• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelebihan dan kekurangan metode WAFA dalam memahami Al-Quran

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 149-155)

KESULITAN BELAJAR MEMBACA AL-QURAN

E. Kelebihan dan kekurangan metode WAFA dalam memahami Al-Quran

145 tersebut dapat diterapkan dengan metode ini dengan baik.

Sehingga sang anak dapatdengan maksimal menyerap informasi tentang pembelajaran Al-Quran tersebu.

E. Kelebihan dan kekurangan metode WAFA dalam memahami

146

kreatif, yaitu sisi yang mengatur kemampuan imajinasi dan kreativitas seperti symbol, musik, dan irama, ruang warna, lukisan, bentuk dan gambar.157 Sehingga sangan cocok bagi si anak yang dominan otak kanan. Karena cara kerja otak kanan yang sesuai dengan materi dan penyampaian. Seperti materi yang digunakan menggunakan warna serta gambar yang mana gambar- gambar dan tulisan akan mengeksplor imajinasi mereka dari buku yang dilihatnya, sehingga isi buku merasa menjadi nyata. Jika mereka tidak mengerti atau sulit terhadap beberapa kata, gambar bisa membantu menjelaskan arti kata-kata tersebut. Serta dengan disertai gambar, sekaligus dapat menyampaikan pesan huruf- huruf tersebut yang telah dirangkai menjadi kata sehingga sang anak bisa langsung tanggap dengan kata yang sesuai dengan gambar tersebut.

c. Menggunakan bahasa ibu

Dalam penyampaian materi, metode WAFA menggunakan bahasa ibu, seperti contoh pada buku satu halaman satu tertulis ma-ta-sa-ya-ka-ya-ro-da. Jadi dalam pembacaan huruf hijaiyah itu sendiri tidak diawali dengan huruf alif hingga ya, akan tetapi huruf ditulis berdasarkan kata yang disusun menjadi kalimat.

Hal ini menjadi kelebihan metode WAFA dikarenakan bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai seseorang anak yang ia pergunakan untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungannya.158 Artinya dalam pembelajar Al-Quran dengan metode wafa dapat mempermudah anak dalam memahami pembelajaran dengan cepat dikarenakan penggunaan bahasa ibu atau

157 Nurasiyah “ urgensi neuroscience dalam pendidikan” jurnal pendidikan islam Vol.7, 2016, Hal. 234

158 Suhardin, eliska juliangkary, aguasfianuddin. “Pengaruh penggunaan bahasa ibu dalam konteks belajar mengajar matematika terhadap daya serap dan motivasi belajar sisiwa kelas VIII smp negeri 1 ropang tahun pelajaran 2016/2017”

jurnal media pendidikan matematika Vol.5, No.1, 2017, Hal. 34.

147 bahasa Indonesia. Karena pada dasarnya bahasa ibu tidak bisa dilupakan oleh seseorang.

2. Kekurangan metode WAFA dalam memahami Al-Quran a. Penulisan materi yang tidak berurutan

Sebagaimana mana dalam buku WAFA yang menuliskan materi yang tidak berurutan, seperti pada buku satu halaman satu yang menuliskan huruf hijaiyah bukan dari alif, ba, ta, tsa, hingga ya, melainkan dari huruf ma, ta, sa, ya yang dituliskan secaran acak. Hal ini memang sesuai dengan gaya pikir otak kanan yaitu berfikir secara acak. Sehingga dapat memudahkan anak dalam mengingat huruf tersebut yang dikemas menjadi kata. Akan tetapi anak merupakan peniru yang ulang159 yang mana materi tersebut disampaikan dengan kata ma,ta, sa, ya, ka, ya, ro, da dan anak disuruh untuk mengikutinya. Maka sang anak akan mengingat huruf hijaiyah secara acak bukan secara teratur sebagaimana mestinya huruf hijaiyah yang dituliskan secara beraturan yaitu alif, ba, ta, hingga ya.

b. Membutuhkan proses yang lama

Sebagaimana metode TANDUR yang diterapkan, yaitu mulai dari tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, rayakan. Dari strategi yang disampaikan cukup baik dari segi pembelajara. Akan tetapi hal tersebut cukup membutuhkan waktu yang lama serta butuh kesabaran dan kereatifitas sang guru dalam menyampaikan metode tersebut.

c. Kurang tepat bagi orang yang dominan otak kiri

Setiap orang pasti memiliki dominan menggunakan otak dalam berfikir. Baik itu dominan dalam menggunakan otak kanan maupun dominan menggunakan otak kiri. Seperti pada orang yang gaya berfikirinya lebih dominan otak kiri, biasanya memiliki

159 Abdu rozaq “ pendidikan moral anak pilar utama keluarga” jurnal tarbawi Vol.10, No.2, 2013,Hal 34.

148

karakteristik pandai melakukan analisi dan proses pemikiran logis, serta memiliki kemampuan- kemampuan yang dimilikinya bersifat logis, analisis, realitas, factual, prosedual, praktis, dan organisatoris160. Sedangkan materi WAFA berbasis otak kanan yang cenderung kepada kreatifitas, kesenian, sosialisasi dan lain-lainnya. Sehingga penerapan metode otak kanan kurang tepat dalam belajar bagiorang yang dominan berfikir menggunakan otak kiri.

