BAB II PAPARAN DATA
B. Profil Bumdes Bagik Payung
5. Kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
1) Unit usaha simpan Pinjam
BUMDes Bagik Payung pada unit usaha ini memberikan pinjaman kepada masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Anggaran dana yang digunakan pada modal awal diperoleh dari dana
56 AD dan ART BUMDes Bagik Payung Tahun 2015.
57 Ibid.,h, 5.
desa sebesar Rp.20.000.000. Program ini sudah berjalan dengan adanya 130 nasabah peminjam. Setiap tahunnya dilaporkan laporan keuangan oleh pengelola unit usaha ini, meskipun laporan yang diberikan masih bersifat sederhana.
Pada unit pinjaman ini, nasabah dapat mengajukan pinjaman uang untuk modal usaha yang untuk saat ini yang diberikan masih untuk usaha secara perseorangan. Bunga sebesar 10% untuk setiap pinjaman dengan waktu tertentu, nasabah boleh mengajukan penambahan jangka waktu dengan mengajukan kepada BUMDes.
Program ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari rentenir atau oleh bank harian, yang pada setiap pinjaman sudah dikurangi biaya administrasi dan bunga yang sangat tinggi. Sebelumnya masyarakat khususnya sebagian besar pedagang pasar melakukan pinjaman dari bank harian yang memiliki bunga tinggi. Dari situlah BUMDes mendirikan unit usaha simpan pinjam yang tidak hanya menghindarkan dari bank harian tetapi sebagai upaya BUMDes dalam memberdayakan masyarakat. Peminjam sangat mudah hanya menunjukkan identitas diri dan mengisi form yang berisi surat pernyataan perjanjian permohonan bantuan modal. Karena syarat yang mudah bunga yang tidak terlalu tinggi, sekarang banyak yang beralih ke pinjaman BUMDes. Bantuan modal yang didapatkan rata-rata sebesar Rp.1.000.000 yang diperuntukkan untuk pedagang pedagang kecil dan toko kelontong yang ada di pasar desa yang berkeinginan mendapatkan modal.
Rencana kedepannya arah sasaran juga akan mencakup warga masyarakat desa Pekiringan yang berkemampuan dan berkeinginan memulai kegiatan usaha secara produktif, seperti dagang dan usaha- usaha lainnya yang berskala sedang. Atau kepada UMKM yang kekurangan modal, BUMDes Bagik Payung belum bisa memberikan pinjaman kepada UMKM dikarenakan sampai sekarang pinjaman yang bisa diajukan maksimal baru Rp.5.000.000.
2) Unit Pengelolaa Pasar di Desa Bagik Payung
Salah satu unit Usaha BUMDes Bagik Payung adalah unit pengelolaan pasar. Di Desa Bagik Payung terdapat yang merupakan pusat ekonomi masyarakat dan tumpuan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Keberadaan pasar adalah sebuah potensi yang apabila dapat dimanfaatkan baik oleh BUMDes akan memberikan keuntungan yang besar. Sebelumnya pengelolaan pasar dilakukan oleh pemerintah desa namun belum dikelola dengan baik, yang kemudian diambil alih tugasnya oleh BUMDes. Pengalihan tugas ini bertujuan pasar agar dapat dikelola dengan baik dan dapat terstruktur. Dalam unit pengelolaan pasar terdapat program pengelolaan parkir, retribusi pasar dan pengelolaan sampah. Untuk retribusi pasar dilakukan dengan menarik setaip pedagang untuk membayar sebesar mulai dari Rp.1.000 tergantung lapak/kios yang digunakan. Retribusi pasar melibatkan dua warga yang menjadi penarik karcis retribusi pasar. adanya retribusi pasar mencegah pedagang dari pungutan liar. Kemudian untuk
pengelolaan parkir melibatkan tiga juru parker yang bertugas mengelola parkir dan memberikan kenyamanan kepada pedagang dan pembeli agar tidak khawatir kehilangan kendaraan mereka. Parkir yang rapi membuat pasar lebih teratur. Pengelolaan sampah dilakukan untuk mencegah pencemaran tanah dan udara akibat pedagang membuang sampah masih di dalam pasar. pengelolaan sampah melibatkan satu petugas kebersihan yang bertugas menyapu pasar setelah pasar beroperasi. Dan mengelola sampah yang sudah dibuang oleh pedagang di TPA. Kegiatan dalam pengelolaan pasar melibatkan masyarakat khusunya masyarakat yang tidak mampu atau menganggur. Tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan, sejauh ini keberadaan BUMDes Bagik Payung telah dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan pasar dan memberikan sumbangan pendapatan bagi desa.
