• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PEMBAHASAN

B. Keterbatasan Penelitian

1. Sampel penelitian

Pada saat penelitian dilakukan, sebagian klien gagal jantung tidak didampingi oleh keluarga khususnya klien laki-laki, sehingga pada saat pemberian paket edukasi tidak maksimal karena hanya diberikan kepada klien gagal jantung saja. Sebaiknya kedua belah pihak ikut bersama-sama mendengarkan paket edukasi yang diberikan sehingga pada penerapannya dirumah, kedua belah pihak dapat menerapkan intervensi paket edukasi yang diberikan.

2. Self Report

Pada saat dilakukan pengambilan data berupa pengisian kuesioner, diharapkan klien akan mampu menjawab sendiri semua item pertanyaan dalam kuesioner yang disesuaikan dengan kondisi yang dialami klien, tetapi pada beberapa klien harus membutuhkan pendampingan peneliti pada saat pengisian kuesioner tersebut. Hal ini terjadi karena klien merasa tidak yakin akan jawaban yang sudah diberikan.

3. Recall Bias

Keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini dilihat dari kemampuan klien untuk mengingat kembali pengalamannya terkait gejala dan tanda penyakit yang dialami selama satu bulan terakhir termasuk di dalamnya aktivitas yang dilakukan untuk mengatasi gejala dan tanda tersebut. Hal ini disebabkan karena klien sudah berada pada kondisi stabil serta tidak pernah lagi mengalami gejala gagal jantung seperti sesak napas dan bengkak pada kaki selama tahun terakhir.

111 4. Kondisi klien sudah stabil

Klien yang menjadi sampel pada penelitian ini 75% sudah dalam kondisi kesehatan stabil, artinya dalam satu tahun terakhir tidak lagi mengalami gejala penyakit gagal jantung yang berat. Kondisi ini berdampak pada hasil analisis pengaruh umur dengan pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis dimana peningkatan umur akan menyebabkan peningkatan self care agency klien.

5. Hubungan usia, jenis kelamin dan pendidikan

Dalam penelitian ini peneliti hanya menghitung jumlah distribusi usia, jenis kelamin dan pendidikan saja. Sehingga peneliti tidak melakukan uji instrumen untuk melihat apakah ada pengaruh atau tidak antara usia, jenis kelamin dan pendidikan terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.

C. Implikasi Keperawatan

1. Bagi Pelayanan Keperawatan

Penelitian ini membuktikan bahwa paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis menunjukkan ada pengaruh yang bermakna setelah diberikan paket edukasi. Paket edukasi yang diberikan kepada klien gagal jantung mendapat bekal pengetahuan agar klien gagal jantung mampu meningkatkan kemampuan dirinya sendiri, merawat dirinya sendiri sehingga meminimalkan ketergantungannya kepada orang lain.

Peran serta perawat sangat penting dan bekerjasama dalam membantu klien gagal jantung untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis

112

sehingga klien gagal jantung dapat mengatasi permasalahannya dalam pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.

2. Bagi Pendidikan Keperawatan

Paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis dapat dimasukkan kedalam mata ajar medikal bedah khususnya untuk keperawatan sistem kardiovaskuler untuk diajarkan kepada klien gagal jantung dalam bentuk tutorial dan lab skill.

3. Bagi Pemerintah

Paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis dapat mendukung program pemerintah yang saat ini sedang menggalakkan program promosi kesehatan.

113

BAB VII

SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini akan menjelaskan tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran bagi pelayanan keperawatan serta bagi pendidikan dan perkembangan penelitian keperawatan.

A. Simpulan

1. Simpulan Analisis Univariat

Karakteristik responden pada penelitian ini berada pada usia antara 21-74 tahun usia produktif responden adalah sebanyak 19 orang dan usia tidak produktif adalah sebanyak 11 orang. Berdasarkan jenis kelamin didapat dalam penelitian ini bahwa jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan tinggi. Mayoritas agama responden adalah islam dan rata-rata pekerjaan responden bekerja.

