BAB III PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN DANA
3.5 Kontribusi Dana Desa terhadap Perubahan Status
Desa
Secara konseptual, manfaat dana desa ditujukan pada keberdayaan desa, dalam rangka mewujudkan desa mandiri. Tentunya, fokus utamanya adalah meningkatkan kebedayaan masyarakat, sehingga mereka sejahtera. Oleh karena itu, penting untuk diketahui sejauhmana kontribusi dana desa terhadap perubahan status desa (Gresly et al, 2016; Sofianto A, 2017). Berikut ini disajikan informasi terkait kontribusi dana desa terhadap perubahan status desa di setiap desa sampel:
3.5.1 Desa Aloo (tidak ada perubahan status)
Fokus pemanfaatan dana desa di Desa Aloo (sejak tahun 2015) adalah pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemanfaatan, dan pemeliharaan infrastruktur, utamanya pembangunan jalan pemukiman desa dan fasilitas jamban keluarga. Sementara itu, kegitan lainnya, meskipun dilaksanakan, tidak menjadi prioritas bagi mereka, sehingga turut andil terhadap rendahnya kontribusi dana desa bagi pengembangan sektor-sektor lainnya, terutama sektor pengembangan ekonomi desa. Meskipun dari sisi kemanfaatan umum (public impact) cukup dirasakan oleh masyarakat, karena akses jalan menjadi mudah dan terjangkau, dari sisi peluang pemanfaatan dana desa
terhadap pengembangan alternatif usaha bagi tiap-tiap individu keluarga di desa tersebut menjadi sangat terbatas.
Kontribusi dana desa sebagai alternatif/peluang untuk memperbaiki kondisi agar semua orang di desa (termasuk orang miskin) menjadi lebih baik; atau alokasi yang dapat mendorong perbaikan kondisi semua orang miskin di desa, tanpa memperburuk kondisi yang lain masih belum berjalan optimal. Dari sisi kesiapan dan motivasi masyarakat Desa Aloo terhadap pemanfaatan dana desa cukup tinggi. Mereka memiliki minat dan semangat yang kuat untuk mengembangkan produk unggulan desa, meningkatkan keterampilan kerja bagi industri kecil dan ibu rumah tangga, menerapkan pertanian sebagai ikon wisata berbasis pertanian desa dan lain-lainnya. Namun, sayangnya, potensi ini belum termanfaatkan dengan baik di Desa Aloo.
Hal lain yang ikut menciptakan tidak efisiennya kontribusi dana desa adalah tumpang tindih aturan di desa terkait pemanfaatan dana desa. Penggantian aparat di desa, ikut pula mempengaruhi berubahnya kebijakan pemanfaatan dana desa. Hal tersebut berpengaruh terhadap kegiatan pendampingan desa yang dilaksanakan oleh pendamping desa. Dampaknya adalah kualitas pengelolaan dana desa tidak optimal, dan cenderung tidak efektif. Hal tersebut mengakibatkan kontribusi dana desa terhadap perubahan IDM menjadi sangat rendah. Kondisi ini belum bisa mengubah status desa dari desa sangat
3.5.2 Desa Tumpapa Indah
Desa Tumpapa Indah adalah desa yang memiiki Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai dan potensial untuk dikembangkan, sehingga desa ini sesunggunhnya memiliki peluang yang cukup besar di dalam meningkatkan status IDMnya. Sumber daya alam yang tersedia memberikan kemudahan bagi setiap warganhya untuk memanfaatkannya, dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Selain dimanfaatkan untuk perbaikan infrastrutur, sarana-prasarana umum, dan pemberian insentif bagi beberapa tenaga guru dan kesehatan, kontribusi dana desa dirasakan telah mendorong semangat gorong royong dan peluang pendapatan bagi masyarakat desa. Hal ini disebakan semua kegiatan fisik pembangunan prasarana di desa dikerjakan oleh warga masyarakat, sehingga menciptakan modal sosial (social capital) yang baik di desa ini.
Meskipun demikian, wilayah desa yang luas, menyebabkan efektivitas pendistribusian anggaran dana desa menjadi terhambat. Metode pendisitribusian yang dilakukan secara merata (tidak menggunakan skala prioritas), menyebabkan secara “kuantitas” dana desa terdistribusi merata, tetapi secara “kualitas” menjadi rendah. Akibatnya, beberapa sektor unggulan desa tidak dapat terbiayai secara optimal, seperti program pengembangan usaha ekonomi masyarakat (pembangunan dan pemeliharanaan sarana produksi dan distribusi,
pembangunan dan pengembangan sarana prasarana energi terbarukan serta kegiatan pelestarian lingkungan hidup).
