BAB VII SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Bagi Pelayanan Keperawatan
a. Perlu adanya edukasi dan konseling pada klien gagal jantung untuk mendapatkan informasi tentang self care agency terhadap pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.
b. Memberi masukan bagi rumah sakit khususnya lingkup pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan self care agency bagi klien gagal jantung sesuai standard operating procedure (SOP).
c. Perlu adanya peran aktif perawat di poliklinik jantung untuk melaksanakan peran sebagai motivator yaitu memberikan dorongan bagi klien gagal jantung untuk melaksanakan self care agency pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis.
2. Bagi Institusi Pendidikan Kesehatan
a. Diharapkan dapat memberikan/memperkaya tentang aplikasi teori keperawatan self care Orem dengan melakukan self care agency pada klien gagal jantung.
b. Memberikan informasi tentang pentingnya melaksanakan pengkajian secara dini fungsi fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
a. Diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman bagi peneliti lainnya tentang kemampuan self care Orem dengan dilakukannya self care agency pada klien Gagal jantung.
115
b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi bagi peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel lain yang mempengaruhi self care agency dalam pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis klien Gagal jantung.
1
DAFTAR PUSTAKA
American Heart Association. (2012). Hearth disease and stroke statistic. Diunduh dari http://circ.ahajournals.org/content/125/1/e2/T29.expansion.html
Antman, E.M. (2007). Cardiovascular therapeutic: a companion to Braunwald’s heart disease. Philadelhia: Elsevier.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi), Jakarta: Rineka Cipta
Arofah, N.I. (2009). Program latihan fisik rehabilitatif pada penderita penyakit jantung.http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132300162/3.%20Program%20 Latihan%20Fisik%20Rehabilitatif%20Pada%20Penderita%20Penyakit%20%
20Jantung.pdf diunduh pada 25 Juni 2013 Pukul 12.30 WIB.
AsihN.G.Y. & Effendy. C.(2004). Keperawatan Medikal Bedah: Klien dengan gangguan sistem pernapasan. Jakarta: EGC
Azizah, K., (2011). Efek Pendidikan Kesehatan Terhadap Perawatan Diri Klien Gagal Jantung: Kajian Pustaka. Majalah Keperawatan Unpad. Bandung:
Nushing Journal of Padjajaran University.
Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. (2008).
Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007.Jakarta:
CV Kiat Nusa.
Black, J.M., & Hawks, J.H. (2009). Medical surgical nursing clinical management for positif Outcomes (8thed.). Saunders Elsevier.
Britz, J.A., & Dunn, K.S. (2010). Self care and quality of life among patients with Heart failure. Journals of The American Academy of Nurse Practicioners, 22, 480-487.
Callaghan, D.M(2003). Health Promotion Self Care Behaviour, self care efficacy and self care agency. Nursing Science Querterly, 16, 247-254.
http://proquest.umi.com/pqdweb diakses tanggal 25 Maret 2015 Carpenito, (2000). Diagnosa Keperawatan, Jakarta: EGC.
Cardiac rehabilitation. (2007).Diambil pada 4-10-07 dari
http://memorialhermann.org/services/Cardiac Rehab Patient Guide.pdf
Cook, N.R., Cutler, J.A., Obarzanek, E., Buring, J.E., Rexrode, K.M., Kumanyika, S.K., et al. (2007). Long term effects of dietary sodium reduction on cardiovascular disease outcomes: observational follow up of the trials of hypertension prevention (TOHP). BMJ, 334(7599), 885.
Crawford, M.H. (2009). Current diagnosis & treatment cardiologi (3rded.). McGraw- Hill Companies, Inc.
2
Dahlan, M.S (2011). Statistik untuk Kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Damjanov, I.(2009).Pathophysiology. Philadelphia: Saunders
Darliana, D. (2008). Pengaruh Terapi Musik Terhadap Respons Stres Psikofisiologis Pasisen Yang Menjalani Coronary Angiography di Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangun kusumo Jakarta.
Diana L.B at al (2014). A Nurse Guided Patient-Centered Heart Failure Education Program. Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 3 di Jakarta:
Salemba Medika.
