• Tidak ada hasil yang ditemukan

Opini Muslim (Pro, Kontra, Netral) dan Non Muslim Terhadap Surat

BAB II PAPARAN DAN TEMUAN

B. Opini Muslim (Pro, Kontra, Netral) dan Non Muslim Terhadap Surat

Dalam peraturan penggunaan pengeras suara di masjid, berikut beberapa komentar yang di muat dalam beberapa konten youtube yang menjadi fokus penelitian di antaranya:

1. Komentar Muslim (Pro, Kontra, Netral)

Opini Publik Terhadap Aturan Penggunaan Suara Masjid di Media Sosial Youtube Meliputi Pro (pihak yang mendukung gagasan atau hal yang sedang dibahas), Kontra (tidak setuju dengan gagasan tersebut) dan Netral (pihak yang tidak mendukung pihak mana pun).

Sepeti yang diketahui membahas agama apalagi mengatur jalannya sebuah agama tersebut dalah hal yang sensitif bagi masyarakat islam, apalagi kegiatan yang akan diatur sudah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh umat islam itu sendiri, beberapa komentar masyarakat yang pro, kontra dan netral

a. Komentar masyarakat yang pro terhadap surat edaran no 5 tahun 2022 sebagai berikut:

1) Dari akun youtube Subag sdm yang berabung 4 tahun yang lalu, mengomentari youtube chanel TV One, sebagai tokoh masyarakat, mengomentari postingan youtube Menag atur toa masjid, gonggongan anjing jadi pembanding. Dalam komentarnya mengatakan

“semoga masyarakat teredukasi dengan membuat

penjelasan yang sejelas-jelasnya di masyarakat juga tidak di pelesetkan” Dalam komentar tersebut dapat di simpulkan sebagai berikut, dalam menanggap kegaduhan dan polemik opini masyarakat tersebut untuk dapat memberi solusi.

2) Dari akun Ampana bergabung 2 tahun yang lalu sebagai tokoh masyarakat dalam kanal youtube channel TV One yang menyampaikan opininya dalam unggahan komentarnya “assalamualaikum, saya adalah seorang muslim saya sangat sepakat dengan aturan yang dibuat oleh kementrian agama, rasulullah saja mengajarkan kepada kita kalau berbicara lunakkan lah suaramu. Apalagi membunyikan sesuatu yang berlebihan dan mengganggu ketertiban umum, hukumnya adalah haram, agama mengajarkan yang terbaik. Toa dan speaker adalah buatan manusia, tinggal kita yng mengatur volumenya, contoh lain anda menyetir mobil dengan tekanan gas yang tinggi, maka anda dan orang yang didalamnya tidak akan merasa nyaman dan akan menimbulkan ketakutan. Jadi sesuatu yang berlebihan itu pasti dinilai tidak baik dan merugikn orang lain. Dalam surat al-a’raf ayat 55 yang artinya, berdoa lah kepada tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Maka dari islam selalu mengatur keseimbangan. Oleh Karena itu pak menteri agama melihat banyak terjadi penyalahgunaan pengeras suara yang melampaui batas. Bukan melarang adzan atau pengajian yang berjam-jam menteri agama bukan melarang adzan akan tetapi suara speaker jangan melampaui batas, jangan kita memperalat agama dengan sesuatu yang yang bertentangan dengan aturan agama. Kita tidak pernah tau orang-orang yang tinggal diseputaran

masjid, apakah mereka itu menerima atau tidak dengan suara berlebihan itu, olehnya coba lakukan sebuh riset dari door to door. Kita yang tinggal dimasjid tidak masalah dengan suara keras itu, oleh sebab itu masjid harus mempunyai menara yang tinggi sehingga suara terpantul keatas. Olehnya itu yang perlu diberikan pembinaan adalah pengelola masjidnya itu sendiri.Masalah ini jangan dlibatkan ke masyarakat karena pasti ada yang pro dan kontra.Cukup masyarakat diberikan binaan oleh ulama, hal ini cukup diatur oleh interen masjid itu sendiri.Saya melihat di antara para ulama saja sudah berbeda pendapat, mereka bilang hanya di daerah tertentu saja di lakukan aturan ini. Padahal hal ini harusnya bersifat secara umum karena bukan hanya non muslim saja yang merasa terganggu, tetapi dikalagan muslim itu sendiri.saya melihat banyak saling menyalahkan. Padahal dalam islam kita kita diperintahkan untuk saling menasehati dijalan yang baik bukan bermusuhan, lebih lanjut Rasulullah juga bersabda “mereka (sesama muslim) itu adalah saudara mu oleh karena itu damaikanlah yang berselisih, mintalah bantuan mereka untuk menghadapi lawan yang tidak mampu kalian kalahkan” (HR Ahmad ) olehnya itu ada beberapa point yang perlu kita ambil sebagai kesimpulan masalah ini, yang pertama lakukan rapat dari pengurus masjid. Untuk pembinaan atau atau cara pengelolah masjid yang profesional.kedua setiap masjid hanya mempunyai 4 buah toa saja yang menhadap ke arah barat utara, selatan dan timur.

