• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kehadiran Peneliti

Dalam dokumen implementasi kurikulum merdeka belajar (Halaman 127-137)

BAB III METODE PENELITIAN

C. Kehadiran Peneliti

secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri serta berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasan dan peristiwanya.80

Penentuan subyek dalam penelitian ini menggunakan Purposive dan snowball sampling, artinya menggunakan Purposive Sampling dikarenakan pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu dengan kata lain, mendapatkan data dari orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, dan dengan teknik Snowball Sampling teknik pengambilan sumber data ini yang awalnya jumlahnya sedikit lama-lama menjadi besar, karena dari jumlah data yang sedikit tersebut belum mampu memberikan data yang memuaskan.81

Memperoleh data dan informasi yang valid, akurat serta meyakinkan yang berkaitan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023 maka sumber data sangat dibutuhkan. Yang dimaksud dengan sumber data adalah “subyek dari mana data dapat diperoleh.

Jadi sumber data dalam penelitian ini adalah subjek yang memberikan data dan informasi tentang apa yang diteliti.

80 Nurul, Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006),92

81 sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D,(Bandung: AL FABETA, 2014), 218

Berdasarkan uraian diatas maka yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah:

1. Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. sebagai Kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember.

2. Hadi Mulyono, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember

3. Sujarwa, S.Pd sebagai Waka kesiswaan SMA Negeri Ambulu Jember 4. Drs. Tohari, M.Pd Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri Ambulu

Jember

5. Agus Suprianto, S.Pd Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA Negeri Ambulu Jember

6. Ahmad junaidi tokoh masyarakat sekitar SMA Negeri Ambulu Jember.

E. Sumber Data

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian kualitatif posisi narasumber sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi, sebagai sumber informasi (key informan). Data diartikan sebagai fakta atau informasi yang diperoleh dari yang didengar, diamati, dirasa dan dipikirkan peneliti dari aktivitas dan tempat yang diteliti.82

Sumber data primer ditujukan kepada kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember selaku policy maker dan guru-guru sebagai desainer dan menjalankan Kurikulum merdeka belajar dalam menumbuhkan akhlakul

82 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif: dilengkapi dengan contoh proposal dan laporan penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2015), 62.

karimah. Dukungan kedua subyek primer ini berkait langsung dengan dengan permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini.

Sedangkan sumber sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data dari sumber sekunder atau informan pelengkap ini berupa cerita dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah seperti masyarakat ataupun orang tua, penuturan atau catatan mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri Ambulu Jember.

F. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini difokuskan kepada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023. Hal ini dilakukan dengan jalan mengumpulkan data dari lapangan, selanjutnya berusaha untuk menganaliis terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Selanjutnya, dalam penelitian ada sejumlah alat pengumpulan data yang lazim di gunakan dalam penelitian deskriptif, antara lain: wawancara, observasi. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian nanti adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

Jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara dilakukan seperti kepala sekolah dan waka kurikulum sebagai pemangku kebijakan sekolah dan

juga guru serta siswa yang melakukan aktifitas pembelajaran yang hasil dari wawancara tersebut dicatat sebagai informasi penting dalam penelitian. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan untuk menjawab fokus penelitian yang peneliti angkat.

Adapun data wawancara yang peneliti harus dapatkan adalah:

a. Kebijakan penerapan kurikulum merdeka belajar b. Diterapkan untuk kelas berapa

c. Bagaimana nilai akhlakul karimah yang tampil

d. Bentuk metode madiri berubah kurikulm merdeka belajar e. Peran wali murid dalam penerapan kebijakan merdeka belajar 2. Observasi

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung adalah mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi sebenarnya maupun dilakukan di dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan untuk menjawab focus penelitian yang peneliti angkat.

Data observasi yang peneliti butuhkan untuk penelitian ini adalah:

a. Nilai nilai akhlakul karimah yang muncul b. Proses pembelajaran kurikulum merdeka belajar c. Penerapan jalur mandiri berubah

d. Peran para waka sekolah

e. Tanggung jawab kepala sekolah 3. Dokumentasi

Menurut Arikunto metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya.83

Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan untuk menjawab fokus penelitian yang peneliti angkat.

