• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Belajar Imam az-Zarnuji

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 30-35)

AZ-ZARNUJI

B. Kesulitan Belajar

2. Metode Belajar Imam az-Zarnuji

Imam Az-Zarnuji berpendapat bahwa seseorang yang sedang belajar harus memiliki 6 syarat agar mudah mendapatkan ilmu. Jika 6 syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik akan mengalami kesulitan belajar. 6 syarat itu yaitu : cerdas, semangat, sabar, memiliki biaya, ada guru, dalam waktu yang lama / kontinuitas.

a. Cerdas

Kecerdasan berarti memberdayakan potensi otak dan kemampuan akal. Dalam penemuan modern bahwa otak manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu: otak reptile, system limbik dan neokorteks. Bila 3 bagian tersebut

30 Arif Muzayin Shofwan, “Metode Belajar Menurut Imam Az-Zarnuji”, Jurnal Riset dan Konseptual, Vol. 01 No. 01, 2017, Hal 410

27 mampu difungsikan dan diberdayakan, maka kecerdasan akan muncul dan belajar akan optimal hingga akan mudah meraih prestasi.31 Cerdas disini bukan berarti harus memiliki IQ yang tinggi, walaupun dalam mencari ilmu IQ yang tinggi sangat menentukan.

Asalkan akalnya dapat menangkap pelajaran maka setiap peserta didik telah memenuhi syarat pertama ini.

Karena dalam Islam tidak mengenal konsep orang bodoh selama orang tersebut mau berusaha.

b. Semangat

Untuk mendapatkan Ilmu, peserta didik harus belajar dengan semangat. Semangat itu dibuktikan dengan ketekunan dan pantang menyerah. Karena barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan menemukan yang dia inginkan. Peserta didik akan mengalami kesulitan belajar jika tidak memiliki rasa semangat dan motivasi dalm dirinya.

c. Sabar

Dalam belajar, setiap peserta didik harus memiliki kesabaran ketika mengalami kesulitan. Selalu mencoba, tidak mudah putus asa, dan terus percaya bahwa suatu saat dia pasti bisa. Sabar disini juga berarti tabah menghadapi cobaan dan ujian dalam mencari ilmu.

d. Memiliki biaya

Setiap peserta didik yang belajar pasti memerlukan biaya, tapi bukan berarti peserta didik harus mempunyai uang yang banyak (kaya). Memiliki biaya disini maksudnya dapat mencukupi kebutuhannya untuk belajar seperti membeli peralatan sekolah dll.

e. Adanya guru

Guru penting adanya agar kita tidak mengalami kesulitan belajar. Karena, seorang guru yang akan menjadi pembimbing dan penuntun ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Sementara dalam memilih

31 Kambali, “Relevansi Pemikiran Syekh Az-Zarnuji dalam Konteks Pembelajarn Modern”, Jurnal Pendidikan dan Study Islam, Vol. 01 No. 01, 2015, hal 19-20

28

guru, sebaiknya memilih orang yang lebih „alim ( pandai). Wara‟ (bermartabat) dan lebih tua. Imam Az- Zarnuji memberikan contoh saat Abu Hanifah memilih Imam Hammad bin Sulaiman sebagai gurunya setelah melalui pertimbangan dan pemikiran.32 Mungkin untuk masa sekarang, seorang peserta didik yang ingin memilih guru calon pembimbing hendaknya melalui pertimbangan dan pemikiran sebagaimana yang telah dijelaskan imam Az-Zarnuji tersebut.

f. Dalam waktu yang lama/kontinuitas

Seorang pelajar harus kontinu dalam belajar, mengulang pelajaran pada setiap permulaan dan akhir malam (yakni antara waktu maghrib dan isya) dan waktu sahur merupakan waktu yang penuh berkah.

Seorang pelajar juga tidak boleh memaksakan diri sendiri dan membebeninya terlalu berat sehingga menjadi lemah dan tidak bisa melakukan sesuatu. Tetapi dia harus memperlakukan diri sendiri dengan lembut, karena bersikap lembut merupakan modal besar dalam meraih segala sesuatu. Hal ini didasarkan pada sabda nabi Muhammad SAW “Nafsuka muthiyyatuka farfuq biha”

yang artinya dirimu adalah kendaraanmu, maka kasihanilah dia.

