BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
C. Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar
Dari penjelasan yang dikemukakan oleh petter olivia di atas dapat di ambil makna bahwa implementasi adalah pelaksanaan dari sebuah strategi yang sudah dirancang sebaik mungkin.
c. Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran
pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi. 67
Dari beberapa definisi ahli diatas dapat disimpulkan pengertian evaluasi sebagai kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak berharga, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaanya.
Tindak lanjut merupakan upaya yang dilakukan untuk mengetahui apa yang seharusnya dilaksanakan setelah dilakukanya evaluasi.
67 Daryanto. Evaluasi pendidikan. (Jakarta. PT Asdi mahasatya. 2001.) 10
C. Kerangka Konseptual
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur
Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023
Kurikulum merdeka belajar
Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi
Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah
Jalur mandiri berubah
Tercapainya tujuan pendidikan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Metode penelitian ini dapat diartikan sebagai sesuatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.68
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata –kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.69
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Berkaitan dengan hal in, Kerk dan Miler dalam James &
Dean, menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki tradisi tertentu dalam Ilmu Pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengmatan manusia dalam kawasannya sendiri.70 Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif karena penelitian yang dilakukan ini berusaha untuk mendeskripsikan, menguraikan, dan menjabarkan tentang. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023
68 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung:CV,Alfabeta, 2014)2
69 Lexy J Meleong. Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung:2012 PT. Remaja Rosdakarya) 6
70 James, A.B & Dean, J.C, Metode dan Masalah Penelitian sosial, (Bandung: Eresco, 2012), 45
102
Penelitian ini dilakukan disebuah lembaga pendidikan SMA Negeri Ambulu Jember Alasan memilih lokasi ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwasanya di SMA Negeri Ambulu Jember menggunakan kurikulum terbaru yang di tetapkan oleh pemerintah, yaitu kurikulum merdeka belajar dan disana peneliti ingin mengkaji serta meneliti lebih dalam terkait nilai akhlakul karimah yang tumbuh disana dengan metode mandiri berubah yang terdapat dalam bagian dari kurikulum merdeka belajar.
Lokasi ini dijadikan sebagai objek lokasi penelitian karena berbagai macam alasan, berikut dibawah ini alasan pemilihan judul:
1. Sekolah ini memiliki peserta didik yang berpretasi di bidang akademik maupun non akademik.
2. Tenaga pendidik di sekolah ini sudah bersertifikasi terbukti sudah banyak yang dapat tunjangan sertifikasi, hal ini menndakan tenaga pendidik disini sudah berkualitas dan teruji sebagai tenaga pendidik professional.
3. Sekolah ini meskipun terletak jauh dengan pusat kota namun mampu bersaing dengan sekolah sekolah yang di pusat kota bahkan mampu bersaing dengan sekolah yang diluar kota.
4. Sekolah ini memiliki taret yang luar biasa untuk mutu lulusanya.
Berikut peneliti paparkan profil lokasi penelitian:
SMA Negeri Ambulu Jember merupakan sekolah unggulan di Kabupaten Jember yang di dirikan sejak tahun 1965 yang beralamatkan di jalan Suyitman No.35 Ambulu Pada tanggal 05 Agustus 1965 dibua secara
resmi diberi nama SMA FIP UNEJ, yang didirikan dengan semangat gotong royong oleh masyarakat Jember, Dalam perjalanannya yang hampir menuju dari setengah abad, SMA Negeri Ambulu Jember selalu berada di hati masyarakat Jember karena mutu pendidikan yang baik dan prestasi yang membangggakan serta budaya sehari hari yang mencerminkan perilaku akhlakul karimah.
