• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kedisiplinan Peserta Didik

Dalam dokumen persepsi guru rumpun pendidikan agama islam (Halaman 68-77)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kajian Teori

3. Kedisiplinan Peserta Didik

a. Pengertian Kedisiplinan Peserta Didik

Kedisiplinan berasal dari kata disiplin, yang mendapatkan awalan

“ke” dan akhiran “an,” hal ini merupakan konfiks verbal yang berartikan keadaan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia arti disiplin adalah tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); ketaatan kepada peraturan (tata tertib dsb).” Sedangkan kata kedisiplinan berarti perihal berdisiplin.87

Kata disiplin adalah sebuah kata yang sering dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di pasar, di sekolah, dan lain sebagainya.

Disiplin diartikan sebagai suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pribadi dan kelompok. Tata tertib diberlakukan untuk manusia (tidak untuk binatang) sebagai objek dan subyek. Timbul disiplin dari dalam jiwa, dikarenakan dorongan adanya tata tertib berupa ketaatan atau kepatuhan. Berdisiplin dapat dimaknai menaati atau mematuhi tata tertib.88

Kata disiplin ditinjau berasal dari bahasa Inggris, yaitu discipline yang memiliki beberapa arti berupa pengendalian diri, membentuk karakter yang bermoral, memperbaiki dengan sanksi, serta kumpulan beberapa tata tertib untuk mengatur tingkah laku.89

Disiplin adalah bagian dari pengaruh yang dirancang guna membantu anak menghadapi terhadap lingkungan. Kebutuhan akan

87 Kementerian Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), 351.

88 Syaiful Bahri Djamarah, Rahasia Sukses Belajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 12.

89 Masykur Arif Rahman, Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (Yogyakarta: Diva Press, 2011), 64.

menjaga keseimbangan antara kecenderungan dan keinginan individu dalam memperoleh sesuatu dengan peraturan oleh lingkungan terhadap dirinya yang menyebabkan tumbuhnya disiplin.90

Disiplin dapat diartikan sebagai sikap mental dalam tingkah laku masyarakat atau kelompok dan perorangan dalam kepatuhannya terhadap peraturan-peraturan (ketentuan-ketentuan) yang ditetapkan oleh pemerintah, norma-norma, dan kaidah-kaidah dalam masyarakat dengan tujuan tertentu.91

Atas uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa disiplin suatu keadaan sikap ketaatan pada peraturan, norma atau tata tertib, yang dilakukan dalam keadaan sadar sebagai proses pengendalian diri guna mencapai standar yang tepat dan tujuan yang diharapkan.

b. Unsur-Unsur Kedisiplinan Peserta Didik

Adanya disiplin dapat mendidik anak guna berperilaku sinkron dengan aturan yang ditetapkan oleh kelompok sosial di masyarakat. Hal ini selaras dengan pernyataan Elizabeth B. Hurlock bahwa disiplin empat komponen utama, komponen harus utuh (tidak boleh ada salah satu yang hilang). Jikalau hilang satu komponen akan berakibat terhadap timbulnya sikap peserta didik yang tidak diuntungkan dan perilaku akan tidak selaras dengan harapan. Hal ini menunjukkan bahwa komponen- komponen tersebut berperan dalam moral.92

90 Ngainun Naim, Character Building (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), 142.

91 Muchdarsyah Sinungan, Produktifitas: Apa dan Bagaimana (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 135.

92 Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak, terj. Meitasari Tjandrasa (Jakarta: Erlangga, 2008), 84.

Adapun beberapa unsur pokok dalam disiplin, yaitu:93 1) Peraturan

Peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk tingkah laku.

Pola ditetapkan oleh siapapun tergantung lokasi, bisa teman bermain, orang tua, atau guru dengan tujuan untuk membekali kepada anak sebagai pedoman perilaku yang disetujui dalam situasi tertentu.

Contohnya berupa peraturan sekolah dan rumah.

2) Hukuman

Hukuman dapat diartikan sebagai penjatuhan akan hukuman kepada seseorang yang melakukan akan kesalahan, perlawanan, atau pelanggaran sebagai balasan. Tindakan akan tiga hal tersebut (kesalahan, perlawanan, atau pelanggaran) dilakukan secara sengaja, meskipun dikatakan tidak secara jelas. Akan tetapi orang sebagai pelaku mengetahui atas perbuatan tersebut salah tetap dilakukan.

