• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lekok dan Kraton, Kabupaten Pasuruan

Dalam dokumen konflik nelayan (Halaman 104-123)

atau 10,45%. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Kecamatan Sreseh masih didominasi pendidikan tertinggi setingkat sekolah dasar (SD/MI) sederajad (SD Pamong dan SD Kecil).

data tahun 2006, wilayah ini terbagi dalam 1.694 dusun/lingkungan;

2.840 RW; 8.197 RT.

Menelisik keberadaan penduduk etnik Madura di Kabupaten Pasuruan, sumber penelitian Huub de Jonge berdasarkan Werkschema Reboisatie Madoera tahun 1938; Bahwa orang-orang migran asal Madura ini menemukan suatu lingkungan yang mereka kenal di pantai Jawa.

Seolah-olah Selat Madura ini merupakan suatu teluk bagi kebudayaan Madura. Mengenai orang-orang di Pasuruan, diketemukan bahwa arus urbanisasi dari Sampang, terutama ke jurusan Pasuruan, Probobolinggo dan Lumajang (De Jonge:1989:24). Hal tersebut diperkuat hasil penelitian Kuntowijoyo bahwa berdasarkan data tahun 1930 menunjukkan bahwa lebih dari separuh etnik Madura tinggal di Jawa, kebanyakan di pojok bagian timur. Di Karesidenan Pasuruan 45% penduduknya berasal dari Madura. Data memperlihatkan dari emigran Madura di Jawa Timur pada 1930 yang bertempat tinggal di Kabupaten Pasuruan dan Bangil (berdasarkan tempat kelahiran di Madura) terbesar, yakni 2.116 orang, berasal dari Kabupaten Sampang. Selebihnya, 157 orang dari Sumenep, 262 orang dari Pamekasan, dan 2.110 orang dari Bangkalan (Kuntowijoyo:2002:80-82). Di wilayah Kabupaten Pasuruan, mengalir enam sungai besar yang kesemuanya bermuara di Selat Madura, yaitu:

Lawean, Rejoso, Gembong, Welang, Masangan, dan Kedunglarangan.

Penduduk yang menekuni pekerjaan sebagai nelayan di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2005 sebanyak 11.120 orang mengalami penurunan sebesar 0,08%, dibanding pada tahun 2004 yang berjumlah 11.110 orang.

Namun penurunan cukup tinggi jika dilihat pada lima tahun terakhir, jumlah nelayan pada tahun 1999 sebanyak 12.054, yang berarti mengalami penurunan sebesar 7,75%.

Kabupaten ini secara geografis terletak di pesisir Selat Madura, mudah dijangkau dengan kendaraan jalan darat dari Surabaya, Malang, Jember ataupun Banyuwangi, baik menggunakan bus antarkota, angkot (colt) umum maupun dengan menggunakan kereta api. Keadaan Kabupaten Pasuruan mulai dari luas, banyaknya desa, serta penduduk per kecamatan tampak pada tabel 3.18 berikut:

Tabel 3.18 Luas Daerah, Banyaknya Desa, dan Penduduk Kabupaten Pasuruan Tahun 2006

No. Kecamatan Luas (km²) Desa/

Kelurahan Penduduk

1 Purwodadi 102,455 13 62.969

2 Tutur 86,300 12 51.415

3 Puspo 58,350 7 27.109

4 Tosari 98,000 8 18.218

5 Lumbang 125,550 12 33.155

6 Pasrepan 89,950 17 49.714

7 Kejayan 79,159 24/1 61.809

8 Wonorejo 47,300 15 53.019

9 Purwosari 59,870 14/1 75.443

10 Prigen 121,900 11/3 80.053

11 Sukorejo 58,180 19 76.911

12 Pandaan 43,270 14/4 94.578

13 Gempol 64,920 15 114.587

14 Beji 39,900 12 /2 76.434

15 Bangil 44,600 11 /4 84.045

16 Rembang 42,520 17 57.100

17 Kraton 50,750 25 87.272

18 Pohjentrek 11,880 9 26.882

19 Gondangwetan 26,250 19/1 49.857

20 Rejoso 37,000 16 42.002

21 Winongan 45,970 18 39.816

22 Grati 50,780 14/1 72.149

23 Lekok 46,570 11 65.596

24 Nguling 42,600 15 55.408

J u m l a h 1.474,015 341/24 1.455.536 Sumber: Kabupaten Pasuruan dalam Angka 2007

