Raodah Syam dalam menyelsaikan skripsinya di Universitas Muhammadiyah Makasar, Fakutas Ilmu Sosial dan politik, pada tahun 2019 dengan judul “Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui

15Ahmad Bisri Mustofa “Pengaruh Orientasi Kepepmimpinan, Inovasi Pelayanan Dan Inovasi Produk Terhadapa Kinerja Karyawan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kabupaten Magelang”

(Skripsi Yogyakarta: UII 2018)

16 Muhammad Zulfadli MH “Inovasi Pelayanan Berbasis Smart City Kota Makasar” (Skripsi Makasar:

Universitas Muhammadiyah Makasar, 2019.

(26)

Program HOME CARE (DOTTOROTA) Di Puskesmas Tamangapan Kota Makasar” Hasil penelitian ini menunjukan keuntungan relatif dengan adanya inovasi home care masyarakat lebih mudah menjangkau pelayanan sehatan tanpa harus ke rumah sakit atau puskesmas meskipun di luar jam kerja.

Pengadaan pelayanan home care sesuai dengan hukum atau aturan yang berlaku.17 Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian dan obyek penelitian yang hanya fokus pada home care dottorora. Sedangkan persamaannya yaitu obyek penelitian yaitu inovasi pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode kualitatif.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Sukarmin dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Muhammadiyah Makasar, fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, pada tahun 2020 dengan judul “Inovasi Pelayanan Publik Melalui Administrasi Kependudukan Bagi Penyandang Disabilitas (Admiduk Inklusif) Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bulu Kumba” Hasil penelitian ini adalah hal yang sangat mempengaruhi berjalannya suatu pelayanan public adalah dari segi kualitas penduduk atau kartu keluarga. Hasil penenlitian megatakan bahwa khas dari inovasi pelayanan public melalui Adminduk Inklusif ini terletak pada penjemputan data difabel yang dilakukan dengan peralatan perekaman yang lengkap seperti dikantor memiliki pelayanan yang cepat baik dengan tanpa pengutan biaya untuk masyarakat difabel yang

17 ST Raodah “Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui Program HOME CARE (DOTTOROTA) Di Puskesmas Tamangapan Kota Makasar” (Skripsi M akasar: Universitas Muhammadiyah, 2019).

(27)

membutuhkan kartu tanda penduduk atau kartu keluarga, mengurangi angka masyarakat disabilitas yang belum memiliki kartu penduduk yang meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Persamaan kedua peneliti ini sama-sama membahas tentang Inovasi Pelayanan dan juga menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun perbedaannya adalah penelitian yang dilakukan Sukarmin membahas tentang inovasi pelayanan melalui adminduk inklusif sedangkan yang dilakukan oleh peneliti yaitu tentang inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan.18

5. Penelitian yang dilakukan oleh Anisa Fatmawati dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Muhammadiyah Mataram Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan 2020, dengan Judul “Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Identitas Anak Pada Dukcapil Kota Mataram)”. Hasil Penelitiannya Penerapan inovasi pelayanan publik Bidang Administrasi menunjukan bahwa pada pelayanan di Dukcapil Kota Mataram melakukan berbagai inovasi dalam segi pelayanan publik. Banyak terobosan dalam berbentuk kegiatan yang bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya KIA bagi anak-anak mereka. Kegiatan terobosan yang dilakukan berupa : 1) Melakukan kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha yang ada dikota mataram. 2) melakukan pelayanan keiling (Goes To Ligkungan) 3) membuatkan anak yang baru lahir KIA bersama dengan pembuatan KK baru

18Sukarmin “Inovasi Pelayanan Publik Melalui Administrasi Kependudukan Bagi Penyandang Disabilitas (Admiduk Inklusif) Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bulu Kumba” (Skripsi Makasar: Universitas Muhammadiyah Makasar, 2020).

(28)

dan akta kelahiran. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.19

6. Penelitian yang dilakukan oleh Fauzan Maulana dalam menyelesaikan skripsinya Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Pekan Baru Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial 2020, dengan Judul “Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasaman (Studi Kasus Pelayanan E-Ktp Keliling”. Hasil dari penelitiannya bahwa dengan penerapan inovasi pelayanan Ektp keliling dapat dikatakan sesaui dengan kreteria inovasi yang ditetapkan oleh PERMENPAN-RB terdiri dari 5 (kreteria) inovasi yaitu:

memiliki kebaruan efektif, bermanfaat, transfer/replikasi, dan berkelanjutan.