Dharma, S., (2007). Jantung Pulih, Kualitas Hidup Meningkat. http://www.seputar- indonesia.com/edisicetak/kesehatan/jantung-pulih-kualitas-hidup-meningkat- 3.html
Djojodibroto, D. (2009).Respirologi (respiratory medicine). Jakarta: EGC
Driscoll, A., Davidson, P., Clark, R., Huang, N., &Aho Z. (2009). Tailoring consumer resources to enchanceself care in chronic heart failure. Australian Critical Care, 22, 133-140.
Gleadle, (2007).At a glance: Anamnesis dan pemeriksaan fisik (Annisa Rahmalia, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.
Grace, S.L. et al. (2005). Cardiac Rehabilitation Phase I: Review of Psychosocial Factors.
Gray, H.H., Drawkins, K.D., Morgan, J.M., & Simpson, I.A. (2002). Lecture notes:
kardiologi (Azwar Agoes & Hamed Oemar, Penerjemah).Jakarta: Penerbit Erlangga.
Harkness, D.J. (2000). Woman’s experience of hemodialysis and sexuality: a qualitative study. www.proquest.com/pqdweb.Diperoleh 25 Februari 2011.
Hartono, A. (2004).Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit edisi 2.Jakarta: EGC.
Haryono, Rudi (2012). Anda Wajib Melawan Serangan Jantung Edisi 2. Yogyakarta:
Gosyen publishing.
Heo, S., Moser, D.K., Lennie, T.A., Zambroski, C.H., & Chung, M.L. (2007). A comparison of heart-related quality of life between older adults with heart failure and healthy older adults. Heart Lung, 36(1), 16-24.
Heo, S., Moser, D.K., Lennie, T.A., Riegel, B., & Chung, M.L. (2008), Gender differences in factors related to self carebehaviours: a cross sectional, correlational study of patients with heart failure. International Journal of Nursing Studies, 45, 1807-1815.
3
Heo, S., Lennie, T.A., Moser, D.K.,&Okoli, C. (2009), Heart failure patients’
perceptions on nutrition and dietary adherence. Eur J Cardiovasc Nurs. 8(5), 323-328.
Heo, S., Doering, L.V., Widener, J., & Moser, D.K. (2008). Predictors and Effect of Physical Symptom Status on Health-Related Quality of Life in Patients with Heart Failure. American Journal of Critical Care. 17(2), 124-132.
Ignatavicius, D.D., & Workman, M.L. (2010). Medical surgical nursing: critical thinking for collaborative care (5thed.). Missouri:Elsevier.
Ina, S.A (2014) Home Monitoring For Heart Failure Management. Jurnal. Surabaya:
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Isselbacher K.J., Braunwald, E., Wilson,J.D., Martin, J.B., Fauci, A.S., &Kasper, D.L.(1999).Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam (Ahmad H. Asdie, Penerjemah). Edisi 13.Vol. 1. Jakarta:EGC
I Putu, S., & I Dewa N, S., (2012). Media Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jaarsma, T. (2002). Sexual Problems In Heart Failure Patients. European Journal of Cardiovascular Nursing.1, 61–67.
Jaarsma, T., (2012). AHA Scientific Statement Sexual Activity and Cardiovascular Disease.European Journal of Cardiovascular Nursing.
Jaarsma, T., Kathleen Dracup. (1996). Sexual function in patients with advanced heart failure. Heart& Lung. VOL 25, NO. 4-263.
Jaarsma, T., Hoekstra Tialda.,(2012).What keeps nurses from the sexual counseling of patients with heart failure?.Heart failure Sexual health Sexual counseling Nurses.
Jaarsma, T., Stromberg, A., Martensson, J., &Dracup, K. (2003). Development and testing of the European Heart Failure Self careBehaviour Scale. European Journal Heart Failure, 5, 363-370.
Kaawoan, A.Y.A.(2012). Hubungan Self Care dan Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Heart Failure di RSUP Prof. Dr R.D Kandou Manado. Jakarta:
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Kabo, P., & Karim, S. (2008). EKG Dan Penanggulangan Beberapa Penyakit Jantung Untuk Dokter Umum. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Kozier,B., Erb, G., Berman, A, & Snyder, S.J.(2004). Fundamentals of Nursing.
