BAB III PEMBAHASAN
A. Komunikasi Kelompok Sadar Wisata dalam Pembangunan
BAB III
cara dan teknik penyampaian gagasan dan keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan kepada masyarakat dan stake holder yang menjadi sasaran, agar dapat memahami, menerima dan berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk memberikan pemahaman, mendapatkan penerimaan dan agar sasaran dapat berpartisipasi dalam pembangunan Wisata Nisa Lampa Dana, Pokdarwis melakukan beberapa tahap komunikasi sebagai berikut :
a. Bentuk Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Dalam Pembangunan Wisata Nisa Lampa Dana
Sebagai atensi Pokdarwis pada pembangunan Nisa Lampa Dana, Pokdarwis melakukan berbagai bentuk komunikasi dengan sesama anggota, masyarakat dan stake holder untuk berpartisipasi dalam pembangunan wisata Nisa Lampa Dana, adapun berbagai bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pokdarwis Nisa Lampa Dana meliputi:
1. Komunikasi Lisan
Dalam hal ini Pokdarwis Nisa Lampa Dana secara langsung melakukan sosialisasi terkait program – program pembangunan wisata dengan pihak – pihak terkait seperti Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, Swasta, Pemuda, Masyarakat, danKomunitas Wisata lainnya.
Sebagai fasilitator dan pembuat peraturan (regulator) dalam kegiatan pembangunan kepariwisataan yang menjadi tugas dan wewenang Pemerintah, sudah seharusnya Pokdarwis Nisa Lampa
Dana mengkomunikasikan atau mempresentasikan terkait segala program baik pengadaan sarana dan prasarana penunjang pembangunan wisata Nisa Lampa Dana dengan pihak pemerintah lebih husus pemerintah desa sebagai rel penghubung komunikasi Pokdarwis dengan Dinas Wisata Daerah dan Pemerintah Pusat.
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis Pokdarwis memanfaatkan media untuk sosialisasi dan promosi Wisata Nisa Lampa Dana menggunakan media cetak dan media eletronik berupa internet (Cyber).
Adapun media cetak yang digunakan Pokdarwis yaitu koran sebagai media sosialisasi dan promosi wisata Nisa Lampa Dana kepada publik, Proposal pengajuan bantuan kepada pihak – pihak yang memang memiliki tugas sebagai fasilitator dalam pembangunan wisata Nisa Lampa Dana semisal kepada Pemdes, Pemda, Dinas Pariwisata Kabupaten, Provinsi dan Pusat, dan spanduk untuk promosi wisata, dimana spanduk ini terletak di jalan masuk Nisa Lampa Dana yang terletah di ujung Timur Desa Doro O’o, sedangkan media cetak berupa koran Pokdarwis bekerja sama dengan Fajar Media dan Bima Kini.
Pokdarwis juga menggunakan media elektronik sebagai alat promosi dan sebagai alat sosialisasi transparansi informasi proses pembangunan, namun pokdarwis Nisa Lampa Dana belum memiliki akun media sosial sendiri sebagai sentral promosi, untuk
promosi lewat internet pokdarwis masih menggunakan akun sosial media pribadi masing – masing anggota. selain itu, pokdarwis bekerja sama dengan Penjuru.id, Wartamu.id, dan Bimakini.com sebagai media promosi. Pemuda dan masyarakat Desa secara sadar ikut berpartisipasi dalam mempromosikan Nisa Lampa Dana lewat platform media sosialnnya baik berupa Facebook, Instagram, Yutube, Story WhatsApp dan Bloger pribadi.
b. Tingkatan Komunikasi Kelompok Sadar Wisata Dalam Pembangunan Wisata Nisa Lampa Dana
1.Intrapersonal Communicationmerupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang melalui system syaraf dan inderannya, dimana disini anggota pokdarwis secara individual memikirkan ide – ide kreatif untuk konsep dan strategi pembangunan wisata Nisa Lampa Dana. seperti yang dipaparkan oleh Samudra Putra selaku ketua kelompok sadar wisata Nisa Lampa Dana menceritakan:
“tahun 2018 pertama kali saya melihat Nisa Lampa Dana saat itu saya diajak oleh Istri saya untuk melihat lahan keluarganya disekitaran nisa, dan saat itu air laut sedang surut saya terpukau melihat laut terbelah Nisa Lampa Dana dengan timbunan pasir putihnnya yang menyerupai jalan, dan saya berfikir kenapa masyarakat Doro O’o tidak menjadikan Nisa Lampa Dana sebagai objek wisata sedangkan Nisa ini sangat berpotensi dan punya daya Tarik, disetiap kesempatan saya sampaikan kepada orang - orang yang bisa dikatakan memiliki pengaruh di Desa Doro O’o bahkan dengan Kepala Desa Yang menjabat saat itu dan termasuk Pak Samsudin sebelum beliau menjadi Kepala Desa”35
35Samudra, Wawancara, 09:30 15 Juni 2021