Sehingga diperoleh hasil bahwa penerapan inovasi yang dilakkan Dinas kependudukan bermanfaat baik bagi masyarakat maupun organisasi dan inovasi yang diakukan berkelanjutan terus menerus. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.20

19Anisa Fatmawati “Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Identitas Anak Pada Dukcapil Kota Mataram” (Skripsi Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram, 2020).

20 Fauzan Maulana “Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasaman (Studi Kasus Pelayanan E-Ktp Keliling“ (Skripsi Riau: Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Pekan Baru, 2020).

(29)

7. Penelitian yang dilakukan oleh Jurman bin Jamaluddin dalam penyelesaian skripsinya di Universitas Muhammadiyah Makasar, Fakutas Ilmu Sosial dan Politik, pada tahun 2020 dengan judul “Inovasi pelayanan Pengaduan Warga Berbasisis Online Di Desa Pakatto Kabupaten Gowa” Hasil penelitian ini mengenai inovasi pelayanan pengaduan berbasis online merupakan program baru yang diterapkan oleh pihak kantor desa Pakatto. Pelayanan pengaduan berbasis online menjadi model pelayanan bekerja sama dengan pihak masyarakat dan kepolisian hasil penelitian pelayanan pengaduan berbasis online ini sudah terpenuhi dengan pembuktian adanya berbagai konsep inovasi yang dikemas dalam bentuk kebijakan-kebijakan, inovasi pelayanan pengaduan berbasisi online. Meskipun dalam pelaksanaan masih dihadapkan dengan beberapa masalah yang menghambat sehingga masih dikatakana masih belum optimal.21 Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan di lakukan adalah lokasi penelitian dan objek penelitian yang berfokus pada inovasi pelayanannya berbasis online. Sedangkan persamaannya yaitu obyek penelitian yaitu inovasi pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode kualitatif.

8. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Alif Ridwan dalam menyelesaikan skripsinya di UIN Alaudin Makasar fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada tahun 2020, dengan judul “Financial Technology;

21 Jurman bin Jamaluddin “Inovasi pelayanan Pengaduan Warga Berbasis Online Di Desa Pakatto Kabupaten Gowa” (Skripsi Makasar: Universitas Muhammadiyah, 2020).

(30)

Maksimalisasi Laba Usaha Pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Studi Pada Marchant Fintech Go Pay Di Wilayah Kota Makasar” Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelola usaha menengenai fintech bahwa ini sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan usaha. Dimana dengan penggunaan fintech dapat mempermudah sistem pembayaran konsumen tidak perlu membawa uang cash. Pengguna fintech pada tiga pelaku usaha di kota Makassar telah memberikan kenaikan laba berkisar 20-30. Kenaikan laba tentu menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam perkembangan usaha, kenaikan ini dapat terjadi dikarena dengan pengguna fintech yang membuat transaksi lebih aman dan mudah.22 Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa maksimisasi laba dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

9. Penelitian yang dilakukan oleh Pahrudin dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Hasanuddin Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2020, dengan judul skripsi “Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui Program Lorong Sehat (Longset) di Kecamatan Mangala Kota Makasar”. Dengan hasil penelitiannya pelaksanaan inovasi pelayanan kesehatan melalui program lorong sehat (Longset) di kecamatan mangala sudah cukup berhasil, dapat dilihat dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat seperti adanya perubahan lingkungan

22 Muhammad Alif Ridwan “Financial Technology; Maksimalisasi Laba Usaha pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Studi pada marchant Fintech Go Pay di Wilayah Kota Makasar” (skripsi Makasar: UIN Alaudin, 2020)

(31)

yang menjadi lebih bersih, hijau dan indah perilaku masyarakat juga mulai berubah sehingga menyebabkan angka menurunnya angka kesakitan yang disebabkan karena belum ber-PHBS. Namun, dari beberapa keberhasilan tersebut masih ada kekurangan yang menjadi penghambat seperti kurangnya tenaga kesehatan. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif.23