Setelah 6 syarat itu terpenuhi, terdapat metode- metode belajar menurut imam Az-Zarnuji yang terdapat didalam kitab ta‟lim muta‟limnya, sebagai berikut:

a. Al-Fahmu

Pertama-tama peserta didik memahami materi yang dibaca atau yang disampaikan oleh guru. Peserta didik dikatakan faham, apabila dapat mengambil inti dari suatu permasalahan yang telah dipelajari selama dia belajar.

32 Arif Muzayin Shofwan, Op.cit., Hal 414

29 b. Al-Hifdzu

Langkah selanjutnya adalah menghafalkan materi yang telah difahami oleh peserta didik. Menghafalkan dari materi yang telah difahami akan lebih mudah. Imam Az-Zarnuji menyarankan bahwa peserta didik dalam menghafal pelajaran hendaknya tidak membiasakan diri menghafal dari dalam hati karena mengahafal akan lebih baik dilakukan dengan penuh semnagat, dan tidak terlalu keras. Peserta didik akan susah dalam menghafal bila daya ingatnya sangat rendah.

c. At-Taamul

Materi yang telah dihafal, hendaknya tidak dibiarkan begitu saja. Tetapi, harus selalu direnungkan dan dicari kaitannya dengan hal-hal lain yang relevan agar tercipta suatu pengertian yang utuh tentang materi yang telah didapat oleh peserta didik.

d. At-Taqliq

Mencatat merupakan salah satu factor untuk meningkatkan daya ingat pada peserta didik, sebab pikiran manusia dapat menyimpan segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan. Seseorang akan mengingat dengan baik ketika sesuatu yang diperolehnya itu dicatat. Tanpa mencatat, kebanyakan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang mereka baca dan dengar.

Dengan demikian, mencatat dapat menghormati waktu dengan membantu peserta didik menyimpan informasi dengan mudah dan mengingat kembali jika diperlukan.

e. At-Tikrar

Cara selanjutnya, untuk mempertahankan hafalan dan pemahaman adalah dengan mengulang materi yang telah dipelajari. Dengan seringnya mengulang, akan menghindarkan diri dari kelupaan. Selain itu, waktu yang tepat untuk mengulang pelajaran ialah sesudah maghrib sebelum isya‟ dan saat waktu sahur.

30

f. Al-Mudzakarah dan Al- Munadzarah

Setelah materi dapat dikuasai dan diingat dengan benar, selanjutnya peserta didik harus mendiskusikan materi itu bersama teman sebayanya atau bahkan bersama gurunya. Diskusi juga perlu digunakan untuk mendalami materi. Manfaat diskusi lebih besar dari pada sekedar mengulangi. Sebab dalam diskusi, selain mengulangi juga menambah ilmu pengetahuan.

Konsep belajar imam Az-Zarnuji ini lebih menekankan pada akhlak yang terpuji agar peserta didik mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Peserta didik yang tidak memiliki akhlak yang terpuji dinilai gagal dalam mencari ilmu. Adapun akhlak terpuji yang harus dimiliki peserta didik yaitu:

a. Menghormati Ilmu dan guru

Memuliakan ilmu dan guru merupakan kewajiban bagi peserta didik. Yang termasuk dalam memuliakan ilmu adalah memuliakan kitab/buku. Peserta didik sebaiknya mengambil kitab/buku dalam keadaan suci dari hadast, tidak mengunjurkan kaki kearah kitab/buku, meletakkan kitab diatas kitab yang lain, tidak meletakkan sesuatu diatas kitab.

Adapun cara menghormati guru ialah tidak berjalan didepan guru, tidak duduk di tempatnya, tidak memulai percakapan didepannya kecuali atas izinnya, tidak banyak bertanya jika ia sudah bosan, menjaga waktu dan tidak mengetuk pintu rumah atau kamarnya, tetapi harus menunggunya samoai keluar. Peserta didik haruslah melakukan hal-hal yang membua guru rela, tidak marah dan menjunjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama

b. Menghormati teman dan bersikap Asih

Menghormati teman merupakan kewajiban bagi peserta didik. Yang termasuk dalam menghormati teman ialah bersikap baik, tidak membanding-bandingkan

31 antara si kaya dan si miskin, bersikap jujur dan sopan, pandai bergaul, tidak suka mengejek teman, saling menghormati, menjenguk teman yang sakit, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran dan menjauhi dengki, dendam serta iri hati kapada teman.

3. Mengatasi Kesulitan Belajar menurut Konsep Belajar Az-

Dalam dokumen BUNGA RAMPAI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 30-35)