Ketiga yang paling penting suaranya tidak melebihi 100 desible, karena hampir setiap daerah masjidnya berdekatan. Orang yang terbisa solat subuh dia akan terbangun, walaupun tidak terbangunkan dengan suara yang keras. Apalagi memutarkan kaset pada

waktu ramadhan dengan suara bising dan mengganggu, padahl kita juga bisa menggunakan alaram.Keempat untuk pngajian hanya 10 menit saja, Karena ada beberapa masjid yang juga memutar suara dengn volume yang besar dan berjam-jam sehingga sangat mengganggu.Kelima penggunaan speaker luar cukup hanya digunkan untuk adzan dan pengajian, dan kegiatan lain cukup menggunakan speker dalam saja, ini pendapat saya mudah- mudahan dapat menjadi bahan pertimbangan. Salam untuk seluruh kaum muslimin marilah kita bersatu mempertahankan agama islam ini menjdi agama yang damai dan panutan bagi yang lain, semoga apa yang kita cita-citakan akan mendapat pertolngan dan rahmat dari Allah SWT. Wassalam” Dalam komentar tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam aturan penggunaan pengeras suara tersebut di sampaikan bukan adzan tidak boleh di kumandagkan tetapi surat edaran tersebut menyatakan tentang batas ambang pengguaan dan aturan waktu yang perlu digunakan dalam menggunakan pengeras suara hingga tidak ada yang merasa terganggu.31

3). Dari akun Abdullah bergabung 2 tahun yang lalu dalam channel youtube TV One mengatakan bahwa sangat setuju dengan aturan tersebut karena di tempat saya makin kesini banyak masjid semakin melampaui batas dalam menggunakan toa apalagi penguumuman selain dari pada adzan. Terlebih memasuki bulan ramadhan sebelum pengajian sore selalu memutar kaset satu jam baca al-qur’an setelah solat teraweh -+ satu jam an dan jam 02:30 sudah memulai takrim sampai hampir nwaktu imsak

31Dwi Anggia, “Menag Atur Toa Masjid, Gonggogan Anjing Jadi Pembanding”, dalam https:youtu.be/YYmASv7LyBQ, diakses 18 Agustus 2022, pkul 10.05.

dan semua itu menggunakan toa degan volume yang keras selama satu bulan penuh yang sehat aja banyak yang merasa terganggu apalagi yang sakit

4). Dari akun youtube Dona Viani bergabung 5 tahun yang lalu dalam channel youtube TV One News mengatakan coba berfikir positif dalam menangapi sesuatu. Jangan gampang marah dan merasa tersakiti hanya perlu di “atur” bukan di “larang”

b. Komentar masyarakat yang kontra terhadap surat edaran no 5 tahun 2022 sebagai berikut:

1). Dari akun Bengkel Jaya, brgabung pada 5 tahun yang lalu sebagai tokoh masyarakat yang juga menyuarakan suara lewat komentarnya dalam kanal youtube TV One “demi ke amanan dan kedaiaman Negara kita bersama, ayo bapak menteri yang terhormat muncullah secara sportif carilah solusi yang terbaik untuk kita semua”

2). Dari akun youtube Sinaga NTB bergabung 1 tahun yang lalu dalam youtube TV One News mengatakan sampai kapan pun tidak akan mengikuti aturan aturan konyol seperti mana yang di edarkan oleh kemenag sekarang, karena di tempat saya tidak ada yang merasa tergaggu, salm damai dari Lombok.