10. Penelitian yang dilakukan oleh Aulia Rakhman dalam menyelesaikan skripsinya di Universitas Islam Indonesia Fakultas Ekonomi 2020, dengan judul skripsi “Pengaruh Partisipasi Staf Oprasional Perusahaan Dalam Inovasi Layanan”. Dengan hasil penelitiannya pelaksanaan inovasi pelayanan menunjukan bahwa reputasi eksternal yang dirasakan oleh karyawan berhubungan dengan inovasi pealayanan dilai sangat puasa dan baik. Hal ini di buktikan dengan hasil yan sangat besar dan signifikan. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah metode penelitian sama- menggunakan metode penelitian kuatitatif dan lokasi penelitian sedangkan persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan.24

23 Pahrudin “Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui Program Lorong Sehat (Longset) di Kecamatan Mangala Kota Makasar” (Skripsi Makasar: Universitas Hasanuddin, 2020).

24Aulia Rakhman “Pengaruh Partisipasi Staf Oprasional Perusahaan Dalam Inovasi Layanan”. (Skripsi Yogjakarta: Universitas Islam Indonesia, 2020).

(32)

Tabel 1.2

Tabel penelitian terdahulu

No.

Nama Peneliti dan

Tahun

Judul Penelitian

Perbedaan Perbedaan Persamaan 1 Ahmad Bisri

Mustofa (2018))

“Pengaruh Orientasi

Kepepmimpinan, Inovasi Pelayanan Dan Inovasi Produk Terhadapa Kinerja Karyawan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kabupaten Magelang”

Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Bisri Mustofa metode penelitian nya menggunakan kuantitatif

Obyek Penelitian Membahas tentang inovasi pelayanan

2 Muhammad

Zulfadli HM (2019)

“Inovasi Pelayanan Berbasis Smart City Kota Makasar”

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu tentang inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan.

persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama- sama menggunakan metode penelitian kualitatif.

3 ST Raodah Syam (2019)

“Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui Program HOME CARE

(DOTTOROTA) Di Puskesmas

Tamangapan Kota Makasar”

Penelitian yang di lakukan ST raodah Syam lokasi penelitian dan obyek penelitian fokus pada home care dottorora

Obyek Penelitian Membahas tentang inovasi pelayanan dan sama-sama

menggunakan metode penelitian kualitatif

4 Sukarmin (2020)

“Inovasi Pelayanan Publik Melalui Administrasi Kependudukan Bagi Penyandang

Disabilitas (Admiduk

Adapun membahas tentang inovasi pelayanan melalui adminduk inklusif sedangkan yang dilakukan oleh

Persamaan kedua peneliti ini sama-sama membahas tentang Inovasi Pelayanan dan juga menggunakan metode penelitian

(33)

Inklusif)

Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bulu Kumba”

peneliti yaitu tentang inovasi pelayanan dalam maksimisasi laba penjualan.

kualitatif

5 Anisa Fatmawati (2020)

“Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi

Kependudukan (Studi Kasus Identitas Anak Pada Dukcapil Kota Mataram)

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian

persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama- sama menggunakan metode penelitian kualitatif

6 Fauzan Maulana (2020)

“Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasaman (Studi Kasus Pelayanan E-Ktp Keliling”

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian

persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama- sama menggunakan metode penelitian kualitatif

7 Jurman Bin Jamaluddin (2020)

“Inovasi Pelayanan Pengaduan Warga Bebasis Online di Desa Pakatto Kabupaten Gowa”

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan

Objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama- sama menggunakan metode penelitian kualitatif

8 Muhammad

Alif Ridwan (2020)

“Financial Technology;

Maksimalisasi Laba Usaha Pada Usaha Mikro Kecil Menengah

(UMKM) Studi Pada Marchant Fintech Go Pay Di Wilayah Kota Makasar”

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian sedangkan

Obyek Penelitian Membahas tentang Maksimisasi Laba dan sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif

9 Pahrudin (2020)

“Inovasi Pelayanan Kesehatan Melalui Program Lorong Sehat (Longset) di Kecamatan Mangala Kota Makasar”

Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah lokasi penelitian

persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan dan metode penelitian sama- sama menggunakan metode penelitian kualitatif

10 Aulia Rakhman

“Pengaruh Partisipasi Staf

Adapun perbedaan dengan penelitian

(34)

(2020) Oprasional Perusahaan Dalam Inovasi Layanan”.