Tabel 4.1
Data Jumlah Siswa SMA Negeri Ambulu Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin71
Laki-laki Perempuan Total
436 608 1044
Tabel 4.2
Jumlah peserta Didik Berdasarkan Usia72
Usia L P Total
< 6 tahun 0 0 0
6-12 tahun 0 0 0
13-15 tahun 42 67 109
16-20 tahun 394 541 935
> 20 tahun 0 0 0
Total 436 608 1044
Tabel 4.3
Jumlah Siswa Berdasarkan Agama73
Agama L P Total
Islam 413 579 992
Kristen 12 19 31
Katholik 8 4 12
Hindu 3 6 9
Budha 0 0 0
Konghucu 0 0 0
Lainnya 0 0 0
Total 436 608 1044
Tabel 4.4
71 Dokumentasi SMA Negeri Ambulu Jember
72 Dokumen dari kepala Tata Usaha SMA Negeri Ambulu Jember
73 Dokumen dari Guru Pendidikan Agama SMA Negeri Ambulu Jember
Jumlah Siswa Berdasarkan Penghasilan Orang Tua/Wali74
Penghasilan L P Total
Tidak di isi 28 28 56
Kurang dari Rp. 500,000 2 7 9
Rp. 500,000-Rp. 999,999 18 34 52
Rp. 1,000,000-Rp. 1,999,999 71 140 211
Rp. 2,000,000-Rp. 4,999,999 208 268 476
Rp. 5,000,000-Rp. 20,000,000 107 128 235
Lebih dari Rp. 20,000,000 2 3 5
Total 436 608 1044
Tabel 4.5
Jumlah Siswa Berdasarkan Tingkat Pendidikan75
Tingkat Pendidikan L P Total
Tingkat 10 157 200 357
Tingkat 12 144 195 339
Tingkat 11 135 213 348
Total 436 608 1044
Kemudian pada tanggal 1 April 1979 SMA FIP UNEJ berubah statusnya Menjadi SMA Negeri Ambulu Jember dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0109/0.1979/Tanggal/Bulan/Tahun: 03 September 1979. Dengan berganti nama dan status berpengaruh juga pada jabatan Kepala sekolah
Berikut daftar nama kepala SMA Negeri Ambulu Jember dari periode pertama sampai sekarang.76
74 Dokumen dari Bendahara Komite SMA Negeri Ambulu Jember
75 Dokumen Dari WAKA Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember
76 Data sejarah dokumentasi SMA Negeri Ambulu Jember
Tabel 4.6
Daftar Nama-Nama Kepala Sekolah
No Nama kepala sekolah Periode masa jabatan 1 Drs.Hery Soetanto periode ke 1 masa jabatan
1965-1978
2 Drs. HafidbTrajoso periode ke 2 masa jabatan 1968-1976
3 Drs. Iswadi periode ke 3 masa jabatan
1976-1979
4 Soehartoyo periode ke 4 masa jabatan
1979-1981
5 Kadam Soedarmodjo periode ke 5 masa jabatan 1981-1993
6 Drs. S.H Karto periode ke 6 masa jabatan
Oktober 1993-Januari 1994
7 Drs. Sami'an periode ke 7 1994-1995
8 Drs. Djupriyanto periode ke 8 masa jabatan
1995-1998
9 Drs. Iwayan Wesa,M.Si periode ke 9 masa jabatan 1998-2003
10 Drs. Sarbini,M.Si periode ke 10 masa jabatan Tahun 2003-Tahun 2013 11 Drs. H. Ainur Rofiq, M.Pd periode ke 11 masa jabatan
Tahun 2013-Tahun 2015 12 Drs. Mochammad Irfan, M.Pd periode ke 12 masa jabatan
Tahun 2015-sekarang Sejak perubahan status dari SMA FIP UNEJ menjadi SMA Negeri Ambulu Jember. Pada tahun 1979. SMA Negeri Ambulu Jember di Jalan Candradimuka No. 42 Ambulu dengan luas tanah 11.516meter persegi dan sejak tahun 1994 dengan berlakunya kurikulum 1994 terjadi perubahan nama dari SMA menjadi SMU dengan pergantian nama SMU Negeri 1 Ambulu. Kemudian tahun 2003 berganti lagi dari SMU Menjadi SMA Negeri Ambulu Jember Sampai sekarang.
Adapun visi misi SMA Negeri Ambulu Jember adalah:
a. Terwujudnya generasi unggul, berkarakter, dan kolaboratif
UNGGUL BERKARAKTER KOLABORATIF
1. Pelaksanaan pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
2. Lulus 100% Ujian Sekolah dengan nilai rata-rata ≥ 84;
3. Adanya
pencapaian prestasi yang tinggi dalam ajang olimpiade sains, dan komputer dari tingkat
kabupaten, provinsi, nasional, dan
internasional;
4. Terciptanya budaya literasi dan menghasilkan karya IPTEK.
5. Adanya
pencapaian prestasi yang tinggi dalam ajang olimpiade sains, dan komputer dari tingkat
kabupaten, provinsi, nasional, dan
internasional;
6. Adanya
pencapaian prestasi non akademik yang tinggi dalam ajang kompetisi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional yang diselenggarakan oleh
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia 2. berkebinekaan global
3. gotong royong 4. mandiri 5. bernalar 6. kreatif
1. Bekerjasama dalam tim secara sinergis.
2. Sikap menghargai setiap anggota dalam berpendapat dan diskusi antar 3. Berkompromi sesama anggota secara fleksibel demi mencapai tujuan bersama
4. Fleksibilitas dalam bertindak dan
menyelesaikan masalah.