2. Simpulan Analisis Bivariat

Hasil analisa akhir setelah diberikan paket edukasi pada klien gagal jantung didapatkan adanya pengaruh edukasi terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung.

114 B. Saran

1. Bagi Pelayanan Keperawatan

a. Perlu adanya edukasi dan konseling pada klien gagal jantung untuk mendapatkan informasi tentang self care agency terhadap pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.

b. Memberi masukan bagi rumah sakit khususnya lingkup pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan self care agency bagi klien gagal jantung sesuai standard operating procedure (SOP).

c. Perlu adanya peran aktif perawat di poliklinik jantung untuk melaksanakan peran sebagai motivator yaitu memberikan dorongan bagi klien gagal jantung untuk melaksanakan self care agency pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.

2. Bagi Institusi Pendidikan Kesehatan

a. Diharapkan dapat memberikan/memperkaya tentang aplikasi teori keperawatan self care Orem dengan melakukan self care agency pada klien gagal jantung.

b. Memberikan informasi tentang pentingnya melaksanakan pengkajian secara dini fungsi fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Bagi Penelitian Selanjutnya

a. Diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman bagi peneliti lainnya tentang kemampuan self care Orem dengan dilakukannya self care agency pada klien Gagal jantung.

115

b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi bagi peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel lain yang mempengaruhi self care agency dalam pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis klien Gagal jantung.

1

DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association. (2012). Hearth disease and stroke statistic. Diunduh dari http://circ.ahajournals.org/content/125/1/e2/T29.expansion.html

Antman, E.M. (2007). Cardiovascular therapeutic: a companion to Braunwald’s heart disease. Philadelhia: Elsevier.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi), Jakarta: Rineka Cipta

Arofah, N.I. (2009). Program latihan fisik rehabilitatif pada penderita penyakit jantung.http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132300162/3.%20Program%20 Latihan%20Fisik%20Rehabilitatif%20Pada%20Penderita%20Penyakit%20%

20Jantung.pdf diunduh pada 25 Juni 2013 Pukul 12.30 WIB.

AsihN.G.Y. & Effendy. C.(2004). Keperawatan Medikal Bedah: Klien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: EGC

Azizah, K., (2011). Efek Pendidikan Kesehatan Terhadap Perawatan Diri Klien Gagal Jantung: Kajian Pustaka. Majalah Keperawatan Unpad. Bandung:

Nushing Journal of Padjajaran University.

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. (2008).

Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007.Jakarta:

CV Kiat Nusa.

Black, J.M., & Hawks, J.H. (2009). Medical surgical nursing clinical management for positif Outcomes (8thed.). Saunders Elsevier.

Britz, J.A., & Dunn, K.S. (2010). Self care and quality of life among patients with Heart failure. Journals of The American Academy of Nurse Practicioners, 22, 480-487.

Callaghan, D.M(2003). Health Promotion Self Care Behaviour, self care efficacy and self care agency. Nursing Science Querterly, 16, 247-254.

http://proquest.umi.com/pqdweb diakses tanggal 25 Maret 2015 Carpenito, (2000). Diagnosa Keperawatan, Jakarta: EGC.

Cardiac rehabilitation. (2007).Diambil pada 4-10-07 dari

http://memorialhermann.org/services/Cardiac Rehab Patient Guide.pdf

Cook, N.R., Cutler, J.A., Obarzanek, E., Buring, J.E., Rexrode, K.M., Kumanyika, S.K., et al. (2007). Long term effects of dietary sodium reduction on cardiovascular disease outcomes: observational follow up of the trials of hypertension prevention (TOHP). BMJ, 334(7599), 885.

Crawford, M.H. (2009). Current diagnosis & treatment cardiologi (3rded.). McGraw- Hill Companies, Inc.

