BAB II PAPARAN DAN TEMUAN
A. Gambaran Obyek Penelitian
2. Konten Youtube Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun
Beberapa konten youtube yang digunakan sebagai media penelitian kasus mengenai aturan penggunaan pengeras suara pada masjid.
a. Dalam Tribuan TV (youtube) Yaqut Cholil Qoumas dituduh bandingkan adzan dengan gonggongan anjing di tayangkan sebanyak 94.609, komentar sebanyak 1,3 ribu dan 561 like, dengan peryataan yang sebenarnya sebagai berikut:
“oh iya iya kemarin kita sudah terbitkan surat edaran pegaturan kita, kita tidak melarang masjid atau mushalla menggunakan TOA tidak silahkan karena kita tahu tuh bagian dari syiar agama islam. Ya tetapi ini harus diatur tentu saja diatur bagaimana volume sepekernya itu, TOA nya itu tidak boleh kenceng-kenceng 100 desible maksimal sudah diatur, bagimana, kapan mereka bisa mulai menggunakan sepeker itu sebelum azan dan setelah adzan, bagaimana menggunakan speaker didalam dan seterusnya, tidak ada pelarangan ini aturan ini dibuat
semata-mata hanya untuk membuat
masyarakat.Meningkatkan kita semakin harmonis dan meningkatkan manfaat dan megurangi mafsadat. Jadi mengundang manfaat dan mngurangi ketidak manfaatan, karena kita tahu misalnya iya kita tau di daerah yang mayoritas muslim hampir setiap 100 meter 200 meter itu ada musholla, masjid iya, bayangkan dalam waktu yang bersamaan mereka semua menyalakan toa nya di atas kayak apa itu bukanlah syiar, tetapi menjadi gangguan
buat sekitarnya. Kita bayangkan lagi kita muslim sayani muslim saya, saya hidup di lingkungan non muslim ya kemudian rumah-rumah ibadah muslim sudah sekitar muslim itu bunyikan toa sehari lima kali dengan kencang- kencang secara bersamaan itu rasanya bagaimana ya, yang lebih sederhana lagi tetangga kita ini kalau kita hidup di dalam komplek itu misalnya kiri kanan pelihara anjing semua misalnya menggonggong dalam waktu yang bersamaan, kita ini terganggu ngga, artinya apa bersuara-suara ini apapun suara-suara itu ya ini harus kita atur supaya tidak menjadi gangguan, sepkear musholla masjid monggo digunakan, silahkan dipakai tetapi tolong diatur agar tidak ada merasa terganggu agar niat menggunakan toa mengunakan speaker sebagai sarana, sebgai wasilah untuk syiar melakukan syiar tetap bisa dilaksanakan tanpa harus mengganggu mereka yang mungkin tidak sama dengan keyakinan kita, berbeda keyakinan kita harus hargai. Itu si intinya jadi saya kira dukungan juga banyak atas ini alam bawah sadar kita kan pasti mengakui kawan-kawan wartawan juga pasti merasakan itu bagaimana kalau suara itu tidak di atur pasti mengganggu keras gitu kalau banyak disekitar kita diam distu tempat kemudian misalnya ada trek kiri dan kanan kita depan kalian belakang kita mereka menyalakan mesin sama-sama kita pasti terganggu, suara-suara yang tidak diatur itu pastiakan menjadi gangguan untuk kita gitu iya.27
Dalam pernyataanya tersebut Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri agama dikelilingi banyak wartawan sembari menerangkan dan memperjelas tujuan mengapa diaturnya penggunan pengeras suara kepada masyarakat melalui awak media untuk kemaslahatan dan ketertiban antar umat beragama.Namun pernyatan itu justru mengundang amarah
27 Tribuan Medan TV, “Yaqut Cholil Qoumas Dituduh Bandingkan Adzan Dengan Gonggongan Anjing”, dalam https://youtu.be/Ot7klqmXA-Q / diakses tanggal 15 Juni 2022, pukul 09.58.
khususnya umat muslim dengan pernyataan memberi contoh dengan peryataannya yang demikian “yang lebih sederhana lagi tetangga kita ini kalau kita hidup di dalam komplek itu misalnya kiri kanan pelihara anjing semua misalnya menggonggong dalam waktu yang bersamaan, kita ini terganggu ngga”Dengan pernyataan di atas banyak sekali opini publik yang menuangkan gagasan dan komentar mereka, berikut komentar masyarakat :
1) Komentar dari tokoh masyarakat degan nama Yudhi Saputra
“Maaf pak menteri di tempat saya tinggal sudah sepuluh tahun, Alhamdulillah tidak terganggu tetangga-tetangga saya bukan beragama islam dengan suara adzan. Saya di Jakarta pusat. Kesimpulan : dalam bertetangga dengan nonmuslim dalam rentang watu selama 10 tahun tidak pernah ada yang terganggu dengan suara adzan.