yang akan dilakukan adalah metode Penelitian sedangkan

persamaannya yaitu objek penelitian berupa Inovasi Pelayanan

Sumber: Data diolah B. Kajian Teori

Bagian ini juga berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai persepektif dalam melakukan penelitian. Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitan25

1. Inovasi

a. Pengertian Inovasi

Kata inovasi dapat diartikan sebagai proses atau hasil pengembangan atau pemanfaatan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang atau jasa) proses atau sistem yang baru yang memberikan nilai berarti secara siggnifikan.26

Inovasi biasanya mengacu pada sifat seperti memperbaharui, mengubah atau membuat proses maupun produk, serta secara dalam melakukan sesuatu sehinga menjadi lebih efektif dalam konteks bisnis

25 Tim penyusun, Pedoman Penulis, 46,

26 Sutomo, Serba-Serbi manajemen bisnis, (Yogyakarta: Graha Ilmu 2012), 132.

(35)

atau usaha, hal ini berarti menerapkan ide-ide baru, meningkatkan layanan yang ada serta membuat produk-produk lain yang lebih dinamis.27

Dikutip dari buku manajemen inovasi, Schumpeter merupakan ahli yang pertama kali mengemukakan konsep inovasi ia mendefinisikan

“inovasi” sebagai kombinasi baru dari factor –faktor produksi yang membuat pengusaha dan pemikiran inovasi adalah kekuatan pendorong yang penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian Schumpeter telah meletakkan fondasi dasar teori mengenai inovasi untuk penelittian selanjutnya. Kemudian oleh beberapa peneliti dilakukan focus dalam penenlitiannya, konsep inovasi secara makro bergeser pada inovasi yang lebih mikro. Konsep inovasi makro yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, sedangkan konsep inovasi secara mikro terkait dengan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan.28

Beberapa definisi inovasi yang antara lain:

a. Pademore, Shuetze dan Gibson (sebagaimana dikutip dalam bukunya Dewanto) inovasi adalah pertumbuhan yang terjadi dalam imput metode atau output yang dapat meningkatkan posisi komersial perusahaan dan yang baru bagi pasar perusahaan.29

27 Wawan Dhewanto, dkk, Manajemen inovasi Untuk Usaha Kecil Menengah dan Mikro, (Bandung:

Alfabeta, 2014), 41.

28 Ibid., 42.

29 Ibid., 42.

(36)

b. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan beberapa kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau memeperkaya kehidupan orang-orang.30

Sedangkan menurut Woodman dalam Ellitan inovasi adalah perubahan yang dilakukan dalam organisasi yang didalamnya mencangkup kreativitas dalam menciptakan produk baru, jasa, ide atau proses baru. Inovasi dapat pula diartikan sebagai proses adaptasi produk, jasa ide atau proses baik yang sudah ada dalam organisasi maupun yang dikembangkan dari luar organisasi. Inovasi memiliki makna proses pengadopsi “sesuatu” yang baru oleh siapapun yang mengadopsinya, sebagai proses menciptakan produk baru.31

Dalam perspektif pemasaran, maka inovasi harus mampu menciptakan harga yang lebih kompetetif (price), produk yang lebih baik (product), konsumen mudah memperoleh produk tersebut (place), perusahaan harus mampu mengkomonikasikan produk sehingga konsumen mengenal produk tersebut.32

Dari beberapa definisi inovasi yang dikemukakan, namun satu hal yang pasti bahwa inovasi dapat menjadi mempercepat pertumubuhan dan

30 Thomas W. Zimmer, dkk, Kewirausahaan dan manajemen Usaha Kecil Edisi 5, (Jakarta: Salemba Empat, 2008), 57.

31 Lena Ellitan dan Lina Anatan, Manajemen inovasi Transformasi menuju organisasi kelas dunia (Bandung: Alfabeta, 2009), 36.

32Ujang Sumarwan, Inovasi Produk Kepuasan Konsumen dan Loyalitas Konsumen Sebagai Penentu Pertumbuhan Perusahaan, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Vol. 1.

(37)

keberhasilan bisnis, membantu beradaptasi dan tumbuh dipasar. Inovasi tidak berarti menciptakan; inovasi dapat berarti mengubah model maupun rancangan bisnis sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan yang ahirnya dapat memberikan produk atau layanan yang lebih baik. 33

b. Tipe Inovasi

Berdasarkan bentuk pengaplikasiannya, inovasi dibedakan menjadi tiga, yakni: inovasi produk (produck inovasion), inovasi dalam pelayanan (service innovasion) dan inovasi proses (process innovasion). Inovasi produk merupakan pemunculan produk baru inovasi servis adalah cara baru dalam bentuk pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

Sedangkan inovasi proses adalah sebuah cara baru untuk membuat proses dalam pengahasilan produk atau jasa menjadi ekonomis.

