WIRAUSAHA DALAM PERSPEKTIF
D. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
tertentu saja.Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan- pelatihan di segala lapisan masyarakat pun menjadi berkembang.
h. Memiliki Keterampilan
i. Bijak dalam pemakaian materi
Selain diatas, ciri-ciri yang harus ada dalam diri setiap para wirausaha antara lain :
1. Percaya Diri
Tidak hanya seorang wirausahawan, semua orang pun perlu memiliki rasa percaya diri dalam melakoni hal yang ia tekuni. Tanamkan sikap percaya diri agar apa yang dikerjakan bisa maksimal. Percaya diri juga akan membantu Anda saat berada dalam kesulitan dan membantu dalam menutupi kekurangan. Jika tidak mempunyai rasa ini, untuk memulai menjalankan usaha saja rasanya tidak mungkin. Jika dipaksakan hasilnya akan setengah – setengah. Selain itu, Anda akan bergantung terhadap orang lain, bahkan tidak dapat mengelola usaha Anda dengan baik.
2. Selalu berpikir Orisinil
Orisinil atau original, artinya seorang wirausaha harus mempunyai ide sendiri, inovatif, memiliki gagasan baru untuk menjalankan usahanya, dan pemikiran yang maju tanpa meniru. Jika semua komponen usaha yang dibuat hanya hasil dari meniru maka hasilnya juga kurang baik. Malahan Anda bisa kehilangan jati diri Anda dalam usaha yang dijalani. Menjaga originalitas juga akan membuat Anda tidak hilang arah dalam menjalankan usaha. Anda tidak mudah terbujuk tawaran yang
sebetulnya tidak perlu. Selain itu, hal ini juga berpotensi untuk memberikan ciri khas terhadap diri Anda dan usaha bisnis yang Anda jalankan.
3. Sikap jujur, tekun, yakin, dan optimis
Sikap ini harus benar – benar dijunjung agar usaha yang dijalani mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Semakin hari konsumen di zaman ini semakin cerdas, mereka memilih untuk mempercayakan apa yang mereka konsumsi pada hal – hal yang baik untuk diri mereka. Jika Anda berbisnis pakaian dengan bahan katun, maka jangan sekali – kali Anda mengatakan pakaian tersebut mengandung sutera. Banyak orang yang usahanya jatuh disebabkan oleh kebohongan mereka yang terbongkar. Jika sudah seperti ini, maka kepercayaan dari masyarakat atau konsumen akan sulit untuk diraih kembali. Jika hal ini terjadi, bukankah Anda yang pada akhirnya akan merugi?
Lebih baik, junjung tinggi nilai kejujuran dan tanamkan hal yang sama kepada para pegawai
4. Memiliki sikap kepemimpinan yang tegas
Sekecil apapun usaha yang Anda buat, maka disitu Anda menjadi seorang pemimpin. Jiwa ini dibutuhkan agar Anda bisa memimpin operasional dari usaha yang Anda buat, memimpin para karyawan, dan tentunya menjadi pimpinan untuk diri Anda sendiri dalam mengendalikan diri. Jika tidak memiliki sikap ini, jangan harap usaha yang Anda jalani bisa berjalan dengan lancar. Menjadi pemimpin
yang baik, bukan hanya bisa memberikan perintah, tetapi juga bisa menjadi teladan untuk para pegawainya. Bisa memahami karyawan dengan baik namun tetap bersikap tegas dan disegani. Anda harus tau kapan harus bersikap keras, kapan harus memberi pujian pada karyawan, kapan harus serius, dan lain – lain. Jadilah seorang pemimpin yang bijaksana.
5. Inovatif dan Kreatif
Inovatif dan Kreatifitas adalah hal pokok yang dibutuhkan oleh seseorang untuk membangun unsahanya.
Tanpa kreatifitas maka usahanya tidak akan berkembang, tidak mempunyai ciri khas, dan mudah termakan zaman sehingga mudah diambang kebangkrutan. Anda tidak ingin hal ini terjadi bukan? Untuk meingkatkan kreatifitas, ikutilah perkembangan trend saat ini, ikuti beberapa seminar yang bisa mendukung, dan jangan lupa untuk selalu belajar. Percaya atau tidak, orang pintar bisa dikalah oleh orang kreatif lho! Hal ini terbukti, tidak sedikit pengusaha yang pendidikannya sampai di sekolah menengah saja tetapi mampu mengalahakan mereka yang mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
Penentuan Potensi Wirausahawan
Potensi-potensi yang dimiliki seorang wirausahawan dalam mencapai keberhasilan diuraikan dalam point-point di bawah ini :
a. Kemampuan Inovatif dan kreatif
b. Seorang wirausahawan tidak akan mampu bersaing dengan wirausahawan lain, jika ia tidak mampu berpikir secara inovatif dalam menciptakan suatu produk baru. Masyarakat tentunya akan tertarik memilih dan mencoba sesuatu yang dianggapnya menarik, unik, berbeda, dan belum pernah ada sebelumnya.
c. Toleransi terhadap hal yang tak terprediksi d. Wirausahawan dituntut untuk terus bersikap
optimis ketika suatu hal yang tak disangka- sangka datang dan bukannya menyerah pada keadaan.
e. Keinginan untuk berprestasi
f. Tanpa adanya keinginan untuk berprestasi dan hanya mengutamakan sikap pantang menyerah, wirausahawan mustahil akan memiliki usaha yang maju
g. Kemampuan perencanaan yang nyata
h. Dengan adanya perencanaan, usaha seorang wirausahawan diyakini akan terarah dengan lurus
i. Orientasi kepemimpinan yang penuh tujuan j. Sikap ini memotivasi diri sekaligus bisa
memotivasi karyawan lain dalam mencapai tujuan perusahaan
k. Obyektivitas
l. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, dan sikapi sesuai dengan fakta tersebut.
