BAB II TINJAUN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
4. Kinerja
Kinerja pegawai sebagai kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangat perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan atau kapasitas pegawai dalam melaksanakan tugas nya yang dibebankan kepadanya. Kinerja atau performace merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi serta misi organisasi yang dituangkan melalui pencernaan strategis suatu organiasi . kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau kelompok karyawan mempunyaia kriteria atau standar keberhasilan tolak ukur yang ditetapkan orgnaisasi Moehiriono (2012:95).
Selain itu, menurut Hasibuan (2016:35) “menyatakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Sedangkan menurut Mangkunegara (2009:5) “kinerja adalah suatu hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai
pegawai dalam melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Dari sekian defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja ialah salah satu kemampuan dasar yang dimiliki seorang pegawai atas hasil pencapaian dari usahanya untuk meningkatkan kemampuan baik secara positif didalam pekerjaanya. Semakin baik kinerja yang dimiliki seorang pegawai maka semakin bagus pula hasil kerja yang didapatkan.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
Menurut Mangkunegara (2014:67) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan (ability), dan faktor motivasi (motivation) yang mengemukakan bahwa motivasi terbentuk dari sikap seseorang pegawai dalam menghadapi situasi kerja”. Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain:
1) Faktor kemampuan (Ability)
secara psikologis, kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill). Pimpinan dan pegawai harus memiliki pendidikan yang memadai untuk jabatan dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai kinerja maksimal.
2) Faktor motivasi (Motivation)
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu sikap yang memiliki pemimpin dan pegawai terhadap situasi kerja dilingkungan organisasinya. Mereka akan menunjukkan nilai positif dan negatif
terhadap situasi kerjanya, dan semua itu memperlihatkan bagaimana tinggi rendahnya motivasi yang dimiliki pemimpin dan pegawai.
c. Indikator-indikator kinerja
Menurut Irham Fahmi (2013:4), “mengemukakan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pegawai yaitu”:
1) Prestasi kerja
Adalah suatau hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kecakapan, usaha dan kesempatan.
2) Tanggung jawab
Adalah kesanggupan seseorang dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu.
3) Loyalitas
Diartikan sebagai suatu kesetiaan. Kesetiaan yang timbul tanpa adanya paksaan tapi timbul dari kesadaran sendiri.
4) Disiplin
Disiplin adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti dan mematuhi keputusan yang telah ditetapkan.
5) Kerjasama
Kemampuan dalam bekerja sama dengan rekan kerja lainnya seperti bisa menghargai pendapat orang lain.
6) Kejujuran
Adalah ketulusan hati seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta mampu untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
B. Tinjauan Empris
Analisis dan landasan teori yang dibuat untuk menunjang penelitian yang akan dilakukan, maka diperlukan penelitian terdahulu sebagai pendukung bagia penelitian ini. Penelitian terdahulu ini memuat berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain baik dalam bentuk penelitian biasa, skripsi, tesis maupun jurnal. Adapun penelitian-penelitian tersebut antara lain:
Tabel 2.1 Tinjauan Empiris
No Nama
Peneliti dan Tahun Penelitian
Judul Penelitian
VARIABEL (Kuantitatif)
Alat Analisis Hasil Penelitian
1 Linda Suprihatin dan Denok Sunarsi (2021)
Pengaruh Kepemimpinan Transaksional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Pusat
Pendidikan Dan Pelatihan Pegawai Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan
1. Kepemimp inana transaksio nal (X1) 2. Lingkung
an kerja(X2) 3. Kinerja
pegawai (Y)
Metode survei dengan pendekatan kuantitatif
Kepemimpinan transaksional dan lingkungan kerja terbukti memberikan konstribusi cukup besar, besar konstribusi adalah 36,12% cukup besar, akan tetapi tidak menutup kemungkinan besarnya konstribusi tersebut dipengaruhi faktor lain.
