BAB II Paparan Data dan Temuan
A. Kendala Pemerintahan Desa Glangsar Dalam Pengembangan Wisata Bukit Elen
A. Kendala Pemerintahan Desa Glangsar Dalam Pengembangan Wisata
wisata yang di fokuskan terhadap masyarakat sekitar Kawasan, agar nantinya bisa menjadi daya dukung terkait pembangunan dan pengembangan wisata Bukit Elen ini”.81
Salah satu strategi utama yang disusun oleh pemerintahan Desa Glangsar adalah strategi pengembangan Sumber Daya Manusia dimana poin penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang dimaksud itu diantaranya : Pengembangan akan profesionalisme sumber daya manusia pengelola dengan mengadakan pelatihan dan Pendidikan.82 3. Aksesibilitas
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ketua Perencana pembangunan Desa Glangsar yaitu sebagai berikut:
“Dari desa sendiri tidak menutupi terkait aksesibilitas untuk obyek wisata Bukit Elen, karena seperti yang adek tau untuk akses jalan menuju obyek wisatanya masih rusak dan belum di aspal hal ini menjadi salah satu penghambat dan tantangan juga untuk desa dalam pembenahan terkait akses jalannya. Dan dari Desa juga menyadari dampak dari akses jalan ini untuk keberlangsungan wisata yang ada di atas ( Bukit Elen )yang dimana jika di biarkan akan menjadi masalah yang serius untuk minat kunjungan wisatawan nantinya. Inshallah untuk kedepannya kami dari pihak Desa Glangsar akan melakukan perbaikan untuk akses menuju objek wisata Bukit Elen.”83
Dengan adanya akses jalan yang baik maka akan berdampak terhadap tingkat kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan mudah atau sulitnya seseorang dalam mencapai lokasi tertentu. Dalam industri
81Ibid. 43
82 Ibid. 49
83 Ibid. 49
pariwisata, aksesibilitas memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pengembangan wisata terutama yang berkenaan dengan akses jalan. 84 4. Fasilitas
Ketersediaan sarana dan prasarana dalam proses pengembangan pariwisata di Desa Glangsar masih belum memadai karena masih terdapat banyak kekurangan seperti kurangnya tempat penginapan, restoran, toko cenderamata, pusat perbelanjaan, mushola dan lain-lain. Seuai dengan hasil wawancara dengan kepala Desa Glangsar sebagai berikut:
“Untuk fasilitas di objek wisata Bukit Elen masih belum lengkap dan karna itu untuk kedapnnya akan di masukan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), kemungkinan untuk fasilatasnya nanti dari pihak Desa akan memfokuskan terhadap Fasilitas yang sangat di butuhkan wisatawan seperti tempat beribadah (mushola), penginapan, pusat, dan pusat Oleh- oleh khas Desa Glangsar.”85
Keberhasilan pengembangan pariwisata salah satunya sangat tergantung pada kelengkapan fasilitas wisata. Fasilitas wisata dalam hal ini berkenaan dengan sarana dan prasarana yang harus disediakan oleh pengelola untuk kebutuhan wisatawan. Pada saat berkunjung pada objek wisata, wisatawan tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam yang ada namun juga membutuhkan sarana dan prasarana penunjang di dalamnya.86
84 Adisasmita Raharjo. Analisis Tata Ruang Pembangunan. (Yogyakarta: Graha Ilmu.
2012). Hlm 124-125
85 Ibid. 43
86Tugi Wudi. Apa Itu Amenitas dalam Kepariwisataan. (Diakses dari
http://googleweblight.com/i?u=http://swaragunungkidul.com/apa-itu-amenitas dalamkepariwisataan/&grqid=oriRpjDz&hl=en-ID pada tanggal 5 April 2021).
5. Respon Masyarakat
Dari observasi yang dilakukan peneliti untuk respon masyarakat Desa Glangsar terhadap pembangunan dan pengembangan obyek wisata Bukit Elen masih belum bisa dikatakan baik, karena masyarakat sekitar Kawasan wisata masih kurang dalam hal membantu atau berpartisipasi terhadap pengembangan obyek wisata Bukit Elen. Dan sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala Desa Glangsar yang dimana sebagai berikut:
“Untuk respon masyarakat terkait pemngembangan obyek wisata Bukit Elen ini sebagaian masyarakat mendukung dan ada juga yang tidak memberi respon sama sekali dan hal ini khususnya dari Desa menjadi kendala yang dimana Pemerintah Desa Glangsar harus mengadakan sosialisai untuk menanamkan jiwa sadar wisata untuk masyarakat karna dengan adanya wisata ini akan berdampak nantinya untuk mereka sendiri dan bisa menjadi sumber tambahan mata pencarian keluarga mereka ( masyarakat ).”87
Unsur penting dalam pengembangan Kawasan wisata adalah keterlibatan masyarakat sekitar tempat wisata dalam setiap aspek yang ada di tempat wisata tersebut. Pengembangan tempat wisata sebagai penjabaran dari konsep pariwisata inti yang mengandung arti bahwa masyarakat desa mendapat manfaat yang besar dalam pengembangan pariwisata, yang dimana masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat itu sendiri di luar dari pendapatan yang di dapat dari kegiatan sehari-harinya .88
87 Ibid. 43
88Andi Ibrahim.Y, “ Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek wisata tope jawa di kabupaten takalar, (Skripsi, FISIP UMM, Makasar, 2018), hlm. 53.
6. Pandemi Covid 19
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ketua Perencana pembangunan Desa Glangsar yaitu sebagai berikut:
“Masa sekarang ini sangat susah dengan adanya covid ini semua pergerakan kita terbatas dan hal ini menjadi faktor penghambat dalam pengembangan objek wisata Bukit Elen, dulu sebelum adanya covid bisa dikatakan masih lumayan banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati suasana, dan juga ada yang pergi ziarah di makan yang berada di atas Bukit Elen dan secara tidak langsung mereka mampir dan beristirahat sembari menikmati pemandangan dari atas Bukit Elen, tapi sekarang sudah jarang karena covid dan peraturan dari pemerintah untuk PSBB.”89
Dimasa ini dengan adanya masalah ini sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata yang sangat dirugikan dengan hal tersebut, menginggat bahwa virus covid19 membatasi setiap individu untuk keluar rumah dan terdapat berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah seperti halnya lockdown dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mempengaruhi arus pergerakan barang dan manusia., dengan kebijakan tersebut semakin merugikan pengiat di bidang pariwisata namun hal tersebut juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus Covid19.
7. Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat yang belum aktif.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di desa Glangsar terkait dengan Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat untuk pengembangan wisata di Desa Glangsar masih bisa di
89 Ibid. 49
katakana belum ada yang dimana sesuai dengan hasil wawancara sebagai berikut:
Untuk kendala lain yang dihapadi desa yah tentu saja dari dinas-dinas di kabupaten yang masih belum ada respon untuk pengembangan wisata ini tapi kita dari desa bisa maklumi karena sekarang juga masih masa pandemic jadi kemunginan untuk kedepannya dari dinas di kabupaten akan melirik dan memberikan bantuan terkain pembangunan dan pengembangan wisata Bukit Elen ini. 90
Berdasarkan hal tersebut jelas bahwa kurang aktifnya atau tidak adanya kejelasan peran pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Barat dalam pengembangan wisata Bukit Elen tidak menyurutkan langkah pemerintahan desa Glangsar dalam mengembangkan objek wisata Bukit Elen dengan harapan kedepannya, pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Barat tergugah untuk ikut serta dalam pengembangan wisata yang ada di desa Glangsar terutama objek wisata Bukit Elen.
90 Ibid. 43
BAB III