2

Dahlan, M.S (2011). Statistik untuk Kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Damjanov, I.(2009).Pathophysiology. Philadelphia: Saunders

Darliana, D. (2008). Pengaruh Terapi Musik Terhadap Respons Stres Psikofisiologis Pasisen Yang Menjalani Coronary Angiography di Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangun kusumo Jakarta.

Diana L.B at al (2014). A Nurse Guided Patient-Centered Heart Failure Education Program. Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 3 di Jakarta:

Salemba Medika.

Dharma, S., (2007). Jantung Pulih, Kualitas Hidup Meningkat. http://www.seputar- indonesia.com/edisicetak/kesehatan/jantung-pulih-kualitas-hidup-meningkat- 3.html

Djojodibroto, D. (2009).Respirologi (respiratory medicine). Jakarta: EGC

Driscoll, A., Davidson, P., Clark, R., Huang, N., &Aho Z. (2009). Tailoring consumer resources to enchanceself care in chronic heart failure. Australian Critical Care, 22, 133-140.

Gleadle, (2007).At a glance: Anamnesis dan pemeriksaan fisik (Annisa Rahmalia, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.

Grace, S.L. et al. (2005). Cardiac Rehabilitation Phase I: Review of Psychosocial Factors.

Gray, H.H., Drawkins, K.D., Morgan, J.M., & Simpson, I.A. (2002). Lecture notes:

kardiologi (Azwar Agoes & Hamed Oemar, Penerjemah).Jakarta: Penerbit Erlangga.

Harkness, D.J. (2000). Woman’s experience of hemodialysis and sexuality: a qualitative study. www.proquest.com/pqdweb.Diperoleh 25 Februari 2011.

Hartono, A. (2004).Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit edisi 2.Jakarta: EGC.

Haryono, Rudi (2012). Anda Wajib Melawan Serangan Jantung Edisi 2. Yogyakarta:

Gosyen publishing.

Heo, S., Moser, D.K., Lennie, T.A., Zambroski, C.H., & Chung, M.L. (2007). A comparison of heart-related quality of life between older adults with heart failure and healthy older adults. Heart Lung, 36(1), 16-24.

Heo, S., Moser, D.K., Lennie, T.A., Riegel, B., & Chung, M.L. (2008), Gender differences in factors related to self carebehaviours: a cross sectional, correlational study of patients with heart failure. International Journal of Nursing Studies, 45, 1807-1815.

3

Heo, S., Lennie, T.A., Moser, D.K.,&Okoli, C. (2009), Heart failure patients’

perceptions on nutrition and dietary adherence. Eur J Cardiovasc Nurs. 8(5), 323-328.

Heo, S., Doering, L.V., Widener, J., & Moser, D.K. (2008). Predictors and Effect of Physical Symptom Status on Health-Related Quality of Life in Patients with Heart Failure. American Journal of Critical Care. 17(2), 124-132.

Ignatavicius, D.D., & Workman, M.L. (2010). Medical surgical nursing: critical thinking for collaborative care (5thed.). Missouri:Elsevier.

Ina, S.A (2014) Home Monitoring For Heart Failure Management. Jurnal. Surabaya:

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Isselbacher K.J., Braunwald, E., Wilson,J.D., Martin, J.B., Fauci, A.S., &Kasper, D.L.(1999).Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam (Ahmad H. Asdie, Penerjemah). Edisi 13.Vol. 1. Jakarta:EGC

I Putu, S., & I Dewa N, S., (2012). Media Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Jaarsma, T. (2002). Sexual Problems In Heart Failure Patients. European Journal of Cardiovascular Nursing.1, 61–67.

Jaarsma, T., (2012). AHA Scientific Statement Sexual Activity and Cardiovascular Disease.European Journal of Cardiovascular Nursing.

Jaarsma, T., Kathleen Dracup. (1996). Sexual function in patients with advanced heart failure. Heart& Lung. VOL 25, NO. 4-263.