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Kecamatan Kraton merupakan kecamatan dengan desa terbanyak, yakni 25 desa. Kecamatan Lekok adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yang meliputi 11 desa: Desa Rowogempol, Gejugjati, Alastlogo, Balunganyar, Branang, Tampung, Tambaklekok, Jatirejo, Pasinan, Wates, Semedusari. Luas kecamatan: 49,19 km². Di wilayah Kecamatan Lekok mengalir dua sungai yang cukup panjang yaitu: Sungai Sekunder Lekok (panjang 4,60 km) dan Sungai Sekunder Lembu (panjang 2,80 km). Adapun batas administrasi wilayah Kecamatan Lekok sebagai berikut:

• Sebelah utara berbatasan dengan Selat Madura

• Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Nguling

• Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Grati

• Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Rejoso

Untuk mengetahui lebih jelas secara geografis Kecamatan Lekok dapat dilihat pada Gambar 3.4 berikut:

Gambar 3.4 Peta Wilayah Kecamatan Lekok

Sumber: Peta Kabupaten Pasuruan (2006)

Kecamatan Lekok mudah dijangkau karena lokasinya di tepi jalan provinsi di wilayah timur. Wilayahnya dari tepi jalan provinsi ke arah pesisir Selat Madura dan berdekatan dengan batas wilayah Kabupaten Probolinggo dipisahkan oleh Kecamatan Nguling, Pasuruan. Lokasi Lekok dicapai dari jalan provinsi di wilayah Kecamatan Grati, untuk menuju kantor kecamatan dapat menggunakan angkutan pedesaan dengan tarif Rp1.500-Rp2.000.Namun, bila menggunakan dokar dikenakan tarif Rp2.000-Rp2.500,-.Untuk mengetahui keadaan wilayah secara mendalam digambarkan pada tabel 3.19 berikut:

Tabel 3.19 Keadaan Wilayah menurut Jenis Tanah (ha) Kecamatan Lekok Tahun 2004

No Desa/

Kelurahan Tanah

Sawah Tanah

Tegalan Bangunan/

Pekarangan Tambak/

Empang Lain – Lain 1 Rowogempol 150,710 134,000 37,290 - 7,730

2 Gejugjati 16,480 206,530 140,630 - 8,370

3 Alastlogo - 382,210 159,000 - 15,580

4 Balunganyar - 476,980 30,990 - 2,470

5 Branang - 82,790 71,000 - 5,000

6 Tampung 117,070 19,250 36,920 - 16,170

7 Tambaklekok 17,350 5,480 12,930 556,780 16,950

8 Jatirejo 64,550 135,290 17,530 - 6,480

9 Pasinan 42,450 447,660 307,240 - 16,500

10 Wates - 695,030 33,400 - 15,000

11 Semedusari - 397,000 25,000 - 7,110

J u m l a h 408,610 2.982,220 871,930 556,780 117,360 Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka 2005/2006

Berdasarkan tabel di atas bahwa lahan terluas berupa tanah tegalan 2.982,220 ha atau 60,41%, sisanya berupa tanah sawah 408,610 ha atau 8,28%, sedangkan lahan untuk pemanfaatan lainnya mencapai 39,89% (pekarangan dan budidaya perikanan darat serta peruntukan lahan lainnya). Selanjutnya luas desa, jarak antara desa dengan ibu kota kecamatan terinci pada tabel 3.20 berikut:

Tabel 3.20 Luas Desa, Persentase terhadap Luas Kecamatan Kecamatan Lekok Tahun 2005