Canada: Prentice Hall Inc.
Levine, GN. (2010). Cardiology secrets, 3rt Ed. Mosby Elsevier. Philadelphia.
4
Lilly, L.S. (2011). Pathophysiology of heart disease (5thed.).Lippincolt Williams
&Wilkins.
Mardiana. (2012). Aktivitas Seksual Pra Lansia yang Berkunjung ke Poliklinik Geritri Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara DR. Esnawan Antariksa Jakarta Timur. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Marital stress.(2007). Diambil pada 4-10-07 dari http://jama.amaassn.
org/cgi/reprint/284/23/3008.pdf
Mariyono, H.H. & Santoso, A. (2007). Gagal jantung. Jurnal Penyakit Dalam 3(8).
Diunduh dari http://ejournal.unud.ac.id/9_gagal%20jantung.pdf
Mitchell, R.N. et al.(2009).Buku saku dasar patologis penyakit robbins & cotran (Andry Hartono, Penerjemah). Edisi 7. Jakarta:EGC.
Moser, D.K., & Watkins, J.F. (2008). Conceptualizing self care in heart failure: a life course model of patient characteristic. Journal of Cardiovascular Nursing, 23(3), 205-218.
Muttaqin, A.(2009) Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.
Myears, J. (2008). Principle Of Excercice Prescription for patient with cronichearth failure. Heart fall rev. 13;61-68.
Nicholson, C. (2007). Heart failure a clinical nursing handbook. Ebook. Jhon Wiley
& Sons, Ltd. England.
Notoatmojo, Soekidjo. (2012). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta:
Rineka Cipta.
Notoatmojo, Soekidjo. (2010). Ilmu Perilaku dan Kesehatan: Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmojo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi revisi).
Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Newton, S.E. (1999). Sexual dysfunction in men on chronic hemodialysis: A Rehabilitation Nursing Concern. Rehabilitation nursing Journal, 24(1), 24-27.
Pangkahila, Wimpie (2014). Seks dan Kualitas Hidup. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Potter, P. A.,& Perry. A. G. (2009). Fundamental Keperawatan (Adriana Fredrika
& Maarina Albar, Penerjemah). (Ed 7.). Jakarta: Salemba Medika.
Rankin H. S., &Stalings D.,K.(2001). Patient education:Principles &practice, edisi 4, Lippincott Williams & Wilkins, ISBN 0-7817-2022-2.
5
Riegel, B., Carlson, B., Moser, D.K., Sebern, M., Hicks, F.D., & Roland, V. (2004).
Psychometric testing of the self care of heart failure. Journal of cardiac failure, 10(4), 350-359.
Rinawati. (2013). Gambaran Tingkat Kepatuhan Klien Gagal Jantung dalam Manajemen Perawatan Diri Setelah Mendapatkan Pendidikan Kesehatan di Ruang ICCU dan Kardiologi RSUP Persahabatan. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Rockwell, J., &Riegel, B. (2001). Predictors of self care in person with heart failure.
Heart Lung, 30(1), 18-25.
Rofiul, A., & Tim Afin and Friends (2015). Perangi Jantung Koroner Dengan Menu Sehat Setiap Hari. Jakarta:Grid Books.
Rokhaeni, H., Purnamasari, E. &Rahayoe, A.U. (2001). Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Jakarta: Bidang Diklat PK Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Rowland, D.L., &Incrocci, L., (2008). Hanbook of sexual and gender identity disorder. Canada: John Walley & Sons, Inc.
Rubenstein, D. Wayne, D., & Bradley, J. (2007).Lecture notes: Kedokteran klinis.
(Annisa Rahmalia, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.
Sastroasmoro, S., & Ismail, S. (2010). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis (Edisi ketiga.).Jakarta: CV Sagung Seto.
Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., Cheever, K.H. (2010). Brunner and Suddarth’s text book of medical surgical nursing. (11thed.). Lippincolt Williams & Wilkins.
