• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Dana Desa di Provinsi

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Manfaat Dana Desa di Provinsi "

Copied!
195
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indeks Pembangunan Desa (IPD): Ada 3 kategori yaitu 1) desa tertinggal, 2) desa berkembang dan 3) desa mandiri; Dan. Sejak 2015, Kementerian Desa telah mendorong pembangunan desa di seluruh provinsi, termasuk Sulawesi Tengah, dengan menggalakkan Dana Desa.

Maksud, Tujuan, dan Hasil

Oleh karena itu, kegiatan pendataan dan informasi manfaat dana desa di Provinsi Sulawesi Tengah yang terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Universitas Tadulako penting untuk dilaksanakan. Tersedianya data dan informasi mengenai proses dan alasan penggunaan dana desa untuk pelaksanaan prioritas pembangunan di tingkat desa; Dan.

Tinjauan Pustaka

6 tahun 2014 tentang desa, dana desa merupakan 1 (satu) dari 7 (tujuh) sumber pendapatan keuangan desa, dan besarnya dana desa yang bersumber dari APBN ditetapkan 10 persen dari dan di luar dana transfer daerah (top) secara bertahap, yang dihitung berdasarkan jumlah desa dan didistribusikan dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah dan tingkat kesulitan geografis guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa (Penjelasan Desa Pasal 72 , ayat UU). Mengutamakan penggunaan dana desa untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan penguatan masyarakat desa.

Metode Penelitian

1 Analisis data dan informasi serta dinamika perkembangan status desa berdasarkan dimensi Indeks Pembangunan Desa (IDM). Secara tematik, kami menganalisis faktor pendorong dan penghambat pemanfaatan sumber daya desa terkait perkembangan status desa di masing-masing desa.

Tabel 1.1 Instrumen Penyusunan Data dan Informasi Manfaat Dana Desa
Tabel 1.1 Instrumen Penyusunan Data dan Informasi Manfaat Dana Desa

PERKEMBANGAN STATUS DESA

Perubahan Status Desa Tahun 2015 – 2018

Gambar 2.5 dan 2.6 menunjukkan status desa yang berubah dari desa tertinggal pada tahun 2015 menjadi status yang naik menjadi desa maju/maju pada tahun 2018 (Gambar 2.5). Gambar 2.7 dan 2.8 menunjukkan status desa berubah dari desa berkembang pada tahun 2015 dan meningkat menjadi desa maju/mandiri pada tahun 2018 (Gambar 2.7).

Tabel 2.2 Jumlah Desa Berdasarkan Perubahan Status Desa per Kabupaten  di Provinsi Sulawesi Tengah
Tabel 2.2 Jumlah Desa Berdasarkan Perubahan Status Desa per Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah

PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN DANA

Penggunaan Dana Desa menurut Bidang Pembangunan

Berdasarkan jumlah dana desa di Desa Aloo seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.3, penggunaan dan realisasi tahunan ditunjukkan pada Tabel 3.4. Informasi dari kuesioner yang diisi oleh 20 responden Desa Aloo mengenai manfaat dana desa dari kegiatan fisik dan pemberdayaan ditunjukkan pada Gambar 3.1 dan 3.2. Dari total dana desa yang ada di Desa Tumapa Indah seperti terlihat pada Tabel 3.5, penggunaan dan realisasinya per tahun ditunjukkan pada Tabel 3.6.

Informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 20 responden di desa Tumapa Indah mengenai manfaat dana desa dari kegiatan fisik dan pemberdayaan disajikan pada Gambar 3.4 dan 3.5. Informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 20 responden di desa Olobaru mengenai manfaat dana desa dari kegiatan fisik dan pemberdayaan disajikan pada Gambar 3.8 dan 3.9. Informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 20 responden di desa Olaya mengenai manfaat dana desa dari kegiatan fisik dan pemberdayaan disajikan pada Gambar 3.10 dan 3.11.