2 Agustina Wijayanty (2018)
Pengaruh gaya kepemimpinan transakasional dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja anggota polri di
1. Gaya kepemimpin an
transaksiona l (X1) 2. Lingkungan
kerja (X2)
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
Gaya kepemimpinan transaksional secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja anggota polri di polres tanjung jabung
polres tanjung jabung barat
3. Kepuasan kerja (Y)
penelitian kuantitatif dengan pendekatan dengan studi korelasional
barat
3 Nur Septi Aqmarina, Hamidah Nayati Utami dan Arik
Prasetya (2017)
Pengaruh Kepemimpinan Transformasion
al dan
kepemimpinan transaksional Terhadap kepuasan kerja dan Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Hotel Gajamada Graha Malang)
1. Kepemimpin an
transformasi onal (X1) 2. Kepemimpin
an
Transaksion al (X2) 3. Kepuasan
kerja (Y2) 4. Kinerja
karyawan (Y2)
Analisis regresi linear berganda.
1. Menunjukkan bahwa kepeimpinan Transformasional dan kepemimpinan
ransaksional berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. kepemimpinan transformasiolan dan kepemimpinan transaksional secara positif memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.
4 Ariyanto, Erfan Robyardi, Heryati (2020)
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Hok Tong Plaju
Palembang
1. Kepemimpi nan transaksion al (x1) 2. Lingkungan
kerja (x2) 3. Semangat
kerja (y)
Menggunakan analisis regresi berganda
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel gaya kepemimpinan transaksional dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan pada pt hok tong plaju palembang 5 Berlina
Halawa, Yohanes Dakhi, Samanoi Halowo Fau (2021)
Pengaruh Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Fanayama Kabupaten Nias Selatan
1. Kepemimpin an (X1) 2.
Lingkungan Kerja (X2) 3.
Kinerja Pegawai (Y)
Menggunakan metode analisis regresi linear
Menunjukkan bahwa adanya pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja yang berpengarih positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai.
6 Viona Jessica Darmawan (2020)
Pengaruh Kepemimpinan Transformasion al dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT. Batu Mutiara Indah
1. Kepemimpi nan Transforma sional (X1) 2. Lingkungan
Kerja (X2) 3. Kinerja
Karyawan (Y)
Menggunakan teknik analisis regresi linear berganda
Menunjukkan bahawa kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT.
Batu Mutiara Indah
7 Rizal Nabawi (2019)
Pengaruh Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
1. Lingkunga n Kerja (X1) 2. Kepuasan
kerja (X2) 3. Beban
Kerja (X3) 4. Kinerja
Pegawai
Menggunakan teknik analisis regresi linear berganda
Menunjukkan bahwa variabel Lingkungan kerja dan kepauasan kerja berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai sedangkan variabel beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
8 Aswin Baihaqi dan Hepiyanto (2020)
Pengaruh Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Dinas
Peternakan Kabupaten Pasuruan
1. Kepemimp inan (X1) 2. Lingkunga
n Kerja (X2) 3. Semangat
Kerja (Y)
Menggunakan teknik analisis regresi linear berganda
Menunjukkan bahwa kepeimpinan dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja pada Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan
9 m. liyin, joes dwiharto, dan yufenti oktafiah (2021)
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Peternakan Di KUD Sembada
1. Gaya Kepemimpi nan (X1) 2. Lingkungan
Kerja (X2) 3. Produktivita
s (Y)
Menggunakan teknik analisis regresi linear berganda
Menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas peternak di KUD Sembada Puspo.