No. Desa Luas (km²) % thd Luas

Kecamatan Jarak Desa ke Ibu kota

1 Rowogempol 3,30 6,71 4,0

2 Gejugjati 3,72 7,56 5,0

3 Alastlogo 5,57 11,32 10,0 4 Balunganyar 5,10 10,37 3,0

5 Branang 1,59 3,23 2,0

6 Tampung 1,89 3,84 1,0

7 Tambaklekok 6,10 12,40 0,5

8 Jatirejo 2,24 4,55 0,5

9 Pasinan 8,14 16,55 0,5

10 Wates 7,43 15,10 7,0

Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka Tahun 2005/2006

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa desa Alastlogo merupakan desa dengan lokasi terjauh dari ibu kota kecamatan yakni 10 km, sedangkan Wates memiliki jarak yang terjauh kedua dengan jarak 7 km dari ibu kota kecamatan. Keadaan yang tidak berbeda, Kraton sebagai salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pasuruan yang memiliki 25 desa, yaitu Slambrit, Ngabar, Klampisrejo, Kebotohan, Pukul, Gambir Kuning, Mulyorejo, Tambaksari, Plinggisan, Dompo, Ngempit, Jeruk, Sidogiri, Karanganyar, Selotambak, Curahdukuh, Rejosari, Asemkandang, Tambakrejo, Kraton, Kalirejo, Semare, Pulokerto, Bendungan, dan

Gerongan. Luas Kecamatan Kraton adalah 50,79 km², Adapun batas administrasi wilayahnya adalah sebagai berikut:

• Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Bangil

• Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pohjentrek dan Kota Pasuruan

• Sebelah selatan berbatasan dengan Kec. Wonorejo dan Kec. Kejayan

• Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Rembang

Wilayah kecamatan Kraton berlokasi cukup jauh dari jalan provinsi antara Bangil-Kota Pasuruan. Kecamatan Kraton dapat dijangkau kendaraan bus Surabaya-Probolinggo hingga terminal Pasuruan lama, dilanjutkan menggunakan becak atau dari Pasar Kraton menggunakan dokar atau becak ke arah ibu kota Kec. Kraton dengan ongkos Rp 5.000,-, dapat pula dijangkau melalui jalan desa 50 m dari sentra kios buah di jalan Surabaya-Pasuruan secara geografis Kecamatan Kraton dapat dilihat pada Gambar 3.5 berikut:

Gambar 3.5 Peta Wilayah Kecamatan Kraton

Adapun keadaan penggunaan lahan di Kecamatan Kraton dapat dilihat pada tabel 3.21 berikut:

Tabel 3.21 Keadaan Wilayah menurut Jenis Tanahnya (Ha) Kecamatan Kraton Tahun 2004