3) Unit Usaha Pertanian
Unit usaha pertanian dan persawahan ini menjalankan usaha Desa dalam bentuk jasa keuangan, simpan pinjam, industri kecil dan kerajinan Rayat. Manfaat dari adanya unit usaha ini adalah Ekonomi Desa semakin bergairah, pendapatan Desa meningkat serta meningkatkan kinerja pembangunan Desa dalam mensejahterakan masyarakatnya.58
Unit usaha yang dijalankan oleh BUMDES Bagik Payung ini yaitu dalam usaha jasa yang berupa jasa keuangan, jasa angkutan darat
58 Lalu Mauli, Wawancara, bagik Payung, 18 Mei 2021.
dan air, listrik desa dan usaha lainnya. Dapat diketahui bahwa Desa Bagik Payung mayoritas penduduk nya bekerja sebagai petani. Padi dan Sayuran merupakan komoditas yang sangat diperlukan untuk kebutuhan manusia dalam hal pangan.
4) Unit penyuluhan pertanian
Penyeuluhan pertanian berperan untuk menambah pengetahuan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui partisipas masyarakat. Penyuluhan yang diadakan oleh BUMDes Bagik Payung ini seperti penyuluhan tentang pemberantasan hama padi. Harapannya petani di Desa Bagik Payung ini mengetahui solusi untuk membasmi hama sehingga hasil panen padi meningkat.
Partisipasi masyarakat untuk mengikuti program ini sangat diharapkan.
Penyuluhan pertanian ini dilaksanakan 3 kali dalam satu tahun dan pemateri nya dari dinas pertanian. Kegiatan ini ditujukan untuk semua masyarakat yang bekerja sebagai petani. Program ini sangat didukung oleh pemerintah Desa Bagik Payung. Dengan adanya penyuluhan pemberantasan hama padi harapannya hasil panen padi masyarakat Desa Bagik Payung dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkan pelatihan penyuluhan.
Selain tentang pemberantasan hama padi ada juga tentang teknik Pembibitan cabai. Masyarakat yang mengikuti program ini akan
diajarkan proses awal sampai akhir. Pelatihan pembibitan cabai ini diadakan selama satu minggu.59
Penyuluhan sebagai proses pemberdayaan yang akan menghasilkan masyarakat yang dinamis, dan progresif. Penyuluhan juga akan membawa perubahan yang positif dalam aspek pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Masyarakat Bagik Payung yang mempunyai keluhan ataupun permasalahan persoalan pertanian dapat mengajukan pertanyaan ataupun konsultasi. Kemudian dari BUMDES Bagik Payung akan mengadakan terkait konsultasi tersebut untuk membahas pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat.
C. Peran Badan Usaha Milik Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid 19 (Studi Kasus Di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur)
BUMDes lahir sebagai suatu pendekatan baru dalam usaha peningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa yang dimiliki. Peranan BUMDes dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakasarsa masyarakat berfungsi untuk menstimulasi, memfasilitasi dan melindungi serta pemberdayaan masyarakat pada masa Pandemi Covid 19 yang melada perekonomian Indonesia. Untuk itu, BUMDes Bagik Payung memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan sektor ekonomi dan meningkatkan pendapatan
59 Lalu Mauli, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
desa bagik payung Kecamatan Suralaga Babupaten Lombok Timur dengan pemberdayan masyaraka seperti penyuluhan dan bidang usaha.