Adapun dokumen yang akan diperlukan oleh peneliti dalam melengkapi data berupa:

a. Data dokumen profil sekolah, b. Data dokumen kurikulum,

c. Data dokumentasi kepala sekolah serta d. Data dari berbagai waka sekolah.

G. Analisis data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian deskriptif Kualitatif model analisis data interactive (interactive of analysis) Miles dan Huberman, yang mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:84

83 Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2019), 206

84 Miles, Huberman, Saldana, Analisis Data Kualitatif, edisi 3 Penerjemah Tjejep Rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia, 2014), 31

1. Data collection (pengumpulan data)

Kegiatan mengumpulkan data sebagai sumber data yang diperlukan sebagai bahan dalam menghasilkan informasi sesuai dengan yang dikehendaki, dalam hal ini wawancara kepada Kepala sekolah, Guru Pendidikan agama islam dan guru kewarganegaraan, observasi dan dokumentasi diantaranya mengenai profil sekolah, bidang akademis, kepala sekolah dalam merancang kurikulum, strategi kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum.

2. Data condensation

Data condensation refes to the process of select data, focusing, simplifying, abstracting, and transforming the data thatopear in written-up field notes or transcription. Dalam kondisi data proses penyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Adapun kondensasi data yang telah peneliti lakukan seperti, memfokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023dalam hal ini yaitu Kegiatan Praktek Lapangan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan tersebut.

3. Data Display

Data yang mengacu pada fokus penelitian diantaranya:

(1) Bagaimana perencanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023? (2) Bagaimana pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023? (3) Bagaimana evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023?

Dalam hal ini penyajian data meliputi menumbuhkan akhlakul karimah dengan menggunakan kurikulum merdeka melalui jalur mandiri berubah.

4. Conclusing drawing/verivication

Menurut Miles dan Huberman, kesimpulan awal dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti- bukti yang kuat yang mendukung

pada tahap pengumpulan tahap selanjutnya.

Untuk lebih jelasnya bisa disimak melalui gambar dibawh ini:

Sumber: 85 H. Keabsahan Data

Keabsahan data adalah suatu yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk membuktikan data yang diperoleh dengan keadaan yang sesungguhnya, kredibilitas data itu sendiri bertujuan untuk membuktikan apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan pernyataan yang sebenar-benarnya.

Dalam penelitian ini pengujian keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi.

Triangulasi yang digunakan disini adalah triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik. Triangulasi sumber yakni membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan metode yang berbeda. Dan triangulasi teknik yakni menguji kredibilitas data yang dilakaukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.86

85M iles, Huberman, Saldana, Analisis Data Kualitatif, edisi 3 Penerjemah Tjejep Rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia, 2014), 33

86 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif: dilengkapi dengan contoh proposal dan laporan penelitian,274

Data collection

Data display

Conclusions:

drawing/verifyi ng

Data condensation

Triangulasi sumber ini dapat dicapai dengan jalan sebagai berikut:

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, termasuk mengecek hasil wawancara kepala sekolah

2. Membandingakan hasil wawancara dengan suatu dokumen yang berkaitan, yakni apa yang dihasilkan dari interview dibandingkan dokumen yang ada.

3. Membandingkan dengan apa yang dilakukan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi

Triangulasi teknik ini dapat dicapai dengan jalan sebagai berikut:

a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.

b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama

I. Tahap –Tahap Penelitian

Setidaknya terdapat tiga tahapan dalam penelitian yaitu tahap pra lapangan, tahap kerja laangan, dan tahap pengolahan data.87

Namun, penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan yaitu, sebagaimana tabel berikut:

NO Tahapan Proses Target hasil

1. Perencanaan Penelitian pendahuluan

Pra proposal 2. Penyusunan proposal pembuatan Diajukan awal 3. Validitas Revisi proposal Proposal valid 4. Pelaksanaan Penelitian dan

laporan

BAB II-BAB IV 5. Evaluasi Revisi hasil

penelitian

Temuan penelitian

87 edi Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002), 85.

