• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen persepsi guru rumpun pendidikan agama islam (Halaman 30-38)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Peneliti menggunakan skripsi dan jurnal yang telah disetujui dan dipublikasi, karena lebih mudah untuk berkonsentrasi dan menjelaskan keaslian dengan penelitian sebelumnya. Peneliti mengidentifikasi temuan- temuan dari penelitian sebelumnya, baik perbedaan dan persamaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Maka, hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini, sebagai berikut:

1. Skripsi yang ditulis oleh Samrah, 2016, yang berjudul “Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Pemberian Sanksi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI SDN 53 Pabbambaeng Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba.”

Penelitian oleh Samrah fokus pembahasan pada persepsi guru dan siswa terhadap pemberian sanksi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, karena fokus pembahasan terhadap persepsi guru rumpun PAI terhadap pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (hasil pemberian secara khusus). Letak persamaannya pada pembahasan mengenai persepsi dan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan pemberian sanksi di sekolah tersebut memang dilaksanakan dengan menggunkan berbagai cara, diantaranya menyapu, membersihkan ruangan

kelas, mengepel di luar dan di dalam ruangan, menghafal ayat-ayat pilihan, menatap tajam, memberikan teguran, memberikan denda, dan memberikan skors. Namun, sanksi yang digunakan di sini adalah sanksi yang sangat mendidik, dan itu dapat menguntungkan antara kedua belah pihak, antara guru dan peserta didik. Akan tetapi, masih ada saja peserta didik yang belum mengerti tentang pemberian sanksi tersebut. Pada umumnya, semua peserta didik setuju dengan adanya pemberian sanksi di sekolah tersebut.

Persepsi guru tentang sanksi itu sendiri pada umumnya para guru sangat setuju jika semua pendidik menerapkan sanksi, baik itu sanksi ringan maupun sanksi berat, akan tetapi kita harus mengalah lagi pada undang- undang perlindungan anak. Jadi, pendidik harus mengalah lagi mengenai peraturan tersebut dari yang semestinya. Persepsi peserta didik mengenai sanksi yang diterapkan oleh bapak/ibu guru, bahwa sanksi itu penghakiman antara perbuatan yang kita lakukan, yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di ruang kelas, dan sanksi dapat memberikan efek jerah pada peserta didik yang sering melanggar.31

2. Skripsi yang ditulis oleh Maisarah, 2017, yang berjudul “Persepsi Mahasiswa PAI Terhadap Penerapan Reward and Punishment di Ma‟had Al-Jami‟ah UIN Ar-Raniry.”

Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan subyek penelitiannya adalah objek atau penerima dari pemberian reward dan punishment. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti,

31 Samrah, “Persepsi Guru dan Siswa terhadap Pemberian Sanksi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VI SDN 53 Pabbambaeng Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukimba,”

(Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2016).

karena menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research atau penelitian lapangan, dan subyek penelitian adalah subyek atau pelaksana pemberian reward dan punishment. Letak persamaan pada pembahasan atau mengkaji mengenai persepsi atau pandangan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penerapan reward dan punishment di ma’had al-jami’ah bertujuan untuk mahasantri selalu mematuhi terhadap peraturan yang berlaku. Penerapan reward berupa penambahan nilai karakter ketika mahasantri tidak melanggar peraturan, dan dinobatkan menjadi ratu bahasa ketika mahasantri mahir dalam berbahasa asing. Dan pada bagian punishment berupa nasihat dan arahan ketika mahasantri tidak menutup aurat dengan tepat, hafalan dan berpidato bahasa asing ketika mahasantri memakai bahasa daerah untuk berkomunikasi di lingkup asrama, dan membersihkan pekarangan asrama ketika mahasantri tidak tepat waktu kembali ke asrama. Persepsi mahasiswa PAI terhadap penerapan reward dan punishment di ma’had al-jami’ah, reward dan punishment mampu membentuk karakter mahasantri ke arah yang lebih baik. Namun, sebagian mempersepsikan penerapan reward dan punishment tidak diterapkan dengan cukup ketat.32

3. Skripsi yang ditulis oleh Rizky Amalia Hafni, 2019, yang berjudul

Persepsi Guru PAI Tentang Punishment dan Penerapannya dalam Pembelajaran di SMP IT Al-Ikhwan Tanjung Morawa.”