Informasi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 20 responden Desa Sausu Trans mengenai manfaat dana desa untuk kegiatan fisik dan pemberdayaan disajikan pada Gambar 3.12 dan 3.13.

Tabel 3.2 APBDes Bidang Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah
Tabel 3.2 APBDes Bidang Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah

Pemanfaatan Dana Desa untuk Pengembangan

Pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan kelembagaan ekonomi di Desa Tumpapa Indah diprogramkan pada tahun 2017 oleh 1 (satu) unit depot air minum dibawah pengelolaan BUMDesa dengan nilai Rp. Dana desa yang diperuntukkan bagi penyertaan modal di bawah pengelolaan BUMDesa dengan nilai Rp. Dana desa untuk pengembangan lembaga ekonomi di Desa Olaya digunakan untuk pembelian dan penjualan bibit kelapa dalam bentuk penyertaan modal yang dipercayakan kepada BUMDesa.

Mengacu pada data tersebut, dana desa yang dialokasikan kepada lembaga ekonomi desa selama ini hanya sebatas penyertaan modal pada saat pendirian BUMDesa. Kendala yang dihadapi lembaga ekonomi desa dalam menggunakan dana desa adalah belum adanya peraturan desa yang mengatur kewenangan BUMDes untuk menjalankan usahanya. Pemanfaatan dana desa untuk pengembangan kelembagaan ekonomi di Desa Sausu Trans yang diprogramkan pada tahun 2017 dengan membuka usaha simpan pinjam.

Kendala yang dihadapi Lembaga Ekonomi Desa dalam penggunaan Dana Desa adalah tidak adanya insentif bagi pengelola BUMDesa.

Gambar 3.14 memberikan informasi bahwa jumlah  jenis kendaraan yang melewati Desa Aloo mengalami  peningkatan dari tahun 2014 ke tahun 2018
Gambar 3.14 memberikan informasi bahwa jumlah jenis kendaraan yang melewati Desa Aloo mengalami peningkatan dari tahun 2014 ke tahun 2018

Pemanfaatan Dana Desa untuk Pelayanan Sosial

Untuk modal sosial, penggunaan dana desa di Desa Aloo digunakan untuk pengadaan sarana olahraga seperti sepak bola. Berdasarkan pendapat responden pada Gambar 3.22, terlihat bahwa 65% responden di Desa Aloo berpendapat bahwa telah terjadi peningkatan hubungan dengan instansi lain akibat adanya program dana desa. Pemanfaatan dana desa untuk modal sosial di desa Olobaru yaitu pemberian alat olahraga kepada kelompok olahraga yang ada.

Berdasarkan pendapat responden yang terdapat pada Gambar 3.30, terlihat bahwa 45% responden di Desa Olobaru menilai adanya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berhubungan dengan instansi pemerintah akibat adanya program dana desa dan 30% percaya bahwa tidak ada peningkatan hubungan dengan instansi pemerintah. Berdasarkan pendapat responden yang terdapat pada Gambar 3.34, terlihat bahwa 25% responden di Desa Olaya berpendapat adanya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berhubungan dengan instansi pemerintah akibat adanya program dana desa dan 10% percaya bahwa tidak ada peningkatan hubungan dengan instansi pemerintah. Berdasarkan pendapat responden yang terdapat pada Gambar 3.38, terdapat 45% responden di Kampung Sausu Trans yang berpendapat bahwa telah terjadi peningkatan kapasitas masyarakat terkait dengan instansi pemerintah akibat adanya program dana desa dan 20%.

Harapan keluarga kaya I adalah agar dana desa digunakan untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pembangunan desa.