Stewart, M. (2010) Perception of sexuality by African American patient on hemodialysis. www.proquest.com /pqdweb. Diperoleh 25 Februari 2011.
Struart, G.W. (2002). Pocker Guide To Psychiatric Nursing, Ed., Alih Bahasa Yudha E.K. &Kapoh, R.P. (2007) Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 5, Jakarta:
EGC.
Supriyadi, Amir., (2014). Tahukah Anda ? Makanan Berbahaya Untuk Jantung Cetakan Pertama. Jakarta: Dunia Sehat.
Tao, L., & Kendall, K., (2014). Sinopsis Organ System Kardiovaskular. Jakarta:
Karisma Publishing Group.
Tim Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). (2015).
Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung.Jakarta.
Tomey, A. m., &Alligood, M. R. (2006). Nursing theorists and their works (6th Ed.).
St. Louis: Mosby Elsevier.
6
Triharini, Mira (2009). Hubungan Pelaksanaan Paket Edukasi dengan Keluhan Fisik dan Psikologis Pada Klien Kanker Serviks yang Menjalani Kemoterapi.
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
UMJ. (2014). Pedoman Bimbingan dan Tekhnik Penulisan Thesis Program Magister Keperawatan. Jakarta.
Uun, Nurjanah (2014). Efektifitas Edukasi Terstruktur Terhadap Efikasi Diri Dan Perilaku Promosi Kesehatan Pada Pasien Gagal Jantung Di RSUD Karawang.
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhamadiyah Jakarta.
Wilkinsom, Judith M., Ahern Nancy R (2012): Diagnosis Keperawatan, Edisi 9,Jakarta: EGC
Wiramiharja, S.A. (2005). Pengantar Psikologi Abnormal, Bandung: Refika Aditama.
World Hearth Organization. (2012). World health statistic.
http://www.who.int/research/en/
PENJELASAN PENELITIAN Saya :
Arabta M. Peraten Pelawi,
Mahasiswa Program Magister (S2) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah, dengan NPM : 2013980002
Bermaksud mengadakan penelitian tentang pengaruh paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi.
Bersama ini saya jelaskan beberapa hal sebagai berikut:
1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan pengaruh paket untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi.
Manfaat penelitian adalah agar klien gagal jantung memiliki pemahaman tentang konsep gagal jantung, dapat melakukan self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung.
2. Responden dalam penelitian yaitu klien gagal jantung ringan.
3. Pelaksanaan paket edukasi akan dilakukan oleh klien gagal jantung setelah pengisian kuesioner untuk di isi oleh responden.
4. Setelah pemberian paket edukasi, sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan antara peneliti dengan responden, peneliti melakukan follow up via telepon untuk memantau kemajuan dan komitmen diri dalam melakukan kegiatan Lampiran 1
intervensi paket edukasi untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis yang dijalani serta memastikan kedatangan responden untuk kontrol 2 minggu setelah pemberian edukasi.
5. Peneliti melakukan evaluasi hasil setelah 2 minggu dilakukan post test secara tertulis dengan menggunakan kuesioner pada saat responden kontrol ke dokter Poli Klinik Jantung RSUD Kota Bekasi. Bagi responden yang tidak datang kontrol, peneliti melakukan kunjungan ke rumah.
6. Setelah pelaksanaan “Paket Edukasi”, diharapkan responden menyampaikan tentang hasil dari kegiatan intervensi keperawatan “Paket Edukasi” terhadap kemampuan mengatasi permasalahan fisik, seksual dan psikologis serta keterampilan pengolahan diri pada klien gagal jantung yang telah dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner (pengumpulan data).
7. Penelitian ini tidak akan memberikan dampak negative pada responden.
8. Semua catatan yang berhubungan dengan penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya. Untuk itu pelaporan hasil penelitian ini nantinya akan menggunakan nama inisial bukan nama sebenarnya dari responden.
9. Responden berhak mengajukan keberatan pada peneliti jika terdapa hal-hal yang tidak berkenan bagi reponden, dan selanjutnya akan dicarikan penyelesaian berdasarkan kesepakatan peneliti dan respoden.