Sementara itu berdasarkan tingkat kebeharuanya, inovasi dibedakan menjadi 3 macam, yakni: inovasi incremental, inovasi arsitektur, dan inovasi radikal.34

1) Inovasi incremental adalah inovasi dengan cara meningkatkan komponen yang sudah ada dengan kata lain bahwa inovasi incremental

33 Wawan Dhewanto, dkk, Mananjemen Inovasi Untuk Usahah Kecil Menengah dan Mikro, 41.

34 R.M. Henderson and K.B. Clark, Architectural Innovation: The Reconfiguration of Existing Product Technologies and the Failure of Established Firms, (Administrative Science Quarterly 35 1990), 9- 30.

(38)

menekankan pada peningkatan bukan perubahan contohnya: layanan yang sudah ada terus ditingkatkan kualitasnya.

2) Inovasi architectural dapat diartikan sebagai inovasi yang merupakan penerapan dari teknologi yang sudah ada arau baru muncul dengan desain dan model baru untuk memecahkan suatu persoalan yang sebenarnya diawali tidak dimaksud untuk hal tersebut. Model inovasi ini memungkinkan terjadi muncyuukl ide-ide kreativitas yang baru.

3) Inovasi radikal diartikan sebagai inovasi yang mengubah secara drastic kemampuan, mengahsilkan produk atau proses yang baru yang berbeda dari sebelumnya atau tidask pernah ada sebelumnya.

c. Aspek-aspek Inovasi

Suatu inovasi tidak lepas beberapa hal atau aspek penting yang menunjukkan suatu organisasi telah melakukan inovasi. Menurut Suwarno ada lima hal yang perlu ada dalam suatu inovasi sebagaimana berikut ini:35

1) Sebuah Inovasi hadir sebagai pengetahuan baru bagi masyarakat dalam sebuah sistem sosial tertentu. Pengetahuan baru ini merupakan faktor penting penentu perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat .

2) Cara Baru

Inovasi juga dapat berupa cara baru bagi individu atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan atau menjawab

35 Yogi Suwarno, Inovasi di Sektor Publik (Jakarta: STIA LAN, 2016), 22.

(39)

masalah tertentu. Cara baru ini merupakan ini merupakan pengganti cara lama yang sebelumnya berlaku.

3) Objek Baru

Suatu inovasi merujuk pada adanya objek baru untuk penggunanya. Objek baru ini dapat berupa fisik (tangible) atau tidak berwujud fisik (intangible).

4) Teknologi Baru

Inovasi sangat identik dengan kemajuan teknologi. Banyak contoh inovasi yang hadir dari hasil kemajuan teknologi. Indikator kemajuan dari suatu produk teknologi yang inovatif biasanya dapat dikenali dari fitur-fitur yang melekat pada produk tersebut.

5) Penemuan Baru

Hasil semua inovasi merupakan hasil penemuan baru. Inovasi merupakan produk dari sebuah proses yang sepenuhnya bekerja dengan kesadaran dan kesengajaannya.

2. Pelayanan

a. Pengertian pelayanan

Menurut pandagan kita pelayanan adalah suatu tindakan sukarela dari satu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan hanya sekedar membantu adanya permintaan kepada pihak lain untuk memenuhi kebutuhan nya secara suka rela.

(40)

Pelayanan adalah aspek yang tidak biasa di sepelekan dalam persaingan bisnis. Karena dengan adanya pelayanan konsumen akan menilai kemudian menimbang apakah selanjutnya dia akan loyal kepada pemberi layanan tersebut. Hingga tak jarang para pembisnis memaksimalkan layanannya untuk menarik konsumen sebesar-besarnya.

Maka dari itu bila ingin menarik konnsumen dengan sebanyak mungkin harus mengetahui arti dari layanan itu sendiri. Pengertian layanan atau pelayanan secara umum adalah menyediakan segala apa yang dibutuhkan orang lain.36 Sedangkan menurut Tjiptono definisi layanan adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya.37

Sedangkan menurut Barata bahwa sesuatu pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani.38 Pada hakekatnya pelayanan adalah serangkaian kegiatan yang merupakan sebagai proses pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat, proses pemenuhan melalui aktivitas orang lain.