3) Penghargaan

Penghargaan mempunyai makna dalam setiap bentuk untuk hasil yang baik. Telah dijelaskan di atas, bahwa penghargaan tidak harus berupa materi. Akan tetapi bentuk penghargaan bisa berupa kata-kata, senyuman, pujian, atau tepuk tangan. Penghargaan berbeda dengan suapan, jika penghargaan diberikannya menyusul setelah hasil tercapai. Sedangkan suap berupa janji akan imbalan yang diperuntukkan kepada orang untuk berbuat sesuatu.

93 Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak, 81-91.

4) Konsistensi

Konsistensi adalah tingkat stabilitas. Konsistensi tidak sama dengan ketetapan (tidak adanya perubahan), dikarenakan konsistensi diartikan sebuah kecenderungan menuju kesamaan. Jikalau disiplin sebuah ketetapan, maka tidak akan perubahan untuk menghadapi kebutuhan yang berubah.

c. Indikator-Indikator Bentuk Kedisiplinan Peserta Didik

Indikator-indikator dalam bentuk kedisiplinan peserta didik sangat dibutuhkan guna mengukur tingkatannya. Adapun jenis yang dominan dalam kedisiplinan peserta didik menurut Moenir adalah hal waktu dan kerja atau perbuatan.94

Tabel 2.2

Indikator-Indikator Bentuk Kedisiplinan Peserta Didik No Jenis Disiplin Indikator-Indikator Bentuk Kedisiplinan 1 Disiplin Waktu 1. Menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah

ditetapkan

2. Tepat waktu dalam belajar, mencakup datang, masuk dalam kelas, dan pulang sekolah tepat dengan waktu yang telah ditentukan

3. Tidak meninggalkan kelas tanpa sepengetahuan orang tua dan guru (membolos)

2 Disiplin Peraturan

1. Tidak menyuruh orang lain dalam mengerjakan tugasnya

2. Membawa peralatan belajar, seperti buku tulis, penghapus, pensil, bolpoin, buku cetak, dsb 3. Patuh dan tidak melanggar terhadap peraturan

yang berlaku

4. Tidak suka berbohong

5. Tingkah laku yang menyenangkan, mencakup tidak mencontek, tidak membuat keributan, dan tidak mengganggu orang lain yang sedang belajar

94 H A.S Moenir, Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), 95.

Selaras dengan pendapat Moenir, Agus Wibowo dalam bukunya menyampaikan bahwa indikator-indikator kedisiplinan peserta didik, yaitu sebagai berikut:95

1) Menggunakan kelengkapan seragam sesuai peraturan.

2) Masuk sekolah tepat waktu pada jam yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan atau sekolah.

3) Menjaga kerapian dan keberhasilan sesuai dengan peraturan sekolah.

4) Apabila berhalangan hadir di sekolah atau tidak masuk, maka harus menyatakan surat pemberitahuan ke sekolah melalui guru wali kelas.

5) Mengakhiri kegiatan dan pulang sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh lembaga pendidikan atau sekolah.

Indikator-indikator bentuk kedisiplinan peserta didik tidak hanya pada lingkungan pendidikan atau sekolah saja. Akan tetapi terjadi pula pada diluar sekolah, hal ini disampaikan oleh Arikunto dalam bukunya, bahwa:96

1) Kedisiplinan di dalam kelas, meliputi kehadiran di sekolah atau kelas, mengamati guru ketika menerangkan materi, meliputi kegiatan menulis, mengamati, membaca buku pelajaran, menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, dan membawa perlengkapan belajar, seperti buku tulis, alat tulis, buku paket.

95 Agus Wibowo, Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), 85-86.

96 Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi (PT Rineka Cipta, 1990), 122- 123.

2) Kedisiplinan di luar kelas lingkungan pendidikan atau sekolah, seperti menggunakan waktu senggang atau istirahat untuk belajar, meliputi kegiatan membaca buku di perpustakaan, dan berdialog dengan teman terkait materi pelajaran yang telah dipahami.

