• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen UPT PERPUSTAKAAN - Universitas Udayana (Halaman 115-120)

Sebagian besar hasil pengukuran kualitas air sungai menunjukan beberapa parameter melebihi baku mutu kualitas air untuk Kelas II yakni kualitas air yang peruntukannya untuk prasarana /sarana rekreasi air. Beberapa parameter yang melebihi baku mutu untuk Kelas II adalah Residu tersuspensi, BOD,COD dan total fosfat yang kemungkinan berasal dari limbah domestik.

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air laut di semua lokasi menunjukan kualitas yang memenuhi baku mutu air untuk kegiatan pelabuhan. Namun sebagian besar ditemukannnya padatan yang terapung berupa sampah mengakibatkan kualitasnya di bawah baku mutu lingkungan untuk peruntukan wisata bahari dan biota laut. Kualitas air sumur penduduk relatif baik dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan rumah tangga. Kalau diminum air sumur tersebut harus dididihkan terlebih dahulu untuk mematikan bakteri patogen yang terdapat di dalamnya.

4.1.2. Kondisi Lingkungan Biologi

Hasil analisis vegetasi menunjukan jenis dari pohon akasia (Acacia auriculiformis) dan tumbuhan pionir (Macaranga dan Mallothus) merupakan jenis-jenis yang banyak dijumpai di berbagai lokasi pengamatan. Namun pada beberapa lokasi perbukitan yang dekat ke laut, pada umumnya berupa padang rumput yang hijau dan banyak dijumpai hewan ternak sedang digembalakan.

Jenis mamalia yang dijumpai secara langsung pada beberapa kawasan pengamatan adalah jenis monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan kelelawar Microchiroptera. Monyet ekor panjang tersebar hampir di semua daeah yang masih menyisakan vegetasi rapat, seperti di sekitar Bukit Benjon, Tanjung Ann, Gunung Siwak dan sekitaran Bukit Sekar Kuning.

Vegetasi di perbukitan (terutama yang menghadap ke laut), sebagian besar ditumbuhi rumput / berupa padang rumput, adapun jenis-jenis rumputnya antara lain adalah :Chloris barbata; Chrysopogon aciculatus;

Cynodon dactylon; Eleusine indica; Eragrostis tenella; dan Paspalum conjugatum Jenis vegetasi saliara (Lantana camara) dan waru (Hibiscus tiliceus) memberikan sumberdaya yang melimpah secara langsung untuk jenis burung madu sriganti (Nectarinia jugularis) dan isapmadu topisisik (Lichmera

lombokia). Jenis insectivora lainnya memanfaatkan serangga yang datang ke bunga waru dan saliara sebagai sumber pakan harian. Jenis yang memanfaatkan serangga ini adalah merbah terucuk (Pycnonotus goaivier), kapasan sayap putih (Lalage sueurii), kacamata laut (Zosterops chloris) dan jenis burung walet dan layang-layang.

Jenis herpetofauna yang ditemukan langsung adalah jenis kadal bakau (Emoia sp), biawak (Varanus salvator), tokek (Gecko sp), kodok (Bufo melanostictus) dan katak dari genus Limnonectes dan Fajervarya. Laporan masyarakat menyebutkan masih dijumpai jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coreacea). Hal ini didasarkan pada pengakuan penjual telur penyu yang ada di sekitar Teluk Ann yang telah mengambil dari sarang penyu.

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Keanekaragaman (Diversity Index) terhadap jenis-jenis plankton yang teramati di tiap lokasi sampling secara umum bahwa indeks keanekaragaman plankton di sungai H’ < 2,3026 sedangkan di pesisir umumnya keanekaragaman plankton H’ > 2,3026. Dari hasil penghitungan Indeks Keanekaragaman (Diversity Index) terhadap jenis- jenis bentos yang teramati di tiap lokasi sampling secara umum bahwa indeks keanekaragaman bentos H’ = 2,8-2,9 yang menunjukan kondisi keragaman yang sedang.

Komposisi terumbu karang terdiri dari karang keras hidup sebesar 13,5 %; Fauna lain yang terdiri dari Soft Coral dan berbagai biota lain (teripang, bintang laut) sebesar 39,0%; Makroalga sebesar 4,2 % dan biotik sebesar 9,0%. Adanya muara sungai di daerah Tanjung Aan merupakan salah satu penyebab tingginya particle suspended solid yang membawa materi organik ke badan perairan. Kondisi tersebut menyebabkan makroalga tumbuh subur di dasar perairan terutama di permukaan karang yang telah mati.

Pada umumnya kondisi padang lamun cukup baik, kemungkinan karena adanya kegiatan yang melakukan pembersihan di sekitar lokasi pantai-pantai tempat pengukuran. Kondisi kawasan yang semakin berkembang mengakibatkan banyak program perbaikan pantai yang dilakukan sehingga kondisinya lebih bersih.