2) Komentar dari tokoh masyarakat dengan nama Ibrahim Nuhun mengatakan”Menteri agama memang luar biasa berani membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing, mudah-mudahan menteri ini secepatnya bertaubat dan lebih banyak lagi belajar tentang pengkajian ilmu-ilmu agama agar hal ini tidak terulang lagi. Dalam komentar ini dapat disimpulkan bahwa sebaiknya bapak menteri belajar lagi tentang kajian agama sehingga dapat memilih kata yang baik sehingga hal-hal yang seperti demikian tidak terjadi lagi
3) Komentar dari tokoh masyarakat dengan nama Jagat biru mengatakan “semakin kencang semakin jauh terdengar, semakin banyak yang dengar semakin banyak ladang pahala bagi muadzin. Kesimpulan dari komentar tersebut adalah, ketika adzan dikumandangkan dan menjadi saksi juga ladang pahala di akhirat kelak, maka dari itu kumandangkan adzan dengan sekeras dan seluas-luasnya.
b. TvOneNews (youtube) Menag Atur Toa Masjid, Gonggongan Anjing Jadi Pembanding yang di unggah pada 24 februari 2022 sudah tayang sebanyak 3.438.444 dan 26rb like, serta 24rb komentar yang di akses pada 30 mei 2022, Pada unggahan ini, banyak sekali pro dan kontra baik itu sesama muslim atau non muslim, dikarenakan tujuan pengaturan pengeras suara ini untuk ketertiban antar umat beragama di Negara Indonesia itu sendiri.
Pada unggahan youtube tersebut berdurasi sebanyak 49 menit 20 detik oleh siaran chanel tvOneNews dalam Dua Sisi yang termasuk dalam siaran tvOne yang dipandu oleh Dwi Anggia selaku presenter yang bertugas pada kesempatan itu.28 1) Komentar dari akun Youtube dengan nama Bayu Nugraha :
“Gus Yaqut memang benar, namun kebenaran kadang pahit di sampaikan, banyak yang menentang” Dalam komentar ini memberikan penjelasan kebanyakan masarakat akan menolak kebenaran dan susah menerima kebenaran yang disampaikan, oleh karenanya selalu ada tantangan dan perjuangan terlebih dahulu ketika menyampaikan sebuah kebenaran.
2) Komentar dari akun youtube dengan nama Prasetio Utomo :
“jika menyimak apa yang disampaikan bapak Yaqud, saya kira tidak ada masalah apapun secara substansi, logika yang dibawa juga rasional. Kenapa masyarakat pada kebakaran jenggot ya? Membaca al-qur’an itu bagus lho, tapi kalau bacaan kita mengganggu orang shalat itu juga jadi ngga bagus” Dalam komentar ini menyampaikan bahwa islam sendiri adalah agama yang mengajarkan untuk saling menghormati.
28Dwi Anggia, “Menag Atur Toa Masjid Gonggongan Anjing Jadi Pembanding”, dalam https://www.tvOnenews.com, di akses tanggal 24 Agustus 2022, pukul 16.39.
3) Komentar dari akun youtube dengan nama Tartila Tartusi :
”selamat bertugas, pak menaq Yaqut semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Aammin humaa aamiin” Mendo’akan yang terbaik untuk pak menteri Yaqut Cholil Qoumas.
4) Komentar dari akun youtube atas nama Benyamin Sianturi:
”setelah saya mendengar lengkap beritanya baru saya paham, menteri ini benar kok “ Dalam komentar ini menjelaskan bahwa untuk dapat beropini dengan baik hendaknya harus melihat berita dengan lengkap tidak setengah-setengah karena bermedia sosial sendiri harus bijak dikarenakan banyak oknum yang mengambil kepentigan pribadi.
