• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagi berikut:

1. Hasil penelitian yang dilakukan secara multivariat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dan hasil belajar kimia peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran cooperative tipe pair checks dengan peserta didik yang diajar dengan model konvensioanal yaitu 0,001 < 0,05.

2. Hasil penelitian pada variabel motivasi belajar, terdapat pengaruh yang signifikasi motivasi belajar kimia peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran cooperative tipe pair checks dengan peserta didik yang diajar dengan model konvensioanal yaitu 0,039 < 0,05

3. Hasil penelitian pada variabel hasil belajar juga terdapat pengaruh yang signifikasi hasil belajar kimia peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran cooperative tipe pair checks dengan peserta didik yang diajar dengan model konvensioanal yaitu 0,000 < 0,05.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, maka dapat diajukan saran-saran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar khususnya mata pelajaran kimia, yaitu sebagai berikut :

94

1. Bagi guru, sebelum pembelajaran dimulai sebaiknya guru mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, seperti media dan bahan ajar.

2. Bagi kepala sekolah, hendaknya mendukung kegiatan pembelajaran dengan menyediakan segala bentuk sarana dan prasarana yang dapat menunjang keberlangsungan kegiatan pembelajaran di kelas.

3. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

95

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Fandi, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Pair Checks Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Terpadu Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Tabulanan Kab.

Mamasa. Jurnal Sanismat, Vol. V, Nomor 2, hlm. 137.

Aqib Zainal, Model-model Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung : Yrama widya, 2013.

Asikin, muhammad, Model-Model Pembelajarn Kooperatif (Text Book).

Semarang: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNNES, 2004.

Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar SAINS (IPA). Mataram: CV Sanabil, 2015.

Djamarah, Syaifudin Bahri, Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Edy Setiyo Utomol dan Rahman Fatchiyah, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check Terhadap Hasil Belajar Siswa. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY, 2016.

Ghullam Hamdu dan Lisa Agustina, Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPA Disekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol. 12, Nomor 1. Hlm. 90.

Hamdani, Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.

Huda Miftahul, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2017.

Islamiah, Bunga Dara Amin dan Aisyah Azis, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas IX2 SMP Negeri 1 Balusu Kabupaten Barru.

Jurnal Pendidikan Fisika, Vol. 4, Nomor 2, hlm. 153.

Jufri Wahab, Belajar Dan Pembelajaran SAINS. Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2017.

Kokom Komalasari, Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi.

Bandung: PT Refika Ditama, 2010.

96

Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada, 2009.

Lina Muawanah, Budiyono dan Sri Subanti, Eksperimentasi Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Pair Checks, dan Think Pair Share Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Gaya Belajar. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, Vol 3, Nomor 6, Tahun 2015, hlm. 625.

Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2012.

Rusman, Belajar Dan Pembelajaran Beroreintasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2017.

Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2012.

Saptono, Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter. Jakarta: Erlangga Group, 2011.

Sentot Budi Rahardjo dan Ispriyanto, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. 2016.

Siti Suprihatin, Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.

Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro. Vol 3, Nomor. 1, hlm.73.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta, 2018.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2017.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2018.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Susanto Ahmad, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:

Kencana, 2013.

Trianto, Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014.

Wakijo, Pengaruh Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Media Pembelajaran Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Tahun Akademik 2014/2015. Vol 3, Nomor. 1, Tahun 2015. hlm. 14.

97

Widodo, Lusi Widayanti, Peningkatan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VII A MTs Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Fisika Indonesia, Volume 17, No. 49, Tahun 2013, hlm. 34.

Yusuf, Strategi Pembelajaran Biologi. Mataram: CV. Sanabil, 2015.

1

LAMPIRAN-LAMPIRAN

2 LAMPIRAN 1 : RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (KELAS EKSPERIMEN)

Satuan Pendidikan : MA Al-Ishlahul Ittihad Kelas/Semester : X/1

Mata Pelajaran : Kimia

Materi Pokok : Larutan Elektrolit Alokasi Waktu : 2x 45 Menit

Pertemuan Ke : I

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

3

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar :

3.8Menganalisis Sifat larutan elektrolit dan non elektrolitberdasarkan daya hantar listriknya.

