PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Hukuman diartikan sebagai suatu tindakan yang secara sadar dan sengaja dikenakan kepada siswa oleh seorang guru sehingga dapat menimbulkan perasaan sedih. Bapak Umar Sidik memberikan reward berupa nilai tambahan dan pujian kepada siswa yang menyelesaikan tugas yang diberikan olehnya.
Fokus Penelitian
Dan juga dalam pemberian reward dan punishment, setiap guru mempunyai persepsi yang berbeda-beda untuk membentuk kedisiplinan siswanya, meskipun siswa tersebut diajar oleh guru yang sama. Mengenai perbedaan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Pemberian Reward dan Punishment Dalam Membentuk Disiplin Siswa di MTsN 1 Banyuwangi.”
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dan juga dapat membantu madrasah dalam menentukan kebijakan mengenai penggunaan reward dan punishment untuk mendisiplinkan siswa dengan lebih efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada guru Pendidikan Agama Islam (IRA) di MTsN 1 Banyuwangi mengenai cara efektif penggunaan reward dan punishment dalam pembentukan kedisiplinan siswa.
Definisi Istilah
Yang dimaksud disini adalah persepsi guru kelompok PAI MTsN 1 Banyuwangi yang mengajar kelas VII-VIII tentang pemberian reward dan punishment kepada siswa. Tujuan disini adalah untuk mendisiplinkan siswa kelas VII-VIII mengenai pemberian reward dan punishment yang diberikan oleh guru kelompok PAI MTsN 1 Banyuwangi.
Sistematika Pembahasan
Di akhir bab terdapat daftar pustaka, pernyataan keaslian artikel, beberapa lampiran yang berkaitan dengan penelitian, dan biodata di akhir.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan peneliti yang menggunakan pendekatan penelitian lapangan dan mengkaji pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan siswa (khusus hasil pemberian keduanya). Sedangkan pada penelitian yang dilakukan peneliti, fokusnya adalah pada persepsi guru kelompok PAI terhadap pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan siswa (hasil spesifik dari memberi) 2 Maisarah, (2017).
Kajian Teori
- Persepsi Guru Rumpun PAI
- Reward dan Punishment
- Kedisiplinan Peserta Didik
Sebaliknya pemberian penghargaan atau reward hendaknya berkaitan dengan kebutuhan harga diri siswa. Guru juga akan mempertimbangkan jenis penghargaan atau hukuman apa yang sesuai dengan tindakan siswa pada tahap ini. Untuk membenarkan dan mengoordinasikan perbedaan sikap dan perilaku siswa yang berlabuh, guru akan berdiskusi dengan guru lain tentang rencana pemberian penghargaan dan hukuman.
Jika ada siswa yang tidak menyelesaikan tugas yang diperintahkan, guru dapat memberikan hukuman; Tujuan penghargaan dapat dikaitkan dengan tujuan pembelajaran yang disertai dengan sikap dan perilaku positif dari siswa. Contoh keberhasilan pemberian reward adalah ketika siswa mengerjakan suatu tugas untuk mendapatkan reward, mereka mengerjakannya dengan baik dan benar.
Sedangkan pemberian hukuman juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, yaitu melalui pelanggaran yang dilakukan siswa selama pembelajaran. Dengan memberikan hukuman secara langsung bertujuan agar siswa fokus pada proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Indikator Bentuk Disiplin Siswa Tidak Ada Jenis Disiplin Indikator Bentuk Disiplin 1 Disiplin Waktu 1.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Selain itu, dalam pemberian reward dan punishment, MTsN 1 Banyuwangi memiliki keunikan dalam kreativitas guru dalam memberikan reward dan punishment kepada siswa. Kreativitas tersebut memungkinkan MTsN 1 Banyuwangi menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, namun tetap membentuk kedisiplinan siswa. Penerapan reward dan punishment yang kreatif tentu memerlukan pemikiran kreatif dan pengalaman dari guru.