36 Purwadarminto, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 19960), 245.

37 Fandy Tjiptono, Manajemen Jasa (Yogayakarta: Andi, ed. I, Cet, III, 2004), 94.

38 Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima (Jakarta: PT Elex Media Kompotindo, cet. II, 2004), 10.

(41)

Menurut R.A Supriyono pelayanan adalah kegiatan yang diselenggarakan organisasi menyangkut kebutuhan pihak konsumen dan akan menimbulkan kesan tersendiri, dengan adanya pelayanan yang baik maka konsumen akan merasakan puas, dengan demikian pelayanan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menarik konsumen untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.39 Sedangkan definisi yang lain mengatakan bahwa pelayanan atau service adalah setiap kegiatan atau manfaat yang diberikan suatu pihak kepada pihak yang lainnya, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakibat pemilikan sesuatu dan pruduknya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik.

Selanjutnya munir juga mengatakan pelayanan umum adalah kegiatan yang oleh seseorang (kelompok orang) dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lainnya sesuai dengan haknya. Munir mengemukakan bahwa pelaksanaan pelayanan dapat diukur, oleh karena itu dapat ditetepkan standar baik dalam waktu yang diperlukan maupun hasilnya. Dengan adanya standar manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pelayanan agar hasil ahir memuaskan kepada pihak-pihak yang mendapatkan pelayanan.40

39 Malayu Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), 4.

40 Munir, Manajemen Pelayanan Umum (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), Cet ke-4, 275.

(42)

b. Bentuk-bentuk Pelayanan

Pelayanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu layanan dengan lisan, layanan dengan tulisan, layanan dengan perbuatan.

1) Layanan dengan tulisan

Layanan dengan tulisan dilakukan oleh petugas-petugas dibidang hubungan masyarakat (humas), bidang layanan informasi dan bidang- bidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan.

2) Layanan dengan tulisan

Layanan dengan tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam pelaksanaan tugas. Tidak hanya dari segi jumlah tetapi juga dari segi peranannya. Pada dasarnya pelayanan melalui tulisan-tulisan cukup effisien terutama layanan jarak karena factor biaya. Agar layanan dalam bentuk tulisan dapat memuaskan pihak yang dilayani, satu hal yang dapat diperhatikan adalah faktor kecepatan, baik dalam pengolahan masalah maupun proses penyelesaiannya, (pengetikannya, penanada tanganannya, dan pengiriman kepada orang yang bersangkutan).

(43)

3) Layanan perbuatan

Dilakukan oleh sebagian besar kalangan menengah dan bawah.

Karena facktor keahlian dan keterampilan petugas tersebut sangat menentukan hasil perbuatan atau pekerjaan.41

c. Dasar-dasar pelayanan

Seorang karyawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen. Agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan konsumen maka seorang karyawan diharapkan dapat melayani keinginan dan kebutuhan konsumennya.

Berikut ini dasar-dasar pelayanan yang harus dipahami dalam memberikan pelayanan yaitu.42

1) Berpakaian dan berpenampilan bersih dan rapi.

2) Percaya diri, bersikap akrab dengan penuh senyum.

3) Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama jika sudah kenal.

4) Tenang, sopan, hormat, serta tekun mendengarkan setiap pembicaraan.

5) Berbicara dengan bahasa baik dan benar.

6) Bertanggung jawab sejak awal hingga ahir.

Setiap perusahaan selalu ingin dianggap terbaik dimata konsumennya. Konsumen pada intinya ingin diberikan pelayanan yang

41 http://Tesisdisertasi.Blogspot.com/2010/07/ bentuk-pelayanan.html.

42 Kasmir, Pemasaran Bank (Jakarta: Kencana, 2005), Cet ke-2, 205.

(44)

terbaik, pelayanan yang baik harus diketahui oleh pihak perusahaan sehingga keinginan konsumen dapat diberikan secara maksimal.