3) Kedisiplinan di rumah, seperti mempunyai susunan kegiatan dalam belajar dan menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru.

d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Peserta Didik Kedisiplinan merupakan sesuatu yang tidak terjadi secara otomatis atau pada seseorang, terutama dalam diri peserta didik. Akan tetapi, kedisiplinan terbentuk faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Menurut Wisnu Aditya Kurniawan dalam bukunya menyampaikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan peserta didik, sebagai berikut:

1) Faktor intern

Faktor intern merupakan faktor yang terdapat pada diri seseorang, faktor-faktor tersebut meliputi:97

a) Faktor pembawaan

Menurut aliran nativisme, nasib seorang anak sebagian besar ditentukan oleh karakteristik alamiahnya. Sementara lingkungan hanya memiliki sedikit pengaruh. Aspek baik atau buruknya dari perkembangan seorang anak semata-mata ditentukan oleh pembawaannya. Hal ini didukung oleh pernyataan John

97 Wisnu Aditya Kurniawan, Budaya Tertib Siswa di Sekolah: Penguatan Pendidikan Karakter Siswa (Sukabumi: CV Jejak, 2018), 47-49.

Brierley dalam bukunya yang menyatakan bahwa setiap perilaku dipengaruhi oleh keturunan dan lingkungan.98

b) Faktor kesadaran

Kesadaran adalah hati yang telah terbuka atas pikiran yang sama tentang mengenai apa yang telah dikerjakan. Disiplin akan mudah dilakukan kalau timbul dari kesadaran untuk bertindak taat, patuh, dan teratur tanpa terpengaruh dari luar.

c) Faktor minat dan motivasi

Minat adalah suatu perangkat manfaat yang terdiri dari kombinasi dari perasaan-perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut, dan kecenderungan-kecenderungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.

Sedangkan motivasi adalah dorongan atau kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Minat dan motivasi sangat berpengaruh untuk meningkatkan keinginan yang terdapat diri seseorang untuk berdisiplin. Sehingga keduanya kuat, maka dalam pelaksanaan disiplin akan berjalan tanpa adanya dorongan dari luar.

d) Faktor pengaruh pola pikir

Adanya pikiran lebih dahulu sebelum perbuatan, maka perbuatan apapun dilakukan setelah pikiran. Pola pikir yang telah

98 John Brierley, Give Me A Child Until He Is Seven: Brain Studies & Early Childhood Education (Oxfordshire: Routledge Falmer, 2004), 98.

ada terlebih dahulu sebelum tertuang dalam perbuatan sangat berpengaruh dalam melakukan suatu kehendak atau keinginan. Jika orang mulai berpikir akan pentingnya disiplin, maka ia akan melakukannya.

2) Faktor Ekstern

Faktor ekstern merupakan faktor yang terdapat di luar diri seseorang, beberapa faktor meliputi:99

a) Contoh atau teladan

Ucapan sangat kecil pengaruhnya dibandingkan dengan perbuatan dan tindakan. Dikarenakan contoh dan teladan disiplin atasan seringkali diikuti atau ditiru oleh bawahannya. Dalam lingkungan pendidikan, peserta didik sering kali meniru tindakan guru daripada apa yang dikatakan. Keteladanan kini menjadi elemen yang dapat mempengaruhi disiplin peserta didik sebagai akibatnya.

b) Nasihat

Ada kecenderungan bahwa kata-kata yang didengar seseorang akan berdampak pada jiwanya. Oleh karena itu, teladan dengan memberi contoh saja tidak akan cukup untuk membuat seseorang mengikuti aturan. Memberikan beberapa saran untuk menyelesaikan permasalahan sesuai keahlian dan pandangan objektif adalah definisi dari menasihati.

99 Wisnu Aditya Kurniawan, Budaya Tertib Siswa di Sekolah: Penguatan Pendidikan Karakter Siswa, 50-54.

c) Faktor latihan

Sejak kecil, latihan dapat dilakukan untuk mengembangkan disiplin yang sangat baik, yang pada akhirnya akan menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, selain menjadi sifat alami, sikap seseorang terhadap disiplin dapat diperoleh melalui latihan.

d) Faktor lingkungan

Lingkungan adalah salah satu komponen yang membantu keberhasilan pendidikan. Hal ini sama dengan disiplin, karena dukungan dan tekanan yang diberikan oleh lingkungan sekolah, peserta didik terbiasa melakukan kegiatan yang terorganisir dan teratur dalam kehidupan sehari-hari.

e) Karena pengaruh kelompok

Karena manusia adalah makhluk sosial, mereka harus bersosialisasi. Oleh karena itu, jika dipengaruhi oleh kelompok yang disiplin, maka akan terbentuklah suatu kelompok yang disiplin.

f) Upaya menanamkan disiplin

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan disiplin. Cara-cara tersebut meliputi pengulangan, teladan, kesadaran, dan pengawasan atau kontrol.

63 BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen persepsi guru rumpun pendidikan agama islam (Halaman 68-77)

Dokumen terkait