BAGIAN KEDUA
C. KESIMPULAN 1. Kesimpulan
pekerjaannya. Sementara kegiatan yang ada belum dapat memperlihatkan kemampuan modal manusia didalam perusahaan tersebut.
C. KESIMPULAN
dapat menciptakan inovasi yang akan lebih bermanfaat bagi perusahaan dan bagi SDMnya.
3. Implikasi
Dengan dilaksanakannya rekomendasi tersebut, maka human capital dapat dilakukan melalui pendekatan pendidikan dan pelatihan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme sumberdaya alam yang terdapat di PT Astra International Tbk.
D. LESSON LEARNED
Mempelajari Human Capital menunjukkan bahwa manusia merupakan aset yang paling penting dan modal yang paling besar bagi suatu perekonomian. Sementara itu, hal yang paling penting dimiliki oleh manusia untuk dapat menjadi manusia yang bermanfaat adalah ilmu yang didapat melalui pendidikan. Pada hakikatnya seorang manusia adalah manager yang dimampukan olehNYA untuk setidak-tidaknya mengatur dirinya sendiri.
Konsep Human Capital merupakan sistem yang secara alamiah akan menyeleksi manusia dalam persaingan global. Individu yang berkualitas merupakan individu yang kreatif, inovatif, dan penuh dengan motivasi untuk mengembangkan dirinya, sedangkan individu yang tidak mau berubah akan menjadi individu yang tertinggal dan tergilas didalam persaingan.
Manusia yang terdidik adalah manusia yang dapat meningkatkan perekonomian (sejahtera), manusia yang dapat mengendalikan ekonomi adalah manusia yang terdidik, sementara kegiatan ekonomi yang dilandasi pendidikan adalah perekonomian yang sukses. Maka Manusia, Pendidikan, dan Ekonomi adalah sinergitas yang menciptakan siklus perekonomian sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA RUJUKAN
Ancok, D. Outbound Management Training: Aplikasi Ilmu Perilaku dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jogjakarta: UII Press, 2002.
Daft, Richard L. New Era of Management. Jakarta: Salemba Empat, 2008.
Fattah, Nanang. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Fattah, Nanang.2012. Standar Pembiayaan Pendidikanm. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Mulyadi. Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Personel Berbasis Balance Scorecard.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2007.
Suryadi, Ace. Pendidikan Indonesia Menuju 2025. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014
Widodo, Suparno Eko. 2015.Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2014.
Commited to Improving State of The World. Insight Report: The Human Capital Report 2016. World Economic Forum, 2016.
http://autotekno.sindonews.com/read/1124714/120/produk-toyota-masih mendominasi- penjualan-di-juni-2016-1468940838
(Astra Magz, 2016)
BAGIAN KEDUA
BAB VII
HUMAN CAPITAL DALAM PENDIDIKAN Oleh
Joko Trimulyo
A. PENDAHULUAN
1. Sekilas tentang Human Capital.
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu faktor kebutuhan dasar untuk setiap manusia sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, karena melalui pendidikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Pendidikan mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi suatu Negara (daerah). Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga akan berpengaruh fertilitas masyarakat. Pendidikan dapat menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan dan pembangunan suatu Negara. Hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang diakibatkan oleh rendahnya mutu pendidikan. Hal ini ditunjukkan oleh adanya tingkat melek huruf yang rendah, pemerataan pendidikan yang rendah, serta standar proses pendidikan yang relatif kurang memenuhi syarat.
Pendidikan-investasi dalam modal manusia adalah suatu komponen integral dari semua upaya pembangunan sehingga dikatakan harus melalui suatu spectrum yang luas dalam isi dan bentuk. Indonesia sebagai Negara berkembang mendidik lebih banyak penduduknya daripada yang pernah dilakukan sebelumnya. Berbagai upaya yang sungguh-sungguh telah dilakukan untuk memperbaiki efisiensi dan mutu system pendidikan dan untuk meningkatkan relevansi pendidikan demi kebutuhan nasional.
Meskipun demikian masih sangat banyak penduduk yang belum memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Kesempatan pendidikan pun tersebar tidak merata data Human Development Index ( HDI ) tahun 2015 menunjukan data :
“Indonesia masih berada pada posisi ke 108 dengan nilai index sebesar 0,728 jauh berada dibawah Negara-negara Asis Tenggara lainnya seperti Singapura berada pada
urutan ke 25 dengan index 0,916, Malaysia ke 61 ( 0,805), Thailand ke 74 (0,784), Filipina ke 84 ( 0,763) dan Brunai Darrusalam ke 34 ( 0,871)”
Data tersebut menunjukan bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki pertumbuhan yang sangat lambat hal ini dipengaruhi secara langsung oleh indikator – indikator dan salah satu diantaranya adalah indicator rendahnya pendidikan . Dengan demikian pendidikan sangat besar aksesabilitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan karenanya pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai sebuah investasi yang produktif dan tidak semata-mata demi kepuasan konsumen.