Jaarsma, T., Hoekstra Tialda.,(2012).What keeps nurses from the sexual counseling of patients with heart failure?.Heart failure Sexual health Sexual counseling Nurses.

Jaarsma, T., Stromberg, A., Martensson, J., &Dracup, K. (2003). Development and testing of the European Heart Failure Self careBehaviour Scale. European Journal Heart Failure, 5, 363-370.

Kaawoan, A.Y.A.(2012). Hubungan Self Care dan Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Heart Failure di RSUP Prof. Dr R.D Kandou Manado. Jakarta:

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Kabo, P., & Karim, S. (2008). EKG Dan Penanggulangan Beberapa Penyakit Jantung Untuk Dokter Umum. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Kozier,B., Erb, G., Berman, A, & Snyder, S.J.(2004). Fundamentals of Nursing.

Canada: Prentice Hall Inc.

Levine, GN. (2010). Cardiology secrets, 3rt Ed. Mosby Elsevier. Philadelphia.

4

Lilly, L.S. (2011). Pathophysiology of heart disease (5thed.).Lippincolt Williams

&Wilkins.

Mardiana. (2012). Aktivitas Seksual Pra Lansia yang Berkunjung ke Poliklinik Geritri Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara DR. Esnawan Antariksa Jakarta Timur. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Marital stress.(2007). Diambil pada 4-10-07 dari http://jama.amaassn.

org/cgi/reprint/284/23/3008.pdf

Mariyono, H.H. & Santoso, A. (2007). Gagal jantung. Jurnal Penyakit Dalam 3(8).

Diunduh dari http://ejournal.unud.ac.id/9_gagal%20jantung.pdf

Mitchell, R.N. et al.(2009).Buku saku dasar patologis penyakit robbins & cotran (Andry Hartono, Penerjemah). Edisi 7. Jakarta:EGC.

Moser, D.K., & Watkins, J.F. (2008). Conceptualizing self care in heart failure: a life course model of patient characteristic. Journal of Cardiovascular Nursing, 23(3), 205-218.

Muttaqin, A.(2009) Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.

Myears, J. (2008). Principle Of Excercice Prescription for patient with cronichearth failure. Heart fall rev. 13;61-68.

Nicholson, C. (2007). Heart failure a clinical nursing handbook. Ebook. Jhon Wiley

& Sons, Ltd. England.

Notoatmojo, Soekidjo. (2012). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta:

Rineka Cipta.

Notoatmojo, Soekidjo. (2010). Ilmu Perilaku dan Kesehatan: Teori dan Aplikasi.

Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmojo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi revisi).

Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Jakarta: Salemba Medika.

Newton, S.E. (1999). Sexual dysfunction in men on chronic hemodialysis: A Rehabilitation Nursing Concern. Rehabilitation nursing Journal, 24(1), 24-27.

Pangkahila, Wimpie (2014). Seks dan Kualitas Hidup. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Potter, P. A.,& Perry. A. G. (2009). Fundamental Keperawatan (Adriana Fredrika

& Maarina Albar, Penerjemah). (Ed 7.). Jakarta: Salemba Medika.

Rankin H. S., &Stalings D.,K.(2001). Patient education:Principles &practice, edisi 4, Lippincott Williams & Wilkins, ISBN 0-7817-2022-2.

5

Riegel, B., Carlson, B., Moser, D.K., Sebern, M., Hicks, F.D., & Roland, V. (2004).

Psychometric testing of the self care of heart failure. Journal of cardiac failure, 10(4), 350-359.

Rinawati. (2013). Gambaran Tingkat Kepatuhan Klien Gagal Jantung dalam Manajemen Perawatan Diri Setelah Mendapatkan Pendidikan Kesehatan di Ruang ICCU dan Kardiologi RSUP Persahabatan. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Rockwell, J., &Riegel, B. (2001). Predictors of self care in person with heart failure.

Heart Lung, 30(1), 18-25.