10 Koko Aldianto Dan Julianto Hutasuhut (2021)
Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Deli Kabupaten Deli Serdang
1. Lingkungan Kerja (X1) 2. Gaya
Kepemimpi nan (X2) 3. Kinerja
Karyawan (Y)
Menggunakan Teknik Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Dan Uji Hipotesis
Menunjukkan Bahwa Variabel X1 Dan X2 Secara Simultan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Variabel Y
C. Kerangka pikir
Kerangka pikir merupakan sebuah model atau gambaran yang berupa konsep dimana didalamnya terdapat penjelasan yang mengenai suatu hubungan antar variabel dengan variabel lainnya. Oleh sebab itu dapat diuraikan kerangka pikir dalam sebuah penenlitian ini, adapun kerangka pikir yang dibuat sebagai berikut:
Gambar 2.1
Kerangka Pikir Penelitian KEPEMIMPINAN
TRANSAKSIONAL (X1) Indikator:
1. Imbalan Kontingen 2. Manajemen Eksepsi Aktif 3. Manajemen Eksepsi Pasif Sumber : Robbins dan Judge (2015:91)
LINGKUNGAN KERJA (X2) Indikator:
1. Cahaya 2. Suhu udara 3. Ruang kerja 4. Keamanan kerja 5. Hubungan karyawan Sumber : Sedarmayanti (2004:46)
KINERJA PEGAWAI (Y) Indikator:
1. Prestasi kerja 2. Tanggung jawab 3. Loyalitas
4. Disiplin 5. Kerjasama 6. Kejujuran
Sumber : Irham (2013:4)
D. Hipotesis
Berdasarkan dengan rumusan masalah tujuan penelitian, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1. Kepemimpinan transaksional berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar.
2. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar.
25 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Survey. Menurut Sugiyono (2014:80) ” metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner/angket.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Kantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar. Lokasi penelitiannya di Badan Pusat Statistik di Jl. Prof.
Abduraahman Basalamah No. 1, Karampuang , Kec. Panakkukang Kota Makassar. Waktu penelitian bulan Februari – Maret 2022.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a. Data kuantitaif adalah data dalam penelitian yang diperoleh dalam bentuk angka yang dapat dihitung dan diperoleh dari perhitungan jawaban responden atau kuesioner yang berkaitan dengan masalah- masalah yang diteliti.
b. Data kualitatif adalah salah satu data yang diperoleh bukan dengan bentuk angka atau tidak dihitung dan diperoleh dari hasil wawancara.
2. Sumber Data 1. Data Primer
Data primer adalah data first hand, yang diperoleh langsung oleh peneliti sesuai dengan tujuan dari penelitian, data diperoleh melalui wawancara, angket/kuesioner, atau observasi Sekaran (2013:113). Dalam penelitian ini data primer yang digunakan besumber dari responden yang merupakan karyawan kantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar, yang diamana berkaitan dengan identitas responden mengenai pengaruh kepemimpinan transaksional dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang telah ada, data sekunder dapat diperoleh melalui buku, publikasi data perusahaan, data sesnsus, (data base), media, laporan annual perusahaan dan lain sebagainya Sekaran (2013:116)
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2011:80) “mendefinisikan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas Obyek/ subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah pegawai yang bekerja dikantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar sebanyak 33 pegawai.
2. Sampel
Ukuran sampel merupakan banyakanya suatu sampel yang dapat diambil dalam satu populasi. Pengertian sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut Sugiyono (2011:81)”. Adapun jumlah sampel yang diambil dari Kantor Badan Pusat Statistik Kota Makassar yaitu seluruh pegawai yang berjumlah 33 pegawai. Adapun teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling Total/Jenuh. Sampling total/jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
E. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Observasi
Merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan secara langsung kelokasi, dengan tujuan untuk mencari data yang relevan dengan variabel penelitian.
2. Kuesioner/angket
Merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan/pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dengan melakukan penyebaran kuesioner yang dapat mengukur persepsi responden dengan menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan juga persepsi tentang fenomena yang ingin diteliti dan
selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Adapun penilaian dari skala liker antara lain sebagai berikut:
a. Sangat Setuju (5) b. Setuju (4)
c. Kurang Setuju (3) d. Tidak Setuju (2)
e. Sangat Tidak Setuju (1)
F. Defenisi Operasional Variabel
Defenisi operasional variabel merupakan suatu gambaran umum yang ada pada masing-masing variabel yaitu, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai.
