• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN PENULISAN MAKALAH

PENDEKATAN BEHAVIOURAL ECONOMICS

3. TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut:

1. Mengetahui serta memahami behavioral economic sebagai langkah preventif dari perilaku-perilaku konsumtif.

2. Mengaplikasikan financial education serta membiasakan diri untuk menabung sebagai bekal di masa yang akan datang.

BAB XV

KOPERASI SYARIAH DALAM SUDUT PANDANG “BEHAVIORAL ECONOMICS”

Oleh

Ade Sastrawijaya

A.PENDAHULUAN

1. Ringkasan Tentang Gagasan/Konsep/Ide yang terdapat dalam Artikel

Ringkasan dari artikel “Mengkoperasikan Koperasi Syariah” yang menjadi kajian dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

Banyak orang di dalam masyarakat kita bertransaksi dan menjadi anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) ternyata adalah BMT. Sedangkan BMT adalah hanya merupakan sebuah gerakan membangun ekonomi umat yang tidak memiliki badan hukum. Berbondong-bondong masyarakat mengikuti BMT sekedar menggunakan jasa keuangan mikro yang bebas ribawi. Masyarakat tidak mengetahui koperasi syariah.

Oleh sebab mayoritas anggota BMT adalah masyarakat ekonomi lemah maka dengan keunggulan koperasi yang dimiliki oleh Indonesia maka apakah lebih bijak bila masyarakat tersebut diarahkan untuk mengikuti atau menjadi anggota koperasi yang bernama koperasi syariah. Koperasi Syariah ke depan bukan saja mengurus masalah simpan pinjam akan tetapi menjalankan fungsi serba usaha, produksi, dan konsumi sehingga lebih mensejahterakan anggotanya tanpa keluar dari rambu-rambu inti kegiatan ekonomi syariah.

Mengkoperasikan koperasi syariah sangat penting untuk disosialisasikan kepada para anggota, masyarakat dan pengurus, apa tujuan dan manfaatnya. Sehingga peran dari koperasi syariah yang menyebutnya adalah BMT bisa dimaksimalkan dan diberdayakan secara benar.

2. Pentingnya Gagasan/Konsep/Ide tersebut bagi dunia pendidikan

Pentingnya gagasan/ide yang ada dalam artikel tersebut bagi dunia pendidikan adalah a) Pengetahuan tentang koperasi dan syariah masuk ke dalam kurikulum pendidikan untuk mata pelajaran ekonomi/IPS dan Agama Islam. Dengan adanya tambahan pengetahuan ini maka akan memperkaya wawasan materi pelajaran. Guru dapat memanfaatkan informasi ini untuk diteruskan dalam pengayaan materi pada proses pembelajaran di kelas. b) Apabila lembaga keuangan mikro syariah dapat dijadikan bentuk koperasi maka anggota masyarakat tersebut akan meningkatkan kesejahteraannya. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.

3. Tujuan Penulsan Makalah (apa yang ingin dicapai dalam mengkaji artikel tersebut dan apa manfaat yang bisa dipetik dari upaya mengkaji artikel tsb)

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi bahwa a) lembaga keuangan mikro syariah yang diikuti oleh anggota masyarakat adalah sebagai gerakan membangun ekonomi umat yang tidak memiliki badan hukum. Untuk itu perlu

memiliki beberapa keunggulan secara ekonomi dan keyakinan agama islam, b) memberikan analisa terhadap artikel di atas dari sisi teori behavioral economics sehingga diperoleh kajian baru terhadap topik di atas, c) agar dapat mengidentifikasi kekurangan/kelebihan dari artikel di atas dari sisi behavioral economics.

B.PEMBAHASAN

1. Pembahasan tentang gagasan/konsep

Teori behavioral economis mencoba memahami manusia seperti layaknya seorang psikolog dengan menilai pentingnya asumsi realitis, penjelasan deskriftif serta sifat manusia yang tidak hanya egois,melainkan juga altruis, sosialis dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan ekonomi konvensional yang lebih mementingkan prediksi, penjelasan normatif dan sifat manusia yang egois. Artikel “mengkoperasikan koperasi syariah” akan dibahas berdasarkan teori behavioral economics. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut.

Gagasan 1: Banyak orang yang bertransaksi dan menjadi anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) tahunya adalah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT).

Pembahasan : Berdasarkan kajian behavioral economics bahwa setiap orang mungkin beranggapan telah mengumpulkan semua data dan informasi sebelum mengambil sebuah keputusan. Kenyataannya tidak akan pernah bisa mengumpulkan semua informasi dan mempertimbangkan semua aspek dalam setiap keputusan sehari-hari termasuk dalam keputusan ekonomi. Hal ini sesuai dengan Teori Bounded Rationlaity (Herbet Simon, 1916-2011). Gagasan 1 menunjukkan bahwa mereka yakin terhadap data informasi yang mereka kumpulkan sehingga diputuskan memilih LKMS padahal ada beberapa data dan informasi yang belum lengkap seperti pengetahuan kognitif tentang BMT. Sehingga pilihan transaksi jatuh pada LKMS. Seandainya informasi tentang BMT terlebih dahulu diketahui maak keputusan ekonmomi tersebut mungkin berubah.