1. Penyuluhan
Penyuluhan yang telah diadakan oleh BUMDes Bagik Payung merupakan suatu proses pembelajaran bagi petani agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya. Tidak hanya itu, Penyuluhan pertanian merupakan pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri, baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. Sebagaimana yang dikatan oleh salah satu masyarakat Desa Bagik Payung yaitu bapak Ardianto Hidayat sebagi petani mengungkapkan bahwa sebagai berikut;
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya BUMDes Bagik Payung ini, karena setiap tahunnya mereka melakukan penyuluhan tentang pertanian seperti pembrantasan hama padi, jagung, pemupukan dan sehingga hasil panen yang kami alami sangat meningkat. Kami khususnya petani sangat terbantu karna ada solusi dari mereka cara mengatasi masalah pertanian ini.”60
Seperti yang telah dijelaskan kehadiran BUMDes telah memberikan kemudahan bagi masyarakat desa Bagik Payung khususnya para petani di desa tersebut yang tadinya mereka panen kadang sering gagal dikarenakan tidak adanya pengetahuan untuk mengatasi hama dan sekarang sudah bisa panen lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti pengakuan bapak Muhalli;
60 Ardianto Hidayat, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
“saya petani yang mengeluh karena banyaknya hama dan tikus disawahnya, kemuadian saya mengikuti penyuluhan yang diadakan BUMDes Bagik Payung tantang konsultasi masalah pemberantasan hama, hasil sawahnya (400 m2) yang pada awalnya hanya menghasilkan 150 Kg per panen, dan setelah mengikuti kegiatan tersebut maka, sawah saya sekarang dapat menghasilkan penghasilan sebanyak 450 Kg per panennya.57Selain itu juga ada kegiatan pelatihan pembibitan cabai disini, kegiatan ini diadakan karena di Desa Bagik Payung banyak yang belum mengetahui teknik pembibitan Cabai”.61
Akan tetapi dalam penyuluhan kali ini sangat erbeda dari tahun- tahun sebelumya Sebagaimana yang dikatakan oleh H. Sakir, salah satu perseta yang ikut dalam penyuluhan hama padi mengatakan sebagai berikut;
“Penyuluhan pada kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, karena dalam masa Covid 19, maka perserta harus diwajibkan untuk menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak dengan peserta yang lainnya, untuk itu, panitia pelaksana harus menyediakan tempat sehingga peserta dapat mencucitangan dan dapat mengitkuti penyuluhan yang sesuai protokol kesehatan.
Meskipun dalam keadaan covid 19, kami sebebagai perserta sangat antusias mengikutinya dengan adanya penyuluhan hama ini saya bisa membasi hama di persawan yang sering merusak tanaman padi saya. Sebelum mengikuti penyuluhan ini kami sangat sulit untuk membasminya sehingga hasil panen padi saya sangat turun akan tetapi dengan adanya penyuluhan ini sangat membatu saya sehingga hasil panen padi meningkat”.62
Kegiatan ini diadakan di balai Desa Bagik Payug, dimana pesertanya yaitu masyarakat Bagik Payug. Desa Bagik Payug merupakan area persawahan maka dari itu dengan adanya penyuluhan pertanian ini sangat dibutuhkan oleh petani untuk
61 Muhalli, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
62 H. sakir, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
meningkatkan hasil panen padi. Sebagaimana yang dikatakan Bagas sebagai berikut;
“peyuluhan pertanian tentang pemberantasan hama padi ini sangat bermanfaat, kegiatan ini diadaakan sesuai dengan kebutuhan petani. Pemateri dalam peyuluhan pertanian ini disampaikan oleh dinas pertanian Kabupaten Lombok Timur dan saya sebaga masyarakat yang mempunyai keluhan tentang pertanian bisa menyampaikan kepada narasumber. Dalam pelaksaan kegiatan masih kurangnya akses pelayanan karena kurangnya modal dari BUMDes Bagik Payung padahal pemberdayaan masyarakat tersebut sangat dibutuhkan.63
2. Unit usaha
Unit usaha BUMDes Bagik Payung sendiri merupakan usaha atau bisnis yang dijalankan dan dikembangkan oleh BUMDes. Unit usha ini merupakan komponen didirikanya BUMDes Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Seperti difinisinya dalam Permendes Nomor 4 tahun2015, BUMDes adalah badan usaha seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui pernyataan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, pasar desa, gedung serbaguna dan usaha lainya untuk sebesar- besarnya kesejahteraan masyarakat desa bagik Payung. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan Lalu Wawan Dhinata Putra sebagai berikut;
“Dengan Keberadaan BUMDes bagik Payung ini dan memiliki unit usahanya sebenarnya dapat menjadi solusi atas masalah ekonomi yang terjadi di masa Pandemi Covid 19 yang dihadapi oleh sektor pertanian di Desa Bagik Payung. Dalam jangka pendek, BUMDes bagik Payung dapat berperan dalam menyediakan permodalan yang relatif lebih murah dibandingkan dengan sumber pembiayaan lain, sekaligus mengurangi praktik pinjaman kepada rentenir dan pengijon. Dalam jangka menengah, BUMDes Bagik Payung dapat berperan sebagai