Bekasi,………2015
Peneliti
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama ( Inisial ) :
Alamat :
Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa setelah mendapatkan penjelasan penelitian dan memahami informasi yang diberikan oleh peneliti serta mengetahui tujuan dan manfaat penelitian, maka dengan saya secara sukarela menjadi responden dalam penelitian ini.
Demikian pertanyaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh kesadaran serta tanpa paksaan dari siapapun.
Bekasi,………2015 Yang Menyatakan
Responden
Lampiran 2
KUESIONER PENELITIAN
Judul peneitian : Pengaruh paket edukasi untuk klien gagal jantung terhadap self care agency untuk pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis di RSUD Kota Bekasi
Peneliti : Arabta M.Peraten Pelawi
NPM : 2013980002
PETUNJUK PENGISIAN
Pengisian dilakukan oleh peneliti dengan memberi tanda silang (X) berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap responden.
A. KUESIONER DATA DEMOGRAFI RESPONDEN
1. Usia : tahun
2. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan
3. Tingkat pendidikan : Tidak sekolah SD
SMP SMA AKADEMI Perguruan Tinggi
4. Agama : Non Islam
Islam
5. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga PNS
Karyawan Swasta Wiraswasta Pensiunan
Lain-lain, sebutkan...
Lampiran 3
B. LEMBAR KUESIONER PENGETAHUAN KLIEN GAGAL JANTUNG Pilihlah salah satu jawaban A, B, C atau D dengan cara memberi tanda checklist (√) pada kotak jawaban yang menurut Bapak/Ibu anggap paling benar.
1. Apa penyakit yang diderita Bapak/Ibu sekarang?
A. Tekanan darah tinggi B. Serangan jantung C. Lemah jantung D. Pernapasan
2. Apa tanda dan gejala penyakit yang diderita oleh Bapak/Ibu?
A. Sesak napas dan sulit tidur B. Sesak napas dan cepat lelah
C. Sesak napas dan tidak napsu makan D. Sesak napas dan berkunang-kunang
3. Berapa banyak garam yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dalam sehari?
A. 0,5 sendok teh/hari B. 0,5 – 1 sendok teh/hari C. 1 – 1,5 sendok teh/hari
D. Lebih dari 1,5 sendok teh/hari
4. Olahraga yang sesuai atau dianjurkan pada orang dengan penyakit gagal jantung?
A. Jalan-jalan ringan
B. Senam jantung dan lari-lari C. Badminton dan lari-lari D. Renang dan jalan
5. Apakah hubungan seksual dilarang untuk klien gagal jantung?
A. Ya, tidak boleh sama sekali B. Tidak, boleh sesekali
C. Tidak, disesuaikan dengan kemampuan fisik D. Tidak, itu adalah mitos
6. Bagaimana posisi yang aman untuk berhubungan seksual bagi klien gagal jantung?
A. Semua posisi aman B. Semua posisi tidak aman C. Penderita pasif (posisi dibawah) D. Penderita aktif (posisi diatas)
7. Salah satu tanda dan gejala peringatan untuk tidak melakukan aktivitas seksual?
A. Palpitasi /jantung berdebar > 15 menit B. Palpitasi /jantung berdebar > 14 menit C. Palpitasi /jantung berdebar > 13 menit D. Palpitasi /jantung berdebar > 12 menit
8. Bagaimana peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan psikologis Bapak/Ibu saat dirumah?
A. Selalu memberi dukungan B. Tidak memberi dukungan
C. Kadang-kadang memberi dukungan D. Jarang memberi dukungan
9. Dengan siapakah Bapak/Ibu berkonsultasi tentang keluhan yang dirasakan?
A. Dokter B. Keluarga
C. Klinik dan Rumah Sakit D. Pemuka Agama
10. Bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan oleh Bapak/Ibu agar penyakit tidak kambuh lagi?
A. Kontrol ke dokter secara teratur baik sehat atau sakit B. Kontrol ke dokter apabila badan terasa tidak enak C. Kontrol ke dokter kalau waktu dan uangnya mencukupi D. Kontrol ke dokter apabila terasa penyakitnya kambuh
C. LEMBAR KUESIONER SIKAP KLIEN GAGAL JANTUNG
Pilihlah salah satu jawaban dengan cara memberi tanda checklist (√) pada kotak jawaban yang menurut Bapak/Ibu anggap paling benar.