No Desa/Kelurahan Tanah

Sawah Tanah

Tegalan Bangunan/

Pekarangan Lain –

Lain Jumlah

1 Slambrit 98,10 3,60 14,70 9,50 125,90

2 Ngabar 119,70 - 18,10 10,40 148,20

3 Klampisrejo 150,00 13,20 39,50 10,70 213,40

4 Kebotohan 147,00 2,40 79,50 10,30 239,20

5 Pukul 104,00 4,80 40,30 10,60 159,70

6 Gambir Kuning 130,70 10,60 21,60 10,10 173,00

7 Mulyorejo 154,00 - 40,30 10,40 204,70

8 Tambaksari 112,90 0,50 28,20 11,70 153,30

9 Plinggisan 82,00 0,50 27,10 5,50 115,10

10 Dhompo 96,60 2,80 18,50 4,70 122,60

11 Ngempit 87,00 - 20,30 9,10 116,40

12 Jeruk 124,60 - 19,00 5,60 149,20

13 Sidogiri 109,30 - 34,30 8,20 151,80

14 Karanganyar 152,00 12,30 26,50 8,20 199,00 15 Selotambak 97,00 0,30 126,80 9,20 233,30

16 Curahdukuh 16,00 291,40 18,00 14,30 339,70

17 Rejosari 100,00 - 172,50 34,20 306,70

18 Asemkandang 108,40 - 12,70 8,70 129,80

19 Tambakrejo 113,00 - 16,50 9,80 139,30

20 Kraton 119,10 - 13,90 8,60 141,60

21 Kalirejo 31,40 47,30 10,50 8,40 97,60

22 Semare 78,70 164,04 12,40 13,50 268,64

23 Pulokerto 120,00 309,23 39,00 24,80 493,03

24 Bendungan 75,20 44,80 41,50 42,20 203,70

25 Gerongan 26,00 403,40 12,30 11,50 453,20

Sumber: Kecamatan Kraton dalam Angka 2005/2006

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan lahan di Kecamatan Kraton yakni 5.078,07 ha. Adapun pemanfaatan lahan yakni lahan terluas berupa tanah tegalan 1.311,17 ha atau 25,82%, pekarangan dan lahan kering sebesar 13,91%, sedangkan lahan berupa tanah sawah seluas 2.552,70 ha atau 50,27% dari luas lahan yang ada di Kecamatan Kraton.

Kecamatan Kraton dapat dijangkau dengan mudah karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah Kota Pasuruan. Wilayah ini berada sekitar 5 km dari Pasar Kraton yang berada di tepi jalan provinsi arah menuju Kota Probolinggo dari Bangil. Pada wilayah perbatasan memasuki Kecamatan Kraton di wilayah pesisir ditemukan hamparan sawah yang cukup subur dan selanjutnya daerah pemukiman nelayan. Wilayahnya membujur dari perbatasan Kecamatan Bangil hingga perbatasan Kota Pasuruan memanjang ke arah utara hingga Selat Madura. Untuk menuju ke wilayah ini dari jalan provinsi dapat menggunakan dokar dengan tarif berkisar antara Rp2.000,- hingga Rp2.500,-.

Desa-desa pesisir di wilayah kecamatan ini merupakan pemukiman padat penduduk dengan lorong-lorong sempit sebagai penghubungnya dan jalan-jalan desa masih didominasi berupa jalan tanah. Pemukiman padat memenuhi pesisir hingga ke arah pantai yang didominasi rumah semi-permanen serta banyak dijumpai kambing/domba yang dilepas pemiliknya di sekitar pemukiman nelayan, karena sangat sedikit lahan terbuka yang ditumbuhi rerumputan, sehingga kondisi tersebut menambah kesan kumuh. Namun demikian juga dijumpai beberapa rumah permanen berlantai dua dan tidak sedikit yang dimiliki para juragan (pengepul ikan).

Selanjutnya guna mengetahui lebih jauh tentang tentang jarak antara desa dengan pusat ibu kota kecamatan dapat dilihat pada tabel 3.22 berikut:

Tabel 3.22 Luas Desa dan Jarak Desa ke Ibu kota Kecamatan Kraton Tahun 2005

No. Desa Luas

(km²) % thd Luas

Kec. Jarak ke Ibukota

1 Slambrit 1,26 2,5 10,8

2 Ngabar 1,48 2,9 9,0

3 Klampisrejo 2,13 4,2 10,0

4 Kebotohan 2,39 4,7 15,0

5 Pukul 1,60 3,1 13,7

6 Gambir Kuning 1,73 3,4 14,5

7 Mulyorejo 2,05 4,0 10,5

8 Tambaksari 1,53 3,0 9,0

9 Plinggisan 1,15 2,3 10,0

10 Dhompo 1,23 2,4 6,5

11 Ngempit 1,16 2,3 7,5

12 Jeruk 1,49 2,9 8,8

13 Sidogiri 1,52 3,0 7,8

14 Karanganyar 1,99 3,9 6,0

15 Selotambak 2,33 4,6 6,0

16 Curahdukuh 3,40 6,7 8,0

17 Rejosari 3,07 6,0 4,5

18 Asemkandang 1,30 2,6 2,8

19 Tambakrejo 1,39 2,7 1,5

20 Kraton 1,42 2,8 0,2

21 Kalirejo 0,98 1,9 2,0

22 Semare 2,69 5,3 1,5

23 Pulokerto 4,93 9,7 4,0

24 Bendungan 2,04 4,0 2,5

25 Gerongan 4,53 8,9 4,0

J u m l a h 50,78 100,00 - Sumber: Kecamatan Kraton dalam Angka Tahun 2005/2006

Berdasar tabel di atas diketahui bahwa desa terjauh dari ibu kota kecamatan yakni Desa Kebotohan dengan jarak 15 km, sedangkan terjauh kedua yakni Desa Gambir Kuning sejauh 14,5 km. Penduduk di Kecamatan Lekok pada tahun 2004 sebanyak 65.611 jiwa atau mengalami pertambahan sebesar 1,07% dari sejumlah 64.911 jiwa pada tahun 2003. Bila ditinjau dari aspek jumlah penduduk, Desa Jatirejo didiami penduduk terbanyak yaitu 10.593 atau 16,15% dari jumlah penduduk di Kecamatan Lekok.

Keadaan desa pesisir di wilayah Kecamatan Lekok umumnya padat dengan rumah-rumah kecil di gang-gang sempit terkesan kumuh dengan halaman dimanfaatkan untuk menjemur ikan atau untuk berdagang makanan. Tanaman yang terbanyak pohon bambu, waru serta tanaman untuk pakan ternak kambing. Pada wilayah ini juga terdapat penduduk yang bekerja membuat perahu (umumnya jenis perahu Golekan) tepatnya di Desa Jatirejo sebelah utara Masjid Jamik Jatirejo. Beberapa jalan desa banyak belum beraspal ataupun batu putih, sehingga menjadi agak sulit dilalui dimusim hujan. Selanjutnya guna mengetahui perkembangan penduduk dapat diketahui dalam tabel 3.23 berikut:

Tabel 3.23 Perkembangan Jumlah Penduduk, Rumah Tangga, dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Lekok Tahun 1998-2006

Tahun Σ Penduduk

(Orang) Kepadatan Penduduk (km²) Rumah Tangga

1998 47.412 1.018,08 13.906

1999 47.629 965,30 13.979

2000 47.661 969 13.990

2001 61.473 1.250 13.990

2002 61.473 1.250 13.989

2003 64.911 1.394 16.907

2004 65.611 1.334 17.087

2005 65.582 1.408 17.079

2006 65.596 1.409 17.083

Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka 1998 – 2007

Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa perkembangan jumlah rumah tangga maupun jumlah penduduk mengalami peningkatan sejak tahun 1998 hingga 2006. Namun terdapat peningkatan jumlah penduduk yang cukup tinggi dari 47.661 orang di tahun 2000 menjadi 61.473 orang pada tahun 2001 atau mengalami peningkatan sebanyak 13.812 orang atau meningkat 22,4%.

Selanjutnya perkembangan jumlah penduduk dapat dicermati pada tabel 3.24 berikut:

Tabel 3.24 Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kecamatan Lekok Tahun 2004

No. Desa Luas

(km²) Σ Penduduk

(jiwa) Kepadatan Penduduk

1 Rowogempol 3,30 8.501 2.576

2 Gejugjati 3,72 6.069 1.631

3 Alastlogo 5,57 4.252 763

4 Balunganyar 5,10 6.152 1.206

5 Branang 1,59 4.134 2.600

6 Tampung 1,89 3.265 1.728

7 Tambaklekok 6,10 5.707 936

8 Jatirejo 2,24 10.593 4.729

9 Pasinan 8,14 7.404 910

10 Wates 7,43 7.189 968

11 Semedusari 4,11 2.345 571

Sumber: Kecamatan Lekok Dalam Angka Tahun 2005/2006

Tabel di atas, menunjukkan bahwa jumlah penduduk terbesar berada pada Desa Jatirejo dengan penduduk sebanyak 10.593 jiwa, kemudian urutan kedua yakni Desa Rowogempol dengan penduduk sebanyak 8.501 jiwa. Jika dicermati dari tingkat kepadatannya, desa dengan kepadatan per km² terpadat penduduknya adalah desa Jatirejo, dengan kepadatan 4.729 per km², kemudian desa terpadat kedua yaitu Labuhan Branang,

dengan tingkat kepadatan 2.600 per km². Ditinjau dari tingkat kepadatan penduduk per desa, Jatirejo merupakan desa yang memiliki kepadatan tertinggi yaitu 4.729 jiwa/km², sedangkan Semedusari adalah desa dengan penduduknya terendah, tingkat kepadatan yakni 571 jiwa/km².

