SURAH Al-HAJJ AYAT : 5
B. Proses Penciptaan Manusia menurut Surah Al Hajj ayat 5 Di dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 5 telah di jelaskan
49 Sehingga kalau partikel ini berkumpul akan membentuk zat cair dan gas yang sangat sempurna yang mampu mengisi ruang bentuk dan ukuran. Partikel-partikel tersebut secara alami menembus ke semua partikel yang besar dalam alam dan membentuk matahari. Semua obyek termasuk planet- planet dan komet-komet disamping bumi dan seluruh isinya menurutnya tersusun dari pertumbuhan partikel-partikel tanah. 13
Manusia berkembang biak atau bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual melibatkan dua individu yang masing-masing menyumbangkan satu sel reproduktif khusus yang disebut gamet, dan bersifat vivipar atau melahirkan. Gamet jantan disebut sperma dan gamet betina disebut ovum (sel telur). Sperma berukuran sangat kecil memiliki bentuk seperti berudu dan motil, artinya dapat bergerak aktif ke arah sel telur dengan menggerakkan ekornya yang panjang seperti cambuk. Sedangkan sel telur (ovum) dibentuk dalam ovarium. Ovum berukuran besar dan nonmotil, mengandung persediaan makanan untuk menunjang perkembangan embrio yang dihasilkan setelah telur tersebut dibuahi.
B. Proses Penciptaan Manusia menurut Surah Al Hajj ayat 5
50
segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. 15
Kandungan surah al hajj ayat 5 merupakan suatu penegasan Allah kepada orang-orang yang meragukan adanya kebangkitan setelah mati. Selain itu penegasan Allah tersebut juga menjadi penjelasan bagi manusi tentang proses penciptaan manusia dari mulai pembuahan sampai proses kematian.
Sungguh Maha bijaksana Allah memberikan jawaban dengan sebuah perumpaan yang juga memberiKan penjelasan tentang hal lain.
Dari penjelasan Allah tersebut di ketahui Proses penciptaan manusia, pertumbuhan, dan perkembangannya.
Pertumbuhan manusia mulai dari setes air mani,segumpal darah, menjadi segumpal daging, setelah menjadi daging ada yang sempurna menjadi manusia dana ada yang tidak sempurna atau mengalami keguguran. Dari segumal daging kemudian menjadi janin yang kemudian di lahirkan menjadi bayi. Setelah itu tumbuh menjadi dewasa. Di antara bayi-bayi yang dilahirkan ada berusia sampai tua dan pikun,dan ada yang meninggal saat masih muda.
Bahwa Allah akan menghidupkan kembali orang-orang yang telah dimatikan dengan mudah seperti tumbuhanya pohon-pohon di tanah yang tandu. Oleh karena itu, setiap
51 orang harus selalu mempersiapakan dirinya untuk kehidupan di akhirat.
Tafsiran Surah al-hajj ayat 5 Yaitu, di dalam ayat ini Allah mengajak 50semua manusia baik yang membantah dan menolak secara jelas keniscayaan Hari Kebangkitan maupun yang masih ragu, untuk merenungkan kuasa Allah dan bukti keniscayaan hari Kebangkitan. Dalam ayat ini di jelaskan bahwa kaum musyrikin menolak secara tegas kenabian nabi Muhammad SAW. mereka tidak membenarkan apa yang diajarkan oleh Nabi serperti adanya hari Kebangkitan. Mereka semua ragu bagaimana mungkin tulang belulang yang sudah bereserakan di dalam tanah mampu untuk di bangkitkan kembali. Mereka mengingkari bahwa semua itu tidak mungkin terjadi. Dan mereka tidak mempercayai kekuasaan Allah. Yang mereka anggap kekuasaan Allah itu sama dengan kekuasaan mereka pada diri sendiri. 16
Awal ayat pada surah ini berupa ajakan بَُّٙيَأبَي ُغبٌَّٕا yang berarti “hai manusia”. Ayat ini mengandung indikasi bahwa tergolong surah atau ayat “Makkyah”. Yang isi kandungannya mencakup Akidah atau Keimanan. Rasulullah SAW menyeru dan menjelaskan kepada kaum kafir Quraish untuk mengimani adanya hari kebangkitan dan penciptaan manusia yang pada saat itu mereka anggap merupakan suatu hal yang dianggap mustahil.
Surah al-Hajj Ayat 5 menjelaskan tentang proses penciptaan, kematian, dan kebangkitan setelah mati. Pertama, kata (ُُوبَْٕمٍََذ ِِّٓ ٍةاَطُر) artinya kami telah menciptakan kamu dari tanah, yang dalam artian menciptakan leluhur kamu yakni, Adam dari tanah. Ayat ini berbicara tentang reproduksi manusia, bukan seperti pendapat banyak ulama bahwa kata tanah dipahami sebagai berbicara tentang asal kejadian leluhur manusia, yakni Adam as. Kedua, kata ( ٍخَفْطُّٔ) dalam bahasa arab berarti setetes yang dapat membasahi. Penggunaan kata ini menyangkut tentang proses kejadian manusia yang sejalan dengan penemuan ilmiah yang menyebutkan bahwa
16 Masruroh & dkk, 2016 Tafsir tahlil QS. Al hajj ayat 5
52
pancaran air mani yang menyembur dari alat kelamin pria mengadung sekitar dua ratus juta benih manusia, dan yang dapat bertemu dengan indung telur hanya satu saja. Itulah yang dimaksud dengan nutfah. Ada juga yang memahami kata nutfah dalam arti hasil pertemuan antara sel sperma dengan sel telur di dalam ovum.[1]
Ketiga, kata (خَمٍََػ) yang terambil dari kata a‟laqa. Dalam kamus – kamus bahasa, kata itu diartikan dengan a) segumpal darah yang membeku, sesuatu yang seperti cacing, berwarna hitam, terdapat dalam air, bila air 51itu diminum, cacing tersebut menyangkut di kerongkongannya, c) sesuatu yang bergantung atau berdempet. Dahulu kata tersebut dipahamai dalam arti segumpal darah, namun kemudian setelah maraknya penelitian dan berkembangnya ilmu pengethuan, para embriolog enggan mengartikannnya dalam arti tersebut.