BAB IV

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Penyajian dan Analisis Data

1. Perencanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023

Merdeka belajar merupakan tawaran dalam merekonstruksi sistem pendidikan dalam rangka menyongsong perubahan dan kemajuan bangsa yang dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman. Dengan cara, mengembalikan hakikat dari pendidikan yang sebenarnya yaitu pendidikan untuk memanusiakan manusia atau pendidikan yang membebaskan. Dalam konsep merdeka belajar, antara guru dan peserta didik merupakan subyek didalam system pembelajaran. Artinya guru bukan dijadikan sumber kebenaran peserta didik, namun guru dan peserta didik berkolaborasi bergerak mencari kebenaran. Melainkan posisi guru di ruang kelas bukan untuk menanam atau untuk menyeragamkan kebenaran menurut guru, namun menggali kebenaran, daya nalar dan kritisnya peserta didik melihat dunia dan fenomenanya. Peluang berkembangnya internet dan tekhnologi menjadi momentum kemerdekaan belajar. Karena dapat meretas sistem pendidikan yang kaku atau tidak membebaskan. Termasuk mereformasi beban kerja guru dan sekolah yang terlalu dicurahkan pada hal yang administratif. Oleh sebab itu kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri, dan keatif dapat dilakukan oleh unit pendidkan, guru dan peserta

119

didik. kebijakan merdeka belajar memberikan makna yang tersirat dalam pesanya bahwa peserta didik diberi kebebasan dalam menentukan masa depanya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya bukan berdasarkan tekanan yang menyebabkan peserta didik stress dan kehilangan rasa percaya dirinya sebagaimana kasus terjadi disebabkan adanya pelaksanaan ujian nasional.

Penerapan kurikulum merdeka belajar di setiap lembaga pendidikan tidak terlepas dari sumber hokum yang telah disususun oleh KEMENDIKBUDRISTEK dan telah disahkan, adapan dasar hukumnya sbagai berikut:

Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya. Kurikulum merdeka belajar yang diterapkan di SMA Negeri Ambulu Jember dalam menumbuhkan nilai akhlakul Karimah ini membutuhkan beberapa tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sedangkan penyajian pertama yang akan peneliti paparkan kali ini mengenai perencanaan dari kurikulum merdeka belajar dalam menumbuhkan nilai akhlakul karimah melalui jalur mandiri berubah di SMA Negeri Ambulu Jember.

Bapak Drs. Mochammad Irfan, M.Pd selaku kepala sekolah menjelaskan pemaparanya terkait apa yang disampaikan dalam wawancara dengan peneliti melalui penjelasan visi SMA Negeri Ambulu Jember.

“Kami menjadikan SMA Negeri Ambulu Jember sebagai sekolah berprestasi di bidang akademik dan non akademik dan unggul kultur keramah tamahan dan sopan santun yang kami bangun di sekolah ini, didukung oleh berbagai pihak yang ikut membantu dalam mensukseskan program dari kepala sekolah, serta didukung oleh visi yang diangkat oleh SMA Negeri Ambulu Jember yaitu:

Terwujudnya generasi unggul, berkarakter, dan kolaboratif seerta Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kreatif, atas dasar visi itulah kepala sekolah beserta para wakil kepala sekolah dibidang masing–masing saling bersinergi untuk mensukseskan visi tersebut”89

Bpk. Hadi Mulyono.S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember, berikut hasil wawancara dengan wakil kepala Sekolah bidang kurikulum:

“SMAN Ambulu ini memang merupakan sekolah yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik juga mampu jadi percontohan budaya nilai nilai etika yang baik hal ini didukung dengan visi misi yang di usung oleh SMA Negeri Ambulu Jember ini, sehingga dengan mengusung visi misi yang ada di SMA Negeri Ambulu Jember ini menjadikan seluruh elemen atau masyarakat sekolah ikut berperan aktif untuk mendukung dan mensukseskan program –program sekolah, sehingga SMA Negeri Ambulu Jember mampu menjadi sekolah yang berprestasi dan unggul dalam hal karakter ”91

Dari hasil wawancara di atas yang peneliti lakukan kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bahwa Bapak Drs Mochammad Irfan, M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember memaparkan bahwa tercipntaya budaya akhlakul karimah merupakan bentuk kerjasama semua pihak, mulai dari tenaga pendidik,

89 Wawancara, kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember , Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. 28 Desember 2022.

