• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telah Pustaka

Dalam dokumen strategi pemerintah desa gelangsar dalam (Halaman 41-46)

menjadi obyek tujuan wisata di Dusun Gripak, Desa Glangsar, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

2. Novie Istoria Hidayah mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta28.

Penelitian ini mengarah kepada upaya-upaya yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Jatimulyo dan mengetahui potensi dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Jatimulyo membutuhkan Bantuan modal, bantuan dari PNPM Mandiri Pariwisata, Bantuan pembangunan prasarana, Bantuan pendampingan, Penguatan kelembagaan, dan Penguatan kemitraan.

Persamaan penelitian relevan di atas dengan penelitian yang akan peneliti lakukan ini yaitu sama-sama membahas tentang obyek pariwisata.

Akan tetapi permasalahan yang diteliti berbeda. Permasalahan yang dikaji pada penelitian relevan di atas adalah Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan pada penelitian, ini yang dibahas mengenai Strategi Pengembangan Bukit Elen menjadi obyek tujuan wisata

28 Novie Istoria Hidayah Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata JatimulyoGirimulyoKulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.( Skripsi, UNY, 2017 ), hlm.45

di Dusun Gripak, Desa Glangsar, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

3. Penelitian Ria Dwi Putri, Ardiansyah, Abdurrachman Arief dengan judul

“Identifikasi Potensi Pengembangan Obyek Wisata Alam Danau Picung Ditinjau Dari Aspek Produk Wisata di Muara Ama Provinsi Bengkulu”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang bisa dikembangkan di danau Picung adalah sebagai wisata alam dan rekreasi yang memiliki perbedaan keindahan dan keunikan dari objek wisata lainnya. Strategi pengembangan kawasan wisata alam danau Picung dengan peningkatan atraksi budaya, atraksi buatan dan atraksi alam serta amenitas yang memiliki potensi keaslian dan keunikan yang menarik serta peningkatan SDM di daerah sekitar kawasan objek wisata dengan memberikan pembinaan dan pelatihan sehingga bisa meningkatkan kompetensi.29

Adapun masalah dari penelitian ini adalah Objek wisata alam danau Picung dilihat dari produk wisata ( atraksi, amenitas, aksesibilitas ) masih belum berkembang dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari pola penataan fasilitas sarana dan prasarana belum tertata dengan baik serta jumlah nya masih sangat sedikit sehingga kunjungan wisatawan belum maksimal.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.

29Ria Dwi Putri, dkk., “Identifikasi Potensi Pengembangan Obyek Wisata Alam Danau Picung Ditinjau Dari Aspek Produk Wisata di Muara Aman Provinsi Bengkulu” Jurnal Arsitektur, Universitas Sriwijaya, Vol. 18, Nomor 2, Juli 2019, hlm. 93-98.

Persamaan dari hasil yang di teliti ini dengan apa yang akan dilakukan peneliti adalah sama-sama meneliti dan membahas tentang identifikasi potensi pengembangan suatu obyek wisata dan juga metode penelitian yang digunakan sama yaitu deskriptif kualitatif, sementara itu yang membedakan penelitian yang ditulis oleh Ria Dwi Putri, Ardiansyah, Abdurrachman Arief dengan penelitian yang saya tulis adalah lokasi penelitian yang berbeda.

4. Penelitian Deddy Prasetya Maha Rani dengan judul “Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Studi Kasus: Pantai Lombang)”.

Hasil dari penelitiannya yaitu Daerah Kabupaten Sumenep sudah mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Dampak yang diberikan cukup efektif salah satunya yaitu adanya peningkatan APBD setiap tahunnya. Akan tetapi dengan peningkatan pemasukan daerah ini masih banyak masyarakat yang belum merasakan hasil dari pengembangan sektor pariwisata ini. Hal dimaksud disini yaitu pemerintah masih belum sepenuhnya menyediakan infrastruktur yang memadai.30

Metode dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah siapa saja yang terlibat dalam pengembangan potensi pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur (studi kasus: Pantai Lombang).

30Deddy Prasetya Maha Rani, “Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Studi Kasus: Pantai Lombang)” Jurnal Politik Muda, Universitas Airlangga, Vol. 3, Nomor 3, Desember 2014, hlm. 412-421.

Persamaan dari penlitian ini dengan yang peneliti teliti yaitu sama- sama meneliti tentang potensi, metode yang digunakan juga sama.

semantara itu yang membedakan penelitian yang ditulis oleh Deddy Prasetya Maha Rani ini yaitu membahas tentang pengembangan potensi wisatanya saja sedangkan yang saya teliti membahas mengenai potensi pengembangan wisata yang dapat menarik minat kunjungan wisata.

5. Penelitian Muhammad Arif Budiman, M. Kholid Mawardi, Luchman Hakim dengan judul “Identifikasi Potensi dan Pengembangan Produk Wisata serta Kepuasan Wisatawan Terhadap Produk Wisata (studi kasus di Pantai Bangsring, Kabupaten Banyuwangi)”.

Hasil dari penelitian tersebut adalah pengembangan produk yang ada di Pantai Bangsring bertujuan untuk menambah omset nelayan dan masyarakat sekitar. Selain itu pengembangan produk dilakukan untuk melakukan versifikasi usaha nelayan dan masyarakat sekitr. Salah satu dampak yang ditimbulkan dengan adanya kegiatan di Pantai Bangsring yaitu pendapatan masyarakat meningkat, dan tingkat pengangguran berkurang.31

Adapun masalah dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan pengunjung di Pantai Bangsring terhadap produk wisata adalah puas, namun masih ada beberapa faktor yang perlu diperbaiki seperti kebersihan

31Muhammad Arif Budiman, dkk., “Identifikasi Potensi dan Pengembangan Produk Wisata serta Kepuasan Wisatawan Terhadap Produk Wisata (Studi Kasus di Pantai Bangsring, Kabupaten Banyuwangi)” Jurnal Administrasi Bisnis, Universitas Brawijaya, Vol. 50, Nomor 4, September 2017, hlm.58.

Pantai Bangsring dan kebersihan fasilitas di Pantai Bangsring. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Persamaan dari hasil yang diteliti dengan apa yang akan dilakukan peneliti adalah sama-sama meneliti tentang potensi pengembangan obyek wisata, sementara itu yang membedakan penelitian yang ditulis Penelitian Muhammad Arif Budiman, M. Kholid Mawardi, Luchman Hakim ini dengan penelitian yang saya tulis yaitu Lokasi penelitian.

Dalam dokumen strategi pemerintah desa gelangsar dalam (Halaman 41-46)