Rofiul, A., & Tim Afin and Friends (2015). Perangi Jantung Koroner Dengan Menu Sehat Setiap Hari. Jakarta:Grid Books.

Rokhaeni, H., Purnamasari, E. &Rahayoe, A.U. (2001). Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Jakarta: Bidang Diklat PK Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Rowland, D.L., &Incrocci, L., (2008). Hanbook of sexual and gender identity disorder. Canada: John Walley & Sons, Inc.

Rubenstein, D. Wayne, D., & Bradley, J. (2007).Lecture notes: Kedokteran klinis.

(Annisa Rahmalia, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.

Sastroasmoro, S., & Ismail, S. (2010). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis (Edisi ketiga.).Jakarta: CV Sagung Seto.

Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., Cheever, K.H. (2010). Brunner and Suddarth’s text book of medical surgical nursing. (11thed.). Lippincolt Williams & Wilkins.

Stewart, M. (2010) Perception of sexuality by African American patient on hemodialysis. www.proquest.com /pqdweb. Diperoleh 25 Februari 2011.

Struart, G.W. (2002). Pocker Guide To Psychiatric Nursing, Ed., Alih Bahasa Yudha E.K. &Kapoh, R.P. (2007) Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 5, Jakarta:

EGC.

Supriyadi, Amir., (2014). Tahukah Anda ? Makanan Berbahaya Untuk Jantung Cetakan Pertama. Jakarta: Dunia Sehat.

Tao, L., & Kendall, K., (2014). Sinopsis Organ System Kardiovaskular. Jakarta:

Karisma Publishing Group.

Tim Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). (2015).

Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung.Jakarta.

Tomey, A. m., &Alligood, M. R. (2006). Nursing theorists and their works (6th Ed.).

St. Louis: Mosby Elsevier.

6

Triharini, Mira (2009). Hubungan Pelaksanaan Paket Edukasi dengan Keluhan Fisik dan Psikologis Pada Klien Kanker Serviks yang Menjalani Kemoterapi.

Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

UMJ. (2014). Pedoman Bimbingan dan Tekhnik Penulisan Thesis Program Magister Keperawatan. Jakarta.

Uun, Nurjanah (2014). Efektifitas Edukasi Terstruktur Terhadap Efikasi Diri Dan Perilaku Promosi Kesehatan Pada Pasien Gagal Jantung Di RSUD Karawang.

Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhamadiyah Jakarta.

Wilkinsom, Judith M., Ahern Nancy R (2012): Diagnosis Keperawatan, Edisi 9,Jakarta: EGC

Wiramiharja, S.A. (2005). Pengantar Psikologi Abnormal, Bandung: Refika Aditama.

World Hearth Organization. (2012). World health statistic.

http://www.who.int/research/en/

PENJELASAN PENELITIAN Saya :

Arabta M. Peraten Pelawi,

Mahasiswa Program Magister (S2) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah, dengan NPM : 2013980002

Bermaksud mengadakan penelitian tentang pengaruh paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi.

Bersama ini saya jelaskan beberapa hal sebagai berikut:

1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan pengaruh paket untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi.

Manfaat penelitian adalah agar klien gagal jantung memiliki pemahaman tentang konsep gagal jantung, dapat melakukan self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung.

2. Responden dalam penelitian yaitu klien gagal jantung ringan.

3. Pelaksanaan paket edukasi akan dilakukan oleh klien gagal jantung setelah pengisian kuesioner untuk di isi oleh responden.

4. Setelah pemberian paket edukasi, sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan antara peneliti dengan responden, peneliti melakukan follow up via telepon untuk memantau kemajuan dan komitmen diri dalam melakukan kegiatan Lampiran 1

intervensi paket edukasi untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis yang dijalani serta memastikan kedatangan responden untuk kontrol 2 minggu setelah pemberian edukasi.