Adapun pelayanan yang baik adalah sebagai berikut:43 Tersedia sarana dan prasarana yang baik.

a. Konsumen ingin melayani prima, oleh karena itu untuk melayani konsumen salah satu yang paling penting diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang tersedia.

b. Tersedianya karyawan yang baik

Kenyamanan konsumen tergantung dari petugas yang melayaninya petugas harus ramah, sopan, dan menarik, disamping itu petugas harus cepat tanggap, pandai berbicara, menyenangkan serta pintar.

c. Bertanggung jawab kepada konsumen dari awal hingga selesai. Dalam menjalankan kegiatan pelayanannya setiap karyawan harus mampu melayani dari awal hingga selesai.

d. Mampu melayani secara cepat dan tepat

Dalam melayani konsumen diharapakan petugas harus melakukan sesuai prosedur. Layanan yang diberikan sesuai jadwal dan pekerjaannya dan tentunya jangan membuat kesalahan dalan arti pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan konsumen.

43 Ibid, h. 210-211

(45)

e. Mampu berkomunikasi

Petugas harus mampu berbicara kepada setiap konsumen dan memahami keinginan konsumen, artinya petugas harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, dan jangan menggunakan istilah yang sulit dimengerti.

f. Berusaha memahami kebutuhan konsumen

Petugas harus cepat tanggap apa yang diinginkan konsumen, mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan konsumen.

d. Inovasi Pelayanan

1) Pengertian Inovasi Pelayanan

Inovasi pelayanan adalah bentuk dari pelayanan baru yang diberikan perusahaan, metode kerja baru yang diterapkan perusahaan serta penggunaan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman yang diberikan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan konsumen.

Teknologi yang digunakan dengan mengikuti perkembangan akan mempercepat pelayanan yang diberikan kepada konsumen.44

Sedangkan menurut Delafrooz et.al inovasi pelayanan adalah kegiatan baru yang dilakukan perusahaan yang menghasilkan pelayanan baru prosedur baru atau proses meningkatkan nilai tambah

44Laphasrada Cangkaew, Three Diminsion Model: Satge Forservice Innovation in Hospital. Vol. 4.

No. 4.

(46)

bagi jasa yang diberikan perusahaan. Dengan adanya inovasi yang dilakukan perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan.45

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan inovasi pelayanan adalah kegiatan pembaharuan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan serta menghasilkan pelayanan baru.

2) Konsep Inovasi Pelayanan

Inovasi adalah elemen yang penting dalam sebuah perusahaan, dengan demikian inovasi pelayanan termasuk dalam konsep inovasi jasa. Inovasi pelayanan dapat di jelaskan bentuk jasa layanan atau proses layanan yang didasarkan pada penerapan teknologi dan metode yang sistematis. Kegiatan baru dalam bisnis jasa dianggap sebagai layanan baru atau inovasi layanan. Kegiatan ini dapat dilihat dari teknologi yang digunakan, intraksi dengan pelanggan pengembangan layanan baru pembaharuan teknologi yang dilakukan perusahaan akan mempercepat layanan yang di berikan kepada konsumen begitu juga dengan pengembangan layanan yang dirasakan akan berbeda dengan layanan yang di berikan perusahaan sebelumnya sehingga konsumen merasa puas dengan pelayanan yang di berikan dan kembali menggunakan jasa.

45 Narges Delafrooz et. al. The impact of service Innovation on Consumer Stisfaction. Vol. 3 No. 2.

(47)

3) Indikator inovasi pelayanan

Pengukuran inovasi pelayanan akan mempengaruhi keberhasilan dari perusahaan dalam melakukan inovasi. Menurut dhewanto dkk, menyatakan bahwa pengukuran inovasi layanan dapat dilakukan melalui:46

a) Menciptakan model bisnis baru

Mengembangkan model bisnis baru melibatkan perubahan mendasar dalam cara pendapatan dan keuntungan yang diperoleh.

Inovasi dalam model bisnis dapat terjadi melalui integrasi bidang bisnis dalam satu proses misalnya mendapatkan data basis pelanggan yang lebih luas menciptakan nilai lebih kepada pelanggan..

b) Membuat interaksi dengan pelanggan baru

Interaksi penyedia jasa dengan pelanggan memiliki hubungan yang sangat erat, interaksi ini membuat pendekatan antara konsumen dengan perusahaan sehingga perusahaan akan mudah mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.