Gambar 3.19 Persentase Kehadiran Masyarakat dalam Rapat  Penyusunan Rencana Pembangunan di Desa Aloo
Gambar 3.19 Persentase Kehadiran Masyarakat dalam Rapat Penyusunan Rencana Pembangunan di Desa Aloo

Kontribusi Dana Desa terhadap Perubahan Status

Hal lain yang turut menyebabkan tidak efektifnya iuran dana desa adalah adanya aturan yang tumpang tindih di desa terkait penggunaan dana desa. Berbeda dengan desa percontohan lainnya, penekanan di desa ini pada pemanfaatan sumber daya desa lebih pada peluang pengembangan ekonomi desa untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan warga. Selain itu, penggunaan dana desa juga ditujukan untuk program peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan pendampingan desa yang tepat sasaran.

Penggunaan dana desa juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai dan modal sosial di masyarakat. Rendahnya tingkat kepercayaan (trust) masyarakat terhadap pengelolaan dana desa menjadi kendala suksesnya kontribusi dana desa dan rendahnya modal sosial di desa Olaya. Kontribusi dana desa di desa ini dinilai cukup besar, terutama dalam mendukung beberapa kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendapatan desa, dan kesejahteraan masyarakat.

Meski hasilnya tidak seperti yang diharapkan, mereka meyakini bahwa dana desa telah memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup di Desa Sausu Trans.

Faktor Pendorong dan Penghambat dalam Pemanfaatan

Faktor pendorong penggunaan dana desa di Desa Aloo adalah desa membutuhkan bidan warga. Sedangkan faktor penghambat alokasi dana desa di Desa Aloo adalah masalah lambatnya pencairan dana desa dan kondisi geografis yang mempengaruhi perencanaan program kerja yang belum optimal. Faktor pendorong penggunaan dana desa di desa Olobaru adalah adanya sinergi yang kuat antara pemerintah desa dengan masyarakat setempat, peran pendamping dalam penyusunan program dan penganggaran yang baik, serta kegiatan sosialisasi dan pelatihan.

Peraturan Pemerintah no. 60 Tahun 2014 terkait dana desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Peraturan Pemerintah no. 22 Tahun 2015 terkait perubahan peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014 terkait dana desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Gambar 3.49 Hasil Survei Manfaat dan Kepuasan Masyarakat terhadap  Manfaat Dana Desa Tahun 2018 di Desa Aloo (Desa Sangat Tertinggal)
Gambar 3.49 Hasil Survei Manfaat dan Kepuasan Masyarakat terhadap Manfaat Dana Desa Tahun 2018 di Desa Aloo (Desa Sangat Tertinggal)

INOVASI DESA

Inovasi yang Dijalankan

Selain untuk mendongkrak kondisi stagnan yang sedang kita hadapi, inovasi juga diperlukan untuk meningkatkan dan mempercepat kegiatan pembangunan di desa agar tujuan yang diharapkan lebih cepat tercapai, yaitu meningkatkan pemerataan pembangunan desa demi kesejahteraan rakyat. masyarakat desa dengan meningkatkan pelayanan publik di desa, memajukan ekonomi desa, mengatasi ketimpangan, pembangunan antar desa dan memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan. Hasil produksi rumah tangga tersebut digunakan oleh masyarakat sendiri dan ketika kebutuhan rumah tangga terpenuhi, maka dipasarkan untuk menambah pendapatan masyarakat Desa Aloo. Melihat banyaknya manfaat daun kelor mendorong masyarakat Desa Tumapa Indah untuk mengembangkan inovasi produk dengan menyeduh teh dari daun kelor.

Akseptabilitas dan partisipasi masyarakat dalam produksi teh daun kelor telah mendapat perhatian dari masyarakat desa Tumapa Indah, namun belum diproduksi dalam jumlah banyak karena masih kekurangan bahan baku yang tersedia. Kompos yang dihasilkan masyarakat telah memberikan dampak peningkatan produksi tanaman yang dikembangkan dan pendapatan masyarakat desa Olobaru. Inovasi lebah madu ini dikembangkan karena melihat peluang pasar yang bagus dan konsumen yang banyak, baik di desa Olobaru sendiri maupun dari desa lain.