Misalnya, lokasi penelitian di MTsN 1 Banyuwangi memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mempelajari lebih dalam tentang praktik pengajaran kreatif dalam mengembangkan penerapan reward dan punishment.
Subyek Penelitian
Dimaklumi bahwa lembaga ini tidak hanya fokus pada penegakan aturan, namun juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif untuk membentuk kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan baru kepada lembaga pendidikan lain untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Bidang kesiswaan, guru kelompok PAI sebagai guru kelas VII-VIII, dan perwakilan siswa kelas VII-VIII di MTsN 1 Banyuwangi menjadi subjek penelitian.
8 Siswa Kelas VII Siswa Kelas VII F Siswa Kelas VII I Siswa Kelas VIII Siswa Kelas VIII F.
Teknik Pengumpulan Data
Oleh karena itu peneliti melanjutkan proses penelitian dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh setelah menyelesaikan prosedur pengumpulan data. Tanpa teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan memperoleh data yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.105. Bentuk reward dan punishment apa yang berlaku di kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi.
Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan guru kelompok PAI dalam pemberian reward dan punishment di kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi. Apa akibat dari pemberian reward dan punishment terhadap kedisiplinan siswa kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi. Wawancara dengan wakil kepala madrasah, untuk mengetahui tata cara pemberian dan bentuk reward dan punishment yang diberikan madrasah kepada siswa.
Wawancara dengan guru keluarga PAI untuk mengetahui konsep, bentuk dan langkah reward dan punishment yang diberikan guru keluarga PAI dalam membentuk kedisiplinan siswa. Wawancara dengan guru dan siswa kelompok PAI untuk mengetahui hasil pemberian reward dan punishment dalam pembentukan kedisiplinan.
Analisis Data
Penyajian data dimaksudkan untuk interpretasi data secara rinci dan sistematis setelah dianalisis dalam bentuk yang telah disiapkan. Namun data yang disajikan masih berupa data sementara untuk kepentingan peneliti dalam penelitian lebih lanjut untuk memperoleh tingkat validitas. Jika ternyata data yang disajikan terbukti benar, maka dapat dilanjutkan ke tahap pengecekan kesimpulan antara.
Namun apabila ternyata data yang disajikan kurang sesuai maka tidak dapat diambil kesimpulan, namun harus dilakukan reduksi data kembali. 110. Rangkuman singkat, grafik, hubungan antar kategori, diagram alur dan hubungan antar kategori dapat digunakan untuk menyajikan data. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat tentatif dan akan berubah kecuali ditemukan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data.
Oleh karena itu, kesimpulan yang diambil merupakan kesimpulan yang masuk akal.111 Hal ini dimaksudkan untuk memberikan makna atau menggunakan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi atau dokumentasi.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Mengidentifikasi dan menggunakan informan yang dianggap memenuhi syarat untuk memberikan informasi tambahan dan relevan selama proses penelitian. Proses penyusunan instrumen penelitian untuk keperluan pengumpulan data dengan menggunakan kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan setelah memilih informan yang tepat. Dalam tahap pelaksanaan di lapangan, peneliti harus memperhatikan beberapa hal, antara lain memahami lapangan yang meliputi mengetahui latar belakang penelitian, beradaptasi dengan lingkungan, tidak memihak dan akrab dengan topik, alokasi peserta penelitian dan berperan aktif. dalam pengumpulan data. kegiatan.
Karena data bersifat kompleks, maka peneliti harus fokus pada informasi penting dan menghilangkan informasi lain melalui tahapan analisis data, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Yani di Gedung Asisten Bupati yang didirikan SMPN 1 Banyuwangi saat ini, sudah berjalan 5 tahun. Kusuma Bangsa (sekarang Jl. Wijaya Kusuma, menjadi Radio Blambangan) adalah milik pemerintah daerah dan MTsN 1 Banyuwangi mempunyai haknya. Sumber : Dokumen Profil MTsN 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023. Dari total data siswa tersebut, peneliti juga meneliti data siswa kelas VII F, VII I, VIII F, VIII G dan VIII H MTsN 1 Banyuwangi sebagai subjek penelitian.
