• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transportasi

Dalam dokumen UPT PERPUSTAKAAN - Universitas Udayana (Halaman 46-56)

Setiap kegiatan pembangunan akan memerlukan akses jaringan jalan, baik berupa jaringan baru maupun jalan yang sudah ada. Adanya rencana pembangunan kawasan pariwisata yang berlokasi di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB setidaknya akan terkait dengan jaringan jalan yang sudah ada. Untuk menyesuaikan jaringan jalan dengan jalan yang ada baik pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan tahap operasi maka akan dilakukan kajian megenai kondisi transportasi di sekitar wilayah studi diantaranya kondisi dan jaringan jalan diwilayah studi, pola pergerakan lalu lintas, jenis kendaraan yang ada di wilayah studi, dan marka jalan yang ada di ruas jalan di wilayah studi.

a. Kondisi Jaringan Jalan dan Sarana Angkutan di Wilayah Studi

Berdasarkan letak geografis, lokasi Kawasan Pariwisata Mandalika dihubungkan oleh 2 (dua) ruas jalan utama yaitu Jalan Raya Kuta dan Jalan By Pass. Jalan Raya Kuta merupakan jalan utama di lokasi Kawasan Pariwisata Mandalika dimana di ruas jalan ini terdapat tujuan utama lokasi wisata yakni Kawasan Pantai Kuta. Jalan ini berfungsi sebagai jalan lokal

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP KAWASANPARIWIISATA MANDALIKA

LOMBOK

dengan lebar 5,5 meter. Karena ruas jalan ini merupakan pusat lokasi wisata, maka ruas jalan ini juga merupakan lokasi pusat kegiatan jasa yang mendukung lokasi pariwisata yaitu hotel, penginapan dan pasar. Sementara Jalan By Pass merupakan jalan utama yang berfungsi sebagai jalan kolektor primer dengan lebar 10 meter yang menghubungkan kawasan kegiatan kota ke pusat-pusat lingkungan perumahan dan fasilitas sosial lainnya. Ruas jalan ini juga merupakan jalan utama yang menghubungkan ruas jalan lain untuk menuju lokasi Kawasan Pantai Kuta dan jalan utama untuk menuju ke Sengkol.

Gambar 2. 2 Peta Penggunaan Lahan

Lokasi Rencana Kegiatan

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP KAWASANPARIWIISATA MANDALIKA

LOMBOK

Gambar 3.9

Peta Jaringan Jalan Wilayah Studi

Sumber : RTRW Kabupaten Lombok Tengah, 2011

116o15’00” 116o22’30”

8o52’30”

Lokasi Kawasan Pariwisata Mandalika terletak di kawasan strategis sehingga akses dalam mencapai lokasi terbilang mudah. Selain kendaraan pribadi, kawasan ini juga dilayani oleh angkutan umum dan angkutan sewaan lainnya.

b. Volume Lalu Lintas Eksisting

Perhitungan LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) dihitung dengan tujuan untuk memberikan gambaran volume lalu lintas di daerah tersebut. Salah satu tempat/kegiatan yang mendatangkan bangkitan lalu lintas adalah kegiatan/kawasan pariwisata. Oleh karena itu sangat penting diketahui besarnya volume lalu lintas yang melewati daerah Jalan By Pass – Kawasan ITDC sebelum ada pengembangan Kawasan Pariwisata Mandalika. Dengan demikian bisa diperkirakan besarnya volume lalu lintas pada masa yang akan datang setelah Kawasan Pariwisata Mandalika ini dikembangkan agar kita mengetahui sejauh mana lalu lintas yang diakibatkan oleh kegiatan tersebut berpengaruh pada kondisi lalu lintas secara keseluruhan.

Lalu lintas harian rata-rata kendaraan yang lewat di Jalan By Pass- Kawasan ITDC pada pagi hari cukup tinggi dimana aktivitas penduduk seperti pergi untuk bekerja dan belajar (ke sekolah). Lalu lintas harian rata-rata di pagi hari ( 08.00-09.00) tercatat 77 SMP pada saat hari kerja dan 82 SMP pada saat hari libur (Minggu) yang banyak didominasi oleh kendaraan roda dua yaitu sepada motor. Pada siang hari (13.00-14.00) lalu lintas harian rata-rata hamir sama antara hari kerja dan hari libur yakni 94 SMP.