4.8Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan non elektrolit.

Indikator :

3.8.1 Menjelaskan pengertian larutan elektrolit

3.8.2 Menyebutkan ciri-cirihantaran arus listrik dalambeberapa larutanelektrolit

3.8.3 Menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik

3.8.4 Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit berdasarkan sifat daya hantar listriknya

3.8.5 Menjelaskan ikatan yang terdapat dalam senyawa elektrolit

4.8.1 Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik dan mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan persepsi.

4.8.2 Melakukan percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.

4.8.3 Mengamati dan mencatat data hasil percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.

4.8.4 Menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit dan larutan non- elektrolit).

4.8.5 Mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya.

4.8.6 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar

4.8.7 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah.

4 C. Indikator dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Tujuan

3.8.1 Menjelaskan pengertian larutan elektrolit

Siswa dapat menjelaskan pengertian larutan elektrolit dengan tepat 3.8.2 Menyebutkan ciri-cirihantaran

arus listrik dalam beberapa larutan elektrolit

Siswa dapat menyebutkan ciri- cirihantaran arus listrik dalam beberapa larutan elektrolit dengan benar.

3.8.3 Menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik

Siswa dapat menjelaskan penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik baik dan benar

3.8.4 Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit berdasarkan sifat daya hantar listriknya

Siswa dapat mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit berdasarkan sifat daya hantar listriknya dengan tepat

3.8.5 Menjelaskan ikatan yang terdapat dalam senyawa elektrolit

Siswa dapat menjelaskan ikatan yang terdapat dalam senyawa elektrolit dengan tepat

4.8.1 Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik dan mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan persepsi.

Siswa dapat merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik dan mempresentasikan hasilnya untuk menyamakan persepsi dengan jujur dan disiplin.

4.8.2 Melakukan percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.

Siswa dapat melakukan

percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan dengan rasa ingin

5

tahu dan peduli lingkungan.

4.8.3 Mengamati dan mencatat data hasil percobaan daya hantar listrik pada beberapa larutan.

Siswa dapat mengamati dan mencatat data hasil percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan dengan tepat

4.8.4 Menganalisis data hasil

percobaan untuk

menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit).

Siswa dapat menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit) dengan baik dan benar.

4.8.5 Mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya.

Siswa dapat mengelompokkan larutan berdasarkan jenis ikatan dan menjelaskannya dengan disiplin dan jujur.

4.8.6 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar

Siswa dapat menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar dengan baik dan benar.

4.8.7 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit

Siswa dapat Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit dengan tepat dan benar.

D. Materi Ajar

6

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT A.Pengertian larutan

Banyak reaksi kimia berlangsung dalam lingkungan berair, misalnya reaksi pada tubuh manusia atau reaksi pada tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu, pemahaman tentang sifat-sifat larutan sangat penting. Larutan merupakan campuran yang homogen antara dua zat atau lebih. Pembicaraan ini terbatas pada larutan zat cair. Bagian zat pencampur yang lebih sedikit disebut zat terlarut (solute), sedangkan bagian zat pencampur yang lebih banyak disebut zat pelarut (solvent).

Daya hantar listrik larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi zat terlarut. Ada larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan baik, tetapi ada yang kurang baik menghantarkam arus listrik, bahkan ada yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

B. Pengertian larutan elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelembung gas dalam larutan .Larutan yang menunjukan gejala–gejala tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit.

C. Jenis – jenis larutan berdasrkan daya hantar listrik 1. Larutan elektrolit kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion–ion karena terurai sempurna, maka harga derajat ionisasi (ά ) = 1.