Menurut delafrooz et. al, menyatakan bahwa indikator inovasi pelayanan yaitu:47

46 Wawan Dhewanto, dkk, Mananjemen Inovasi Peluang sukses mengahadapi perubahan (Yogyakarta: Andi, 2014), 95.

47 Narges Delafrooz et. al. The impact of service Innovation on Consumer Stisfaction.

(48)

a) Penggunaan teknologi

Penggunaan teknologi sesui dengan perkembangan zaman akan memudahkan perusahaan dalam proses layanan, sehingga akan mempercepat perusahaan untuk memberikan pelayanan. Pemanfaatan teknologi akan meningkatkan privasi konsumen, kerahasiaan, dan berpengaruh pada komunikasi antara perusahaan dengan konsumen sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan evaluasi pada proses layanan.

b) Interaksi dengan pelanggan

Interaksi penyedia jasa dengan pelanggan memiliki hubungan yang sangat erat, interaksi ini membuat pendekatan antara konsumen dengan perusahaan sehingga perusahaan akan mudah mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, selain itu interaksi dengan pelanggan akan memudahkan perusahaan untuk melakukan perbaikan apabila terjadi keluhan pelanggan.

c) Pengembangan layanan baru

Pengembangan layanan baru dapat terjadi dalam banyak cara, yaitu dalam bentuk jasa atau konsep-konsep baru. Bentuk jasa baru akan mempengaruhi kinerja pemasaran karena apabila pengembangan layanan berhasil diterapkan maka akan meningkatkan kinerja perusahaan, begitu juga sebaliknya apabila pengembangan layanan tersebut tidak berhasil dalam

(49)

penerapannya kinerja pemasaran perusahaan akan mengalami penurunan.

d) Sistem pengiriman layanan

Sistem pengiriman layanan perusahaan dapat dinilai dari seberapa baik produk atau jasa diserahkan kepada pelanggan. Hal itu mencakup kecepatan, ketepatan dan perhatian selama proses pengiriman layanan.

3. Maksimisasi laba

a. Laba Dalam Perspektif Islam

Literatur ekonomi syariah mengakui eksistensi keuntungan (al- Ribhu) dalam bisnis. Keuntungan bisnis dalam pandangan para ulama disimpulkan sebagai hasil dari suatu usaha (al-amal) dan modal (ra’s al- mal). Peranan usaha dan kerja menjadi sengat penting untuk meraih keuntungan. Ekonomi Islam memandang keuntungan dalam bisnis tidak hanya berupa profit (laba) yang bersifat materi saja, namun ada juga pandangan tentang keuntungan non materi yaitu berupa benefit, yang diterjemahkan dengan keberkahan. Sehingga dirumuskan bahwa laba ditambah keberkahan akan menghasilkan maslahat, yakni kesuksesan di dunia dan akhirat.

Dari berbagai definisi laba menurut para ulama tafsir dan fikih, disimpulkan bahwa:

(50)

“Laba adalah kelebihan dari modal dan atau kelebihan dari modal se

Gambar

Tabel 1.1 Hasil Servie Kedai Coffee Shop di Kecamatan Kaliwates   Kabupaten Jember
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kedai Titik Balik Jember.

Referensi

Dokumen terkait

Pelanggan akan memiliki sikap positif terhadap produk apabila produk tersebut memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dan memberikan kepuasan, dengan begitu akan

Kepuasan pelanggan adalah tercapainya keinginan dan harapan pelanggan Hotel Mulia Kendari melalui pelayanan yang diberikan oleh karyawan yang diukur dari indikator konfirmasi

Jika dilihat dari hal ini bahwa kualitas pelayanan publik sangat berpengaruh pada indeks kebutuhan atau keinginan masyarakat sebagai pengguna layanan sehingga jika kebutuhan

Pelayanan adalah setiap kegiatan yang ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan (nasabah). Jika promosi dan pelayanan yang dilakukan oleh karyawan

Kepuasan dan loyalitas pelanggan terbentuk karena kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan dapat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para pelanggan.Penelitian

Pelayanan diberikan sebagai tindakkan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan atau nasabah guna memenuhi keinginan pelanggan akan

Berdasarkan definisi ini, kualitas pelayanan bisa diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi

Kualitas pelayanan juga menjadi salah satu faktor penting terhadap kepuasan konsumen, jika keinginan dan kebutuhan konsumen terpenuhi melalui pelayanan yang diberikan oleh karyawan