Dalam pertumbuhan daya saingpun Negara kita masih jauh berada dibawah Negara Asia :
“ Indonesia hanya berada pada peringkat 72 dari 102 negara dan ranking indek daya saing bisnis berada pada ranking ke 60. Ini menunjukan semakin rendahnya daya saing sumber daya manusia Indon esia saat ini”
Dalam konsep Human capital, manusia dianggap sebagai modal karena mutu modal manusia merupakan suatu komodity yang dapat dihasilkan dan diakumulasi.
Pengorbanan yang dikeluarkan baru dapat memberi hasilnya pada masa datang. Oleh karena itu disini digunakan istilah modal. Sumber daya manusia yang sudah mengalami pengolahan lebih lanjut disebut modal manusia. Penggunaan modal manusia juga menyiratkan suatu perhatian pada pengolahan sumber daya ,manusia yang juga merupakan suatu investasi. Karena modal manusia tidak dapat diukur kita tidak mempunyai jumlah atas modal manusia akan tetapi yang kita bicarakan adalah mutunya. Tampak bahwa mutu modal manusia berbeda dengan produktifitasnya baik dalam analisis ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Peningkatan mutu modal manusia dapat menaikan produktifitasnya akan tetapi kenaikan produktifitasnya belum tentu berasal dari kenaikan mutu modal.
2. Pentingnya Human Capital bagi Dunia Pendidikan
Pendidikan mempunyai peranan penting dalam peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga berpengaruh terhadap fertilitas(angka kelahiran) masyarakat.
Dengan pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam meghadapi perubahan -perubahan dalam kehidupan. Jadi, pada umumnya pendidikan diakui sebagai investasi sumber daya manusia. Pendidikan memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan kehidupan sosial ekonomi melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap serta produktivitas.
Dalam hubungannya dengan biaya dan manfaat, pendidikan dapat dipandang sebagai salah satu investasi (human investment) dalam hal ini, proses pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan bukan merupakan suatu bentuk konsumsi semata, akan tetapi merupakan suatu investasi.
Hal yang sama diungkapakan pula oleh Mark Blaug (1976:19) yang menyatakan bahwa :
“.... A good case can now be made for the view that educational expenditure does partake to a surprising degree of the nature of investment in enhanced future output. To that extent, the consquences of education in the sense of skills embodied in people may be viewed as human capital, which is not to say that people themselves are being treated capital. In other word, the maintenance and improvement of skills may be seen as investment in human beings, but the resources devoted to maintaining and increasing the stock of human beings remain consumption by virtue of the abolition of slavery”.
Oleh karena itu, pendidikan merupakan suatu investasi yang berguna bukan saja untuk perorangan atau individu saja, tetapi juga merupakan investasi untuk masyarakat yang mana dengan pendidikan sesungguhnya dapat memberikan suatu kontribusi yang substansial untuk hidup yang lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini, secara langsung dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan sangat erat kaitannya dengan suatu konsep yang disebut dengan human capital. Hal tersebut diperkuat dengan pendapat Jones (1985:4) yang menyatakan bahwa “The people have certain skills, habit, and knowledge, which they sell to employers in the form of their wage salaried labor, and which can be expected to provide them a flow of income over their lifetimes.
Furthermore, human capital can be analogized in some respects to physical capital because both are used together to produce a stream of income over some period of years”.
Agar lebih memperjelas konsep Human Investmen, human capital maka kita perlu juga memahami capital investmen dimana human investmen tidak akan dapat tercapai optimal apabila tidak didukung dengan Capital investment dimana pada capital investmen lebih cenderung pendekatannya melalui pendekatan ekonomi dan kita kenal
dengan padat modal. Perbedaan yang mendasar antara human investmen dengan capital investmen adalah tujuan akhirnya dimana pada human investmen tujuan akhir dari investasi adalah sumber daya manusia sementara capital tujuan akhir investasinya adalah efisiensi dan produktifitas sumber daya selain manusia.Contoh kongkrit dari capital investment adalah sarana prasarana , mesin dan peralatan lainnya.Perbedaan lainnya yang menonjol didalam ekonomi sumber daya bahwa CI (Capital Investment) cenderung dikelompokan pada modal sementara HI (Human Investment) lebih kepada Aktiva.
3. Rumusan Masalah.
Apa peranan pendidikan sebagai Human Capital ?
Mengapa pendidikan sebagai Human Capital ?
Bagaimana perkembangan pendidikan sebagai Human Capital ?
Bagaimana pengelolaan pendidikan sebagai Human Capital di Indonesia?
4. Tujuan Penulisan
1. Dalam penulisan makalah ini bertujuan agar kita dapat mengetahui peranan pendidikan sebagai Human Capital
2. Mengerti alasan pendidikan sebagai Human Capital
3. Mengkaji perkembangan,pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan sebagai Human Capital