91 Wawancara, Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember Hadi Mulyono.S.Pd,29.desember 2022

seluruh wakil kepala sekolah dan semua masyarakat sekolah, hal ini juga tidak terlepas dari kebijakan pemeritah yang telah memberikan kebijakan baru berupa penggunakan kurikulum terbaru yang dikenal dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, hal ini didukung dengan hasil wawancara dengan dengan Bapak, Drs. Mochammad Irfan, M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember adapun hasil wawancaranya sebagai berikut:

“Peran semua wakil kepala sekolah dibidang masing masing yang sudah mendapat tugas sebagai pembantu kepala sekolah yang sudah mendapat SK kepala sekolah dan juga dukungan penuh dari seluruh elemen sekolah baik tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri Ambulu Jember, sangat aktif dan tanggap dalam membantu kepala sekolah untuk menjadikan sekolah berprestasi dan berakhlakul karimah, tanpa adanya dukungan dari seluruh element SMA Negeri Ambulu maka program kepala sekolah hanyalah sebagai dokumen semata”92

Pernyataan bapak Hadi Mulyono.S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum lagi sebagai berikut:

“Kepala sekolah dalam melaksanakan Implemenasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMA Negeri Ambulu Jember yang ditujukan untuk menciptakan iklim Akhlakul karimah sangatlah perlu untuk menyusun perencanaan terlebih dahulu, diantara perencanaan yang kepala sekolah lakukan adalah membentuk team pembantu kepala sekolah yang di ambil dari beberapa tenaga pendidik yang ada di SMA Negeri Ambulu Jember yang nantinya akan dikeluarkan SK nya sebagai pembantu kepala sekolah di bidang bidang yang sudah ditentukan oleh kepala sekolah, dari pembentukan team inilah mulai di tata alur kerja nya dan tugas fungsinya sebagai pembantu kepala sekolah. team pembantu sekolah tapi beberapa, yang tujuanya membahas terkait Implementasi Kurikulum Merdeka, supaya dalam menjalankan kurikulum terbaru ini sesuai dengan arahan dari pemerintah, oleh karena itu beberapa tem yang dibentuk kepala sekolah dikirim untuk mengikuti IHT (In House

92 Wawancara, kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember, Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. 28 Desember 2022

Training), yang dilaksanakan oleh kepala sekolah se kabupaten Jember, dan kurikulum merdeka belajar ini memeng difokuskan untuk pembelajarn namun dalam penerapanya mampu untuk menumbuhkan nilai akhlakul karimah.”95

Pemaparan dari bapak Hadi Mulyono.S.Pd diatas diperjelas lagi oleh bapak Erfan selaku kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember sebagai berikut:

“Saya melakukan perencanaan terlebih dahulu dalam mengambil keputusan untuk menjalankan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan perencanaan awal saya dimulai dengan membentuk team pembantu kepala sekolah terlebih dahulu yang mana dasar saya membentuk team pembantu kepala sekolah berdasarkan peraturan dari dinas pendidikan provinsi jawa timur, adapun team yang saya bentuk meliputi, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan wakil kepala sekolah di bidang tata usaha, yang nantinya semua wakil kepala sekolah sesuai bidang masing masing melaksanakan tugasnya”96

Bapak Sujarwa, S.Pd selaku pembantu kepala sekolah bidang kesiswaan melanjutkan pemaparanya lagi sebagai berikut:

“tugas dan pokok yang di laksanakan oleh tenaga pendidik SMA Negeri Ambulu Jember ini merupakan aktifitas yang dilaksanakan dari salah satu perencanaan kepala sekolah yang telah di rancang kepala sekolah untuk dilaksanakan, yang bertujuan untuk membantu kepala sekolah membangun nilai akhlakul karimah di SMA Negeri Ambulu Jember menggunakan kebijakan yang diterapkan oleh kepala sekolah, sehingga kepala sekolah sangat terbantu dalam membangun akhlakul karimah dengan semua dukungan aktif yang diberikan oleh seluruh elemen sekolah, baik itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan”98

95 Wawancara, Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember Hadi Mulyono.S.Pd,31.desember 2022

96 Wawancara, kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember , Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. 31 Desember 2022

98 Wawancara, waka kesiswaan SMA Negeri Ambulu Jember , Sujarwa, S.Pd. 02 januari 2023

Berdasarkan wawancara dengan bapak Drs. Tohari, M.Pd selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti bahwasanya:

