• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep pemberdayaan

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

2. Konsep pemberdayaan

pemberdayaan merupakan strategi dalam mendorong masyarakat untuk dapat melakukan kegiaatan yang berbaur partisipatif untuk mencapai suatu kesejahteraan sosial.17 Secara harfiah, pemberdayaan berasal dari kata daya atau power (kekuasaan atau keberdayaan). Oleh karenanya prinsip dasar dari pemberdayaan acap kali untuk membantu orang lain yang belum bisa membantu dirinya sendiri untuk dapat bertindak dalam mencapai keinginanya. Dalam pradigma ilmu sosial, permberdayaan merupakan bentuk pengalihan kekuasaan dan mengontrol individu, kelompok maupun masyarakat yan belum berdaya (disadvantages).18

Dengan demikian, pemberdayaan dapat menjalani berbagai macam proses untuk menigkatkan keberdayaan pada individu. Hal yang dapat dilakukan antara lain:

1. Kekuasaan selalu bisa berubah itu dikarnakan oleh, jika kekuasaan itu tidak dapat berubah maka pemberdayaaan tidak akan bisa dicapai.

16 PPPSDAK. Modul Pemberdayaan Masyarakat. (Bandung : PPPSDAK Press, 2017), hal. 27.

17 Rohimi, Perempuan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, (Yogyakarta: guepedia 2020), hlm 43.

18Ibid.

2. Kekuasaan memiliki makna stratis dan dinamis.19

Menurut Heynes yang dikutip dari Najib, pemberdayaan ialah kegiatan yang saling mengayomi dan mendorong kemampuan individu dan kelompok. Maksudnya pemberdayaan merupakan sebagian proses memandirikan dan memajukan individu dan masyarakat untuk ikut andil dalam perubahan social.20 Sedangkan menurut Ife, pemberdayaan merupakan suatu bentuk keberpihakan orang-orang memiliki simpati terhadap kondisi orang-orang lemah atau kurang beruntung.21

Jadi dapat disimpulkan, bahwa pemberdayaan adalah suatu bentuk kegiatan yang saling mengayomi dan mendorong masyarakat untuk memiliki sifat simpati agar masyarakat dapat ikut andil dalam proses perubahan social yang ada dimasyarakat.

Dengan demikian pemberdayaan masyarakat adalah cara yang digunakan untuk meningkat harkat dan martabat masyarakat yang berada di level bawah. Dalam hal memberdayakan masyarakat ada yang memicu terlahirnya masyarakat atau kondisi miskin dan terbelengunya masyarakat itu disebut ketidakberdayaan masyarakat. Menurut iman, ciri- ciri ketidak berdayaan adalah sebagai berikut:

1) Mereka yang tidak memiliki uang atau kesulitan dalam akkses dalam perkenomian keluarga.

19Ibid……,hlm 44.

20 Siti Kurnia, Pemberdayaan Masyarakat Marginal (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), hlm 33.

21 Jim Ife, Community Development (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), hlm 132.

2) Mereka yang miskin dan pasrah dengan nasip yang hanya keseringan memikirkan ketidak berdayaanya.

3) Mereka yang tersisihkan dari keramaian atau berada didaerah pinggiran yang menimbulkan beberapa polarisasi kesejahteraan seperti sulitnya mencari nafkah, pendidikan, dan ketidak mampuan melanjutkan sekolah.

4) Mereka yang hanya mengandalkan satu jalur untuk pencarian nafkah, sehingga ketika mengalami ketidakberuntungan dengan peranya atau pekerjaanya mereka akan kesulitan mencari alternative lain sebagai penunjang akses perekonomianya.

5) Mereka yang tidak berdaya terhadap pengaruh intenal dan eksternal, dalam hal ini mereka tidak memliki kemampuan yang lebih untuk bersaing secara kompetitif.22

Dalam persoalan mengatasi permasalahan social pemberdayaan tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan hal tersebut namun pemberdayaan juga membantu masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhanya, menggali potensinya dan menggali sumber daya yang ada, ini dilakukan untuk mencapi suatu kesejahteraan untuk dirinya sendiri.23

Suaharto berpendapat bahwa tujuan utama dari pemberdayaan adalah suatu strategi yang dilakukan untuk memperkuat kekuasaan masyarakat ususnya mereka yang berada dikondisi ketidak

22 Iman Santosa, Pengembangan Masyarakat Berbasis Sumber Daya Lokal, (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2018), hlm 58.