Bukan mengacu kepada subyek lain penyebab fakta yang terjadi
m. Tanggungjawab pribadi
n. Sikap kepemimpinan yang dimiliki seorang wirausahawan, secara otomatis akan mendorongnya untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan dengan kemampuan sendiri
o. Kemampuan beradaptasi
p. Tantangan dalam berwirausaha, yakni mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Serta membangun hubungan yang selaras dan harmoni dengan sekitarnya
q. Kemampuan berorganisasi
r. Mampu beradaptasi, wirausahawan juga harus mampu mengorganisir komponen-komponen yang diperlukannya, berikut juga dengan karyawan agar mampu menyelesaikan tugas mereka masing-masing dengan baik dan benar.
Metode Analisa Diri Sendiri
Sebagai wirausahawan, ia hendaknya selalu memperhitungkan kebutuhan, dorongan, dan aspirasi sebelum mengambil langkah-langkah penting. Kebutuhan seperti hal-hal yang digunakan untuk membantu wirausahawan dalam memutuskan kesesuaian antara kepribadian diri dengan peranan kewirausahaan.
Pengidentifikasian tersebut berguna mempersiapkan mental dan materi wirausahawan, serta meramalkan
apakah usaha yang akan ia geluti dapat meraup keuntungan atau tidak.
Menurut McClelland (2006) ada 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi, yaitu
a. n Ach : Kebutuhan berprestasi
b. n Afill : Kebutuhan berafiliasi (hubungan baik dengan orang lain)
c. n Pow : Kebutuhan untuk berkuasa
Pengembangan n Ach
Mcclelland mengemukakan bahwa untuk memperkuat dan mengembangkan potensi n Ach, diperlukan pelatihan khusus yang dalam tahap demi tahapannyacalon wirausahawan akan dibekali bermacam cara menambah ketrampilan dalam berwirausaha.
Tahap Pertama, calon wirausahawan diminta untuk menuliskan rencanarencana pribadi dalam dua tahun mendatang. Serta rencana yang mungkin datang tanpa diduga, berikut juga solusi dan harapan yang digunakan dalam menghadapi rencana tak terduga tersebut. Rencana semua itu dituliskan dalam bentuk yang realistis, praktis, dan spesifik. Nantinya, calon wirausahawan akan mengecek kembali rencana yang ia tulis dalam kurun waktu 6 bulan. Untuk mengetahui, apakah rencana tersebut benar- benar terjadi dan ia hadapi serta ia atasi atau tidak.
Tahap Kedua, calon wirausahawan akan diajak untuk berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan standar individu yang memiliki tingkat n Ach tinggi. Langkah ini
berfungsi untuk mengajak calon wirausahawan agar ia dapat melihat keadaan atau peluang dengan sudut pandang pencapaian tujuan
Tahap Ketiga, wirausahawan diberi konsep baru dalam tiga bidang, yaitu dasar ilmiah dan logis untuk mengaitkan n Ach dengan keberhasilan berwirausaha melalui teori dan riset, pencitraan tentang diri mereka sendiri, dan pencarian hal yang penting bagi mereka dalam hidup
Tahap terakhir adalah pemberian dukungan emosional kepada para calon wirausahawan. Mereka dilatih melalui penegasan (confirmation) dan pendasaran (essentiality) untuk menguatkan rasa percaya diri mereka.
Menurut Chris Argyris, keuntungan pengembangan n Ach yang akan dimiliki calon wirausahawan adalah :
1. Mereka mampu mendefinisikan tujuan-tujuan mereka secara terarah
2. Mampu mengorientasikan tujuan-tujuan tersebut dengan kebutuhan, kemampuan, dan nilai-nilai 3. Mampu mendefinisikan arah dari tujuan mereka 4. Mampu merealisasikan aspirasi yang mereka
dapatkan
Manajemen dalam Kewirusahaan
Kewirausahaan sangat berkaitan dengan inovasi dan kreatifitas. Karena inovasi merupakan dikenal efektif dalam mengerjakan suatu hal yang baru. Tetapi suatu hal yang baru itu, belum tentu dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Hal ini yang melahirkan salah satu sikap yang
harus ada dalam diri wirausahawan, yakni berani mengambil risiko. Dalam pengambilan risiko, wirausahawan harus memperhitungkan pengaruh risiko tersebut dalam jangka pendek dan jangka panjang.