32 Maisarah, “Persepsi Mahasiswa PAI Terhadap Penerapan Reward and Punishment di Ma’had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry,” (Skripsi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2017).

Penelitian oleh Rizky Amalia Hafni menggunakan pendekatan fenomenologis, hanya melihat bagaimana punishment diberikan, dan fokus pada tujuan pemberian punishment secara umum. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, karena menggunakan pendekatan penelitian lapangan atau field research, serta fokus terhadap hasil pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (hasil pemberian secara khusus). Letak persamaannya pada pembahasan mengenai persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah SMP IT Al- Ikhwan Tanjung Morawa Deli Serdang menggunakan punishment menjadi alat instruksionalnya dalam pembelajaran PAI, karena sekolah menggunakan bentuk punishment non-fisik untuk memastikan bahwa semua siswanya selalu mencontoh, mematuhi peraturan, serta tata tertib yang berlaku.33

4. Jurnal yang ditulis oleh Candra Wijaya, M. Luthfie Ramadhani, dan Edi Jatmiko, 2020, yang berjudul “Persepsi Guru Tentang Reward and Punishment dan Implementasinya dalam Pembelajaran di MAN II Model Medan.”

Penelitian oleh Candra Wijaya, dkk. menggunakan pendekatan fenomenologis dan fokus tujuan lebih luas pemberian reward dan punishment. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, karena menggunakan pendekatan penelitian field research atau penelitian lapangan,

33 Rizky Amalia Hafni, “Persepsi Guru PAI Tentang Punishment dan Penerapannya dalam Pembelajaran di SMP IT Al-Ikhwan Tanjung Morawa Deli Serdang,” (Skripsi, UIN Sumatera Utara, 2019).

dan mengkaji pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (hasil pemberian secara khusus hasil keduanya).

Letak persamaannya pada jenis penelitian kualitatif, membahas atau mengkaji mengenai persepsi guru, dan meneliti tentang pemberian reward dan punishment. Adapun hasil dari penelitian ini ada 4, yaitu yang pertama reward diberikan kepada siswa dengan tujuan termotivasi dan membuat mereka merasa dihargai. Sedangkan punishment diberikan dengan tujuan efek jera terhadap siswa yang melakukan kesalahan. Kedua, pemberian punishment haruslah yang bersifat mendidik dengan cara yang konstruktif.

Ketiga, dengan memberikan reward oleh guru dan kepala sekolah MAN 2 Model Medan kepada siswa berprestasi di luar madrasah dan membawa reputasi madrasah dengan baik. Sementara siswa yang mematuhi pada peraturan madrasah, tidak terlalu diberi apresiasi oleh madrasah dengan pemberian reward. Dan keempat, guru memberikan punishment kepada siswa yang tidak mematuhi peraturan madrasah. Punishment berupa mengaji Alquran, menghafal hadits, membersihkan halaman di depan kelas, dan menerima surat peringatan (SP).34

5. Jurnal yang ditulis oleh Wina Janustisia Sari, Andi Aisa, dan Musgar, 2021, yang berjudul “Persepsi Guru PAI Terhadap Pemberian Punishment dan Penerapannya dalam Pembelajaran di SMA Negeri 07 Bombana.”

Penelitian oleh Wina Janustisia Sari, dkk. menggunakan pendekatan fenomenologis dan fokus hanya pada pemberian punishment serta

34 Candra Wijaya, M. Luthfie Ramadhani, dan Edi Jatmiko, “Persepsi Guru Tentang Reward and Punishment dan Implementasinya dalam Pembelajaran di MAN II Model Medan,” Nazhruna 3, no. 1 (2020), https://doi.org/10.31538/nzh.v3i1.521.

penerapannya dalam pembelajaran. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, karena menggunakan pendekatan penelitian field research atau penelitian lapangan, dan mengkaji pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (secara khusus hasil pemberian keduanya). Letak persamaannya pada jenis penelitian kualitatif deskriptif dan membahas atau mengkaji mengenai persepsi guru PAI. Adapun hasil dari pemberian punishment yang direalisasikan dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam di SMA Negeri 07 Bombana dianggap berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. Bentuk punishment yang digunakan oleh dewan guru PAI SMA Negeri 07 Bombana dengan bentuk nonfisik sehingga siswa selalu memahami dan mendalami serta mengikuti peraturan dan tata aturang yang diberlakukan di sekolah SMA Negri 07 Bombana. Pandangan ini diambil dari dasar observasi yang dilakukan dalam peneltian bahwa ada iklim ketaatan terhadap tata tertib dalam lingkungan sekolah setelah punishment ini diterapkan.35

Berdasarkan lima penelitian terdahulu terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

35 Wina Janustisia Sari, Andi Aisa, dan Musgar Musgar, “Persepsi Guru PAI Terhadap Pemberian Punishment Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Di SMA Negeri 07 Bombana,” Jurnal Edukasi Cendekia 5, no. 1, (Februari 2021), https://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/JEC.