5) Komentar dari akun youtube atas nama Jum Ningsih :
”jangan marah saudaraku, beliau hanya mengatakan mengatur dan menertibkan. Teguran Allah buat kita begitu kuatnya lantunan adzan msih banyak saudara- saudara kita yang melalaikannya” Dalam komentar ini memberi pesan bahwa semoga setelah ini kita dapat menghargai suara adzan yang dikumandangkan tanpai melalaikannya.
6) Komentar dari akun youtube atas nama Rizki Michel :
” pahami kata-kata beliau, yang beliau bahas ialah suaranya bukan adzannya” Dalam komentar ini dapat disimpulkan bahwa dalam asurat aturan yang beredar tidak ada larangan untuk adzan itu sendiri, melainkan hanya mengatur seberapa banyak decibel suara yang akan digunkan.
7) Komentar dari akun youtube atas nama Indra Budiman :
“peralatan elektronik TOA seperti spul, (voice coil) Amplifier harus diatur spesifikasi dayanya (watt) yang dijualal dipasaran. Pubrik-pubrik hanya boleh
memproduksi sesuai spek. Beacukai akan meloloskan sesuai spek. Merek-merek pelantang pengeras suara dan voice coil corong harus di tentukan, semuanya harus diatur dalam peraturan pemerintah. Hendaknya merajuk kepada produksi pada tahun 1990an, dan sekarang sudah tiga kali lipat daya amplifier dan corongnya” Di komentar ini dapat disimpulkan sebagai berikut : dalam penjualan peralatan elektronik TOA sehrusnya sudah ditentukan kapasitas suara, sehingga tidak memiliki kekuatan suara yang lebih dari yang sudah ditentukan penggunaannya.
8) Komentar dari akun youtube atas nama Acmad Subastian;
“dari peryataan beliau sih gw lihat ngga ada masalah, sesuai aja, bener sih suara toa nya ngga enak ya memang harus di atur” Adapun kesimpulan dari komentar tersebut adalah : suara yang tidak enak di dengar ya memang harus di atur penggunaannya.
9) Komentar dari akun youtube atas nama Ronald Adiputra ;
“100 desibel adalah batas ambang suara yang relevan dan jelas, tidak akan tidak menjadi terdengar kok.Seluruh pedoman dari menag memang sudah di perhitungkan, jika banyak yang ngga sepakat memang baikya hal ini ini disosialisasikan kepengurus setempat untuk di lakukan standarisasi. Karena masih banyak masyarakat kita yang belum dewasa dan gampang terprovokasi, ya gitulah sama tergantung daerahnya juga. Ada yang batas volume wajar, ada juga yang sangat keras kesadaran dan pengawasan dari pengurus setempat harus di maksimalkan. Dalam komentar ini dapat di simpulkan, aturan batas penggunaan pengeras suara atau toa di masjid menjadi 100desibel dan 100 desibel sendiri adalah batas
ambang yang relevan dan jelas dan masih terdengar dengan jelas suara yang dihasilkan.
10) Komentar dari Akun Yotube yang bernma Kreative :
“Umat islam dipksa toleran tapi pernyataan rakyat ini sungguh membuat hati saya sangat sedih sebagai umat islam. Semoga Allah SWT melindungi umat islam dari umat-umat islam yng munafik yang benci dengan sesama umat islam tetapi ramah kepada non islam.
Semoga toleransi dalam umat beragama tidak dirusak dengan pemaksaan aturan terhadap satu agama tapi tidak ada pemksaan terhadap agama lain” Dalam komentar ini dapat disimpulkan, dalam pengaturan pengeras suara tersebut umat islam sajalah yang dipaksa untuk mentoleran agama lain.
c. Data selanjutnya diperoleh dari konten youtube Kompas TV Kata Menag Yaqut Cholil Qoumas Soal Aturan Pengeras Suara Masjid Maksimal 100 Desibel. Dalam unggahan ini 793 rb kali ditonton, 3,7 ribu like dan komentar sebanyak 7 ribu dalam waktu penayangan selama 3 bulan.29
1) Komentar dari tokoh masyarakat yang bernama Dadang Muliyadi mengatakan “saya sebagai seorang muslim yag mungin kadar keimanan masih jauh dari katasempurna, masih bersyukur sampai saat ini di telinga saya masih terdengar suara adzan”
Kesimpulan dari komentar ini adalah, sangat bersukur masih mendengarkan suara adzan sampai saat ini dan sebagai umat islam yang baik senang mendengarkan suara adzan.