4.1.3. Kondisi Lingkungan Sosial

Lokasi kegiatan pariwisata Mandalika sebagian besar terletak di wilayah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jumlah penduduk di kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2017 sebanyak 930.797 jiwa dengan jumlah rumah tangga sebanyak 277.866 KK. Luas wilayah Kecamatan Pujut adalah 233,55 km2 dengan jumlah rumah tangga sebanyak 28.622 dan jumlah penduduk sebanyak 104.596 jiwa, maka kepadatan penduduk adalah 448 jiwa per kilometer persegi. Sesuai dengan acuan tersebut maka tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Pujut secara keseluruhan termasuk kedalam kepadatan rendah, begitu juga di lima desa wilayah studi termasuk kriteria kepadatan rendah, hanya di Desa Kawo dan di Desa Ketara saja yang termasuk kategori kepadatan sedang.

Menurut Kecamatan Pujut dalam angka tahun 2018 usia penduduk produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif, Penduduk angkatan kerja yang merupakan potensi menghadapi masalah diantaranya kualitas tingkat pendidikan yang relatif rendah. Hal ini membuat pilihan mereka terhadap lapangan kerja menjadi terbatas. Faktor inilah yang sering membuat tidak bertemunya antara permintaan tenaga kerja dengan penawarannya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat, tingkat kesadaran para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar cukup tinggi. Menurut mereka, tingkat pendidikan dan pemilikan keterampilan diperlukan untuk meraih peluang-peluang kerja di luar pertanian, terutama dengan adanya peningkatan kegiatan pariwisata di sekitar Desa Kuta. Persepsi penduduk mengenai peluang kerja pada kegiatan pariwisata tersebut ditunjukkan dengan adanya lembaga pendidikan SMK dengan jenis pendidikan pariwisata yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga pendidikan di Desa Kuta. Pemanfaatan lahan di Kecamatan Pujut didominasi oleh tanah kering seluas 9.906 Ha dan sawah sebanyak 6.785 Ha dari total luas Kecamatan Pujut selebihnya adalah bangunan, perkantoran, tanah kuburan dan lain lain.

Pola kepemimpinan mengacu pada orientasi penduduk terhadap tokoh yang dijadikan panutan atau teladan dalam kehidupan bemasyarakat.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka terdapat tiga tokoh masyarakat yang menjadi pola panutan masyarakat. Tiga tokoh tersebut adalah Kepala Desa, tokoh ulama dan Ketua RT. Secara umum, maka tokoh yang paling banyak disebutkan oleh reponden adalah Kepala Desa (39,46%), kemudian Ketua RT (32,39%) dan Tokoh Ulama (28,25%). Apabila menilik masing-masing desa, maka nampak bahwa setiap desa mempunyai orientasi yang berbeda terhadap tiga tokoh tersebut. Untuk masyarakat di Desa Kuta dan Sengkol, maka penokohan paling banyak adalah kepada tokoh ulama (56,11%) sedangkan di Desa Sukadana, Truwai dan Mertak, penokohan cenderung kepada Kepala Desa.

Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan Tahun 2018, terdapat dua pendapat umum tentang rencana pengembangan kawasan pariwisata Mandalika, yaitu pendapat yang mendukung (94,4 %) dan tidak mendukung dengan (5,6 %). Bagi masyarakat yang beralasan menyetujui rencana pengembangan Kawasan Pariwisata Mandalika sebanyak 62 % menyatakan bahwa kegiatan ini dapat memberikan peluang kerja bagi penduduk. Alasan ini berdasarkan pengalaman sebelumnya pada proyek-proyek pembangunan hotel di sekitar wilayah studi yang kerap menumbuhkan peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Peluang kerja dimaksud mulai dari pekerjaan non- skill, pekerjaan yang memerlukan keterampilan serta pekerjaan yang bersifat administratif. Alasan lainya bagi penduduk yang menyetujui adalah bahwa pembangunan dan keberadaan Kawasan Pariwisata Mandalika akan memberikan peluang bagi pembangunan fasilitas umum dan kegiatan yang diselenggarakan masyarakat (14,4 %). Alasan ini juga berdasarkan pengalaman sebelumnya pada proyek-proyek pembangunan di sekitar wilayah yang cukup terbuka untuk memberikan bantuan pembangunan fasilitas umum yang diperlukan masyarakat seperti peningkatan kualitas jalan lingkungan, sarana ibadah, sarana olahraga dan lain-lain.

Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) menurut data Komisi Penanggulangan

HIV/AIDS Nusa Tenggara Barat Dalam Angka tahun 2017 di Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2016 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 1235 dan bertambah menjadi sebanyak 1448 orang tahun 2017. Sedangkan di Kabupaten Lombok Tengah menurut sumber yang sama menunjukan bahwa jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) pada tahun 2015, Tahun 2016 dan Tahun 2017 sebanyak 155, 186 dan 198 orang.

Dalam dokumen UPT PERPUSTAKAAN - Universitas Udayana (Halaman 115-120)

Dokumen terkait