Penyajian Data dan Analisis
Pandangan ini menekankan manfaat dan tujuan pemberian penghargaan dan hukuman kepada siswa. Guru keluarga PAI memberikan bentuk reward dan punishment kepada siswa baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Persepsi guru kelompok PAI dalam menerapkan langkah reward dan punishment untuk membentuk kedisiplinan siswa.
Langkah operasional terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemberian penghargaan dan hukuman kepada siswa. Persepsi guru mengelompok PAI terhadap hasil pemberian reward dan punishment dalam membentuk kedisiplinan siswa. Guru keluarga PAI melihat adanya perubahan positif pada perilaku siswa setelah mendapat reward dan punishment.
Jadi bentuk pemberian penghargaan dan hukuman ini mempunyai akibat bagi siswa di kelas kami.”149. Sebagai salah satu murid yang diajarnya, saya merasakan akibat dari ganjaran dan hukumannya. Bentuk pemberian reward dan punishment yang dilakukan oleh guru keluarga PAI kepada siswanya berupa fisik dan non fisik.
3 Persepsi Guru Gugus PAK Terhadap Hasil Pemberian Reward dan Punishment Dalam Membentuk Disiplin Siswa.
Pembahasan Temuan
Guru keluarga PAI mempertahankan atau meningkatkan bentuk pemberian reward dan punishment yang efektif. Persepsi guru pendidikan agama Islam terhadap pemberian reward dan punishment dalam pembentukan kedisiplinan siswa di MTsN 1 Banyuwangi. Bagaimana persepsi guru kelompok PAI mengenai konsep reward dan punishment dalam pembentukan kedisiplinan siswa di MTsN 1 Banyuwangi.
Bagaimana persepsi guru kelompok PAI terhadap hasil pemberian reward dan punishment dalam desain kedisiplinan siswa di MTsN 1 Banyuwangi. Observasi hasil pemberian reward dan punishment oleh guru kelompok PAI tentang kedisiplinan siswa kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi B. 2 Reward dan punishment seperti apa yang diberikan madrasah ini kepada siswa.
3 Apa akibat dari reward dan punishment yang diberikan madrasah ini kepada siswanya? 4 Bagaimana hasil pemberian reward dan punishment terhadap kedisiplinan siswa kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi selama ini?
PENUTUP
Simpulan
Guru pendidikan agama Islam melihat hasil positif dari pemberian reward dan punishment dalam meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar dan membentuk kedisiplinan siswa.
Saran-Saran
- Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan dengan Judul Peneliti
- Indikator-Indikator Bentuk Kedisiplinan Peserta didik
- Subyek Penelitian
- Jumlah Guru dan Pegawai MTsN 1 Banyuwangi
- Jumlah Guru Rumpun PAI
- Jumlah Peserta Didik MTsN 1 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023 78
- Bentuk-Bentuk Pemberian Reward dan Punishment Guru Rumpun PAI 88
Penerapan Reward dan Punishment Untuk Meningkatkan Disiplin Siswa Di SMA Samarinda. oleh guru kelompok PAI di kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi.
Mengamati implementasi langkah guru kelompok PAI dalam memberikan reward dan punishment di kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi. 2 Bagaimana bentuk reward dan punishment yang dilakukan ayah/ibu siswa kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi. 3 Apa langkah reward dan punishment yang digunakan di kelas VII-VIII MTsN 1 Banyuwangi.
2 Bentuk reward dan punishment apa yang anda terima dari guru kelompok PAI? 4 Bagaimana perasaan anda setelah mendapat reward dan punishment dari guru keluarga PAI?