Inovasi ini lahir dari banyaknya anggota masyarakat khususnya ibu-ibu PKK di desa Olaya yang belum memiliki keahlian dalam mengelola potensi lokal khususnya produksi pisang.

Gambar 4.1 Kelompok Tani Wanita di Desa Aloo
Gambar 4.1 Kelompok Tani Wanita di Desa Aloo

Kebutuhan Inovasi Desa Lebih Lanjut

Sebagian besar alokasi dana desa dari tahun 2015 hingga 2017 masih digunakan untuk program pembangunan desa di Sulawesi Tengah (81,76%), sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat hanya 13,53%. Untuk Kabupaten Parigi Moutong, alokasi dana desa tahun 2015 hingga 2017 sebagian besar digunakan untuk program pembangunan desa sebesar 80%, sedangkan penggunaan untuk pemberdayaan masyarakat hanya 19%. Pertama, penggunaan dana desa lebih difokuskan pada pengentasan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama di desa tertinggal/tertinggal.

Kedua, penggunaan dana desa ditujukan untuk penguatan kegiatan padat karya (swasembada masyarakat desa), pengembangan potensi ekonomi desa. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Pendistribusian, Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 50/Pmk.07/2017 Tentang Pengelolaan Transfer Dana Daerah dan Dana Desa.

Terdapat akses ke sekolah luar biasa 1 5 Terdapat pekerja kebajikan sosial (kanak-kanak jalanan, pekerja seks komersial dan pengemis).

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Secara umum masyarakat dan pemerintah desa merasa cukup terbantu karena dana desa memberikan kontribusi yang penting bagi pembangunan desa, baik dari segi ekonomi, sosial maupun kesejahteraan masyarakat. Kelompok kegiatan fisik yang dibiayai dana desa dirasa sangat bermanfaat yaitu jalan desa, drainase, MCK dan posyandu, sedangkan untuk kegiatan pemberdayaan terdapat kegiatan BUMDesa, kader posyandu, sembako dan sarana olah raga. Peran BUM Desa di Sulawesi Tengah belum maksimal sebagai wadah pengembangan unit usaha desa dan belum mengarah pada kegiatan ekonomi desa yang produktif.

Persepsi masyarakat terhadap manfaat dana desa berdasarkan data kuesioner rumah tangga di Kabupaten Parigi Moutong diperoleh keterangan 18,25% sangat membantu dan 57,77% merasa terbantu namun masih banyak yang merasa tidak menerima/belum menerima manfaat. yaitu 24,02%. Inovasi yang dilaksanakan di lima desa sampel masih rendah yaitu masih terbatas pada kegiatan yang belum berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, karena keterbatasan sumber daya terutama sumber daya manusia.

Rekomendasi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (disaster response) 0 3 Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (jalur evakuasi) 0 Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (early warning) 0 Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (tersedianya peralatan penanggulangan bencana ). Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (early warning) 0 Upaya/tindakan terhadap potensi bencana alam (ketersediaan peralatan penanggulangan bencana).

Gambar

Gambar 2.2 Jumlah dan Klasifikasi Desa Berdasarkan Status IDM 2018  di Provinsi Sulawesi Tengah
Tabel 2.3 Status Perkembangan Desa di Kabupaten Parigi Moutong  berdasarkan IDM 2015 dan 2018
Tabel 3.1 Alokasi/Pagu Anggaran Dana Desa per Kabupaten di Provinsi  Sulawesi Tengah
Gambar 3.2 Rekap Jenis dan Volume Sarana Prasarana Dari  Dana Desa 2018   Provinsi Sulawesi Tengah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu tambak udang yang di desa Kelebuk yang penulis telah lakukan peninjauan lapangan adalah seperti Gambar 1.1 berikut: Gambar 1.1 Tambak Udang Desa Kelebuk Fakta dilapangan,