Gagasan di atas termasuk pada kajian behavioral economics karena mereka lebih mempertimbangkan asumsi kepuasan dan pemenuhan kebutuhan psikologis. Dimana kebutuhan psikologis tersebut adalah transaksi harus dilakukan secara aman berdasarkan syariat agama dan satu-satunya lembaga keuangan yang memfasilitasi hal tersebut adalah LKMS.

Gagasan 2: Orang menjadi anggota BMT adalah sekedar menggunakan jasa keuangan mikro yang bebas ribawi. (artikel). Pembahasan : Berdasarkan kajian behavioral economics bahwa Gagasan 2 menunjukkan untung dan rugi tidak menjadi nilai utama dalam pengambilan keputusan ekonomi tersebut. Bila di kaji berdasarkan Teori prospek (Kahneman, 1979) bahwa fungsi nilai dalam kerangka kerjanya terletak diantara perolehan dan kehilangan. Jadi fungsi nilai bagi suatu perolehan akan berbeda dengan kehilangan sesuatu. Nilai kehilangan lebih besar bobotnya dari nilai perolehan sesuatu. Dikaitkan dengan gagasan 2 di atas maka orang memilih BMT yang bebas ribawi dikategorikan kehilangan atau tidak mendapat imbalan lebih besar nilainya dari pada nilai perolehan kalau mendapat imbalan yang secara syariat islam termasuk ke dalam hukum riba.

sosiologis, dan yuridis. Pembahasan : Keputusan ekonomi pada gagasan 3 di atas ada 2 variabel yaitu keputusan berdasarkan ekonomi konvensional dan behavioral economics. Berdasarkan ekonomi konvensional karena berpandangan pada rasionalitas yaitu masih mempertimbangkan dampak keuntungan dan kerugian. Berdasarkan sudut pandang behavioral economics bahwa manusia tidak hanya sebagai mahluk rasionalitas tetapi juga mahluk emosional dan mahluk sosial sehingga keputusan ekonmi yang dipilih bisa mempertimbangkan keduanya. Dikaitkan dengan Teori Adam Smith (1759) dalam buku Theory of Moral sentiments mengemukakan bahwa perilaku ditentukan oleh dua proses yang bertentangan yaitu (1) gairah (contoh seks dan lapar), (2) proses individu melihat dirinya sendiri dari kacamata orang lain. Proses pertentangan bisa jadi yang satu bisa mendominasi atau mengalahkan prosesyang satu laginya. Jadi alasan di atas bisa menjadi suatu kesimpulan akhir dari beberapa pertimbangan yang muncul dari diri pengambil keputusan tersebut. Peran psikologis dalam alasan pengambilan keputusan tersebut lebih dominan.

Gagasan 4: Mengkoperasikan koperasi syariah sangat penting dipahami dimana anggota bukan sekedar kebutuhannya pinjam uang saja tetapi juga dalam menyimpannya. Gagasan 5: Semangat kebersamaan ingin memajukan secara bersama- sama di dalam koperasi baik dari segi likuiditas permodalan dan kewirausahaan dijadikan paradigma dalam mewujudkan tujuan berkoperasi. Pembahasan : Gagasan 4 dan 5 dalam artikel di atas merupakan harapan dari penulis dan mungkin segenap masyarakat yang lain agar koperasi lebih bermakna dan menjadi dasar dalam membangun ekonomi kerakyatan. Dengan adanya koperasi sebagai wadah membangun kualitas ekonomi maka diharapkan semua anggotanya lebih sejahtera. Dari sudut behavioral economics maka koperasi syariah merupakan salah satu cara perilaku ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat tanpa bertentangan dengan nilai dan keyakinan.

2. Identifikasi keterbatasan dari gagasan yang dikaji dibandingkan dengan teori/konsep Identifikasi dan kekurangan dari gagasan yang dikaji dibandingkan dengan teori/konsep adalah sebagai berikut 1) Gagasan yang dikemukakan dalam artikel di atas disampaikan berdasarkan data dan informasi yang dimiliki penulis tanpa disertai kajian teori sebagai bahan analisis pembahasan materi artikel. Namun demikian, gagasan tersebut merupakan fakta yang terjadi. Gagasan disampaikan mungkin berdasarkan kajian/analisis hasil pengamatan yang dalam dan lama prosesnya. 2) Berdasarkan sudut pandang behavioral economics, gagasan tersebut sudah mencerminkan teori tentang behavioral economics. Ada 3 teori yang bisa menjadi pembahasan berdasarkan gagasan yang ada dalam artikel di atas yaitu teori prospek, teori Teori Bounded Rationlaity, dan teori dari Adam Smith. Hal ini cukup sebagai penambahan wawasan dan pengetahuan tentang pemabahsan behavioral economics.

C.KESIMPULAN 1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat disampaikan berdasarkan pembahasan sebelumnya adalah sebagai berikut :

menjadi tuntunan secara syariat bahwa kegiatan ekonomi harus berdasarkan syariat islami.

2) Pembahasan artikel di atas telah memenuhi kriteria topik bahasan tentang behavioral.

3) Kekurangannya berdasarkan kajian di atas adalah tidak munculnya teori yang mendukung analisis artikel tersebut.

2. Rekomendasi

Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah 1) sosialisasi tentang koperasi syariah harus berjalan semaksimal mungkin karena sangat bermanfaat bagi kebaikan umat. 2) Artikel yang dibahas harus lebih dalam dengan disertakan teori-teori yang mendukung analis tersebut sehingga pembaca menjadi lengkap dalam menerima gagasan dalam artikel tersebut.