5. Peneliti melakukan evaluasi hasil setelah 2 minggu dilakukan post test secara tertulis dengan menggunakan kuesioner pada saat responden kontrol ke dokter Poli Klinik Jantung RSUD Kota Bekasi. Bagi responden yang tidak datang kontrol, peneliti melakukan kunjungan ke rumah.

6. Setelah pelaksanaan “Paket Edukasi”, diharapkan responden menyampaikan tentang hasil dari kegiatan intervensi keperawatan “Paket Edukasi” terhadap kemampuan mengatasi permasalahan fisik, seksual dan psikologis serta keterampilan pengolahan diri pada klien gagal jantung yang telah dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner (pengumpulan data).

7. Penelitian ini tidak akan memberikan dampak negative pada responden.

8. Semua catatan yang berhubungan dengan penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya. Untuk itu pelaporan hasil penelitian ini nantinya akan menggunakan nama inisial bukan nama sebenarnya dari responden.

9. Responden berhak mengajukan keberatan pada peneliti jika terdapa hal-hal yang tidak berkenan bagi reponden, dan selanjutnya akan dicarikan penyelesaian berdasarkan kesepakatan peneliti dan respoden.

Bekasi,………2015

Peneliti

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama ( Inisial ) :

Alamat :

Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa setelah mendapatkan penjelasan penelitian dan memahami informasi yang diberikan oleh peneliti serta mengetahui tujuan dan manfaat penelitian, maka dengan saya secara sukarela menjadi responden dalam penelitian ini.

Demikian pertanyaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh kesadaran serta tanpa paksaan dari siapapun.

Bekasi,………2015 Yang Menyatakan

Responden

Lampiran 2

KUESIONER PENELITIAN

Judul peneitian : Pengaruh paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi

Peneliti : Arabta M.Peraten Pelawi

NPM : 2013980002

PETUNJUK PENGISIAN

Pengisian dilakukan oleh peneliti dengan memberi tanda silang (X) berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap responden.

A. KUESIONER DATA DEMOGRAFI RESPONDEN

1. Usia : tahun

2. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

3. Tingkat pendidikan : Tidak sekolah SD

SMP SMA AKADEMI Perguruan Tinggi

4. Agama : Non Islam

Islam

5. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga PNS

Karyawan Swasta Wiraswasta Pensiunan

Lain-lain, sebutkan...

Lampiran 3

B. LEMBAR KUESIONER PENGETAHUAN KLIEN GAGAL JANTUNG Pilihlah salah satu jawaban A, B, C atau D dengan cara memberi tanda checklist (√) pada kotak jawaban yang menurut Bapak/Ibu anggap paling benar.

1. Apa penyakit yang diderita Bapak/Ibu sekarang?

A. Tekanan darah tinggi B. Serangan jantung C. Lemah jantung D. Pernapasan

2. Apa tanda dan gejala penyakit yang diderita oleh Bapak/Ibu?

A. Sesak napas dan sulit tidur B. Sesak napas dan cepat lelah

C. Sesak napas dan tidak napsu makan D. Sesak napas dan berkunang-kunang

3. Berapa banyak garam yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dalam sehari?

A. 0,5 sendok teh/hari B. 0,5 – 1 sendok teh/hari C. 1 – 1,5 sendok teh/hari

D. Lebih dari 1,5 sendok teh/hari

4. Olahraga yang sesuai atau dianjurkan pada orang dengan penyakit gagal jantung?

A. Jalan-jalan ringan

B. Senam jantung dan lari-lari C. Badminton dan lari-lari D. Renang dan jalan

5. Apakah hubungan seksual dilarang untuk klien gagal jantung?

A. Ya, tidak boleh sama sekali B. Tidak, boleh sesekali

C. Tidak, disesuaikan dengan kemampuan fisik D. Tidak, itu adalah mitos

6. Bagaimana posisi yang aman untuk berhubungan seksual bagi klien gagal jantung?

A. Semua posisi aman B. Semua posisi tidak aman C. Penderita pasif (posisi dibawah) D. Penderita aktif (posisi diatas)

7. Salah satu tanda dan gejala peringatan untuk tidak melakukan aktivitas seksual?

A. Palpitasi /jantung berdebar > 15 menit B. Palpitasi /jantung berdebar > 14 menit C. Palpitasi /jantung berdebar > 13 menit D. Palpitasi /jantung berdebar > 12 menit