2) Komentar dari tokoh masyarakat yang bernama Wijaya Anto mengatakan “kerukunan NKRI ngga bisa goyang dengan satu orang, banyak Negara yang iri dengan kerukunan NKRI hingga media asing pun berupaya menggoyangkan NKRI, satu nusa satu bangsa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika”
29 Kopas TV, “Kata Menaq Yaqut cholil Soal Aturan Pengeras Suara Masjid Maksimal 100 Desibel”,dalam https://youtu.be/fbnnVvRWogM, diakses tanggal 24 Agustus 2022, pukul 16.48.
Kesmpulnnya adalah : sebagai Negara NKRI harusnya rukun dan damai seperti semboyan “Bhineka Tunggal Ika.
3) Komentar dari tokoh masyarakat yang bernama Hamada mengatakan “Bagi orang beriman suara adzan adalah suara panggilan yang indah yang di nantikan untuk melaksanakan sholat, bagi munafik di nggap sangat mengganggu”
Kesimpulan dari komentar tersebut adalah suara adzan itu suara panggilan sholat, suara yang indah seharusnya suara itu di nantikan untuk segera melalukan shalat.
3. Bunyi Surat Edaran Menteri Agama Nomor Lima Tahun 2022 Pada bulan februari 2022 yang lalu menteri agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran pengaturan penggunaaan pengeras suara di masjid atau mushalla.
Dengan lebih jelas data yang akan diteliti pada penelitian ini adalah tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid yang baru-baru ini telah diatur kembali penggunaanya oleh Yaqut Cholil Qoumas selaku Mentri Agama. Namun dalam penelitian ini akan membahas tentang Analysis Isi Kualitatif Opini Publik yang perpatokan dengan komentar para netizen mengenai surat edaran pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid pada media sosial youtube. Sebelumnya pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid sudah di atur sejak tahun 1978 dan menjadi surat edaran dirjen bimas islam, kemudian di perbaharui dengan bimas dirjen tahun 2018 dan sekarang dinaikkan lagi tingkatannya menjadi surat edaran Menteri, berikut perbedaan surat edaran tahun 1978, 2018 dengan surat edaran nomor 5 tahun 2022
a. Surat Edaran Tahun 1978
1) Diperbolehkan 15 menit sebelum adzan subuh sebelum kemudian adzan dikumandangkan
2) Tidak ada pembatasan terkait dengan berapapun desibel yang digunakan.30
b. Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 Tanggal 24 Agustus 2018, berdasarkan landasan hukum Intruksi Direktur Jenderal Bimbingan Islam No. Kep/D/101/1978. Tuntunan pengguaan pengeras suara di Masjd, Langgar dan Mushalla diantaranya:
1) Aturan Penggunaan pengeras Suara
a). Pengeras suara luar digunakan untuk adzan sebagai penanda waktu solat telah tiba,
b). Pengeras suara dalam digunakan untuk do’a dengan syarat tidak meninggikan suara
c). Menggunakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara
2) Waktu Solat Subuh
a). Sebelum subuh boleh menggunakan suara 15 menit sebelum waktunya
b). Pembacaan Al-qur’an hanya menggunakan pengeras suara keluar
c). Adzan waktu subu menggunakan pengeras suara keluar
d).Shalat subuh, kuliah subuh dan sebagainya menggunakan pengeras suara kedalam saja.
3) Waktu shalat, Ashar, Magrib adzan dengan pengeras suaran Isya
a) 5 menit sebelum adzan di anjurkan membaca Al- qur’an
b) Adzan dengan pengeras suara keluar dan kedalam c) Sesudah adzan, hanya menggunakan pengeras suara
kedalam
4) Waktu shalat Zuhur dan Jum’at
30 Hidayat “Pengaturan Sudah Ada Sejak 1978”, dalamhttps://www.tvOnenews.com, diakses tanggal 25 Agustus 2022, pukul 15.20.
a) 5 menit menjelang Dzuhur dan 15 menit menjelang waktu sholat jum’at di isi dengan bacaan al-qur’an yang di tunjukkan keluar demikian juga dengan adzan b) Shalat, do’a pengumuman, khtbah menggunakan
pengeras suara kedalam
5) Waktu Takbir, Tahrim dan Ramadhan
a) Takbir idul fitri atau idul adha dengan pengeras suara luar
b) Tahrim do’a dengan pengeras suara dalam dan tahrim dzikir tidak menggunakan pengeras suara
c) Saat ramadhan siang dan malam hari, bacaan Al- qur’an dengan menggunakan pengeras suara ke dalam 6) Waktu upacara hari besar islam dan pengajian
a) Pengajian dan tabliq hanya menggunakan suara ke dalam, kecuali pengunjung atau jamaahnya meluber keluar.