F. Kesimpulan

Dari materi di atas dapat di simpulkan bahwa dalam mengajarkan Al-Quran, seseorang yang mengalami kesulitan belajar pasti memiliki beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar tersebut. Yang mana faktor kesulitan itu terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yaitu faktor dari dalam diri sang anak seperti sakit, cacat tubuh, intelegensi, bakat serta motifasi. Dan faktor eksternal yaitu faktor dari luar seperti faktor lingkungan keluarga dan sekolah. Serta setiap orang tidak hanya mengalami kesulitan belajar A-Quran dikarenakan faktor-faktor itu saja, melainkan karena setiap orang memiliki dominan dalam berfikir berbeda-beda. Ada orang yang dominan berfikir dengan menggunakan otak kanan, ada juga yang berfikir dominan dengan menggunakan otak kiri. Sehingga metode WAFA yang berbasis otak kakan baik dari segi materi yang disampaikan maupun dari proses pembelajaran, sangan cocok bagi orang yang lebih dominan dengan menggunakan otak kanan. Hal itu dapat meningkatkan kemampuan belajar dalam memahami Al-Quran. Akantetapi bagi orang yang lebih dominan berfikir dengan menggunakan otak kiri, metode WAFA kurang efisien dalam penerapan orang yang dominan otak kiri, karena materi serta proses pembelajaran dalam penyampaian menggunakan basisi otak kanan.

160 160 Nurasiyah “ urgensi neuroscience dalam pendidikan” jurnal pendidikan islam Vol.7, 2016, Hal. 237

149 REFERENSI

Alang, S. (2015). Urgensi Diagnosis dalam Mengatasi Kesulitan Belajar. Jurnal bimbingan penyuluhan islam 2 (1), 3.

Bengkulutoday.com. kampus negri: Ratusan mahasiswa kembali tak lulus ngaji, puskik iain bengkulu jadwalkan ulang tes ngaji. 28

desember 2016. Diakses dari

https://www.bengkulutoday.com/index.php/ratusan- mahasiswa-kembali-tak-lulus-ngaji-puskik-iain-bengkulu- jadwalkan-ulang-tes-ngaji

Budiarti, M. & Dewi, C. (2017). Analisis Kesulitan Belajar Siswa Mental Retardation di SDN Kedung Putri 2. studi kependidikan dan keislaman. 7(2). 135.

Putri, M.D. & Marpaung, J. (2018). Studi Deskripsi Tentang Tingkat Kesulitan Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negri 50 Batam. cahaya pendiidkan. 4(7), 36.

Hariandi, A. (2019). Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Al-Quran Siswa SDIT Aulia Batanghari. Jurnal gentala pendidikan dasar 4(1), 11.

Rahmah, A., & Hiya, Y.D. (2014). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XII IPS SMAN 2 Sijunjung. ournal of economic and economic education 3(1), 83-85.

Rahmawati, S.R. & Solihah, I. (2017).” Sebuah Inovasi Metode Pembelajaran Al-Quran Dengan Optimalisasi otak kiri dan kanan” the annual conference on Islamic early childhood education. 2, 154-155

Niswani & Asdar. ( 2016). The Effectiveness of Brain Based Learning Model Using Scientific Approach in Mathematics Learning of Grade VIII Students at smpn 4 Sungguminas in Gowa a District. jurnal daya matematis 4(3), 355.

Fithriyah, M. (2019). Pengaruh Metode Wafa Terhadap Kemampuan Anak Membaca Al-Quran di MI Al-hidayah Mangkujajar Kebangbahu Lamongan. jurnal ilmiah pendidikan dasar islam i(1),46-47.

150

Supriyadi, T., & j.julia.(2019). The Problem of Students in Reading the Quran: A reflective-Critical Treatment Through Action Research” international journal of instruction 12(1), 312

Woluyo, E. (2014). Refolusi Gaya Belajar Untuk Fungsi Otak. jurnal pendidikan islam 8(2) 2014.

Angelka, K. (2018). Learning Problems in Children With Mild Intellectual Disability. international journal of cognitive in science, engineering and education 6(1),32.

Pangastuti, R. ( 2017). Pembelajaran Al-Quran Anak Usia Dini Melalui Metode wafa. The annual converence on Islamic early childhood education 2, 112

Husamah, Pantiwati, Y. dkk (2018). Belajar dan Pembelajaran.

malang: universitas muhammadiyah malang (253)

Parnawi, arif ( 2019) “ psikologi nelajar” Yogyakarta, deepublish, 101

M.edy, W. (2014). Revolusi Gaya Belajar Untuk Fungsi Otak. Jurnal pendidikan islam 8(2), 216-2017

Nurasiyah. (2016). Urgensi Neuroscience dalam Pendidikan. jurnal pendidikan islam 7, 234

Suhardin., Juliangkary, E., Aguasfianuddin. (2017). Pengaruh Penggunaan Bahasa Ibu dalam Konteks Belajar Mengajar Matematika Terhadap Daya Serap dan Motivasi Belajar Sisiwa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ropang Tahun Pelajaran 2016/2017. S jurnal media pendidikan matematika, 5,(1), 34 Nurasiyah. (2016) “urgensi neuroscience dalam pendidikan” jurnal

pendidikan islam 7, 237

151

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 149-155)