No Pernyataan Pilihan Jawaban
Pre Post Ya Tidak
1 Saya sudah berhenti merokok dan menghindari orang yang merokok.
2 Saya menghindari konsumsi makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi seperti daging berlemak dan goreng-gorengan.
3 Saya mengurangi rasa asin (garam) dalam makanan saya
4 Saya beristirahat secara teratur setiap hari.
5 Saya mengatur posisi yang nyaman dan hemat energi saat melakukan hubungan seksual 6 Saya mengatasi kelelahan dengan beristirahat
selama 20 menit setelah melakukan aktivitas seksual
7 Saya berkonsultasi dengan dokter tentang masalah seksual saya
8 Saya mengurangi kecemasan dengan teknik relaksasi dan istirahat yang cukup
9 Saya mendapatkan dukungan sosial dari keluarga 10 Saya mengikuti kegiatan yang positif seperti senam
jantung sehat.
D. LEMBAR KUESIONER TINDAKAN KLIEN GAGAL JANTUNG
Berilah tanda silang (X) pada setiap kolom jawaban yang tersedia di bawah ini sesuai dengan kondisi dan situasi yang Anda alami.
1 = Tidak Pernah, artinya pernyataan tersebut tidak pernah dilakukan sama sekali.
2 = Jarang, artinya pernyataan tersebut jarang dilakukan (lebih sering tidak dilakukan).
3 = Sering, artinya pernyataan tersebut kadang dilakukan (kadang-kadang dilakukan).
4 = Selalu atau setiap hari, artinya pernyataan tersebut selalu dilakukan (tidak pernah tidak dilakukan).
No Pernyataan
Pilihan Jawaban
Pre Post
1 2 3 4
1 Saya membatasi aktivitas agar tidak kelelahan dan sesak napas.
2 Saya kontrol ke dokter secara teratur sesuai jadwal kontrol.
3 Saya menghindari untuk mengangkat benda berat.
4 Saya mengkonsumsi makanan yang tinggi serat.
5 Saya mengalami kelelahan setelah melakukan aktivitas seksual.
6 Saya melakukan diskusi tentang masalah seksual dengan pasangan.
7 Saya masih melakukan aktivitas seksual sampai saat ini.
8 Setiap seminggu sekali, saya mengikuti senam jantung sehat seperti jalan pagi.
9 Saya dapat mengendalikan emosi saat saya mengalami marah.
10 Saya beribadah dan berdoa untuk kesembuhan penyakit saya.
Tabel
Kegiatan Intervensi “Paket Edukasi”
No. Waktu/
Menit Kegiatan Pemateri Kegiatan Peserta Metode Nara Sumber
1. 5 Pembukaan:
1. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan diri 3. Menjelaskan tujuan 4. Mengajukan
kesepakatan kegiatan intervensi keperawatan paket edukasi untuk klien gagal jantung
1. Menjawab salam 2. Memperkenalkan diri 3. Mendengarkan 4. Menyepakati kegiatan
intervensi keperawatan paket edukasi untuk klien gagal jantung
Peneliti
2.
3.
4.
5.
6.
20
5
5
5
5
Penjelasan tentang gagal jantung, meliputi: definisi, penyebab, tanda dan gejala gagal jantung, pemenuhan kebutuhan fisik, seksual dan psikologis pada klien gagal jantung.