Selanjutnya, keadaan sosial penduduk Lekok dapat dicermati dari tingkat pendidikannya sebagaimana pada tabel 3.25 berikut:

Tabel 3.25 Tingkat Pendidikan Penduduk di Kecamatan Lekok Tahun 2004

No D e s a S1/

Akademi SMA/K/

MA SMP/

MTs. SD/

MI Tdk

Tamat/

Sekolah

1 Rowogempol - 1 3 12 -

2 Gejugjati - 2 1 10 -

3 Alastlogo 1 - 2 8 -

4 Balunganyar - 3 2 7 -

5 Branang - 1 2 9 -

6 Tampung - 2 - 10 2

7 Tambaklekok - 2 2 11 -

8 Jatirejo - 2 4 11 1

9 Pasinan - 3 1 14 3

10 Wates - - 1 14 -

11 Semedusari 1 - - 10 -

J u m l a h 2 16 18 116 6 Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka Tahun 2005/2006

Tabel di atas, menunjukkan bahwa dari jumlah penduduk yang berpendidikan terbanyak yakni pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 116 orang atau 73,42%, sedangkan berpendidikan SMP/Madrasah Tsanawiyah sebanyak 18 orang atau 11,39% dan SMA/MA sebesar 10,53%. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian terbesar penduduk berpendidikan rata-rata setingkat SD/MI (Madrasah

Ibtidaiyah). Untuk mengetahui keadaan mata pencaharian penduduk dapat dicermati pada tabel 3.26 berikut:

Tabel 3.26 Keadaan Penduduk menurut Jenis Mata Pencaharian Kecamatan Lekok, Tahun 2006

No Mata Pencaharian Jumlah (Orang) %

1 Petani 24.084 36,72

2 Pegawai Negeri/PNS 119 0,18

3 TNI/POLRI 48 0,07

4 Pedagang 550 0,84

5 Swasta 838 1,28

6 Jasa-jasa 2.240 3,42

7 Lainnya 9.656 14,72

8 Tidak/Belum Bekerja 28.061 42,78

J u m l a h 65.596 100,00

Sumber: Diolah dari Kabupaten Pasuruan dalam Angka 2007

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa jenis mata pencaharian penduduk terbanyak pada sektor pertanian sebesar 36,72%

sedangkan sektor perikanan mencapai sekitar 14,72% dari keseluruhan jumlah penduduk bekerja di Kecamatan Lekok. Jumlah penduduk yang tergolong belum memiliki pekerjaan tetap atau tidak bekerja masih cukup tinggi mencapai 42,78% dari jumlah penduduk di Kecamatan Lekok.

Selanjutnya keadaan tingkat kesejahteraan penduduk di Kecamatan Lekok terinci pada tabel 3.27 berikut:

Tabel 3.27 Jumlah Keluarga menurut Tingkat Kesejahteraan di Kecamatan Lekok, Tahun 2004 (dalam Unit)

No D e s a Pra

Sejahtera Sejahtera

I Sejahtera

II Sejahtera III

1 Rowogempol 310 369 988 558

2 Gedugjati 263 228 801 306

3 Alastlogo 294 230 693 10

4 Balunganyar 282 371 841 56

5 Branang 226 213 567 208

6 Tampung 255 161 436 105

7 Tambaklekok 274 191 658 311

8 Jatirejo 477 679 1.310 338

9 Pasinan 343 446 896 209

10 Wates 336 345 959 284

11 Semedusari 276 247 205 51

J u m l a h 3.236 3.480 8.354 2.436 Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka 2005

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa jumlah keluarga yang tergolong ke dalam kategori Pra Sejahtera sebanyak 3.236 keluarga atau 18,49% Keluarga Sejahtera I sebanyak 3.480 keluarga atau 19,88%

sedangkan Keluarga Sejahtera II sebanyak 8.354 keluarga atau 47,72%

dan Keluarga Sejahtera III sebanyak 2.436 keluarga atau 13,92%.