Mereka lebih cenderung memahaminya dalam arti sesuatu yang bergantung atau berdempet di dinding rahim. Keempat, kata ( ٍخَغ ْضُِ) yang terambil dari kata Mudhghaha yang berarti mengunyah. Mudhghah adalah sesuatu yang kadarnya kecil sehingga dapat dikunyah.
Kelima, kata ( ٍخَمٍََّرُِ) yang terambil dari kata khalaqa yang berarti mencipta atau menjadikan. Dengan demikian, penyifatan ( ٍخَغ ْضُِ) dengan kata ( ٍخَمٍََّرُِ) mengisyaratkan bahwa sekerat daging itu telah mengalami penciptaan yang berulang- ulang kali dalam berbagai bentuk sehingga akhirnya menjadi bentuk yang sempurna yaitu bentuk manusia (bayi) yang telah lengkap semua organnya dan tinggal menunggu masa kelahiran. Keenam, kata ( ًلاْفِط) yakni anak kecil / bayi. Kata ini berbentuk tunggal, walaupun redaksinya ayatnya ditujukan kepada jamak, karena ayat ini menggambarkan keadaan setiap yang lahir, kata tersebut dipahami dalam arti masing-masing kamu lahir dalam bentuk anak kecil / bayi.
Ketujuh, kata ( ِيَشْضَأ) yang terambil dari kata (يَش ْض) yang berarti sesuatu yang hina atau nilainya rendah. Yang dimaksud disini adalah usia yang sangat tua yang menjadikan seseorang
17 Fatah, 2017 Tafsir al-qur'an : makna surah al hajj ayat 5-ISLAM KAFFAH
53 tidak memiliki lagi produktivitas karena daya fisik dan ingatannya telah sangat berkurang.
Kata ( ًحَسِِبَ٘) hamidah dipahami dalam arti suatu kondisi antara hidup dan mati. Bila kata ini menyifati api, ia berarti paham-walau sia-sia bara apinya masih terlihat. Dan, bila ia menyifati tanah, ia berarti tidak memiliki tumbuhan karena gersang dan kering.
Kata ( ٍجَْٚظ) zawj, yang menunhuk kepada aneka tumbuhan, dapat juga diartikan pasangan, dalam artin Allah SWT menciptakann pasangan-pasangan bagi tumbuh- tumbuhan, yang dengan pasangannya ia dapatt berkembang biak. [2]
Surat al-Hajj : 5 menjelaskan bahwa proses kejadian manusia, yaitu manusia berasal dari nuthfah (setetes yang dapat membasahi), kemudian menjadi „alaqah dan pada akhirnya menjadi bayi. Kesemuanya itu sebagai bukti yang nyata adanya kebenaran akan kebesaran Allah s.w.t. Ayat ini juga menjelaskan akan kebenaran adanya hari kiamat, sehingga manusia dalam bertindak tidak akan sewenang-wenang, agar tidak terjerumus dalam maksiat. Semua yang dilakukan atau diperbuat oleh manusia dalam alam dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Manusia sebagai khalifah di bumi ini juga harus mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang diembannya. Semua pertanggungjawaban itu kelak akan tagih oleh Allah s.w.t di akhirat kelak. Maka, sebagai seorang Muslim, kita harus meyakini akan datangnya hari kiamat.
Tidak ada yang mustahil bagi Allah s.w.t, termasuk menghidupkan kembali manusia sesudah kematian. Sebab Allah s.w.t yang menciptakan manusia dari sari pati tanah, kemudian diberi tulang-tulang, sehingga membentuk manusia.
Lebih jelasnya, dalam surat ini diterangkan bahwasanya manusia diciptakan dari setetes mani, kemudian menjadi segumpal darah, lalu segumpal daging yang sempurna, dan ditempatkan dalam rahim seorang perempuan. Selanjutnya, dikeluarkan menjadi seorang bayi. Hal ini menunjukkan
54
bahwasanya tidak ada kesukaran bagi Allah dalam menciptakan manusia dan tidak ada pula kesukaran bagi Allah s.w.t dalam membangkitkan kembali manusia setelah kematian.
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna dari “agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.”
adalah janin itu kadang kokoh berada didalam rahim tidak keluar atau jatuh, sebagaimana perkataan Mujahid terhadap firman-Nya : “yang sempurna dan yang tidak sempurna.” (QS.
Al Hajj : 5) bahwa yang jatuh (keluar) adalah makhluk yang tidak sempurna. 17