Lanjut Samudra mengungkapkan :
“sejak saya diamanahkan oleh kades untuk menjadi ketua Pokdarwisa saya mulai memikirkan siapa yang bisa saya ajak sebagai patnert yang tidah hanya sadar Nisa Lampa Dana sangat potensial untuk dijadikan objek wisata tetapi juga harus memiliki atensi dan semangat yang sama untuk membangun Nisa Lampa Dana sebagai Wisata Potensial, sehingga saya dan teman – teman lain yang hari ini tercantum dalam keanggotan kelompok sadar wisata Nisa Lampa Dana secara sadar memikirkan bagaimana langkah kedepannya untuk mewujudkan Nisa Lampa Dana sesuai harapan dan ikhtiar kita bersama”36
2. Interpersonal Communication atau komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi, berkaitan dengan komunikasi antarpribadi anggota Pokdarwis antara ketua, sekertaris, bendahara dan kabid – kabid beserta anggota yang satu dengan yang lain tetap saling berinteraksi dan bertukar pesan baik perihal pembahasan pribadi terlebih khusus terkait perkembangan Nisa Lampa Dana, selain itu pengurus Pokdarwis tidak hanya melakukan komunikasi Interpersonal dengan sesama anggota saja untuk membicarakan perihal kemajuan Nisa Lampa Dana tetapi sering juga bertukar cerita, ide dan gagasan dengan Pemuda/pemudi desa, dan teman - teman dari komunitas wisata di tempat - tempat lain, seperti yang diungkapkan oleh Abdurrazak :
“untuk merawat semangat kita tetap selalu menjaga komunikasi dengan sesama anggota, tidak hanya sekedar menanyakan kabar satu sama lain, tapi untuk perkembangan Nisa Lampa Dana kita saling bertukar keluh kesah, apa persoalan dan hambatan dalam usaha mewujudkan wisata Nisa Lampa Dana ini sehingga kita bisa saling mencarikan solusi untuk persoalan yang ada”.37
36Ibid
37Abdurrazak, Wawancara 14:15 18 Juni 2021
Lanjut Abdurrazak menjelaskan :
“kitakan masih dalam tahap pembangunan ya, dan rata – rata kita yang pengurus pokdarwis bukan orang – orang yang punya bekal memadai perihal kepariwisataan, sehingga masih harus banyak belajar dari teman – teman yang dari komunitas wisata lain yang sudah lebih dulu berkembang dan punya pengalaman, semisal teman – teman dari wisata Nisa Bea, wisata Lariti, untuk bertukar cerita, pengalaman, supaya kita tau langkah – langkah yang perlu kita lakukan”38
Selain itu ketua pokdarwis dan pengurus lain dengan pendekatan komunikasi antarpribadi sering melakukan konsolidasi dengan beberapa orang dan kelompok kerja sama agar bisa mengatensi pembangunan Nisa Lampa Dana.
3. Group Communication, memfokuskan pembahasan pada interaksi di antara orang – orang dalam kelompok – kelompok kecil. komunikasi juga melibatkan komunikasi antarpribadi.Pokdarwis Nisa Lampa Danaterbagi menjadi enam kelompok kecil diantarannya :
1. Pengurus Umum (Ketua, Sekertaris dan Bendahara) 2. Seksi Daya Tarik Wisata Dan Kenangan
3. Seksi Humas Dan Pengembangan SDM 4. Seksi Pengembangan Usaha
5. Seksi Kebersihan dan Keindahan 6. Seksi Keamanan
Disetiap kelompok kecil pokdarwis melakukan diskusi dengan internal keanggotaan terkait program masing – masing, kemudian
38Ibid
hasil diskusi internal disetiap bidang dipresentasikan didepan pengurus anggota pokdarwis dalam forum rapat pengurus. Bentuk komunikasi kelompok Pokdarwis Nisa Lampa Dana tidak hanya sekedar rapat formal tapi pengurus Pokdarwis sering sekali dijumpai kumpul walau hanya sekedar ngopi bersama anggota pengurus, diskusi bersama pemdes, komunitas wisata, pemuda pelajar dan masyarakat desa.
4. Organizational Communication, komunikasi organisasi melibatkan bentuk – bentuk komunikasi formal dan informal dimana disetiap 3 bulan sekali kelompok sadar wisata mengadakan rapat evaluasi terkait program – program kerja yang sudah direncanakan, meninjau kembali program yang terlaksana apa yang masih kurang dan apa yang perlu diperbaiki.
5. Mass Comunication merupakan komunikasi melalui media massa yang ditunjukan kepada sejumlah khalayak yang besar. dalam hal ini pokdarwis Nisa Lampa Dana lewat berbagai platform sosaial media mengkampanyekan atau mempromosikan Nisa Lampa Dana, dengan cara mempose segala aktivitas di sekitaran pulau, hal ini tidak hanya dilakukan oleh pengurus Pokdarwis saja tapi semua elemen masyarakat Desa Doro O’o ikut serta berpartisipasi dengan cara mempublikasikan aktivitasnnya di Nisa Lampa Dana, baik berupa gambar dan video.
B. Strategi Komunikasi Yang Dilakukan Kelompok Sadar Wisata Dalam