5. Bertanggung Jawab
lembagalembaga formal yang memiliki kredibilitas tinggi
b. Misi SMA Negeri Ambulu Jember
1) Revitalisasi Manajemen kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler
2) Melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan sumber daya, berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
3) Mewujudkan keunggulan IMTAQ dan IPTEK
4) Menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian dalam kehidupan bersama disekolah dan masyarakat
5) Melaksanakan pendidikan penguatan karakter dan kepemimpinan dalam kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler
Merujuk dari visi misi yang diusung oleh SMA Negeri Ambulu Jember terdpat hal yang sangat menarik bahwasaya terbukti dan terlaksana akan visi misi tersebut dengan dibuktikanya dengan prestasi yang didapat berupa prestasi akademik mapun prestasi non akademik dari berbagai macam olimpiade maupun lomba lomba, hal ini yang menjadikan sekolah ini unggul dan mendpatkan apresiasi besar dari masyarakat dengan dibuktikanya slalu banyak yang menyekolahkan putra putrinya di SMA Negeri Ambulu Jember, hal itu merupakan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri serta berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasan dan peristiwanya.80
Penentuan subyek dalam penelitian ini menggunakan Purposive dan snowball sampling, artinya menggunakan Purposive Sampling dikarenakan pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu dengan kata lain, mendapatkan data dari orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, dan dengan teknik Snowball Sampling teknik pengambilan sumber data ini yang awalnya jumlahnya sedikit lama-lama menjadi besar, karena dari jumlah data yang sedikit tersebut belum mampu memberikan data yang memuaskan.81
Memperoleh data dan informasi yang valid, akurat serta meyakinkan yang berkaitan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023 maka sumber data sangat dibutuhkan. Yang dimaksud dengan sumber data adalah “subyek dari mana data dapat diperoleh.
Jadi sumber data dalam penelitian ini adalah subjek yang memberikan data dan informasi tentang apa yang diteliti.
80 Nurul, Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006),92
81 sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D,(Bandung: AL FABETA, 2014), 218
Berdasarkan uraian diatas maka yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah:
1. Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. sebagai Kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember.
2. Hadi Mulyono, S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember
3. Sujarwa, S.Pd sebagai Waka kesiswaan SMA Negeri Ambulu Jember 4. Drs. Tohari, M.Pd Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri Ambulu
Jember
5. Agus Suprianto, S.Pd Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA Negeri Ambulu Jember
6. Ahmad junaidi tokoh masyarakat sekitar SMA Negeri Ambulu Jember.
E. Sumber Data
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian kualitatif posisi narasumber sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi, sebagai sumber informasi (key informan). Data diartikan sebagai fakta atau informasi yang diperoleh dari yang didengar, diamati, dirasa dan dipikirkan peneliti dari aktivitas dan tempat yang diteliti.82
Sumber data primer ditujukan kepada kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember selaku policy maker dan guru-guru sebagai desainer dan menjalankan Kurikulum merdeka belajar dalam menumbuhkan akhlakul
82 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif: dilengkapi dengan contoh proposal dan laporan penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2015), 62.
karimah. Dukungan kedua subyek primer ini berkait langsung dengan dengan permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini.
Sedangkan sumber sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data dari sumber sekunder atau informan pelengkap ini berupa cerita dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah seperti masyarakat ataupun orang tua, penuturan atau catatan mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri Ambulu Jember.
F. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini difokuskan kepada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023. Hal ini dilakukan dengan jalan mengumpulkan data dari lapangan, selanjutnya berusaha untuk menganaliis terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Selanjutnya, dalam penelitian ada sejumlah alat pengumpulan data yang lazim di gunakan dalam penelitian deskriptif, antara lain: wawancara, observasi. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian nanti adalah sebagai berikut:
1. Wawancara
Jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Wawancara dilakukan seperti kepala sekolah dan waka kurikulum sebagai pemangku kebijakan sekolah dan
juga guru serta siswa yang melakukan aktifitas pembelajaran yang hasil dari wawancara tersebut dicatat sebagai informasi penting dalam penelitian. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan untuk menjawab fokus penelitian yang peneliti angkat.