Konsentrasi Keluarga Pra Sejahtera dari 3.236 keluarga terbanyak beada di Desa Jatirejo yakni 477 keluarga atau 14,74%, kemudian Desa Pasinan dengan 343 keluarga atau 10,60% dan Desa Wates dengan 336 keluarga atau 10,38%. Kecamatan Kraton memiliki kepadatan penduduk rata-rata 1.705 jiwa/km².

Selanjutnya guna mengetahui keadaan penyebaran penduduk secara mendalam serta tingkat kepadatannya dapat dilihat pada tabel 3.28 berikut:

Tabel 3.28 Luas Desa, Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Kraton Tahun 2004

No. Desa Luas (km²) Penduduk(Jiwa) Kepadatan Penduduk

1 Slambrit 1,26 1.989 1.579

2 Ngabar 1,48 2.505 1.693

3 Klampisrejo 2,13 2.084 978

4 Kebotohan 2,39 3.293 1.378

5 Pukul 1,60 2.723 1.702

6 Gambir Kuning 1,73 2.760 1.595

7 Mulyorejo 2,05 3.191 1.557

8 Tambaksari 1,53 2.167 1.416

9 Plinggisan 1,15 2.634 2.290

10 Dhompo 1,23 2.081 1.692

11 Ngempit 1,16 2.266 1.953

12 Jeruk 1,49 2.088 1.401

13 Sidogiri 1,52 11.357 7.472

14 Karanganyar 1,99 2.833 1.424

15 Selotambak 2,33 3.417 1.467

16 Curahdukuh 3,40 4.804 1.413

17 Rejosari 3,07 3.306 1.077

18 Asemkandang 1,30 2.282 1.755

19 Tambakrejo 1,39 3.220 2.317

20 Kraton 1,42 2.952 2.079

21 Kalirejo 0,98 7.243 7.391

22 Semare 2,69 2.687 999

23 Pulokerto 4,93 3.004 609

24 Bendungan 2,04 5.485 2.689

25 Gerongan 4,53 4.239 936

Sumber: Kecamatan Kraton dalam Angka Tahun 2005/2006

Tabel di atas menunjukkan bahwa konsentrasi penduduk terbesar berada pada Desa Sidogiri dengan penduduk sebanyak 11.357 jiwa.

Kemudian urutan kedua adalah Desa Kalirejo dengan penduduk berjumlah 7.243 jiwa. Jika ditinjau dari tingkat kepadatannya maka desa terpadat penduduknya yaitu Desa Sidogiri dengan kepadatan 7.472 per km², kemudian kedua terpadat yaitu Desa Kalirejo dengan tingkat kepadatan 7.391 per km². Selanjutnya, jumlah penduduk ditinjau dari mata pencahariannya dapat dilihat pada tabel 3.29 berikut:

Tabel 3.29 Keadaan Penduduk menurut Jenis Mata Pencaharian Kecamatan Kraton Tahun 2006

No Mata Pencaharian Jumlah (Orang) %

1 Petani 34.057 39,02

2 Pegawai Negeri/PNS 89 0,10

3 TNI/POLRI 39 0,04

4 Pedagang 1.141 1,31

5 Swasta 1.195 1,37

6 Jasa 241 0,28

7 Lainnya 978 1,12

8 Tidak/Belum Bekerja 49.532 56,76

J u m l a h 87.272 100,00

Sumber: Diolah dari Kabupaten Pasuruan dalam Angka 2007

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari jumlah penduduk yang ada diketahui bahwa pekerjaan di sektor pertanian mendominasi aktivitas pekerjaan yakni sebanyak 34.057 orang atau 39,02%, sedangkan pekerjaan di sektor perikanan dan lainnya mencapai 978 orang atau 1,12%.

