• Tidak ada hasil yang ditemukan

Letak Denah Lokasi SMP Negeri 1 Labuapi

Dalam dokumen upaya guru pendidikan agama islam dalam (Halaman 58-62)

BAB II PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 1 Labuapi

3. Letak Denah Lokasi SMP Negeri 1 Labuapi

Denah Lokasi SMP Negeri 1 Labuapi

54Dokumentasi, Denah Lokasi SMPN 1 Labuapi, Tanggal 25 Maret 2022

4. Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Labuapi Tabel 2.155

Sarana SMP Negeri 1 Labuapi

No Sarana Jumlah

1. R. Laboratorium IPA 1

2. R. Keterampilan 1

3. R. Perpustakaan 1

4. R Kepala Sekolah 1

5. R. Guru 1

6. R. Tata Usaha 1

7. R. BP/BK 1

8. WC Guru/ karyawan 3

Tabel 2.256

Prasarana SMP Negeri 1 Labuapi

No Prasarana Jumlah

1. Ruang Kelas 18

2. WC Siswa 2

3. Perpustakaan 1

4. Musholla 1

55Dokumentasi, Sarana dan Prasarana SMPN 1 Labuapi, Tanggal 25 Maret 2022

56Dokumentasi, Sarana dan Prasana SMPN 1 Labuapi, Tanggal 25 Maret 2022

5. Struktur Organisasi Guru dan Pegawai SMP Negeri 1 Labuapi Gambar 2.257

Struktur Organisasi Guru Dan Pegawai

57Dokumentasi, struktur Organisasi Sekolah, dikutip pada tanggal 10 April 2022

6. Data dan Keadaan Guru SMP Negeri 1 Labuapi Tabel 2.358

Keadaan Guru SMP Negeri 1 Labuapi

Ijazah Terakhir

Jumlah

Total GT

(PN,GB,GK)

GT (Yayasan)

GTT

L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml

S2 1 2 3 - - - - 1 1 1 3 4

S1 6 18` 24 - - - 5 9 14 11 25 35

Sarmud/D3 - - - -

D1/D2 - - - -

SMU/SMK/MA - - - -

JUMLAH 7 17 26 - - - 3 8 10 2 26 36 Ket:

GT = Guru Tetap GB = Guru Bantu GTT = Guru Tidak Tetap PN = Pegawai Tetap GK = Guru Kontrak

58Dokumentasi, Data dan keadaan Guru SMP Negeri 1 Labuapi, 10 April 2022

7. Data dan Keadaan Siswa SMP Negeri 1 Labuapi Tabel 2.459

Keadaan Siswa SMP Negeri 1 Labuapi

Tahun Ajaran Kelas VII Kelas VIII Kelas X Jumlah

2021/2022 170 113 134 417

B. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kedisplinan Belajar

Disiplin perlu ditegakan agar tidak terjadi pelanggaran, bila pelanggaran terjadi dapat mengganggu usaha pencapaian tujuan pembelajaran, usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah menetapkan berbagai peraturan yang disebut tata tertib, berbagai macam aturan yang harus dijalankan oleh siswa yang termuat dijalannya termasuk berbagai sanksi yang akan dijatuhkan apabila siswa melakukan pelanggaran tata tertib sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di SMP Negeri 1 Labuapi kabupaten Lombok Barat, pada hari Selasa, 22 Maret 2022, pada pukul 09.00 dengan Sri Wahyuni selaku guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi, tentang bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa kelas VIII adalah :

1. Membaca Asmaul Husna Sebelum Pembelajaran Dimulai

59Dokumentasi, Data dan Keadaan Siswa SMP Negeri 1 Labuapi, 10 April 2022

Berdasarkan hasil wawancara dengan Sri Wahyuni selaku Guru PAI mengemukakan bahwa:

“Sebelum mulai belajar, anak-anak saya suruh melantunkan Asmaul Husna, setelah itu mereka seraya berdo’a sebelum belajar. Selanjutkan saya mengasah pikiran dengan menanyakan pelajaran yang telah mereka pelajari sejak minggu kemarin. Dan jika ada salah satu siswa yang telat, maka saya suruh mereka melafazkan asmaul husna dan berdo’a sendiri.”60

Pendapat yang serupa juga dikemukakan oleh H. Usman selaku guru olahraga kelas VIII mengatakan bahwa:

“Anak-anak kami setiap akan memulai pembelajaran kami mengajak mereka untuk membaca asmaul husna secara bersama, tujuannya agar membuat mereka konsentrasi dalam belajar. Karena menyebut asma Allah merupakan suatu pembuatan positif”61

Hasil dari Observasi tersebut sesuai dengan pengamatan penelitian di kelas VIIIc, semua siswa duduk di bangku masing-masing untuk membaca Asmaul Husna yang dipimpin oleh oleh ketua kelas. Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam proses belajar mengajar.62

Dan Adapun pendapat dari Nurul Ulyani selaku guru Bimbingan konseling mengatakan bahwa:

“Membentuk anak didik yang disiplin bukanlah sebuah upaya yang mudah, kami disini berupaya dengan mencoba berbagai hal, membaca asmaul husna, memberikan hukuman bagi setiap siswa yang tidak disiplin baik dari cara berpaikan dan ketepan waktu datang.”63

Dan Adapun pernyataan dari Dedi Iswahyudi salaku Guru pendidikan kewarganegaraan mengatakan bahwa:

60 Sri Wahyuni , Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

61 H. Usman, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

62 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022

63 Nurul Ulyani, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

“Mengenai tanggung jawab membentuk siswa yang disiplin pada dasarnya bukan hanya tanggung jawab guru Agama, semua komponen sekolah juga harus terlibat, oleh sebab itu kita sebagai guru, perlu memberikan pelajaran bukan hanya menyampaikan ceramah mengenai disiplin akan tetapi, contoh atau memberikan suritauladan yang baik pada siswa, datang tepat waktu, pakaian rapi. Sehingga anak-anak akan malu jika mereka tidak disiplin”64

Pendapat yang senada di sampaikan oleh Nurlaela selaku guru bahasa Indonesia mengatakan bahwa:

“Dalam upaya membentuk kedisiplinan siswa kita disini, lebih banyak kita memberikan contoh pada anak-anak, bukan sekedar menasehati dengan ucapan, namun terpenting adalah dengan cara perbuatan, mereka akan protes kalau disuruh datang tepat waktu jiga guru- gurunya tiap hari telat, jadi upaya paling tepat saya rasa kita sebagai guru berikanlah contoh disiplin itu pada anak-anak.”65

Demikian juga di sampaikan oleh Hasan Alhabsi selaku guru matematika mengatakan bahwa:

“Menjadikan anak didik disiplin adalah tanggung jawab kita sebagai guru, memberikan contoh dalam bentuk perilaku adalah cara paling tepat untuk anak-anak di era sekarang”66

Hasil wawancara tersebut sesuai dengan hasil observasi bahwa Upaya Guru PAI dalam meningkatkan kedisplinan belajar kelas VIII melakukan kegiatan secara religi sebelum pembelajaran dimulai siswa diperintah untuk melantunkan asmaul husna dan berdo’a.67

64 Dedi Uswahyudi, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

65 Nurlaela, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

66Hasan Alhabsi, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

67 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022

2. Melaksanakan salat Dhuha secara berjama’ah

Berdasarkan hasil penelitian Sri Wahyuni mengemukakan bahwa :

“Kedisiplinan sudah cukup baik karena guru PAI selalu menerapkan siswanya untuk selalu patuh dalam mengikuti kegiatan disekolah seperti guru PAI setiap jam 8 pagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam anak-anak saya suruh untuk ke Musala untuk salat Dhuha sebelum proses pembelajaran dan jika ada siswa yang melanggar siswa di anggap Alpa atau dianggap tidak masuk sekolah.” 68

Dari hasil observasi tentang Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VIII menggunakan cara penekanan terhadap siswanya agar mampu menerima dan menerapkan kedisplinan belajar dengan baik. Dalam proses ini guru PAI mendisiplinkan siswa dengan pembiasaan salat dhuha secara berjama’ah setiap hari jum’at pagi.69

3. Memberikan tugas tambahan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Sri Wahyuni Mengemukakan bahwa :

“Apabila ada siswa yang tidak mengerjakan PR, maka siswa tersebut mendapatkan tugas tambahan yang harus di kerjakan.”70

Kemudian peneliti menemukan hasil wawancara dengan salah satu siswa kelas VIIIc mengemukakan bahwa:

“jika ada siswa yang tidak mengerjakan tugas PR, maka ibu guru menambahkan tugas siswa tersebut sebagai hukuman bagi mereka yang tidak mengerjakan tugas.”

68Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

69 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 Maret 2022

70 Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

4. Guru menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu, siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya senidiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan dapat terlambat masuk ke kelas.

Disiplin dalam belajar sangat penting bagi siswa karena dapat meringankan beban orang tua untuk mengontrol perilaku yang negatif dan dilingkungan sekolah, disiplin juga dapat mengarahkan dan mengendalikan aktivitas anak dalam proses belajar mengajar sehingga hasil belajar meningkat.

Dari hasil wawancara tersebut dikemukakan bahwa proses upaya dalam rangka menerapkan kedisplinan belajar ke peserta didik sangatlah ketat dan tidak boleh dibuat permainan harus fokus apa tujuan dari arah pembelajaran yang baik. Cara penekanan dan pemaksaan mungkin bisa membuat anak bias lebih giat dan disiplin dalam menerima proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, tidak hanya proses itu yang di terapkan oleh guru PAI SMP Negeri 1 Labuapi, ada cara lain agar siswa lebih dapat disiplin seperti :

a. Memberikan pemahaman tentang konsekuensi dari perilaku yang dilakukan oleh anak.

b. Memberikan sanksi atau hukuman.