Banyak sedikit elektrolit menjadi ion dinyatakan dengan derajat ionisasi ( ά ) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat adalah :

 Asam – asam kuat

7

 Basa – basa kuat

 Garam – garam yang mudah larut

Ciri – ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan menyala terang dan timbul gelembung – gelembung di sekitar elektrode. Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Arus listrik merupakan arus electron. Pada saat di lewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, electron tersebut dapat di hantarkan melalui ion–ion dalam larutan, seperti ddihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji elektrolit akan menyala.

Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh : HCl, HBr, HI, HNO3, H2SO4, NaOH, KOH, dan NaCl.

2. Larutan elektrolit lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < ά > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion – ion ketika larut dalam air. Yang tergolong elektrolit lemah adalah :

 Asam – asam lemah

 Garam – garam yang sukar larut

 Basa – basa lemah

Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi menimbulkan gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contohnya adalah larutan ammonia, larutan cuka dan larutan H2S.

D. Penyebab Sifat Hantaran Listrik Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya terurai menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Svante August Arrhenius. Ion

8

yang bermuatan positif positif disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion- ionnya disebut proses ionisasi. Ion-ion larutan elektrolit selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan nonelektrolit tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Hal inilah yang menyebabkan larutan nonelektrolit tidak menghantarkan listrik. Larutan yang dapat menghantarkan listrik terdiri atas senyawa ion dan senyawa kovalen polar.

1. Senyawa ion

adalah senyawa yang tersusun oleh ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Reaksi ionisasi pada senyawa ion disebut juga reaksi disosiasi. Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ionnya ketika dilarutkan ke dalam air. Ion-ion tersebut akan bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Selain dalam bentuk larutan, senyawa ion dalam bentuk lelehan juga dapat menghantarkan arus listrik. Pada saat meleleh, senyawa ion akan terurai menjadi ion- ionnya yang bergerak bebas. Adapun padatan senyawa ion tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ion yang menyusunnya tidak dapat terurai. Dalam bentuk padatan, ion-ion tidak dapat bergerak bebas. Contoh reaksi ionisasi larutan elektrolit senyawa ion adalah:

KBr(aq) K+(aq) + Br-(aq)

NaCl(s) Na+(aq) + Cl-(aq)

2. Senyawa kovalen terionisasi banyak

Terjadi karena adanya penggunaan bersama pasangan elektron antara dua atom nonlogam yang memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Molekul-molekul senyawa kovalen polar dapat diuraikan oleh air membentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion) yang bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan

9

listrik. Contoh adalah HCl. Jika gas HCl dilarutkan dalam air, akan terjadi reaksi sebagai berikut:

HCl(g) + H2O(aq) H3O+(aq) + Cl-(aq)

Reaksi ionisasi pada senyawa kovalen terjadi karena adanya perpindahan proton atau ion hidrogen (H+) dari molekul HCl ke molekul air sehingga menghasilkan ion hidronium (H3O+) dan ion klorida (Cl-).

Eksperimen: Uji Larutan Elektrolit

I. Tujuan: Untuk mengetahui dan menguji daya hantar listrik beberapa larutan.

II. Alat dan bahan 1. Alat

 Gelas kimia 50 ml (5 buah)

 Bohlam 5 W (1 buah)

 Baterai (4 buah)

 Elektrode + kabel (2 buah) 2. Bahan

 Air sumur

 Larutan Kapur

 Larutan Garam

 Larutan Asam Cuka III. Cara kerja

1. Susunlah alat penguji elektrolit seperti gambar dibawah ini:

10

2. Masukkan 30 ml air sumur kedalam gelas kimia dan ujilah daya hantarnya. (Catatlah jika lampu menyala atau timbul gelembung pada elektrode).

3. Bersihkan elektrode dengan air dan keringkan.

4. Ulangi cara kerja 2 dan 3 dengan larutan lain yang tersedia.

IV. Hasil pengamatan

Salin dan lengkapilah tabel berikut!