1. Variabel dependen
a. Kepemimpinan Transaksional (X1)
Kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang cenderung mendorong atau mengarahkan pengikutnya dan memberikan penghargaan atau imbalan kepada pengikutnya agar dapat bekerja secara maksimal atau efisien
b. Lingkungan Kerja (X2)
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar pemimpin dan pegawai. Dimana lingkungan kerja tersebut yang berbentuk fisik maupun secara non fisik yang dapat memberi pengaruh pada setiap pegawai untuk menjalankan tugas-tugas yang ada pada setiap harinya.
2. Variabel Independen yaitu Kinerja (Y)
Kinerja merupakan suatu kondisi dimana harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu bahwa untuk mnetahui suatu tingkat pencapaian hasil dari suatu organisasi/perusahaan, maka dapat dihubungan dengan visi yang di emban oleh suatu organisasi/perusahaan serta dengan mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional yang ada.
G. Metode Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain yang terkumpul. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Uji validitas dan Uji Reabilitas dan Uji Asumsi Klasik.
1. Uji Validitas
Menurut Ghozali (2011:45) “untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner”. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur kuesioner tersebut. Suatu instrumen dikatakan valid jika mempunyai validitas tinggi yaitu correlation r hitung > r tabel, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah dengan nilai correlation r hitung < r tabel (Ghozali, 2011:48).
2. Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2011:41), reabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukut suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel.
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu.
Jika jawaban terhadap semua indikator ini acak, maka dapat dikatakan bahwa tidak reliabel. Pengukuran reabilitass dapat dilakukan dengan one shot atau pengukuran sekali sajakarena pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban dan pertanyaan. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah model regresi yang dibuat dapat digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, uji multikoleneritas dan uj i heteroskedastisitas.
a. Uji normalitas, bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen memeiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah model yang memiliki nila iresidual yang berdistribusi secara normal atau mendekati normal.
b. Uji Multikoleneritas, menurut Ghozali (2009:95) “bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (Independen)”. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan variance inflation factor (VIF). Jika nilai VIF kurang dari 10, dan toleransi lebih dari 0,1 maka model regresi bebas dari multikolineritas.
c. Uji Heteroskedasitas, bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ini terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Syarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastitas.
H. Uji Hipotesis
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut pendapat Nugroho (2011: 92) “analisis regresi berganda bermaksud untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel bebas (independent) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependent)”. Dalam penelitian ini persamaan regresi linear berganda untuk mengetahui seberapa besar variabel independen/bebas yaitu kepemimpinan transaksional (X1), dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Rumus matematis dari regresi linear berganda yang digunakan dalam penenelitian ini adalah:
Keterangan:
Y = Kinerja Karyawan α = Konstanta
β1 = Koefisien regresi kepemimpinanan transaksional β2 = koefisien regresi lingkungan kerja
X1 = Kepemimpinan Transaksional X2 = Lingkungan Kerja
e = Standar error
Y = α + β1X1 + β2X2 + e
2. Uji Parsial (uji T)
Menurut pendapat Kuncoro (2007:97) ”pengujian ini pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas dalam menenerangkan variabel-variabel terikat”. Uji T digunakan untuk mengetahui atau menilai apakah ada hubungan/pengaruh yang nyata atau signifikan secara individu antara variabel independen maupun variabel dependent.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan signifinance level 0,05atau α=5%. Penerimaan maupun penolakan hipotesis dilakukan dengan dua kriteria dimana yang pertama, jika nilai signifikan t
> 0,05 maka hipotesis tersebut dinyatakan ditolak dan dapat dinyatakan bahwa variabel tersebut tidak mempunyai pengaruh. Sedangkan yang kedua jika nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis tersebut diterima dan dapat dinyatakan variabel independent tersebut mepunyai pengaruh terhadap vaiabel dependen.