Melihat dari angka-angka lalu lintas harian rata-rata di setiap ruas yang diteliti dapat dijelaskan bahwa aktivitas yang banyak dilakukan oleh warga adalah pada pagi dan sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa jam puncak di wilayah studi adalah pada pagi dan sore hari. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah lalu lintas harian rata-rata di masing-masing ruas jalan yang diteliti dapat dilihat pada Tabel 3.12.

Tabel 3.12 Volume Lalu Lintas Jam Puncak Pada Ruas Jalan di Wilayah Studi

Sumber:: Hasil Survey, 2018

Terbangunnya Bandara Internasional Lombok (BIL) mengakibatkan adanya peningkatan status jalan BIL – Sengkol – Kuta sebagai jalan nasional.

Dalam mendukung KEK, Balai Jalan Nasional juga mengubah konsep sistem jaringan internal eksternal KEK seperti jalan Lingkar Selatan Pulau Lombok dan Sumbawa sehingga terjadi perubahan sistem jaringan jalan di kawasan tersebut. Kondisi ini akan meningkatkan aksesibilitas jalan-jalan yang ada di kawasan tersebut. Keberadaan Gili Mas di Lembar oleh Pelindo III, dan rencana pembangunan jaringan penghubung Gili Mas – KEK, serta rencana pembangunan monoreil Lembar – KEK oleh Kementrian Perhubungan, serta jalur Kereta Api yang mengelilingi Pulau Lombok dalam mendukung GeoPark Rinjani akan semakin meningkatkan aksesibilitas kawasan tersebut.

Volume lalulintas jam puncak terjadi antara jam 13.00-14.00 pada adalah sebesar 94 SMP dihari kerja dan 94 SMP pada hari libur. Sesuai dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Tahun 1977 Kapasitas Jalan dihitung dengan rumus:

C = Co × FCw × FCsp × FCsf

C= 3000 x 0,87 x 1 x 0,96 SMP/Jam = 2505 SMP/Jam

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, derajat kejenuhan adalah 94/2505 = 0,03 %, Sehingga tingkat pelayanan berada pada tingkat Pelayanan A (Sangat Baik).

3.2.KOMPONEN LINGKUNGAN BIOLOGI 3.2.1.Flora

Kondisi flora di wilayah studi sebagian besar masih sama dengan kondisi pada saat dilaksanakan survey analisis vegetasi pada studi Amdal sebelumnya. Pada dokumen addendum ini dilakukan pengamatan terhadap adanya perubahan yang terjadi pada lokasi yang sebelumnya dilakukan survey. Hasil analisis vegetasi dapat dilihat pada Tabel 3.13 nampak jenis dari pohon akasia (Acacia auriculiformis) dan tumbuhan pionir (Macaranga dan Mallothus) merupakan jenis-jenis yang banyak dijumpai di berbagai lokasi pengamatan. Namun pada beberapa lokasi perbukitan yang dekat ke laut, pada umumnya berupa padang rumput yang hijau dan banyak dijumpai hewan ternak sedang digembalakan. Sementara itu hasil inventarisasi jenis-jenis tumbuhan di sekitar pekarangan dan kebun serta pantai adalah seperti yang tercatat pada Tabel 3.14.,Tabel 3.15.dan Tabel 3.16.

Tabel 3.13. Jenis-jenis Tumbuhan Hasil Analisis Vegetasi di Perbukitan, Kawasan Pariwisata Mandalika

No Nama Jenis Nama Suku INP

(2018)