Selanjutnya, sarana peribadatan yang ada dapat diketahui sebagaimana tabel 3.30 berikut:

Tabel 3.30 Tingkat Pendidikan Penduduk di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, Tahun 2000-2004 (dalam orang) T a h u n S1/Akademi SMA/K/MA SMP/MTs. SD/MI

2000 - - 458 8.118

2001 - - 459 8.484

2002 - 193 898 18.623

2003 - 375 1.068 18.826

2004 - 375 1.516 18.831

Sumber: Diolah dari Kabupaten Pasuruan dalam Angka Tahun 2000 - 2004

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk Kraton terbesar berpendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah yakni 18.831 orang atau 90,87% dari yang berpendidikan, sedangkan penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP/

MTs.) sebanyak 1.516 orang atau 7,32%. Penduduk yang berpendidikan SMA/Madrasah Aliyah atau sederajad mulai ada sejak tahun 2002 da tahun 2004 sebesar 1,81%. Hal ini menunjukkan pendidikan tertinggi rata-rata penduduk masih setingkat SD/MI.

Adapun perkembangan jumlah penduduk, tingkat kepadatannya serta mengenai jumlah rumah tangga yang ada di Kecamatan Kraton dari tahun 1998 sampai tahun 2006 dapat dilihat pada tabel 3.31 berikut:

Tabel 3.31 Perkembangan Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Kraton Tahun 1998-2006

Tahun Σ Penduduk

(Jiwa) Kepadatan Penduduk

(Per km²) Σ Rumah Tangga

1998 66.644 1.311,47 16.210

1999 66.804 1.316,33 16.235

2000 66.880 1.316.79 16.610

2001 81.560 * 19.612

2002 89.981 1.773..02 21.637

2003 86.327 2.079 20.748

2004 86.610 2.079 20.857

2005 86.920 1.713 20.936

2006 87.272 1.720 21.021

Berdasarkan tabel di atas bahwa jumlah penduduk mengalami peningkatan pesat tahun 2001, yakni dari 66.880 jiwa pada tahun 2000 meningkat menjadi 81.560 jiwa di tahun 2001 atau meningkat sebesar 18%. Selama kurun waktu 1998 hingga 2006, jumlah penduduk terbesar tahun 2002 yakni sebanyak 89.981 jiwa dengan kepadatan rata-rata 1.773.02, sedangkan jumlah rumah tangga sebanyak 21.637. Selanjutnya, keadaan penduduk bila dicermati dari tingkat kesejahteraan keluarganya di Kecamatan Kraton sebagaimana pada tabel 3.32:

Tabel 3.32: Keluarga menurut Tahapan Kesejahteraan di Kecamatan Kraton 2004

No. Desa/Kelurahan Pra

Sejahtera Sejahtera

I Sejahtera

II Sejahtera III, +

1 Slambrit 11 8 113 115

2 Ngabar - 103 258 176

3 Klampisrejo - - 75 113

4 Kebotohan 15 177 138 170

5 Pukul - - 156 247

6 Gambir Kuning 1 180 369 68

7 Mulyorejo 15 88 179 306

8 Tambaksari - 120 163 201

9 Plinggisan - 143 58 269

10 Dhompo 63 83 76 93

11 Ngempit - 6 282 192

12 Jeruk 101 102 98 74

13 Sidogiri - 6 469 30

14 Karanganyar - 58 304 217

15 Selotambak 113 132 144 90

16 Curahdukuh 109 311 371 84

17 Rejosari - 359 180 15

18 Asemkandang 5 193 137 1

19 Tambakrejo 32 127 87 369

20 Kraton 12 189 124 118

21 Kalirejo - - 473 177

22 Semare 36 66 84 296

23 Pulokerto 73 249 194 127

24 Bendungan 82 402 359 223

25 Gerongan 63 294 220 157

J u m l a h 801 3.396 5.111 3.298 Sumber: Kecamatan Lekok dalam Angka Tahun 2005/2006

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa keadaan keluarga di Kecamatan Kraton. Adapun dari keseluruhan keluarga yang ada yang terbesar yakni Keluarga Sejahtera II sebanyak 5.111 unit keluarga atau sebesar 40,54% dari seluruh jumlah keluarga, sedangkan Keluarga Pra Sejahtera sebanyak 801 unit keluarga atau sebesar 6,35% dari seluruh keluarga di Kecamatan Kraton.

C. Nelayan Tradisional Kwanyar,

Dalam dokumen konflik nelayan (Halaman 104-123)