2.3.1 Penelitian tentang Transformasi Digital UMKM
Transformasi digital merujuk pada perubahan teknologi digital yang mampu menciptakan model bisnis perusahaan, produk, maupun struktur organisasi. Sebagaimana diungkapkan oleh Nadkarni dan Prügl, transformasi digital memerlukan peran teknologi sekaligus keterlibatan manusia. Dalam beberapa dekade terakhir dan akan datang, transformasi digital menjadi tantangan krusial bagi perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Selama beberapa tahun belakangan, perhatian ilmiah, khususnya dalam literatur sistem informasi, mengalami peningkatan stabil yang mengarah pada meningkatnya pembahasan dalam berbagai aspek teknologi dan organisasi dari transformasi digital (Nadkarni & Prügl, 2021).
Penerapan transformasi digital pada UMKM dapat menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan dan daya saing. Melalui adopsi teknologi digital yang berkembang, UMKM dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan mengurangi biaya operasional. Hal-hal tersebut dapat dihasilkan melalui penerapan transformasi digital dalam pemanfaatan internet. Penelitian oleh Putri dan tim menyatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 penggunaan internet terbukti membantu banyak pelaku UMKM. Dengan demikian, penerapan teknologi informasi, media sosial, dan e-commerce dapat mendukung UMKM dalam mengembangkan produk serta mempermudah proses pengambilan keputusan bisnis (Putri et al., 2023). Penggunaan media sosial dan e-commerce telah memberikan berbgai kemudahan dalam hal promosi dan transaksi yang membantu UMKM untuk memasarkan produk secara lebih efisien dan meminimalisir biaya operasional. Hasil pemanfaatan internet ini tentunya berkontribusi dalam peningkatan daya saing UMKM di pasar lokal maupun global.
Penelitian yang dilakukan oleh Sadida Amalia Izzatul Haq mengenai pengembangan peran digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berfokus pada kegiatan sosialisasi terkait digitalisasi usaha.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan
kemampuan para pelaku UMKM dalam mengelola dan menjalankan usaha pada berbagai skala (Haq, 2022).
Secara keseluruhan, transformasi digital memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan daya saing UMKM, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital UMKM dapat mengoptimalkan operasional, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi biaya yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan bisnis. Penelitian terkait pengembangan peran digitalisasi menunjukkan bahwa sosialisasi dan pengembangan keterampilan digital bagi pelaku UMKM menjadi hal yang sangat diperlukan untuk memastikan adopsi teknologi yang efektif dan berkelanjutan.
2.3.2 Penelitian tentang Pengelolaan Limbah Industri UMKM
Pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh industri UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman di Kota Palangkaraya, menjadi isu penting karena berpengaruh besar terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi dapat mencemari air, udara, dan tanah jika tidak dikelola dengan baik (Rahayu & Hariyanti, 2024). Dengan demikian, praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan menjadi kebutuhan yang harus diterapkan UMKM.
Pengelolaan limbah yang efektif tidak hanya berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya operasional, dan memperkuat citra merk di mata konsumen (Khalisa et al., 2025).
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Dr. Ir.
Doddy Rahadi, MT, menyatakan bahwa tujuan pembangunan industri merupakan salah satu tujuan yang diatur dalam Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yaitu menciptakan industri yang mandiri, kompetitif, maju, serta ramah lingkungan, pembangunan industri hijau secara khusus bertujuan untuk menciptakan industri yang berkelanjutan (Kemenperin, 2021). Pengembangan industri hijau untuk mencapai industri yang berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, serta mengurangi limbah dan emisi. Industri hijau diterapkan dengan memanfaatkan perangkat eko- efisiensi, produksi bersih, prinsip rekayasa dan kimia hijau, serta ekologi industri, yang semuanya mendukung konsep pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan (Kemenperin, 2021).
Pengelolaan limbah yang tidak efektif dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk pencemaran air dan udara, sehingga memperkuat urgensi edukasi serta dukungan dari pemerintah, baik melalui penyediaan fasilitas, pemberian insentif finansial, maupun pelaksanaan program pelatihan (Rahayu & Hariyanti, 2024). Dalam ranah usaha kecil seperti UMKM, strategi pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan dan mendorong pembangunan industri dapat meliputi penerapan green labeling, penggunaan bahan baku yang dapat didaur ulang, serta pelatihan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah.
2.3.3 Penelitian tentang Kolaborasi dan Ekosistem Bisnis Berbasis Teknologi
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memainkan peran vital dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan menjadi pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Dalam era digital saat ini, platform digital telah menjadi salah satu faktor kunci dalam memfasilitasi kolaborasi antar pelaku usaha, terutama pada UMKM. Penerapan kolaborasi menjadi hal krusial dalam meningkatkan potensi daya saing di pasar yang memberikan dampak positif bagi UMKM. Salah satu langkah yang dapat diambil UMKM untuk memastikan kelangsungan usahanya adalah dengan menjalin kolaborasi efektif dan mengimplementasikan digitalisasi (Dora, 2024).