63 Bagas, Wawancara, Bagik Payung, 21, Mei 2021.
distributor hasil-hasil pertanian yang diusahakan di wilayahnya, bahkan jika memungkinkan BUMDes Bagik Payung juga dapat bekerjasama dengan penyalur untuk dapat membantu menjadi pemasok komoditas pangan untuk program bantuan sosial pangan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Adapun dalam jangka panjang, BUMDes Bagik Pyung dapat menjadikan potensi usaha pertanian di wilayahnya sebagai alternatif penerimaan desa selain sumber-sumber penerimaan yang ada saat ini.”64
3. Pelatihan pemasaran produk
pelatihan pemasaran produk dilaksanakan dengan menggunakan metode experiential learning, yaitu melibatkan peserta secara aktif di setiap sesi pelatihan sehingga peserta belajar dan mengalaminya secara langsung setiap proses selama pelatihan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktek langsung.
Oleh karena itu, ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan seperti usaha krepik singkong di Desa Bagik Payung diberdayakan oleh BUMDes untuk bisa punya keahlian seperti adanya pelatihan kerajinan tangan dan pemasaran hasil produk menggunakan Sosial media sehingga mereka bisa punya potensi diri untuk dapat berpenghasilan, seperti keterangan Ibu Misna, warga Dusun Bantek Desa Bagik Payung mengatakan.
“Saya akui adanya BUMDes Bagik Payung ini sangat membatu bagi saya telah mengadakan pelatihan dalam pemasaaran hasil produk menggunakan sosial media, terlebih saya memiliki usaha keripik singkong susah banget dalam mejualnya tapi dengan ada pelatihan cara pemasaran yang diadakan oleh Bumdes bagik Payung penjualan kerepek singkon saya semkin meningkat, dari 2 kotak perhari sekarang bisa menjadi 5-8 kotak perhari”.65
64 Lalu Wawan Dinatha Putra, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
65 Misna, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
Dari hasil wawancara dengan informan-informan di atas dapat kita ketahui bahwa Pelatihan pemasaran produk melalui sosial media yang telah dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam pemanfaatan sosial media sebagai alat pemasaran. Dengan menggunakan media social sebagai alat pemasarannya mampu memperluas jangkauan pemasaran sehingga meningkatkan omset penjualan produk bagi masyrakat Desa Bagik Payung.
Dengan adanya pelatihan pemasaran produk mnggunakan sosial media BUMDes Bagik Payung ini memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat desa terutama terhadap akses pemenuhan kebutuhan mereka.
Dengan adanya BUMDes Bagik Payung ini memberikan kemudahan kepada masyarakat masyarakat sehingga mereka tidak harus keluar desa ataupun kekecamatan yang berjarak tempuh sekitar 2 KM dari Desa Bagik Payung.
Tidak hanya itu, unit usaha BUMDes yang lain berupa penyewaan tenda tarup, kursi dan panggung telah memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka memeriahkan acara-acara keluarga maupun desa. Bahkan tidak hanya itu usaha rumahan merasa terbantu dengan adanya BUMDes Bagik Payung ini.
D. Kendala dalam memberdayakan masyarakat pada masa Pandemi Covid 19 Studi Kasus di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur)
Bumdes Bagik Payung dalam menjalankan peranannya untuk memberdayakan masyarakat Desa Bagik Payung pada masa Pandmi Covid 19
tentunya bukan hal yang mudah dilakukan sudah pasti memiliki kendala baik itu kendala internal maupun eksternal seperti modal dan kepengurusan.
