4.2 Pembahasan
4.2.4 Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat
Dalam upaya mempercepat transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), diperlukan sinergi otoritas negara, sektor bisnis, dan kelompok masyarakat guna menciptakan ekosistem yang inklusif, inovatif, serta berkelanjutan. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai fasilitator utama dalam mendukung digitalisasi UMKM. Pemerintah daerah tidak hanya bertanggung jawab dalam menciptakan regulasi yang adaptif, tetapi juga berperan dalam memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap platform digital bagi para pelaku usaha.
Melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan literasi digital, Dinas Koperasi memastikan bahwa UMKM di Banjarmasin memiliki keterampilan dan pemahaman yang cukup dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi kemudahan akses permodalan, baik melalui kredit usaha mikro, hibah, maupun insentif fiskal yang mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital.
Di sisi lain, keberhasilan digitalisasi UMKM tidak dapat dilepaskan dari peran sektor swasta, khususnya dalam penyediaan teknologi, infrastruktur, serta jaringan pemasaran yang lebih luas. Perusahaan teknologi dan platform e- commerce memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung UMKM, baik melalui pengembangan aplikasi berbasis teknologi finansial (fintech), sistem manajemen rantai pasok (supply chain management), maupun platform pemasaran berbasis data (big data analytics).
Dengan adanya dukungan dari sektor swasta, UMKM dapat mengakses layanan teknologi yang lebih terjangkau dan efisien dalam mengelola bisnis mereka.
Selain itu, kolaborasi dengan marketplace nasional dan internasional
memungkinkan produk-produk UMKM memiliki visibilitas yang lebih tinggi dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Perusahaan juga dapat berperan sebagai mitra strategis dalam program inkubasi bisnis, di mana UMKM mendapatkan bimbingan dalam aspek pengelolaan bisnis, pemasaran digital, serta strategi ekspansi usaha.
Selain pemerintah dan sektor swasta, masyarakat juga memiliki kontribusi besar dalam mendukung ekosistem digitalisasi UMKM, khususnya dalam peran mereka sebagai pemasok bahan baku yang berkelanjutan. Dalam konteks pengembangan usaha berbasis lingkungan, partisipasi masyarakat menjadi sangat penting untuk memastikan rantai pasok yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Dengan menerapkan praktik pertanian, perikanan, atau produksi bahan baku yang berkelanjutan, masyarakat dapat mendukung UMKM dalam menghasilkan produk yang memenuhi standar green labeling serta memiliki daya saing di pasar global. Selain sebagai pemasok bahan baku, masyarakat juga berperan sebagai konsumen yang semakin sadar akan pentingnya produk lokal dan ramah lingkungan, sehingga menciptakan permintaan yang menunjukkan minat lebih kuat terhadap barang yang diproduksi oleh UMKM. Dengan adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah sebagai fasilitator, sektor swasta sebagai penyedia teknologi dan infrastruktur, serta masyarakat sebagai pemasok bahan baku dan konsumen, ekosistem digital bagi UMKM dapat berkembang secara optimal. Pendekatan ini bukan sekedar mendukung perkembangan perekonomian di tingkat lokal, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi yang terjalin antara ketiga elemen ini akan menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi UMKM untuk bertumbuh dan berkembang di tengah kemajuan digital, serta meningkatkan keunggulan kompetitif mereka pada skala nasional maupun global.
Aspek Deskripsi
Sistem &
Regulasi
Kota Banjarmasin lebih berperan sebagai daerah transit bahan baku industri kreatif dari daerah sekitar, seperti purun dari Kabupaten Banjar yang kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah. Regulasi yang diterapkan mencakup PERWALI Kota Banjarmasin No. 48 Tahun 2022, UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, serta regulasi pengelolaan pasar dan industri.
Fasilitasi &
Perlindungan Hukum
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin berperan dalam memberikan edukasi serta pelatihan terkait kekayaan intelektual sejak 2017, bekerja sama dengan Kemenkumham dalam pendaftaran merek dan hak cipta.
Selain itu, sertifikasi halal juga didorong untuk meningkatkan daya saing bisnis kreatif.
Kolaborasi & DinasPerdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin tidak
Kemitraan memiliki lembaga khusus untuk bisnis kreatif tetapi menjalin kerja sama dengan Kemenkumham untuk perlindungan hak kekayaan intelektual, BPSK untuk penyelesaian sengketa konsumen, serta BPOM dalam pengawasan barang beredar.
Dukungan
terhadap IKM Berperan dalam membina Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menghadapi tantangan seperti penurunan jumlah usaha dan tenaga kerja dari 2021 ke 2022. Sentra industri kreatif yang berkembang meliputi kain Sasirangan, mebel kayu, kerupuk ikan, dan kue kering.
Pendampingan &
Edukasi
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin memastikan kejelasan regulasi melalui tenaga ahli, fasilitas konsultasi, serta pelatihan rutin bagi pelaku usaha. Evaluasi berkala dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program sosialisasi.
Pengelolaan SDA
Regulasi yang ada belum memungkinkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin melakukan pengelolaan sumber daya alam langsung. Oleh karena itu, perannya lebih kepada fasilitasi distribusi dan pengolahan bahan baku untuk mendukung industri kreatif lokal.
Tabel.3 Kontribusi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin bagi UMKM
Aspek Deskripsi
Sistem dan Regulasi Kepastian
Memiliki 15 sumber daya utama yang berkontribusi pada 37.540 UMKM terdampak. Jenis sumber daya meliputi berbagai jabatan administratif dan teknis. Bersifat lembaga independen publik yang fokus pada pelayanan kartu prakerja, pendaftaran dan pengembangan UMKM, serta peningkatan SDM tenaga kerja. Tugas utama meliputi perumusan kebijakan, pengendalian, dan pembinaan UMKM. Berpacu pada Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 55 Tahun 2022. Regulasi utama meliputi perizinan satu pintu, perizinan online, dan akses pembiayaan seperti KUR serta pendanaan berbasis aset.
Hak dan Kewajiban Sumber Daya
Memiliki 12 hak dan kewajiban utama, seperti pelayanan persetujuan nama koperasi, rekomendasi permodalan, dan penyelesaian perselisihan industrial. Mewujudkan UMKM berkualitas dan tenaga kerja produktif. Prinsip utama mencakup peningkatan SDM koperasi, pemberdayaan potensi pemerintah, kemitraan ekonomi, dan pengurangan pengangguran.
Kejelasan Aturan Sumber
Daya
Tertuang dalam kode etik pegawai Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin. Kejelasan aturan organisasi melalui Unit Pelayanan Terpadu (UPT). Terdapat 12 kode etik pegawai, termasuk integritas, transparansi, dan kedisiplinan.
Jaminan Hukum Sumber
Pelayanan kartu prakerja dan pengembangan UMKM. Jaminan hukum dalam pelatihan UMKM dan ketenagakerjaan. Tata
Daya nilai utama meliputi integritas, kebersamaan, harmoni, loyalitas, dan amanah.
Kontrol dan Pengawasan Sumber Daya
Pengawasan dilakukan oleh 4 tenaga kerja, termasuk Pengawas Koperasi Madya dan Instruktur Muda. Pengawasan organisasi dilakukan oleh Pengawas Koperasi Madya dan Instruktur Muda. Regulasi pengawasan tertuang dalam maklumat pelayanan dan LHKPN.
Tabel.4 Kontribusi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin bagi UMKM
BAB V