3). Dari akun youtube Zainudi yang bergabung 3 tahun yang lalu dalam akun youtobe TV One 2 sisi dalam judul menag atur toa masjid, gonggongan anjing jadi pembanding mengatakan makin hari makin aneh rasanya aturan di Negara ini, banyak sekali aturan di buat yang tidak masuk akal tolang bagi yang mambuat aturan buatlah dengan bijak dan arif semoga kita semua dalam lindungan allah aminnnnnn

4). Dari akun youtube Agues Rangga Gading mengatakan peraturan yang sangat mencengankan baru jaman sekarang terjadi kemajemukan antar umat harus di benturkan oleh peratuan yang saangat tidak jelas.

c. Komentar masyarakat yang netral terhadap surat edaran no 5 tahun 2022 sebagai berikut :

1). Dari akun Abdul Rohman sebagai tokoh publik berkomentar “pejabat harus pinter memilih kata yang menyejukkan, sehingga maksud baiknya nyampai atau diterima masyarakat

Dapat disimpulkan bahwa dalam berkomunikasi dan untu mendapatkan feedback baik serta dapat menyapikan tujuan dengan tepat penggunaan kata-kata perlu di pikirkan sehingga apa yang di sampaikan dapat diterima dengan baik pula oleh komunikan atau sasaran kemana komunikasi itu di tunjukan.

2).Dari akun Ary Maxhel tokoh masyarakat berkomentar

Negara Indonesia bukan milik satu kelompok atau satu suku, karena itu marilah kita sama-sama saling mrnghargai saya mendukung pak menag

Dalam komentar ini dapat disimpulkan sebagai warga Indonesia, Negara dengan berbagai latar agama yang berbeda dan untuk itu peraturan penggunaan pengeras suara yang baru-baru di atur oleh kemenag adalah suatu yang memang perlu untuk di berlakukan.

3). Dari akun ramdani bergabung dari 2 tahun yang lalu dalam youtube TV one yang berjudul sekang pengeras suara, yang jauh gak denger mengatakan bahwa ditempatku malah harus dikeraskan disaat azan supaya kami bisa mendengar azan, bahkan rumahku bersampingan dengan masjid, Alhamduliah disaat saya mendengar suara azan saya malah bersyukur kalau umur saya masih panjang masih bisa mendengar suara azan.

4). Dari akun Sumarno Adi wijoyo bergabung 3 tahun yang lalu, mengatakan bahwa kalok dikota memang lebih baik diatur karna jumlah masjid dan mussola hampir disetiap kampung ada banyak suara di atur lebih adem dan merdu.

Dari sekian banyaknya komentar yang dilayangkan oleh masyarakat dalam opininya tentang pengaturanpengeras suara tersebut, banyak sekali komentar yang kearah negative dan juga positif dan bisa dikatakan juga dengan pro dan kontra masyarakat dengan surat edaran tersebut.

Adapun beberapa paparan data opini masyarakat telah di paparkan peneliti terhadap Opini publik Terhadap Pengaturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dalam Studi Kasus di Media Sosial Youtube.

Dari komentar diatas dapat kita lihat bagaimana masyarakat merasa pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid ini sebaiknya dilakukan dengan sosialisasi terkait pemerintah dengan pengurus masjid, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalaupun sebaiknya informasi mengenai aturan penggunaan pengeras suara tersebut hendak di publikasikan ke masyarkat alangkah lebih baiknya di terangkan dengan jelas tujuan, manfaat, dan menggunakan kata-kata yang dapat di terima oleh semua kalangan masyarakat.

Tidak hanya umat muslim saja yang menuangkan pendapat dalam surat edaran tersebut, namun non muslim juga mengeluarkan pendapat mereka. Jika diteliti dan dipelajari memang pengaturan pengeras suara di masjid ini menjadi positif jika dilihat dari masalah yang ada di kota- kota besar, masyarakat yang berdampingan hidup dengan non muslim, masyarakat yang bekerja sif malam, dan banyak sekali faktor yang memang mengharuskan diaturnya penggunaan pengeras suara di masjid atau mushalla, mengingat tingkat kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda.

2. Komentar Non Muslim

a. Dalam komentar Zahra_Callista99 bergabung pada 7 tahun yang lalu, dalam akun youtube TV One tentang (Aturan Baru Toa Masjid Untuk Apa) Mengatakan bahwa saya orang Indonesia dengan keturunan darah Tionghoa dansaya beragama budha mayoritas masyarakat sekitar saya memiliki jiwa toleransi yang tinggi antar suku agama dan respect antar budaya yang sungguh rukun dan damai. Karena sudah kebiasaan dari kecil sampai sekarang, setiap ada suara adzan dari toa masjid.pasti ingetin teman-teman yang beragama muslim untuk segera pulang seelum magrib dan kadang kalau sedang memutar musik akan di jeda ketika adzan berkumandang.

