MANAJEMEN KINERJA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
D. Kinerja Tenaga Pendidik 1. Pengertian Kinerja
bagi para tenaga pendidik/guru madrasah, dan dapat digunakan oleh sekolah/madrasah lain, dalam rangka untuk pengembangan dan peningkatan kinerja guru, melalui peran implementasi Manajemen Mutu Terpadu di sekolah, menanamkan budaya kerja guru, dengan pola mengintegrasikan manajemen STAFI, dan penanaman disiplin sebagaimana disebutkan dalam uraian hasilnya secara keseluruhan adalah peningkatan kinerja guru dan secara terus menerus diperbaiki dan ditingkatkan secara keberlanjutan.
D. Kinerja Tenaga Pendidik
Kata performence berasal dari kata perform yang berarti menampilkan dan melaksanakan. Performence berarti prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, unjuk kerja atau penampilan kerja. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, atau kemampuan kerja.234 Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi atau kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berkaitan dengan kinerja guru, wujud perilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran. Kinerja dapat diartikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.235 Sedangkan pengertian kinerja merupakan hasil dari pelaksanaan suatu pekerjaan, baik yang bersifat fisik/mental maupun non fisik/non mental. 236
Menurut Robert Bacal, manajemen kinerja adalah proses komunikasi yang berlangsung terus menerus, yang dilaksanakan kemitraan, antara seorang guru dengan siswa, dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara kepala sekolah dengan guru, dan guru dengan siswa dalam proses pembelajaran dapat lebih mempercepatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran, dan lebih mempercepatkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru, dan ini merupakan suatu sistem kinerja yang memberi nilai tambah bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas siswa dalam belajar.237
Salah satu tuntutan dalam pendidikan Islam adalah kinerja guru, yang merupakan bagian dari prestasi kerja. Persayaratan standar kinerja yang baik antara lain: dapat dicapai (attainable) dalam kondisi
234Barnawi, dkk, Instrumen Pembinaan, Peningkatan dan Penilaian Kinerja Guru Profesional, Cet.1, (Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2012), hlm. 11.
235Mangkunegara, Anwar Prabu, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Cet.3, (Bandung: 2000) Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, hlm.164.
236Nawawi, H. Hadari, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cet.4, (Yogyakarta:
1997) Penerbit Gajah Mada University Press, ... Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat (2), menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
hlm. 89.
237Robert Bacal, Dikutip: Martinis Yamin, dalam bukunya Standarisasi Kinerja Guru, Cetakan Pertama, Penerbit Gaung Persada (GP Press), Jakarta, hlm. 129.
yang ada; ekonomis, mudah diterapkan (aplicable); mudah dimengerti (understandable); terukur (measurable) dan presisi; stabil dalam kurun waktu yang cukup lama; dapat diadaptasi dalam berbagai keadaan;
legitimasi, didukung ketentuan/peraturan yang berlaku; fokus pada pelanggan; dapat diterima sebagai ukuran pembanding oleh pihak-pihak terkait.238 Ada pula yang memberikan pengertian prestasi kerja sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Sistem manajemen kinerja lebih efektif dibandingkan dengan sistem yang konvensional.239 Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan konstribusi pada ekonomi. Dengan demikian, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.
Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.240
Kinerja, dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecuali sudah amat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajer tidak mengetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan/instansi menghadapi krisis yang serius. Kesan-kesan buruk organisasi yang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda-tanda peringatan adanya kinerja yang merosot. Ada beberapa pengertian tentang kinerja diantaranya adalah menurut John Whitmore “Kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang,kinerja adalah suatu perbuatan, suatu prestasi, suatu pameran umum ketrampikan”.
Menurut Barry Cushway, “Kinerja adalah menilai bagaimana seseorang
238Dadang Dally, Balanced Score Card, Suatu Pendekatan dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah, Cetakan Kedua (Bandung: 2010), Penerbit PT.
Remaja Rosdakarya, Bandung
239Dermawan Wibisono, Manajemen Kinerja, Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, (Bandung: 2006) Penerbit Erlangga,. Dari beberapa usulan yag diajukan oleh para pakar tersebut, dua pendapat yang cukup penting untuk disimak dan patut menjadi perhatian adalah kriteria yang dilansir oleh Brian Maskell (1981) dan Shlomo Globerson (Stoop, 1996) pada awal tahun 1990-an. hlm. 22
240Armstrong dan Baron (1988:15) dalam Wibowo, Manajemen Kinerja, (Jakarta:
2007) Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, hlm.7.
telah bekerja dibandingkan dengan target yang telah ditentukan”.
Sedangkan menurut Mc. Gregor menyatakan:241
Armstrong dan Baron, bahwa manajemen kinerja adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk menyampaikan sukses berkelanjutan pada organisasi dengan memperbaiki kinerja karyawan yang bekerja di dalamnya dan dengan mengembangkan kapabilitas tim dan kontributor individu. Mereka mengutip pendapat Fletcher yang menyatakan manajemen kinerja berkaitan dengan pendekatan menciptakan Visi bersama tentang maksud dan tujuan organisasi, membantu karyawan memahami, dan mengenal bagiannya, mengelola, dan meningkatkan kinerja baik individu maupun organisasi242. Menurut Veizal Rivai, mengemukakan kinerja adalah: “merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan”. Sementara Schwartz, memandang menajemen kinerja, sebagai gaya manajemen yang dasarnya adalah komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan yang menyangkut penetapan tujuan, memberikan umpan balik baik dari manajer kepada karyawan maupun sebaliknya dari karyawan kepada manajer, demikian pula penilaian kinerja.243