Tabel 2.1

Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan dengan Judul Peneliti No Nama dan Judul

Peneliti

Persamaan Perbedaan

1 Samrah, (2016)

“Persepsi Guru

dan Siswa

Terhadap

Pemberian Sanksi dalam

Pemberlajaran Pendidikan

Agama Islam Kelas VI SDN 53 Pabbambaeng Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba”

Persamaannya berupa pembahasan atau mengkaji mengenai persepsi, serta menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan.

Perbedaannya berupa fokus pembahasan pada persepsi guru dan siswa terhadap pemberian sanksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti fokus terhadap persepsi guru rumpun PAI terhadap pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (hasil pemberian secara khusus) 2 Maisarah, (2017)

“Persepsi

Mahasiswa PAI Terhadap

Penerapan

Reward and Punishment di

Ma’had Al-

Jami’ah UIN Ar- Raniry”

Persamaannya berupa pembahasan atau mengkaji mengenai persepsi atau pandangan

Perbedaannya berupa jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan subyek penelitiannya adalah objek atau penerima dari pemberian reward dan punishment.

Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research atau penelitian lapangan, dan subyek penelitian adalah subyek atau pelaksana pemberian reward dan punishment

3 Rizky Amalia Hafni, (2019)

“Persepsi Guru PAI Tentang Punishment dan Penerapannya dalam

Pembelajaran di SMP IT Al- Ikhwan Tanjung

Persamaannya berupa membahas atau mengkaji mengenai persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menggunakan jenis penelitian kualitatif

Perbedaannya berupa pendekatan fenomenologis, hanya melihat bagaimana punishment diberikan, dan fokus pada tujuan punishment secara umum.

Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan penelitian lapangan atau field

No Nama dan Judul Peneliti

Persamaan Perbedaan

Morawa” research, serta fokus terhadap

hasil pemberian reward dan punishment kepada peserta didik dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (hasil pemberian secara khusus)

4 Candra Wijaya, dkk., (2020)

“Persepsi Guru Tentang Reward and Punishment dan

Implementasinya dalam

Pembelajaran di MAN II Model Medan”

Persamaannya berupa menggunakan jenis penelitian kualitatif, membahas atau mengkaji mengenai persepsi guru, dan meneliti tentang pemberian reward dan punishment

Perbedaannya berupa pendekatan fenomenologis dan fokus tujuan lebih luas pemberian reward dan punishment. Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan penelitian field research atau penelitian lapangan, dan mengkaji pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (secara khusus hasil pemberian keduanya) 5 Wina Janustisia

Sari, dkk., (2021)

“Persepsi Guru PAI Terhadap Pemberian Punishment dan Penerapannya dalam

Pembelajaran di SMA Negeri 07 Bombana”

Persamaannya berupa jenis penelitian kualitatif deskriptif dan membahas atau mengkaji mengenai persepsi guru PAI

Perbedaannya berupa pendekatan fenomenologis dan fokus hanya pada pemberian punishment serta penerapannya dalam pembelajaran. Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan penelitian field research atau penelitian lapangan, dan mengkaji pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan peserta didik (secara khusus hasil pemberian keduanya) Berdasarkan tabel tersebut, penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini layak dilanjutkan dengan judul “Persepsi Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam Terhadap Pemberian Reward dan Punishment dalam Membentuk

Kedisiplinan Peserta Didik di MTsN 1 Banyuwangi,” dikarenakan pembahasan pada persepsi guru rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pemberian reward dan punishment dengan fokus terhadap hasil pemberian dalam membentuk kedisiplinan peserta didik menjadi hal yang berbeda sekaligus kebaruan.

Dalam dokumen persepsi guru rumpun pendidikan agama islam (Halaman 30-38)

Dokumen terkait