Bahan yang diuji

Rumus zat terlarut

Nyala lampu Gelembung gas Ada Tidak ada Ada Tidak ada Air sumur

Larutan Kapur Larutan cuka Larutan garam

V. Pertanyaan

1. Apakah yang menyebabkan bohlam menyala?

2. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?

3. Berikut adalah data hasil pengujian daya hantar listrik beberapa larutan:

Larutan Nyala lampu Gelembung gas

1 Menyala terang Ada

2 Menyala redup Ada

3 Tidak menyala Tidak ada

4 Menyala terang Tidak ada

5 Menyala redup Tidak Ada

6 Menyala terang Sedikit

Pasangkan larutan yang tergolong elektrolit kuat dan elektrolit lemah…

4. Sebutkan kegunaan larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari.

11

5. Perhatikan reaksi ionisasi garam dapur berikut.

NaCl (s) Na+ (aq) + Cl-(aq)

Jika mula-mula tersedia 1 mol NaCl dan mengalami ionisasi sempurna, hitunglah mol ion Na+ dan mol ion Cl- yang terjadi 6. Sebutkan tanda-tanda larutan elektrolit.

E. Strategi Pembelajaran 1. Pendekatan :

2. Model : Pair Check

3. Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Eksperimen dan Penugasan

F. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Pendahuluan  Guru mengucap salam pembuka .“Assalamualaikum anak-anak”

 Guru meminta ketua kelas memimpin doa sebelum pelajaran dimulai.“Untuk lebih barokahnya kita belajar, kita berdoa terlebih dahulu ya, silahkan ketua kelas pimpin doanya”

 Menanyakan kehadiran dan kondisi serta memotivasi siswa untuk kesiapan dalam belajar .“Siapa yang tidak hadir hari ini, semuanya sehatkan atau mungkin ada yang sakit?.”

“Masih semangat anak-anak” ?“Kalian lelah gak belajar?. Belajar memenag melelahakan namun akan lebih melelahkan lagi bila saat ini kalian tidak belajar, karena melalui belajar kalian mendapatkan ilmu, dimana ilmu adalah harta karun yang akan selalu mengikuti

15 Menit

12

pemiliknya kemanapun juga, jadi tetap semngat ya”.

 Menyampaikan tujuan pembelajaran, mengadakan apresepsi kemudian menyajikan materi ajar . “apakah ada diantara kalian yang pernah tersengat listrik ? dan mengapa tangan kita tidak boleh basah saat memegang alat-alat listrk, lalu mengapa air dapat menghantarkan listrik ?. Berdasarkan sifat larutannya (air), larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Dimana, air merupakan larutan elektrolit sehingga pada saat tangan kita memegang alat-alat listrik dalam keadaan tangan basah akan mengakibatkan kita tersengat listrik.

Sebelumnya kita sudah membahas tentang materi ikatan kimia. Disana kita dapat mengetahui sifat-sifat dari senyawa”.

 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara heterogen.

Inti Mengamati

 Guru menampilkan gambar terkait dengan materi larutan elektrolit

 Guru menjelaskan materi elektrolit secara umum

Menanya

65 Menit

13

 Guru meminta masing-masing kelompok untuk mempersiapkan semua keperluan eksperimen sesuai rancangan, kemudian melaksanakan eksperimen mengenai larutan elektrolit

 Guru mengintruksikan masing-masing kelompok untuk memperhatikan pertanyaan yang ada dilembar praktikum

 Guru mengintruksikan masing-masing kelompok untuk mulai praktikum agar bisa menjawab soal dilembar praktikum.

Mengumpulkan data

 Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, mencermati dan menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal- hal yang belum dipahami.

 Guru memita siswa menjawab pertanyaan yang ada di LKS

 Guru meminta siswa mengumpulkan LKS Menyimpulkan

 Siswa (partner) diberikan soal oleh guru terkait materi larutan elektrolit.

 Siswa (partner) menjawab soal dan siswa lain (pelatih) bertugas mengecek jawaban.