b) Surat edaran nomor 5 tahun 2022 yang terdiri dari suara luar dan suara dalam.
c. Dalam surat edaran kemenag pada tahun 2022 atau dalam surat edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022, yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid, berikut isi dalam surat edaran tersebebut:
1) Pegeras suara dalam
a) Pelaksanaan solat subuh, dzikir, doa, dan kuliah subuh,
b) Pembacaan ayat al-qur’an setelah dikumandangkan adzan,
c) Kegitan solat jum’at yang meliputi pengumuman oleh petugas jum’at hasil infak sedekah, pelaksanaan khutbah jum’at shalat, zikir, dan do’a d) Solat terawih, kajian ramadhan, dan tadarrus al-
qur’an selama bulan ramadhan
e) Takbir hari raya idul fitri, diatas pukul 22.00 waktu setempat
f) Takbir hari raya idul adha dan di hari tasyrik
g) Upacara peringatan hari besar umat islam lainnya dengan pengecualian.
2) Penggunaan suara luar
a) Mengumandangkan adzan lima waktu
b) Pembacaan ayat al-qur’an atau shalawat sebelum adzan zuhur, asar, magrib dan isya, maksimal 5 menit
c) Pada kegiatan solat jum’at, pembacaan ayat al- qur’an dan solawat sebelum adzan berkumandang dengan jangka waktu maksimal 10 menit.
B. Opini Muslim (Pro, Kontra, Netral) dan Non Muslim Terhadap Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022
Dalam peraturan penggunaan pengeras suara di masjid, berikut beberapa komentar yang di muat dalam beberapa konten youtube yang menjadi fokus penelitian di antaranya:
1. Komentar Muslim (Pro, Kontra, Netral)
Opini Publik Terhadap Aturan Penggunaan Suara Masjid di Media Sosial Youtube Meliputi Pro (pihak yang mendukung gagasan atau hal yang sedang dibahas), Kontra (tidak setuju dengan gagasan tersebut) dan Netral (pihak yang tidak mendukung pihak mana pun).
Sepeti yang diketahui membahas agama apalagi mengatur jalannya sebuah agama tersebut dalah hal yang sensitif bagi masyarakat islam, apalagi kegiatan yang akan diatur sudah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh umat islam itu sendiri, beberapa komentar masyarakat yang pro, kontra dan netral
a. Komentar masyarakat yang pro terhadap surat edaran no 5 tahun 2022 sebagai berikut:
1) Dari akun youtube Subag sdm yang berabung 4 tahun yang lalu, mengomentari youtube chanel TV One, sebagai tokoh masyarakat, mengomentari postingan youtube Menag atur toa masjid, gonggongan anjing jadi pembanding. Dalam komentarnya mengatakan
“semoga masyarakat teredukasi dengan membuat
penjelasan yang sejelas-jelasnya di masyarakat juga tidak di pelesetkan” Dalam komentar tersebut dapat di simpulkan sebagai berikut, dalam menanggap kegaduhan dan polemik opini masyarakat tersebut untuk dapat memberi solusi.