Diskusi terkait materi:
1. Memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya
2. Memberikan tanggapan dan penjelasan sesuai dengan pertanyaan
1. Merangkum materi
Evaluasi:
1. Menanyakan kembali tentang materi yang telah disampaikan
2. Memberikan penguatan terhadap respon positif peserta
Penuutup:
Mengucapkan salam
Menyimak penjelasan dari pemateri
1. Bertanya terkait materi yang perlu diklarifikasi 2. Menyimak penjelasan
dan tanggapan dari pembicara
Menyimak rangkuman
1. Menjawab pertanyaan pembicara
2. Memberikan tanggapan terhadap pertanyaan
Menjawab salam
Ceramah Diskusi
Ceramah Diskusi
Diskusi
Peneliti
Peneliti
Tim Peneliti Lampiran 4
1
PANDUAN INTERVENSI EDUKASI
A. PEMAHAMAN TENTANG PENYAKIT GAGAL JANTUNG : 1. Pengertian
Gagal jantung didefinisikan sebagai ketidakmampuan jantung memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan tubuh. Sering disebut juga congestive heart failure (CHF) karena umumnya klien mengalami kongesti pulmonal dan perifer (Smeltzer et al., 2010)
2. Penyebab
Gagal jantung disebabkan oleh disfungsi miokardial dimana jantung tidak mampu untuk mensuplai darah yang cukup untuk mempertahankan kebutuhan metabolic jaringan perifer dan organ-organ tubuh lainnya.
Gangguan fungsi miokard sebagai akibat dari miokard infark akut (MI), prolonged cardiovascular stress (hipertensi dan penyakit katup), toksin (ketergantungan alcohol) atau infeksi (Crawford, 2009).
3. Faktor Resiko a. Hipertensi
b. Coronary artery disease (CAD) c. Anemia
d. Cardiomyopathy e. Diabetes mellitus
f. Penyalahgunaan obat dan alkohol
Lampiran 5
2 g. Merokok
h. Hipertirodism
(Lilly, 2011; Ignatavisius & Workman, 2010; Gray, Dawkins, Morgan, &
Simpson, 2002).
4. Tanda dan Gejala
a. Dispnea, adalah kesulitan bernafas dan merupakan persepsi subjektif kesulitan bernafas, meliputi komponen fisiologis dan kognitif.
b. Ortopnea, adalah sesak nafas yang timbul pada saat tidur terlentang, dimana klien memerlukan lebih dari satu bantal saat tidur.
c. D’effort (DDE), atau sesak nafas saat aktivitas pada klien gagal jantung sering terjadi akibat kenaikan tekanan kapiler paru (Isselbaceher).
d. Paroksimal noktural dispnea (PND), PND terjadi saat tidur pada malam hari, klien terbangun kira-kira 2 jam setelah tidur, sangat sesak, sering kali disertai batuk.
e. Sianosis, adalah adanya warna biru pada bibir, lidah (sentral), atau jari tangan (perifer).
f. Edema, atau bengkak pada pergelangan kaki, kaki dan perut.
g. Distensi vena jugularis, kelebihan cairan yang merupakan tanda dari gagal jantung.
h. Efusi pleura adalah akumulasi cairan yang abnormal pada rongga pleura (adanya cairan di pleura).
i. Ronkhi adalah suara napas tambahan bernada rendah.
(Isselbacher, Braunwald, Wilson, Martin, Fauci, & Kasper, 1999).
3
5. Tanda dan gejala penyakit gagal jantung yang harus diwaspadai : a. Kelelahan yang tidak biasanya
b. Peningkatan berat badan dengan cepat c. Kehilangan selera makan
d. Napas pendek (sesak napas) setelah beraktivitas e. Bengkak ditumit, kaki atau perut
f. Batuk yang tidak sembuh-sembuh
g. Buang air kecil (kencing) yang sering di malam hari
B. SELF CARE AGENCY a. Pengertian
Self care agency adalah meningkatkan kemampuan individu untuk menentukan keberadaan dan kebutuhan khusus yang diperlukan untuk mengatur fungsi dan perkembangan, membuat penilaian dan keputusan tentang apa yang harus dilakukan, melakukan langkah-langkah perawatan untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri tertentu sesuai dengan kondisi individu (Orem, 1991). Self care agency adalah konsep yang luas yang mencakup tiga kemampuan: kemampuan dasar, komponen kekuatan, dan aplikasi self-care (Callaghan. 2003).
b. Tujuan
Sebagai pengambilan keputusan dan strategi yang dilakukan oleh individu itu sendiri dalam upaya meningkatkan kemampuan mempertahankan hidup dan meningkatkan fungsi kesehatan dan sehat secara utuh.