23 Aziz Muslim, Metodologi Pengenmbangan Masyarakat, (Yogyakarta: Penerbitan Teras, 2009), hlm 13.

beradaanya.Kelompok yang dimaksud hal ini adalah mereka yang lemah secara stuktural yang disebabkan oleh lingkungan, gendre dan etnis.24 1) Indikator pemberdayaan masyarakat

Pemberdyaan memiliki beberapa indictor itu mencangkup tiga peran dimensi dalam membantu individu, kelompok maupun masyarakat. Idikator tersebut antara lain:

a) Proses pengembangan dan pemberdayaan harus dimulai secara individual yang nantinya akan berkembang menjadi proses perubahan sosial yang lebih besar dengan jalanya partisivasi masyarakat secara kolektif dan proaktif.

b) Menginplentasikan gerakan sosial dalam memajukan pola pengembangan masyarakat yang lemah dan rentan itu dapat dilakukan dengan upaya-upaya kolektif untuk memproleh kekuasaan dan mengubah stuktur yang menekan dinamisme yang ada dimasyarakat.

2) Tujuan dalam pemberdayaan masyarakat

Tujuan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah membentuk kemandirian pada individu dan meraih kesejahteraan secara merata, supaya tidak ada ketidakberdayaan dan kesenjagan sosial dalam perekonomian.

Kemandirian yang dimaksud dalam hal ini adalah mereka yang bisa berpikir dan merancanakan apa yang perlu dikerjakan untuk

24Santosa, Pengembangan Masyarakat Berbasis Sumber Daya Lokal…………., hlm 53.

menutupi keterpurukanya. Tujuan dalam pemberdayaan ini juga untuk menindak lanjuti keadaan mengenai keadilan social dengan membantu mereka yang lemah untuk mencapai tujuan dan mencapaian suatu kebajikan dalam hidup.

Hamka menyatakan bahwa, dasar-dasar dari kebajikan, yakni kebajikan menurut jiwa (soul), nurani seseorang perlu untuk menumbuhkan dan saling mencintai antara sesame dengan efektif.

Kebajikan menjadi penghubung anatar mereka yang lemah dengan yang berdaya, atau mereka yang inferior dengan yang superior.Ia juga berpendapat bahwa kebajikan sudah tertanam di lubuk hati manusia, maka itu akan menimbulkan pola kebaikan seperti memiliki rasa empati, bukan hanya sekedar rasa cinta tetapi sudah merepresentasikan pola tindakan yang bersifat positif kearah yang lebih baik.

3) Strategi dalam pemberdayaan masyarakat.

Strategi dalam pemberdayaan dibagi menjadi tiga arah yaitu:

a) Mikro yaitu pemberdayaan yang diberikan secara individual dalam bentuk mediasi dan mediator. Ini bertujan untuk menuntun klien dalam membantu dan menjalankan kehidupan dalam keberfungsian sisial.

b) Mezzo, yaitu pemberdayaan terhadap suatu kelompok. Dalam hal ini agen pemberdayaan melakukan intervensi aktif yang dipokuskan pada pelatihan secara kolektif, dinamika kelompok,

peningkatan kesadaran, dan keterampilan dalam memecahkan persoalan yang ada pada kehidupan ini.

c) Makro, yaitu large system strategy, yakni dan area dan lingkungan yang luas, seperti perumusan kebijakan, aksi sosial dan perencanaan social. Metode ini di gunakan untuk memahami lingkungan individual atau mandiri dan tindakan partisipatoris.

Dalam perencanaan dan kebijakan sosial, pemberdayaan membantu masyarakat mengakses sumber dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.Sedangkan aksi sosial diarahkan untuk meningkat pola partisipasi pada masyarakat yang lemah dengan kondisi sosial ekonominya yang rendah. Untuk itu, masyarakat akan mampu memproleh keberdayaan dengan membuka peluang pembangunan.25 4) Prinsip dalam pemberdayaan

Menurut Huda, implementasi pemberdayaan masyarakat adalah bagian dari cara untuk menghentikan penindasan yang terjadi.

Karna penindasan, diskriminatif dan kesenjangan sosial ekonomi menjadi bagian terpenting yang harus diprioritaskan untuk masyarakat level rendah kebawah.26Karna manusia memiliki hak hidup, bebas, dan sejahtera dari permasalahnya.