2) Dari akun Ampana bergabung 2 tahun yang lalu sebagai tokoh masyarakat dalam kanal youtube channel TV One yang menyampaikan opininya dalam unggahan komentarnya “assalamualaikum, saya adalah seorang muslim saya sangat sepakat dengan aturan yang dibuat oleh kementrian agama, rasulullah saja mengajarkan kepada kita kalau berbicara lunakkan lah suaramu. Apalagi membunyikan sesuatu yang berlebihan dan mengganggu ketertiban umum, hukumnya adalah haram, agama mengajarkan yang terbaik. Toa dan speaker adalah buatan manusia, tinggal kita yng mengatur volumenya, contoh lain anda menyetir mobil dengan tekanan gas yang tinggi, maka anda dan orang yang didalamnya tidak akan merasa nyaman dan akan menimbulkan ketakutan. Jadi sesuatu yang berlebihan itu pasti dinilai tidak baik dan merugikn orang lain. Dalam surat al-a’raf ayat 55 yang artinya, berdoa lah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Maka dari islam selalu mengatur keseimbangan. Oleh Karena itu pak menteri agama melihat banyak terjadi penyalahgunaan pengeras suara yang melampaui batas. Bukan melarang adzan atau pengajian yang berjam-jam menteri agama bukan melarang adzan akan tetapi suara speaker jangan melampaui batas, jangan kita memperalat agama dengan sesuatu yang yang bertentangan dengan aturan agama. Kita tidak pernah tau orang-orang yang tinggal diseputaran
masjid, apakah mereka itu menerima atau tidak dengan suara berlebihan itu, olehnya coba lakukan sebuh riset dari door to door. Kita yang tinggal dimasjid tidak masalah dengan suara keras itu, oleh sebab itu masjid harus mempunyai menara yang tinggi sehingga suara terpantul keatas. Olehnya itu yang perlu diberikan pembinaan adalah pengelola masjidnya itu sendiri.Masalah ini jangan dlibatkan ke masyarakat karena pasti ada yang pro dan kontra.Cukup masyarakat diberikan binaan oleh ulama, hal ini cukup diatur oleh interen masjid itu sendiri.Saya melihat di antara para ulama saja sudah berbeda pendapat, mereka bilang hanya di daerah tertentu saja di lakukan aturan ini. Padahal hal ini harusnya bersifat secara umum karena bukan hanya non muslim saja yang merasa terganggu, tetapi dikalagan muslim itu sendiri.saya melihat banyak saling menyalahkan. Padahal dalam islam kita kita diperintahkan untuk saling menasehati dijalan yang baik bukan bermusuhan, lebih lanjut Rasulullah juga bersabda “mereka (sesama muslim) itu adalah saudara mu oleh karena itu damaikanlah yang berselisih, mintalah bantuan mereka untuk menghadapi lawan yang tidak mampu kalian kalahkan” (HR Ahmad ) olehnya itu ada beberapa point yang perlu kita ambil sebagai kesimpulan masalah ini, yang pertama lakukan rapat dari pengurus masjid. Untuk pembinaan atau atau cara pengelolah masjid yang profesional.kedua setiap masjid hanya mempunyai 4 buah toa saja yang menhadap ke arah barat utara, selatan dan timur.
Ketiga yang paling penting suaranya tidak melebihi 100 desible, karena hampir setiap daerah masjidnya berdekatan. Orang yang terbisa solat subuh dia akan terbangun, walaupun tidak terbangunkan dengan suara yang keras. Apalagi memutarkan kaset pada
waktu ramadhan dengan suara bising dan mengganggu, padahl kita juga bisa menggunakan alaram.Keempat untuk pngajian hanya 10 menit saja, Karena ada beberapa masjid yang juga memutar suara dengn volume yang besar dan berjam-jam sehingga sangat mengganggu.Kelima penggunaan speaker luar cukup hanya digunkan untuk adzan dan pengajian, dan kegiatan lain cukup menggunakan speker dalam saja, ini pendapat saya mudah- mudahan dapat menjadi bahan pertimbangan. Salam untuk seluruh kaum muslimin marilah kita bersatu mempertahankan agama islam ini menjdi agama yang damai dan panutan bagi yang lain, semoga apa yang kita cita-citakan akan mendapat pertolngan dan rahmat dari Allah SWT. Wassalam” Dalam komentar tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam aturan penggunaan pengeras suara tersebut di sampaikan bukan adzan tidak boleh di kumandagkan tetapi surat edaran tersebut menyatakan tentang batas ambang pengguaan dan aturan waktu yang perlu digunakan dalam menggunakan pengeras suara hingga tidak ada yang merasa terganggu.31
3). Dari akun Abdullah bergabung 2 tahun yang lalu dalam channel youtube TV One mengatakan bahwa sangat setuju dengan aturan tersebut karena di tempat saya makin kesini banyak masjid semakin melampaui batas dalam menggunakan toa apalagi penguumuman selain dari pada adzan. Terlebih memasuki bulan ramadhan sebelum pengajian sore selalu memutar kaset satu jam baca al-qur’an setelah solat teraweh -+ satu jam an dan jam 02:30 sudah memulai takrim sampai hampir nwaktu imsak
31Dwi Anggia, “Menag Atur Toa Masjid, Gonggogan Anjing Jadi Pembanding”, dalam https:youtu.be/YYmASv7LyBQ, diakses 18 Agustus 2022, pkul 10.05.