Bukit Kuning

Bukit Benjon

Bukit Tajam

Bukit Batik Bantar

Gunung

Siwak Keterangan

1 Abutilon indicum Malvaceae 7,08 v Semak

2 Acacia auriculiformis Mimosaceae 25,5 v v v v Pohon

3 Alstonia scholaris Apocynaceae 7,88 v Pohon

4 Anacardium occidentale Anacardiaceae 3,12 v Pohon

5 Athrophyllum diversifolium Asteraceae 44,78 v v v v v Semak

6 Breynia racemosa Euphorbiaceae 19,44 v v v Semak

7 Bridelia monoica Euphorbiaceae 31,32 v v v v Semak

8 Caesalpinia bonduch Caesalpiniaceae 15,22 v v v Semak

9 Cassia siamea Caesalpiniaceae 5,28 v Pohon

10 Chromolaena odorata Asteraceae 43,77 v v v v v Semak

11 Dalbergia latifolia Fabaceae 6,23 v Pohon

12 Euphorbia tirucali Euphorbiaceae 18,33 v v Semak

13 Ficus adanospara Moraceae 17,44 v v v v Pohon

14 Ficus septic Moraceae 12,32 v v v Pohon

15 Grewia excelsa Tiliaceae 38,48 v v v v v Pohon

16 Homalanthus populneus Euphorbiaceae 22,65 v v v v v Pohon

17 Lannea coromandelica Anacardiaceae 27,43 v v v v Pohon

18 Lantana camara Verbenaceae 44,85 v v v v v Semak

19 Macaranga triloba Euphorbiaceae 38,24 v v v v v Pohon

20 Mallothus paniculatus Euphorbiaceae 37,55 v v v v v Pohon

21 Opuntia sp Cactaceae 8,34 v Semak

22 Orophaea sp Annonaceae 22,45 v v v Semak

23 Schleichera oleosa Sapindaceae 16,82 v v Pohon

24 Sesbania grandiflora Fabaceae 7,33 v Pohon

25 Vitex pubescens Verbenaceae 15,43 v v Pohon

26 Zizyphus canoplea Tiliaceae 33,37 v v v v Semak

Sumber: Hasil Survey 2018. Catatan :INP = Indeks Nilai Penting

Tabel 3.14. Jenis-jenis Tumbuhan yang Tercatat di Sekitar Pekarangan

No Nama Jenis Nama Suku Nama Indonesia

1. Amorphophallus sp. Araceae Suweg

2. Ananas comosus Bromeliaceae Nanas 3. Annona squamosa Annonaceae Srikaya

4. Areca catechu Arecaceae Pinang

5. Artocarpus heterophylla Moraceae Nangka 6. Capsicum frutescens Solanaceae Cabe rawit

7. Carica papaya Caricaceae Pepaya

8. Ceiba pentandra Bombacaceae Randu

9. Citrus maxima Rutaceae Jeruk besar

10. Cocos nucifera Arecaceae Kelapa

11. Colocasia esculenta Araceae Talas 12. Jatropha curcas Euphorbiaceae Jarak pagar 13. Lannea coromandelica Anacardiaceae Kayu banten 14. Leucanea leucocephala Mimosaceae Lamtoro 15. Mangifera indica Anacardiaceae Mangga 16. Mirabilis jalapa Nyctaginaceae Bunga pukul 4

17. Musa paradisiaca Musaceae Pisang

18. Persea americana Lauraceae Alpukat 19. Psidium guajava Myrtaceae Jambu biji 20. Riccinus communis Euphorbiaceae Jarak 21. Sauropus androgynus Euphorbiaceae Katuk 22. Schleichera oleosa Sapindaceae Kesambi 23. Sesbania grandiflora Fabaceae Turi 24. Syzygium aqueum Myrtaceae Jambu air 25. Tamarindus indica Caesalpiniaceae Asam Sumber: Hasil Pengamatan, 2018