1. Modal
Bumdes dalam menjalankan programnya dan usahanya tidak bisa terlepas dengan modal atau anggaran yang dimiliki. Sebagai lembaga usaha milik desa tentunya modal merupakan urat nadi untuk menjalankan usaha agar bisa berkebang. Ketersedian dana usaha yang terbatas memiliki tingkat kemampuan pengelolaan usaha akan terbatas dan akan berakibat kemunduran bagi usahaya yang dijalanakanya. Sebagaimana hasil wawancara yang secara mendalam dengan bapak kepala desa bagik payung yaitu H. KHAIDIR TAUFIQ RAMDAN sebagai berikut; “modal meurpakan pondasi untuk menjalakan usaha baik itu usaha yang sekalanya nasional apalagi usaha yang tingkat desa tentunya sangat membutuhkan modal atau anggaran dari pemerintah untuk menjalakan usahanya agar bisa berjalan dengan lancar”.66
Sejalan dengan dikatakan oleh sekdes bagik payung yaitu bapak Maulidi: “Kendala BUMDes ini terkait dengan masalah dana yang diluncurkan oleh pemerintah ke BUMDes masih dibilang sangat minim di bandingkan desa-desa lain”. Jadi dari hasil wawancara di atas dapat dipahami bahwa modal merupakan memiliki peranan penting dalam menjalankan suatu usaha oleh BUMDes Bagik Payung terlebih dalam melaksanakan program yang sudah direncanakan seperti, penyuluhan,
66 KHAIDIR TAUFIQ RAMDAN Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
peltihan, pengolahan sampah, simpan pinjam dan pengelolaan pasar desa yang ada di desa bagik payung kecamatan suralaga kabupaten Lombok timur tentunya harus memiliki modal atau anggaran yang sangat besar.
2. Kepengurusan
Sebagai organisai atau lembaga publik yang mejalakan kegiatan pembangunan ekonomi desa, pengelolaan BUMDes harus transparan, professional, dan berkeadilan. Oleh karena itu, organisasi pengelola BUMDes terpisah dengan pemerintah desa. Ketika kepengurusan BUMDes Bagik Payung dalam memntukan kepengurusan harus memiliki kreteria Berkepribadian baik, jujur, cakap, adil, berwibawa, penuh pengabdian terhadap perekonomian desa, dan diutamakan yang yang berpengalaman dalam bidangnya, Berjiwa wirausaha, Terdaftar sebagai penduduk Desa Bagik Payung dan berdomisili di Desa Bagik Payung , dan memiliki tingkat pendidikan minimal SLTA atau sederajad. dengan memiliki kreteria tersebut pengelolan bumdes Bagik Payung bisa berjalan dengan lancar tampa ada hambatan dalam melaksankan programnya. akan tetapi bumdes bagik payung memiliki kendalam dalam kepengurusan seagaiman hasil wawancara dengan bapak Maulidi;
“kepengurusan yang ada di BUMDes Bagik Payung masih belum solid. Bahkan sekertaris dan bendahara BUMDes Bagik Payung pernah mengundurkan diri dari kepengurusan pada saat dana 300 juta mau diluncurkan ke BUMDes Bagik Payung. Tidak hanya itu, sekertaris dan bendahara yang mengudurkan diri akan tetapi ketuanya juga karena mendapatkan pekerjaan sebagai guru di Pondok Pesantren Assunnah di Suralaga sehingga ketunya mengundurkan diri”.67
67 Maulidi, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
Jadi dari yang hasil wawancara di atas dapat dipahami bahwa dalam menjalankan kepengurusan di BUMDes harus Solid sehingga bumdes Bagik Payung dapat berjalan secara maksimal dan dapat membatu ekonomi masyarakat desa bagik payung. Jika kepengurusan yang tidak solid maka program yang sudah direncanakan akan tidak berjalan dengan lancar seperti penyuluhan pemberantas hama yang dilaksanakan di Desa Bagik Payung. Karena masyrakat masih banyak yang tidak dapat informasi tentang peyuluhan tersebut akibatnya masyrakat sedikit yang mengahdiri acara karena kurang sosialisai dari pengurus BUMDes Bagik Payung. Sebagaimana yang dikatakan salah seorang masyarakat yang propesinya sebagai petani yaitu Bapak Yunaidi: “Kami dari masyarakat Desa Bagik Payung menantikan penyuluhan hama ini, untuk dapat menghadirinya akan tetapi saya tidak dapat informasi dari panitia pelaksana, karena kondisi Pandemic Covid 19, sehinga sedikit yang diberitaukan”.68
Dari penyampaiaan Bapak Yunaidi di atas, tidak jauh beda yang di sampaikan oleh bapak ije yang mengatakan sebagai berikud;
“Saya juga tidak dapat menghadiri acara penyuluhan hama yang di adakan oleh BUMDes Bagik Payung, karena tidak dapat informasi dari pihak BUMDes Bagik Payung. Maka untuk itu, kedepanya saya mengharapakan dari panitia pelaksana penyuluhan hama padi tersebut agar memberikan informasi atau mensosialisasikan kepda masyarakat satu minggu sebelum acara, sehingga masyarakat desa bagik Payung dapat mengahadirinya”.69
