• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut

Dalam dokumen konflik nelayan (Halaman 165-169)

C. Kebijakan Pengelolaan Sumber daya Perikanan Laut

1. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut

Berbagai pihak yang terlibat dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan setidaknya memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda dengan tujuan pengelolaan perikanan laut. Tujuan pengelolaan sumberdaya perikanan bagi nelayan secara individual ibarat ‘... sink every other boat but mine’

(tenggelamkan setiap kapal lain kecuali milik saya) (Chusing,1977:21).

Bagi nelayan yang terpenting bahwa pengelolaan tersebut memberikan hasil tangkapaan yang baik dengan harga yang tinggi. Tidak ada pola pengelolaan yang terlalu menyimpang dari prinsip tersebut, meski banyak di antaranya yang diberi muatan demi kepentingan nelayan maupun beragam kepentingan lainnya.

Teknik yang sering dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut di antaranya dengan melakukan pelarangan terhadap penggunaan metode penangkapan baru, yang disertai alasan akan merusak persediaan sumberdaya perikanan. Hal ini tidak jarang mencerminkan kehendak nelayan yang telah ada untuk menolak teknik baru karena terdesaknya kepentingan mereka. Oleh karena mereka terpaksa harus mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan baru, serta kesulitan dalam mempelajari penggunaan metode baru tersebut. Eksploitasi yang berlebihan atas sumberdaya perikanan yang bersifat open access akan mendorong munculnya berbagai regulasi guna mengendalikan tingkat upaya penangkapan. Tujuan pengelolaan sumberdaya perikanan yakni menyangkut pemanfaatan sumber daya perikanan dalam jangka panjang secara berkelanjutan. Oleh karenanya diperlukan pendekatan proaktif dan berusaha secara aktif menemukan cara untuk mengoptimalisasi keuntungan ekonomi dan sosial dari sumber daya yang tersedia. Penggunaan pendekatan pengelolaan sumberdaya perikanan semacam itu masih jarang dilakukan, mengingat

yang acapkali dilakukan adalah sebagian terbesar keputusan dibuat dan tindakan yang dilakukan semata-mata untuk merespons permasalahan atau situasi krisis saat itu. Sehingga keputusan menghadapi krisis tersebut biasanya dilakukan sekedar untuk memecahkan masalah yang muncul seketika tanpa mempertimbangkan perspektif yang lebih luas dan berbagai tujuan jangka panjang. Pendekatan semacam ini mungkin tidak akan berhasil dalam mewujudkan pemanfaatan yang terbaik atas sumberdaya perikanan laut yang dieksploitasi oleh aktivitas perikanan.

Suadi, dkk mengemukakan bahwa pengelolaan terhadap sumber daya perikanan secara umum dapat dibagi dalam empat kelompok yakni biologi, ekologi, ekonomi, dan sosial. Adapun pengelompokan dimaksud yaitu: (a) menjaga spesies target berada di tingkat atau di atas tingkat yang diperlukan untuk menjamin produktivitas yang berkelanjutan; (b) meminimalkan berbagai dampak penangkapan atas lingkungan fisik dan atas non-target (hasil tangkapan sampingan); (c) memaksimumkan pendapatan bersih bagi nelayan yang terlibat dalam perikanan (tujuan ekonomi); (d) memaksimumkan kesempatan kerja bagi mereka yang tergantung pada perikanan bagi kelangsungan kehidupan mereka (tujuan sosial) (2006:73-74).

Penentuan tujuan seperti di atas sangat diperlukan, sebab dalam realitasnya salah satu penyebab kegagalan pengelolaan sumberdaya perikanan yakni ketiadaan tujuan yang ditetapkan secara jelas dan tepat.

Penetapan tujuan sebagaimana dikemukan di atas memiliki keterbatasan, yakni:

Pertama; tujuan tersebut memilki konflik dalam intensinya, misalnya:

untuk meminimumkan dampak terhadap sumberdaya perikanan atas ekosistem dan secara simultan meningkatkan pendapatan secara ekonomi. Namun hal yang hampir sama, sangat mungkin bahwa strategi pengelolaan yang bertujuan memaksimumkan pendapatan bersih tidak akan memaksimumkan kesempatan kerja.