Tabel 3.15. Jenis-jenis Tumbuhan yang Tercatat di Sekitar Kebun

No Nama Jenis Nama Suku Nama Indonesia

1 Acacia auriculiformis Mimosaceae Akasia

2 Achras zapota Sapotaceae Sawo

3 Alstonia scholaris Apocynaceae Pulai

4 Amorphophallus sp. Araceae Suweg

5 Ananas comosus Bromeliaceae Nanas

6 Annona squamosa Annonaceae Srikaya

7 Areca catechu Arecaceae Pinang

8 Arenga pinnata Arecaceae Aren

9 Artocarpus altilis Moraceae Sukun

10 Artocarpus heterophylla Moraceae Nangka

11 Callophyllum inophyllum Clusiaceae Nyamplung

12 Canna edulis Cannaceae Ganyong

13 Carica papaya Caricaceae Pepaya

14 Ceiba pentandra Bombacaceae Randu

15 Citrus maxima Rutaceae Jeruk besar

16 Cocos nucifera Arecaceae Kelapa

17 Coffea canefora Rubiaceae Kopi

18 Colocasia esculenta Araceae Talas

19 Dioscorea alata Dioscoreaceae Gadung

20 Erythryna variegata Fabaceae Dadap

21 Gigantochloa apus Poaceae Bambu

22 Hibiscus tiliaceus Malvaceae Waru

23 Jatropha curcas Euphorbiaceae Jarak pagar

24 Lannea coromandelica Anacardiaceae Kayu banten

25 Leucanea leucocephala Mimosaceae Lamtoro

26 Mangifera indica Anacardiaceae Mangga

27 Morinda citrifolia Rubiaceae Mengkudu

28 Moringa pterygosperma Moringaceae Kelor

29 Muntingia calabura Tiliaceae Kersen

30 Musa paradisiaca Musaceae Pisang

31 Persea americana Lauraceae Alpukat

32 Phyllanthus acidus Euphorbiaceae Ceremey

33 Psidium guajava Myrtaceae Jambu biji

34 Riccinus communis Euphorbiaceae Jarak

35 Saccharum officinarum Poaceae Tebu

36 Sauropus androgynus Euphorbiaceae Katuk

37 Schleichera oleosa Sapindaceae Kesambi

38 Sesbania grandiflora Fabaceae Turi

39 Syzygium aqueum Myrtaceae Jambu air

40 Tamarindus indica Caesalpiniaceae Asam

Sumber: Hasil Pengamatan, 2018

Tabel 3.16 Jenis Tumbuhan Mangrove dan Tumbuhan Pantai yang Teramati

No Nama Jenis Nama Suku

Pantai sekitar Bukit

Benjon

Pantai Seger

Mangrove sekitar Teluk

Ann

Pantai Teluk

Ann

Mangrove sekitar Grupuk

Mangrove sekitar Novotel

1. Sonneratia alba Sooneratiaceae v v

2. Avicenia alba Aviceniaceae v v

3. Lumnitzera racemosa Myrsinaceae v

4. Excoecaria agallocha Euphorbiaceae v

5. Clerodendrum inerme Verbenaceae v

6. Xylocarpus moluccensis Meliaceae v

7. Ceriops tagal Rhizophoraceae v

8. Crinum asiaticum Amarylidaceae v v

9. Pandanus tectorius Pandanaceae v v

10. Premna integrifolia Verbenaceae v

11. Scaveola taccada Scaveolaceae v

12. Spinifex littoreus Poaceae v

13. Rhizophora mucronata Rhizophoraceae v

14. Pongamia pinnata Fabaceae v

15. Tacca palmata Taccaceae v

16. Amorphophalus sp. Araceae v v

17. Calotropis gigantea Asclepiadaceae v v v

18. Cerbera odolam Apocynaceae v

19. Vitex trifolia Verbenaceae v

20. Ipomoea pres-caprae Convolvulaceae v v

21. Casuarina equisetifolia Casuarinaceae v

Sumber: Hasil Pengamatan, 2018

Kawasan mangrove yang teramati adalah merupakan sisa-sisa hutan mangrove yang telah rusak, seperti mangrove di dekat Hotel Novotel, juga di sekitar Teluk Aan, terkecuali tumbuhan mangrove di dekat Bukit Benjon yang nampak tidak berubah. Mangrove di sekitar Pantai Gerupuk juga sudah mulai terdesak oleh permukiman, nampak pada beberapa sudut sudah ada pengurugan. Akibat adanya kegiatan pembangunan jalan akses di dalam kawasan, beberapa tanaman mangrove mengalami kerusakan dan mulai mengering. Kemungkinan disebabkan karena aliran air yang sudah mengalami perubahan serta tidak membawa sedimen dengan kandungan nutrien yang memadai.

Dalam dokumen UPT PERPUSTAKAAN - Universitas Udayana (Halaman 46-56)

Dokumen terkait