68 Yunaidi, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
69 Ije, Wawancara, Bagik Payung, 18 Mei 2021.
Dari hasil wawancara peneliti di atas dengan informen terkait dengan kendala BUMDes Bagik Payung dalam pemberdayaan masyarakat Desa Bagik Payung Lombok Timur pada masa pandemi Covid 19 adalah BUMDes Bagik Payung masih kurang kurang modal atau angaran dan kepengurusan yang kurang solid sehingga program yang sudah direncanakan berjalan tidak lancar.
62 BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid 19 (Studi Kasus di Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur)
Dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BUMDes Bagik Payung di tengah pandemi COVID-19, berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi, jelas terlihat adanya pemberdayaan masyarakat dengan dibuktikan adanya aktivitas pasar, penyuluhan di masyarkat dan pelayanan di kantor BUMDes Bagik Payung yang berjalan seperti biasanya, sesuai dengan tujuan pemberdayaan. Akan tetapi dalam mekanisme pemberdayaan kali ini cukup berbeda sebelum terjadi pandemi COVID-19. Perbedaannya terletak pada mekanisme model pelaksanaan pemberdayaan. Dalam model mekanisme pemberdayaan pada masa pandemi ini, BUMDes Bagik Payung tetap menyesuaikan dengan himbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat ataupun himbauan Pemerintah Daerah kepada pengelola BUMDes Bagik Payung.70
Sehingga BUMDes Bagik Payung tetap bisa menjalakan programya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Peranan BUMDes bertujuan untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat
70 Fathir Adhitya Hidayat and Hardi Warsono, “Mekanisme Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa Delta Mulia di Desa Panempan Pada Masa Pandemi Covid- 19:(Suatu Studi Mekanisme Model Dalam Pemberdayaan Masyarakat),” Jurnal Litbang Sukowati:
Media Penelitian Dan Pengembangan 5, no. 1 (2021): 27–38.
dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai seperti penyuluhan, unit usaha dan pelatihan memasarkan produk.
1. Penyuluhan
Dengan adanya program penyuluhan yang diadakan oleh BUMDes Bagik Payung memberikan dapak positif bagi para petani yang ada di Desa Bagik Payung di masa pandemi Covid 19 ini. Terlihat setelah mengikuti penyuluhan hasil panen padi masyarakat sangat meningkat pada awalnya sawah sebesar (400 m2) dapat menghasilkan padi 150 kg, akan tetapi setelah mengikuti penyuluhan cara memeratas hama maka hasil panen padinya meningkat dua kali lipat menjadi 450 kg. oleh karena itu, sejalan Dengan tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu untuk menciptakan masyarakat menjadi berdaya dan merupakan upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui partisipasi masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam hal ini adalah membentuk kemandirian pada individu dan meraih kesejahteraan secara merata, supaya tidak ada ketidak berdayaan dan kesenjagan sosial dalam perekonomian.
Kemandirian yang dimaksud dalam hal ini adalah mereka yang bisa berpikir dan merancanakan apa yang perlu dikerjakan untuk menutupi keterpurukanya. Tujuan dalam pemberdayaan ini juga untuk menindak lanjuti keadaan mengenai keadilan social dengan membantu mereka yang lemah untuk mencapai tujuan dan mencapaian suatu kebajikan dalam