Kedua; bahwa tujuan tersebut masih samar-samar untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi pengelola. Contoh: dampak penangkapan hanya dapat ’diminimumkan’ dengan cara tidak melakukan

penangkapan sama sekali, yang pasti bukan yang dimaksudkan oleh para perumus tujuan tersebut. Jika memaksimumkan kesempatan kerja dapat berarti memperbolehkan sebanyak mungkin nelayan mengambil bagian, tanpa harus mempertimbangkan mereka masih dapat dari hasil perikanan atau tidak, atau memaksimumkan jumlah nelayan yang masih mungkin memperoleh pendapatan yang memadai. Dalam mengelola sumberdaya perikanan diperlukan keberanian para pengelola untuk mengambil keputusan. Namun, sejumlah prinsip dasar perlu diidentifikasi guna mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang efektif. Prinsip- prinsip dimaksud sebagaimana dalam tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut

No Prinsip-prinsip Fungsi Pengelolaan

1 Stok dan komunitas ikan terbatas serta produksi secara biologi mempengaruhi potensi lestari dari suatu perikanan

Potensi lestari perlu diestimasi dan faktor biologi yang berpengaruh perlu diidentifikasi

2 a. produksi biologi dari suatu stok merupakan

fungsi dari ukuran stok b. fungsi lingkungan

juga dipengaruhi oleh perubahan alamiah

a. target titik referensi perlu

ditentukan melalui koleksi data dan pengkajian stok

b. dampak lingkungan harus diidentifikasi, di monitor serta diperlukan strategi yang disesuaikan dengan respon terhadap perubahan lingkungan.

3 Kebutuhan konsumsi ikan secara mendasar menimbulkan konflik dg. berbagai upaya dalam menjaga kelestarian sumber daya

Tujuan dan sasaran pengelolaan realistis perlu ditetapkan. Pencapaian tujuan memerlukan kontrol atas upaya dan kapasitas

4 Dalam sumberdaya perikanan multi-spesies di mana deskripsi mencakup seluruh perikanan, tidak mungkin untuk memaksimumkan tangkapan dari semua sumber daya perikanan secara simultan

Tujuan dan sasaran yang realistis perlu ditetapkan menurut ekosistem, sehingga dapat mengelola spesies dan interaksi antar perikanan.

5 Ketidakpastian yg menyertai pengelolaan sumberdaya perik.

menghambat pembuat kepts. untuk dpt memperoleh informasi yg memadai. Semakin besar ketidakpastian hrs makin konservatif bentuk pendekatannya.

Pengkajian terhadap risiko dan pengelolaan harus dilakukan dalam rangka mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pengelolaan, tindakan dan strateginya.

6 Ketergantungan jangka pendek masy. atas

sumberdaya perikanan akan menentukan prioritas tuj.

sosial dan/atau ekonomi dalam kaitannya dg.

pemanfaatan berkelanjutan

Sumber daya perikanan tidak dpt.

Dikelola secara terpisah dan harus diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan daerah pesisir, perenc.

dan kebijakan nasional.

7 Perasaan memiliki dari pihak yg memiliki akses (individu, komunitas, kelompok) sangat kondusif guna menjaga sumberdaya perikanan yang bertanggung jawab

Suatu sistem hak akses yang efektif dan memadai harus ditetapkan dan ditegakkan.

8 Kesungguhan partisipasi dalam proses pengelolaan oleh pengguna yg menerima informasi dg.

baik adalah konsisten dg.

prinsip demokrasi, selain memfasilitasi identifikasi sistem pengelolaan yg dapat diterima dan mendorong kepatuhan thd. hukum dan perundang-undangan

Komunikasi, konsultasi, dan

pengelolaan bersama (co-management) harus mendasari semua langkah pengelolaan .

Sumber: Cochrane (dalam Suadi, dkk., 2006:48).

Dalam menjaga sifat terintegrasinya ekosisitem sumber daya perikanan maka beragam prinsip tersebut tidak dapat diperlakukan secara terpisah dalam mempertimbangkan pengelolaan yang baik karena implikasi dan konsekuensinya saling tumpang-tindih. Untuk itulah pengelolaan sumber daya perikanan memerlukan pertimbangan mendalam dan komprehensif agar diperoleh pendekatan yang bijaksana.

Dalam dokumen konflik nelayan (Halaman 165-169)