Adapun data wawancara yang peneliti harus dapatkan adalah:
a. Kebijakan penerapan kurikulum merdeka belajar b. Diterapkan untuk kelas berapa
c. Bagaimana nilai akhlakul karimah yang tampil
d. Bentuk metode madiri berubah kurikulm merdeka belajar e. Peran wali murid dalam penerapan kebijakan merdeka belajar 2. Observasi
Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung adalah mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi sebenarnya maupun dilakukan di dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang peneliti butuhkan untuk menjawab focus penelitian yang peneliti angkat.
Data observasi yang peneliti butuhkan untuk penelitian ini adalah:
a. Nilai nilai akhlakul karimah yang muncul b. Proses pembelajaran kurikulum merdeka belajar c. Penerapan jalur mandiri berubah
Analisis data yang digunakan dalam penelitian deskriptif Kualitatif model analisis data interactive (interactive of analysis) Miles dan Huberman, yang mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:84
83 Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2019), 206
84 Miles, Huberman, Saldana, Analisis Data Kualitatif, edisi 3 Penerjemah Tjejep Rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia, 2014), 31
1. Data collection (pengumpulan data)
Kegiatan mengumpulkan data sebagai sumber data yang diperlukan sebagai bahan dalam menghasilkan informasi sesuai dengan yang dikehendaki, dalam hal ini wawancara kepada Kepala sekolah, Guru Pendidikan agama islam dan guru kewarganegaraan, observasi dan dokumentasi diantaranya mengenai profil sekolah, bidang akademis, kepala sekolah dalam merancang kurikulum, strategi kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum.
2. Data condensation
Data condensation refes to the process of select data, focusing, simplifying, abstracting, and transforming the data thatopear in written-up field notes or transcription. Dalam kondisi data proses penyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Adapun kondensasi data yang telah peneliti lakukan seperti, memfokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023dalam hal ini yaitu Kegiatan Praktek Lapangan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan tersebut.
3. Data Display
Data yang mengacu pada fokus penelitian diantaranya:
(1) Bagaimana perencanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023? (2) Bagaimana pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023? (3) Bagaimana evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023?
Dalam hal ini penyajian data meliputi menumbuhkan akhlakul karimah dengan menggunakan kurikulum merdeka melalui jalur mandiri berubah.
4. Conclusing drawing/verivication
Menurut Miles dan Huberman, kesimpulan awal dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti- bukti yang kuat yang mendukung
pada tahap pengumpulan tahap selanjutnya.
Untuk lebih jelasnya bisa disimak melalui gambar dibawh ini:
Sumber: 85
Triangulasi sumber ini dapat dicapai dengan jalan sebagai berikut:
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, termasuk mengecek hasil wawancara kepala sekolah
2. Membandingakan hasil wawancara dengan suatu dokumen yang berkaitan, yakni apa yang dihasilkan dari interview dibandingkan dokumen yang ada.
3. Membandingkan dengan apa yang dilakukan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi
Triangulasi teknik ini dapat dicapai dengan jalan sebagai berikut:
a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.
b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama
I. Tahap –Tahap Penelitian
Setidaknya terdapat tiga tahapan dalam penelitian yaitu tahap pra lapangan, tahap kerja laangan, dan tahap pengolahan data.87
Namun, penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan yaitu, sebagaimana tabel berikut:
NO Tahapan Proses Target hasil
1. Perencanaan Penelitian pendahuluan
Pra proposal 2. Penyusunan proposal pembuatan Diajukan awal 3. Validitas Revisi proposal Proposal valid 4. Pelaksanaan Penelitian dan
laporan
BAB II-BAB IV 5. Evaluasi Revisi hasil
penelitian
Temuan penelitian
87 edi Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002), 85.
1. Perencanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Nilai Akhlakul Karimah Melalui Jalur Mandiri Berubah di SMA Negeri Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2022/2023
Merdeka belajar merupakan tawaran dalam merekonstruksi sistem pendidikan dalam rangka menyongsong perubahan dan kemajuan bangsa yang dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman. Dengan cara, mengembalikan hakikat dari pendidikan yang sebenarnya yaitu pendidikan untuk memanusiakan manusia atau pendidikan yang membebaskan. Dalam konsep merdeka belajar, antara guru dan peserta didik merupakan subyek didalam system pembelajaran. Artinya guru bukan dijadikan sumber kebenaran peserta didik, namun guru dan peserta didik berkolaborasi bergerak mencari kebenaran. Melainkan posisi guru di ruang kelas bukan untuk menanam atau untuk menyeragamkan kebenaran menurut guru, namun menggali kebenaran, daya nalar dan kritisnya peserta didik melihat dunia dan fenomenanya. Peluang berkembangnya internet dan tekhnologi menjadi momentum kemerdekaan belajar. Karena dapat meretas sistem pendidikan yang kaku atau tidak membebaskan. Termasuk mereformasi beban kerja guru dan sekolah yang terlalu dicurahkan pada hal yang administratif. Oleh sebab itu kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri, dan keatif dapat dilakukan oleh unit pendidkan, guru dan peserta
119
didik. kebijakan merdeka belajar memberikan makna yang tersirat dalam pesanya bahwa peserta didik diberi kebebasan dalam menentukan masa depanya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya bukan berdasarkan tekanan yang menyebabkan peserta didik stress dan kehilangan rasa percaya dirinya sebagaimana kasus terjadi disebabkan adanya pelaksanaan ujian nasional.
Penerapan kurikulum merdeka belajar di setiap lembaga pendidikan tidak terlepas dari sumber hokum yang telah disususun oleh KEMENDIKBUDRISTEK dan telah disahkan, adapan dasar hukumnya sbagai berikut:
Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya. Kurikulum merdeka belajar yang diterapkan di SMA Negeri Ambulu Jember dalam menumbuhkan nilai akhlakul Karimah ini membutuhkan beberapa tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sedangkan penyajian pertama yang akan peneliti paparkan kali ini mengenai perencanaan dari kurikulum merdeka belajar dalam menumbuhkan nilai akhlakul karimah melalui jalur mandiri berubah di SMA Negeri Ambulu Jember.
Bapak Drs. Mochammad Irfan, M.Pd selaku kepala sekolah menjelaskan pemaparanya terkait apa yang disampaikan dalam wawancara dengan peneliti melalui penjelasan visi SMA Negeri Ambulu Jember.
“Kami menjadikan SMA Negeri Ambulu Jember sebagai sekolah berprestasi di bidang akademik dan non akademik dan unggul kultur keramah tamahan dan sopan santun yang kami bangun di sekolah ini, didukung oleh berbagai pihak yang ikut membantu dalam mensukseskan program dari kepala sekolah, serta didukung oleh visi yang diangkat oleh SMA Negeri Ambulu Jember yaitu:
Terwujudnya generasi unggul, berkarakter, dan kolaboratif seerta Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kreatif, atas dasar visi itulah kepala sekolah beserta para wakil kepala sekolah dibidang masing–masing saling bersinergi untuk mensukseskan visi tersebut”89
Bpk. Hadi Mulyono.S.Pd sebagai Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember, berikut hasil wawancara dengan wakil kepala Sekolah bidang kurikulum:
“SMAN Ambulu ini memang merupakan sekolah yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik juga mampu jadi percontohan budaya nilai nilai etika yang baik hal ini didukung dengan visi misi yang di usung oleh SMA Negeri Ambulu Jember ini, sehingga dengan mengusung visi misi yang ada di SMA Negeri Ambulu Jember ini menjadikan seluruh elemen atau masyarakat sekolah ikut berperan aktif untuk mendukung dan mensukseskan program –program sekolah, sehingga SMA Negeri Ambulu Jember mampu menjadi sekolah yang berprestasi dan unggul dalam hal karakter ”91
Dari hasil wawancara di atas yang peneliti lakukan kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bahwa Bapak Drs Mochammad Irfan, M.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember memaparkan bahwa tercipntaya budaya akhlakul karimah merupakan bentuk kerjasama semua pihak, mulai dari tenaga pendidik,
89 Wawancara, kepala sekolah SMA Negeri Ambulu Jember , Drs. Mochammad Irfan, M.Pd. 28 Desember 2022.
91 Wawancara, Waka Kurikulum SMA Negeri Ambulu Jember Hadi Mulyono.S.Pd,29.desember 2022