8. Bagaimana peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan psikologis Bapak/Ibu saat dirumah?

A. Selalu memberi dukungan B. Tidak memberi dukungan

C. Kadang-kadang memberi dukungan D. Jarang memberi dukungan

9. Dengan siapakah Bapak/Ibu berkonsultasi tentang keluhan yang dirasakan?

A. Dokter B. Keluarga

C. Klinik dan Rumah Sakit D. Pemuka Agama

10. Bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan oleh Bapak/Ibu agar penyakit tidak kambuh lagi?

A. Kontrol ke dokter secara teratur baik sehat atau sakit B. Kontrol ke dokter apabila badan terasa tidak enak C. Kontrol ke dokter kalau waktu dan uangnya mencukupi D. Kontrol ke dokter apabila terasa penyakitnya kambuh

C. LEMBAR KUESIONER SIKAP KLIEN GAGAL JANTUNG

Pilihlah salah satu jawaban dengan cara memberi tanda checklist (√) pada kotak jawaban yang menurut Bapak/Ibu anggap paling benar.

No Pernyataan Pilihan Jawaban

Pre Post Ya Tidak

1 Saya sudah berhenti merokok dan menghindari orang yang merokok.

2 Saya menghindari konsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi seperti daging berlemak dan goreng-gorengan.

3 Saya mengurangi rasa asin (garam) dalam makanan saya

4 Saya beristirahat secara teratur setiap hari.

5 Saya mengatur posisi yang nyaman dan hemat energi saat melakukan hubungan seksual 6 Saya mengatasi kelelahan dengan beristirahat

selama 20 menit setelah melakukan aktivitas seksual

7 Saya berkonsultasi dengan dokter tentang masalah seksual saya

8 Saya mengurangi kecemasan dengan teknik relaksasi dan istirahat yang cukup

9 Saya mendapatkan dukungan sosial dari keluarga 10 Saya mengikuti kegiatan yang positif seperti senam

jantung sehat.

D. LEMBAR KUESIONER TINDAKAN KLIEN GAGAL JANTUNG

Berilah tanda silang (X) pada setiap kolom jawaban yang tersedia di bawah ini sesuai dengan kondisi dan situasi yang Anda alami.

1 = Tidak Pernah, artinya pernyataan tersebut tidak pernah dilakukan sama sekali.

2 = Jarang, artinya pernyataan tersebut jarang dilakukan (lebih sering tidak dilakukan).

3 = Sering, artinya pernyataan tersebut kadang dilakukan (kadang-kadang dilakukan).

4 = Selalu atau setiap hari, artinya pernyataan tersebut selalu dilakukan (tidak pernah tidak dilakukan).

No Pernyataan

Pilihan Jawaban

Pre Post

1 2 3 4

1 Saya membatasi aktivitas agar tidak kelelahan dan sesak napas.

2 Saya kontrol ke dokter secara teratur sesuai jadwal kontrol.

3 Saya menghindari untuk mengangkat benda berat.

4 Saya mengkonsumsi makanan yang tinggi serat.

5 Saya mengalami kelelahan setelah melakukan aktivitas seksual.

6 Saya melakukan diskusi tentang masalah seksual dengan pasangan.

7 Saya masih melakukan aktivitas seksual sampai saat ini.

8 Setiap seminggu sekali, saya mengikuti senam jantung sehat seperti jalan pagi.

9 Saya dapat mengendalikan emosi saat saya mengalami marah.

10 Saya beribadah dan berdoa untuk kesembuhan penyakit saya.