“bapak Erfan melaksanakan Implementasi kurikulum merdeka belajar merupakan bentuk dari menjalankan kebijakan pemerintah terbaru terkait kurikulum terbaru namun bapak erfan meneliti dengan cermat dan diskusi sangat mendalam dengan berbagai guru yang ada di SMA Negeri Ambulu Jember, hal ini terbukti dari beberapa upaya yang dilaksanakan oleh bapak Erfan sebelum memutuskan melaksanakan Implementasi kurikulum merdeka belajar yaitu dengan berbagai upaya diantaranya, mengdakan perkumpulan dengan seluruh kepala sekolah yang disebut organisasi MKKS se kabupaten jember untuk ikut serta membahas lebih mendalam terkait kurikulum merdeka belajar dari diskusi itu terwujudlah sebuah agenda untuk memepelajari kurikulum merdeka dengan sebuah kegiatan bernama IHT (In House Training) dan dari kegiatan ini didikuti oleh guru guru utusan dari sekolah yang ada di jember termasuk SMA Negeri Ambulu Jember juga diutus untuk berangkat guna menghadir kegiatan tersebut, dan hasil dri mengikuti kegiatan tersebut yang menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri Ambulu Jember,”100

Begitu pula dengan yang disampaikan oleh bapak Agus Suprianto, S.Pd selaku guru mata pelajaran PKWU bahwasanya sebagai berikut:

“Bapak ibu guru ikut berperan aktif dalam membangun nilai Akhlakul karimah melalui Implementasi Kurikulum merdeka belajar sesuai dengan perencanaan yang telah di buat kepala sekolah yaitu melalui pembentukan team pembantu kepala sekolah, yang dilaksanakn oleh bapak ibu guru guna proses membangun nilai akhlakul karimah melalui projek penguatan profil pelajar panasila, demikian tadi itu atas dasar perencanaan yang kepala sekolah laksankan yang bertujuan membangun nilai akhlakul karimah di SMA Negeri Ambulu Jember, tanpa perencanaan yang di susun kepala sekolah tentu implementasi kurikulum merdeka belajar tentulah kurang maksimal dan terlaksana dengan baik.”102

100 Wawancara, gulu PAI SMA Negeri Ambulu Jember , Drs. Tohari, M.Pd. 05 januari 2023

102 Wawancara, gulu PKWU SMA Negeri Ambulu Jember , Agus Suprianto, S.Pd. 10 januari 2023

Berdasarkan dari data wawancara di atas dapat dimaksudkan bahwa bapak Ervan selaku kepala sekolah slalu teliti dan tersusun rapi dalam menjalankan program dan berhati hati dalam megambil kebijakan yang apabila menyangkut kebijakan besar seperti implementasi kurikulum merdeka belajar, hal ini yang menjadikan seluruh elemen sekolah merasa tidak ada keraguan sedikitpun dalam melaksanakn implementasi kurikulum merdeka belajar dalam membangun dan menumbuhkan nilai akhlakul karimah di SMA Negeri Ambulu Jember.

Data wawancara diatas relevan dengan data observsi yang peneliti lakukan sebagai berikut:

1. Dalam implementasi kurikulum mereka belajar yang diterapkan di SMA Negeri Ambulu Jember ini peneliti melakukan observasi yang peneliti temukan bahwasanya kepala sekolah membentuk team pembantu kepala sekolah terlebih dahulu dalam proses perencanaanya, dikarenakan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka ini SMA Negeri Ambulu Jember perlu berbagai pihak terkait yang didukung oleh dewan guru yang dibentuk oleh kepala sekolah dan diaplikasikan ke semua guru. Dan dalam proses ini menitik beratkan kepada guru mata pelajaran yang lebih erat kaitanya dengan peserta didik

2. Perencanaan dalam menjalankan kurikulum merdeka belajar selanjutnya yang peneliti temukan berdasarkan dari hasil observasi adalah pembentukan koordonator projek, karena terdapat projek penguatan profil pelajar pancasila dalam kurikulum merdeka belajar

Dalam dokumen implementasi kurikulum merdeka belajar (Halaman 127-137)

Dokumen terkait