 Siswa (partner) yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapat satu kupon dari siswa (pelatih).

 Pelatih dan partner saling bertukar peran dan guru memberikan soal kepada partner.

14

 Setiap pasangan kembali ke tim awal dan mencocokkan jawaban satu sama lain.

 Tim yang paling banyak mendapatkan kupon diberi hadiah atau reward oleh guru.

Mengkomunikasikan

 LKS yang dikumpulkan dibagikan kemasing- masing kelompok

 Setiap kelompok atau perwakilan masing-

masing kelompok maju untuk

mempersentasikan hasil eksperimennya yang telah dilakukan.

 Guru menjelaskan kembali materi yang belum disampaikan

Penutup  Guru memberikan kesempatan kepada siswa terlebih dahulu untuk menyimpulkan terkait materi yang telah dipelajari.

 Guru memberikan penguatan atas materi yang telah di pelajari.

 Guru Mengingatkan materi selanjutnya

 Guru mengakhiri pembelajaran dan mengucapkan salam

“assalamu’alaikum wrwb”

10 Menit

G. Media dan Sumber Belajar

1. Media : Alat Tulis, Papan tulis, Kupon, LCD

Alat percobaan (Gelas plastik, elektroda, kabel, batrai, lampu).

Bahan percobaan (Air sumur, larutan garam, larutan kapur dan larutan asam cuka).

15

2. Sumber Belajar : Buku Kimia Kelas X H. Penilaian

Teknik Penilaian : Tes Pilihan Ganda Prosedur Penilaian :

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian 1 Kognitif

(pengetahuan)

Testertulis Individu dan kelompok

16 I. Instrument Penilaian

1. Penilaian Kognitif

SOAL

1. Apakah yang dimaksud dengan larutan elektrolit?

2. Sebutkan ciri-ciri dari larutan elektrolit

3. Diketahui data percobaan uji daya hantar listrik.

Larutan Rumus Lampu

Cuka CH3COOH Menyala redup

Alkohol C2H5OH Tidak menyala Garam dapur NaCl Menyala terang

Urutan daya hantar listrik yang benar adalah…

4. Diketahui data percobaan uji daya hantar listrik.

No Nyala lampu Gelembung gas

1 Terang Banyak

2 Tidak menyala Sedikit 3 Tidak menyala Tidak ada

4 Terang Banyak

Dari data diatas, yang termasuk elektrolit kuat adalah…..

5. Seorang siswa ingin menguji beberapa jenis air limbah yang terdapat di sekitar sekolahnya. Hasil yang di dapat adalah sebagai berikut:

Air limbah Pengamatan pada

Lampu Elektroda

1 Menyala Ada gelembung gas

2 Tidak menyala Ada gelembung gas 3 Tidak menyala Tidak ada gelembung gas

4 Menyala Ada gelembung gas

17

5 Tidak menyala Ada gelembung gas

Pasangan air limbah yang bersifat elektrolit lemah adalah….

6. Diketahui data hasil percobaan uji elektrolit beberapa larutan sebagai berikut.

Larutan Lampu Gelembung gas

Terang Redup Padam Ada Tidak ada

A √ √

B √ √

C √ √

Berdasarkan tabel, urutan kekuatan daya hantar listrik dari teredah ke yang tertinggi

KUNCI JAWABAN

Nilai = (Skor yang diperoleh/skor maksimal) x 100

Mengetahui;

Guru Mata Pelajaran

(Dwi Rarasati Priyayiningtias, S.Pd) Nip.

Observer

(Samsul Hadi) Nim.1501091166

18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (KELAS EKSPERIMEN)

Satuan Pendidikan : MA Al-Ishlahul Ittihad Kelas/Semester : X/1

Mata Pelajaran : Kimia

Materi Pokok : Non-elektrolit Alokasi Waktu : 2x 45 Menit

Pertemuan Ke : II

I. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Dokumen terkait