Situasi ini diperburuk oleh lemahnya peran pendamping desa di Desa Tumpapa Indah. Peran utama pendamping desa adalah mendampingi desa di dalam menyusun rencana, mengkaji kebutuhan mendasar, serta mengawal di dalam penerapannya. Namun faktanya, fungsi tersebut dininlai tidak berjalan baik di desa ini.
Dampak langsungnya adalah terjadinya tumpang tindih program kerja di Desa Tumpapa Indah. Pada tahun 2017 Desa Tumpapa Indah berubah status menjadi desa tertinggal (IDM: 0.5457)
3.5.3 Desa Olobaru
Berdasarkan data IDM, Desa Olobaru merupakan salah desa yang telah mengalami peningkatan status, dan masuk dalam kategori “berkembang”. Berbeda dengan desa sampel lainnya, di desa ini Fokus pemanfaatan dana desa lebih diutamakan pada peluang pengembangan ekonomi desa, dalam rangka peningkatan pendapatan desan dan kesejahteraan masyarakatnya. Fokus kegiatan peningkatan ekonomi yang didanai melalui dana desa, antara lain: (a) penyediaan fasilitas perdagangan untuk warga masyarakat;
dan (b) pembentukan koperasi simpan pinjam.
Selain itu, pemanfaatan dana desa juga ditujukan untuk program peningkatan kapasitas sumberdaya manusia melalui kegiatan pendampingan desa, terfokus
kepada pemerintah serta aparat desa. Tujuannya adalah agar pemerintah dan aparat desa memiliki skill dalam penerapan perencanaan dan program kerja terhadap alokasi anggaran. Harapannya, setelah aparat desa terberdayakan dan memiliki pengetahuan yang baik terhadap program kerja, maka akan ditularkan pula kepada warga masyarakatnya.
Pemanfaatan dana desa juga memiliki kontribusi terhadap peningkatan nilai-nilai dan social capital di kalangan masyarakat. Kegiatan-kegiatan gotong-royong dalam pembangunan fasilitas sarana-prasarana umum seperti MCK dan rabat beton, memicu solidaritas dan bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada pimpinan mereka di desa.
Meskipun demikian, mereka mengalami kendala teknis terkait pemanfaatan dana desa. Beberapa kergiatan yang telah telanjur didanai oleh sumber lain, tidak dapat lagi memanfatkan dana desa. Padahal, mereka ingin menggunakan dana desa dalam upaya mengembangkan programnya. Pada tahun 2017 Desa Olobaru berubah status menjadi desa berkembang (IDM: 0.6975)
3.5.4 Desa Olaya
Kontribusi dana desa di Desa Olaya dinilai masih rendah.
Pemanfaatan dana desa belum mampu mengakomodasi kebutuhan terasa masyarakat. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi masyarakat di dalam penyusunan program prioritas yang akan dilaksanakan.
Kurangnya sosialisasi, serta kebijakan desa yang dinilai tidak partisipatif menjadi pemicu utamanya. Meskipun sejumlah kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat telah didanai menggunakan dana desa, dinilai belum cukup di dalam mendukung peningkatan kapasitas dan keterampilan yang akan mereka gunakan untuk kebutuhan usaha meningkatkan pendapatannya.
Sementara itu, terkait dengan kontribusi dana desa terhadap pembangunan sarana umum, seperti MCK dan jamban warga juga mengalami kendala, yaitu pembangunan sarana tersebut tidak diikuti dengan penyediaan sumber air. Beberapa pembangunan sarana mengalami kendala terkait penyaluran pendanaannya.
Rendahnya kepercayaan masyarakat (trust) terhadap pengelolaan dana desa, menjadi penghambat keberhasilan kontribusi dana desa dan rendahnya social capital di Desa Olaya. Pada tahun 2017 Desa Olaya berubah status menjadi desa maju (IDM: 0.7495)
3.5.5 Desa Sausu Trans
Desa Sausu Trans merupakan salah satu desa yang masuk dalam kategori desa maju. Kontribusi dana desa di desa ini dinilai cukup besar, terutama di dalam mendukung beberapa kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendapatan desa, dan kesejahteraan masyarakat. Kontribusi dalam peningkatan
pembiayaan insentif guru-guru dan penyiapan parasaran komunikasi internet (terbatas di kantor desa), dan pembangunan beberapa fasilitas sarana olahraga.
Kontribusi dalam peningkatan pendapatan desa dan warga masyarakatnya, dapat dilihat pada kontribusi dana desa untuk mendukung pengembangan usaha BUMDesa, dan usaha peternakan sapi di desa, serta kegiatan inovatif warga (pembuatan kompos). Meskipun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan, mereka menilai bahwa dana desa telah memberikan manfaat besar bagi peningkatan taraf hidup di Desa Sausu Trans. Pada tahun 2017 Desa Sausu Trans berubah status menjadi desa maju (IDM: 0.7633).