Implementasi ekosistem bisnis berbasis teknologi dapat mempermudah keterlibatan banyak pihak yang mendorong keberlanjutan usaha. Ekosistem ini dapat terealisasikan melalui kolaborasi yang melibatkan perusahaan, pelanggan, pemasok, mitra, lembaga pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang saling terhubung melalui teknologi untuk menciptakan nilai bersama. Seperti yang dinyatakan Marjukah dan tim pada penelitiannya, bahwa kolaborasi bisnis adalah suatu bentuk tindakan dan hubungan yang bertujuan untuk mengembangkan usaha kecil secara rasional. Di mana Kolaborasi ini melibatkan kerjasama antara berbagai pihak untuk menghasilkan ide, gagasan, atau solusi dalam rangka mencapai visi bersama (Marjukah et al., 2021).
Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh signifikan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Pada negara Indonesia sendiri, masyarakat telah familiar dengan GoFood sebagai
platform yang membantu UMKM di sektor kuliner untuk memperluas jangkauan pasar tanpa perlu membuka cabang fisik. Dengan layanan pesan antar, UMKM dapat menjangkau pelanggan di berbagai daerah, meningkatkan penjualan secara signifikan. Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, mengungkapkan bahwa GoFood terbukti nyata mampu meningkatkan rata-rata pendapatan para merchant hingga 3,5 kali lipat. Saat ini, platform GoFood telah menaungi lebih dari 400 ribu merchant, di mana sekitar 96% di antaranya merupakan pelaku usaha kuliner yang memulai bisnis dari skala kecil dan rumahan (GoFood Indonesia, 2019).
Pada kancah internaasional, platform bernama Etsy menjadi wadah potensi yang memungkinkan pengrajin dan UMKM di seluruh dunia untuk menjual produk kerajinan tangan mereka. Dengan akses ke pasar global, banyak UMKM yang berhasil meningkatkan pendapatan mereka hanya dengan bekerja dari rumah. Sebagaimana dinyatakan dalam Etsy Statistics, sebesar 97% penjual bekerja dari rumah (Contimod, 2024). Data tersebut dapat menjadi landasan mengapa platform ini ideal bagi pelaku usaha kecil atau individu yang mencari fleksibilitas kerja.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dan menganalisis peran Borneo EcoHub sebagai implementasi dari transformasi digital serta dukungan hukum bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Banjarmasin. Pendekatan kualitatif deskriptif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman, pandangan, dan persepsi para pelaku UMKM, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin mengenai keberadaan Borneo EcoHub sebagai inisiator dan fasilitator dalam pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Jenis penelitian menitikberatkan pada studi kasus yang berfokus pada transformasi digital UMKM Kota Banjarmasin melalui platform Borneo EcoHub dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis data. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan UMKM di Kota Banjarmasin, dukungan hukum yang ada, serta mengeksplorasi berbagai aspek transformasi digital yang dialami oleh UMKM. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan serta strategi dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Kota Banjarmasin dengan lebih efektif dan ramah lingkungan.
Indikator Pernyataan Narasumber
Pemanfaatan platform digital seperti media sosial atau website untuk
pemasaran.
"Saat ini, UMKM semakin memahami pentingnya media sosial dan website sebagai alat pemasaran utama. Kami melihat peningkatan signifikan dalam jumlah UMKM yang memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, dan marketplace online untuk menjangkau pelanggan lebih luas."
Penggunaan perangkat teknologi seperti aplikasi dalam kegiatan jual beli transaksi yang dilakukan secara elektronik melalui internet.
"Kami mendorong pelaku UMKM untuk mulai beralih ke transaksi digital. Dengan aplikasi pembayaran dan e-commerce, transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien."
Implementasi sistem keamanan digital untuk melindungi data bisnis dan
"Keamanan digital masih menjadi tantangan bagi banyak UMKM. Kami terus memberikan edukasi tentang pentingnya perlindungan data,
pelanggan. penggunaan password yang kuat, dan keamanan transaksi online untuk mencegah kebocoran informasi."
Pelatihan dan pengembangan
keterampilan digital bagi pelaku UMKM.
"Kami telah mengadakan berbagai pelatihan digital, mulai dari cara membuat toko online hingga strategi pemasaran digital. Hal ini
bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM di era digital."
Tabel.1 Indikator Penelitian Keberhasilan Transformasi Digital UMKM (Sumber: Olahan Penulis)