Tidak ada khususnya orang muslim yang merasa terganggu disini begitu juga ketika setiap hari raya imlek pasti selalu ada pestival antraksi barongsai, suara petasan dan kembang api, akan tetapi banyak dari semua kalangan masyarkat yang antusias dn bersama-sama memeriahkan acara tersebut tanpa membeda-bedakan.

b. Dalam komentar Yuliana Endang bergabung 3 tahun yang lalu. Dalam akun youtube TV One Aturan suara di masjid mengatakan saya Kristen suara adzan indah dan tidak ada masalah buat saya pribadi, bahkan motivsi dan semangat untuk berdoa deperti sudara muslim yng selalu setia menjalankan jam-jam do’a. Dalam komentar tersebut dapat dismpulkan bahwa sebagai minoritas juga tidak ada masalah dalm saling menghormati dan tidak pernah merasa terganggu sama sekali.

c. Dalam komentar Andhika dalam unggahan youtube sebagai berikut, saya non muslim tapi saya suka dengerin adzan. Dalam komentar tersebut dapat di simpulkan bahwa tidak semua non muslim tidak menyukai adzan.

d. Berikut isi komentar dari Natsya Azura Sinaga: saya Kristen dan setiap hari mendengar adzan karena rumah saya bersebrangan dengan masjid. Dan selama ini tidak pernah terganggu dengan suara adzan umat islam, malah menjadi pengingat waktu utuk saya kapan harus olahraga pagi, kapan harus makan siang dll. Terlebih ketika bulan puasa datang saya merasa lingkungan mejadi lebih hidup, karena semarak pelaksanaan terawih dan pengajian, apabila mereka lebaran dihati kecil saya ikut senang dan haru mendengar suara takbir di mana- mana. Kita hidup berdmpingan sudh puluhan tahun dan selama itu tidak pernah mersa terganggu atau risih mendengar suara adzan mereka. Ayoklah pak jangan bikin gaduh, diluar udah mikirin perang dunia III kita masih sibuk ngurusin toa masjid.

e. Rocky Gerung juga mengeluarkan pendapatnya tentang aturan penggunaan pengeras suara adzan hingga pembatasan maksimal 100 desibel. Kemudian pada dialog itu juga Rocky Gerung sebagai pengamat politik dan seorang dosen si Universits Indonesia yang berlatar agama khatolik juga memberikan pendapat tetang aturan penggunan pengeras suara tersebut : melihat manusia di dalam Negara tuh kan kalau warga Negara kan diatur dalam hukum-hukum Negara tuh kan itu perinsipnya tuh, hukum dengan Negara bilang bahwa keheningan itu diperlukan atau sebaiknya kebisingan itu harus dikendalikan berapa yaa 50 desibel jadi itu aturan lingkungan hidup, dan itu aturan yang udah dibuat sejak zaman orde baru, aturan itu di buat untuk lingkungan rumahh sakit, perumahan dan segala macam iya tingkatannya maksial 70 desibel dan minimal 50 desibel, jadi disimpulkan sebenarnya kenapa jadi 100 desibel kan jadi itu sebenanrya yang persoalin. Bahwa soal

keakraban beragama toleransi memang betul itu urusan lingkugan. Jadi RT nya aja atur kan ngga perlu menteri agama sebetulnya. Jadi kalau menteri agama itu agak memuji aturan itu ada debat panjang di belakang itu, kenapa harus 100 desibel (jadi debat teknis).

Kesimpulannya adalah: kita masyarakat majumuk memang beda-beda ada yang masyarakat membutuhkan suara speker tinggi-tnggi (keras) atau ada yang ingin sedang, hendaknya aturan pengeras suara itu diserahkan kepada lembaga pegurus masjid untuk di setiap desa itu di berlakukan penggunaan pengeras suara itu tergantug hasil mupakat antara pengurus masjid dengan masyarakat sekitar.32

a. Dari akun Sinarta Adreas, tokoh masyrakat mengomentari seharusnya bisa dicontohkan dengan suara lain, jangan dengan suara binatang, saya pun sebagai umat Kristen pun akan tersinggung dengan bahasa seperti itu. Pak menag harus meminta maaf kepada umat muslim secepatnya semoga dengan kejadian ini tidak terulang kembali amin”

Dalam komentar tersebut dapat disimpulkan sebagai non muslim juga merasa apa yang di sampaikan kemenag Yaqut Cholil Qoumas tersebut sangat tidak pantas memberikan contoh suara adzan yang di bandingkan dengan gonggongn anjing, dalam kesalahan yang dilakukan bapak mentri sebaiknya segera meminta maaf kepada semua umat muslim di Indonesia.

Dokumen terkait