3. Uji Koefisien Determinasi (R²)
Menurut Ghozali (2009:87), koefisien detrminasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisisen determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai (R²) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendeteksi satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Nama dan Sejarah Singkat Perusahaan/Lembaga
Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non- Departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Sebelumnya, BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.
Materi yang merupakan muatan baru dalam UU Nomor 16 Tahun 1997, antara lain :
a) Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik dasar yang sepenuhnya diselenggarakan oleh BPS, statistik sektoral yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah secara mandiri atau bersama dengan BPS, serta statistik khusus yang diselenggarakan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan BPS.
b) Hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS diumumkan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) secara teratur dan transparan agar masyarakat dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan data yang diperlukan.
c) Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien.
d) Dibentuknya Forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat statistik, yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada BPS.
Berdasarkan undang-undang yang telah disebutkan diatas, peranan yang dijalankan oleh BPS adalah sebagai berikut :
a) Menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat.
Data ini didapatkan dari sensus atau survey yang dilakukan sendiri dan juga dari departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder. b). Membantu kegiatan statistik di departemen, lembaga pemerintah atau institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional.
b) Mengembangkan dan mempromosikan standar teknik dan metodologi statistik, dan menyediakan pelayanan pada bidang pendidikan dan pelatihan statistik.
c) Membangun kerjasama dengan institusi internasional dan negara lain untuk kepentingan perkembangan statistik Indonesia.
2. Tugas, Fungsi dan Kewenangan a. Tugas
Melaksanakan tugas pemerintahan dibidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan.
b. Fungsi
1) Pengkajian, penyusunan dan perumusan kebijakan dibidang statistik.
2) Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional.
3) Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar.
4) Penetapan sistem statistik nasional.
5) Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah dibidang kegiatan statistik; dan
6) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan dan rumah tangga.
c. Kewenangan
1) Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.
2) Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
3) Penetapan sistem informasi di bidangnya.
4) Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional.
5) Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku
6) Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik.
3. Visi dan Misi Organisasi a. Visi
Dengan mempertimbangkan capaian kinerja memperhatikan aspirasi masyarakat, potensi dan permasalahan, serta mewujudkan Visi Presiden dan Wakil Presiden maka visi Badan Pusat Statistik untuk tahun 2020-2024 adalah:
Penyedia Data Statistik Berkualitas Untuk Indonesia Maju
(“Provider of Qualified Statistical Data for Advanced Indonesia”) Dalam visi yang baru tersebut berarti bahwa BPS berperan dalam penyediaan data statistik nasional maupun internasional, untuk menghasilkan statistik yang mempunyai kebenaran akurat dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, dalam rangka mendukung Indonesia Maju.
b. Misi
Dengan visi baru ini, eksistensi BPS sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena memegang peran dan pengaruh sentral dalam penyediaan statistik berkualitas tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di tingkat dunia. Dengan visi tersebut juga, semakin menguatkan peran BPS sebagai pembina data statistik.
1) Menyediakan data statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional.
2) Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan.
3) Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional.
4) Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah.
4. Struktur Organisasi
5. Job Description a. Kepala
BPS dipimpin oleh seorang Kepala yang mempunyai tugas memimpin BPS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menyiapkan kebijakan nasional dan kebijakan umum sesuai dengan tugas BPS, menetapkan kebijakan teknis pelaksanaan tugas BPS yang menjadi tanggung jawabnya, serta membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi dan organisasi lain. Kepala dibantu oleh seorang Sekretaris Utama, 5 (lima) Deputi dan Inspektorat Utama.
b. Sekretariat
Utama Sekretariat Utama mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan, pengendalian administrasi, dan sumber daya di lingkungan BPS. Sekretariat Utama terdiri dari beberapa Biro, setiap Biro terdiri dari beberapa Bagian dan setiap Bagian terdiri dari beberapa Subbagian.
Sekretariat Utama terdiri dari Biro Bina Program, Biro Keuangan, Biro Kepegawaian, Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum, dan Biro Umum.
c. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang metodologi dan informasi statistik. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik terdiri dari Direktorat