Sedangkan menurut Hamka, setiap orang memiliki hak hidup dan sejahtera, karna hidup buka semat-mata untuk diri sendiri

25Ibid……, hlm 67.

26 Miftahul Huda, Pekerjaan Social dan Kesejahteraan Sosial (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm 274.

melainkan untuk kemaslahatan ummat.27Hak hidup adalah hak bersama.Selain itu hak budi dan berakal adalah tujuan utama untuk kesehatan diri secara jasmani dan rohani, sera hak bantin adalah hak yang bisa digunakan untuk menimba ilmu dan memiliki keterampilan sebagai seorangg manusiawi.

Jadi dari kedua teori tersebut dapat disimpilkan, bahwa masyarakat harus mampu melihat dirinya sebagai orang yang senantiasa harus merasakan kemerdekaan dan kesehteraan dalam hidup.Oleh karena itu, peran partsipatif dari masyarakat sebagai bagian dari meraih sumber yang telah direncanakan dan tingkat kesadaran dari masyarakat sebagai pendorong serta motivasi diri yang lugas untuk terus menjalan kehidupan yang produktif.

5) Pemberdayaan masyarakat dalam bingkai partisipasi

Partisipasi adalah bagian terpenting dalam pemberdayaan untuk membangun potensi diri individual. Karna pemberdayaan membantu orang dalam meningkatkan kemampuanya untuk menolong diri sendiri maupun orang lain.

Menurut mikkelsen, terdapat 6 pengertian partisipasi antara lain:

a. Partisipasi yakni suatu demokratisasi dari masyarakat untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan di lapangan.

27 Hamka, Falsafah Hidup (Jakarta: Republic Penerbit, 2018), hlm 33.

b. Partisipasi adalah cara masyarakat untuk semakin meningkatkan keampuan atau potensi diri untuk mampu menangani tantangan dan pola pekerjaan di lingkungan sosial.

c. Partisipasi yaitu peran dari masyarakat itu sendiri untuk mencapai perubahan secara individual maupun kolektif.

d. Partisipasi yakni ruang gerak aktif untuk masyarakat yang bersifat masif.

e. Partisipasi yaitu upaya meraih informasi, melaksanakan perencanaan dan monitoring kondisi sosial.

f. Partisipasi adalah keretlibatan masyarakat untuk meningkatkan harkat dan martabat mereka.28

Pemberdyaan sebagai hakikat pembangunan sosial dan mpembangunan masyarakat dan proses pengembangan merupakan hal yang digunakan untuk mendidik, membuat masyarakat menjadi mandiri dan meraih kesejatreaan sosial.

Tabel 1

Perandingan anatar partisipasi sebagai cara dan Partisipasi sebagai tujuan29

Partisipasi sebagai cara Partisipasi sebagai tujuan Implikasi partisipasi sebagai

strategi dalam mencapai tujuan

Memberdayakan masyarakat dengan jalan partisipasi untuk membangun semangat dan dedikasi mereka secara personal maupun kelompok

Fokus dalam mencapai tujuan bukan pada aktivitas partisipasi itu sendiri

Fokus pada peningkatan kemampuan pada masyarakat untuk berpartisipasi demi

28 Britha Mikkelsen, Metode Penelitian Partisipatoris Dan Upaya-Upaya Pemberdayaan:

Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Praktisi Lapangan (Jakarta: Obor Indonesia, 1999), hlm 65.

29Jim Ife, Community Development, (Yogyakarta………, hlm 296.

mencapai suatu tujuan bersama Partisipasi sebagai upaya

memanfaatkan sumber daya untuk mencapai tujuan program pembangunan

Meningkatkan peran masyarakat dan potenainya serta inisiatif dalam pembangunan

Lebih dominan pada program

pemerintah dan

mengimplikasikan pada masyarakat untuk meningkatkan efisiensi system

Lebih mengarah pada pandagan dari gerakan swadaya atau LSM

Bentuk pasif pada proses partisipasi

Partipasi sebagi pola yang relative membangun gerakan yang massif dan dinamis

Ruang lingkupnya umum dan jangka pendek

Partispasi melibatkn waktu yang bekesinabungan dari jangka panjang

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif.

Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.30

Adapun alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah, makna dibalik data yang tampak. Gejala sosial sering tidak dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang, dan untuk

30 Lexy j. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif (Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013), h. 6.

memahami interaksi sosial. Interaksi yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta wawancara mendalam terhadap interaksi sosial tersebut.31

Dokumen terkait