Dari hasil penelitian, Sri Wahyuni selaku guru PAI mengemukakan bahwa :

“sebenarnya kedisiplinan siswa kelas VIII sudah cukup baik, namun terkadang ada kebiasaan yang masih bawa sewaktu masih di bangku SD, masih ada beberapa anak yang telat masuk kelas, tidak mengerjakan PR, dan saya memberikan hukuman seperti menyapu halaman sekolah, dan menyangkul untuk membuat lobang pembuangan sampah.”71

Dengan melakukan penerapan ini digunakan agar siswa tidak melakukan peraturan yang melanggar tata tertib sekolah, dan agar siswa jera dalam hal tersebut.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa guru PAI memberikan sanksi dengan menyuruh siswa tersebut membaca doa serta melafazkan Asmaul Husna dengan sendiri .72

Ada juga hasil wawancara dari salah siswa kelas VIII yang diungkapkan oleh Suci Cahaya Putri :

“selama ini guru PAI disini menerapkan kedisipinan belajar siswa seperti saat belajar guru selalu meningkatkan siswa untuk selalu mengerjakan tugasnya disekolah dan guru selalu memberi nasehat kepada siswa yang melanggar agar tidak mengulangi perbuatannya.

Dan cara itu ketika mengajar supaya siswa tidak jenuh, guru diselangi dengan guyonan lucu yang membuat siswa tidak jenuh dalam belajar.”73

Hasil wawancara kedua oleh Muhammad Husnul Bahrain kelas VIII dia menyatakan bahwa :

71 Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

72 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022

73 Suci Cahaya Putri, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

“Program kedisiplinan sangat bagus diterima oleh siswa dengan baik.

Kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan Agama secara optimal guru mengajarkan murid mendengarkan sehingga siswa bisa aktif bertanya dikelas.”74

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari dirumah, disekolah, maupun lingkungan masyarakat, dengan dapatnya disiplin siswa akan lebih mudah untuk mengikuti setiap proses pembelajaran di kelas, dan gurupun sangat senang apabila semua siswa yang mereka ajari dapat melakukan disiplin dan mematuhi tata tertib di sekolah.

Bebeparapa fungsi disiplin diterapkan pada kehidupan sehari-hari di sekolah, rumah, atau di lingkungan masyarakat, apabila fungsi disiplin di sekolah adalah untuk membangun kepribadian yang lebih baik, dapat menata kehidupan bersama, dan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan guru menerapkan kebiasaan kepada siswa yang baik seperti kegiatan yang dilakukan guru dalam melantukan asma-asma Allah sebelum kegiatan belajar dimulai. Yang diharapkan dapat meningkatkan kedekatan siswa dengan Tuhan yang Maha Esa dan menjadi nilai pribadinya.

Hal serupa peneliti juga bertanya kepada guru PAI lain yaitu Nurul Mizan, beliau meningkatkan kedisplinan belajar yang diterapkan di SMP Negeri 1 Labuapi, beliau menyatakan :

74 Muhammad Husnul Bahrain, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

“Disini saya menekankan pembiasaan yang mengaruh pada kehidupan masyarakat seperti selalu bersopan santun, tata krama yang baik, dengan senyum menyapa dan mengucapkan salam terhadap bapak guru pengajar, bahkan teman sebayanya. Selain itu, ada pembiasaan membaca asmaul husna sebelum belajar, dan setelah itu saya absen satu persatu, kadang saya suruh ketua kelasnya untuk mengabsen temannya sendiri. Dengan inilah saya melatih kedisiplinan siswa dan bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai umat islam.”75

Hasil observasisesuai dengan hasil pernyataan bahwa pembiasaan yang dilakukan oleh guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi yaitu menekankan pembiasaan sopan santu, tata krama, senyum sapa, salam terhadap bapak dan ibu guru, bahkan dengan teman sebaya sehingga memunculkan keakraban terhadap seluruh warga masyarakat di lingkungan SMP Negeri 1 Labuapi, kemudian adanya penekanan pelatihan kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap peserta didik selalu tidak lupa berdo’a dan selalu membaca/melantunkan Asmaul Husna dan memegang amanah yang telah di berikan terhadap gurunya. 76

75 Nurul Mizan, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022

76 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 Maret 2022

C.Faktor Pendukung dan Penghambat Upaya Guru PAI Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa

Dalam suatu proses untuk mencapai tujuan pasti terdapat suatu hal yang mempengaruhi dan harus diperhatikan. Baik itu faktor pendukung dan faktor peenghambat. Hal-hal yang mendukung dari penghambat yang dihadapi dalam menjalankan strategi guru PAI dalam menerapkan nilai-nilai religious di SMP Negeri 1 Labuapi.

1. Pendukung

Hal-hal yang mendukung dari upaya guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi dengan penjelasan dari Sri Wahyuni selaku guru PAI yang menyatakan bahwa :

“sarana dan prasana disini sudah sangat baik seperti kedisiplinan belajar siswa dalam waktu kegiatan beribadah khususnya putri sudah disediakan mukena untuk salat ketika praktik baca tulis Al-Qur’an didalam musala juga telah disediakan Al-Qur’an berhubungan dengan materi itu sudah disediakan, tersedia alat-alat kebersihan seperti sapu, cikrak, sikat lantai untuk digunakan sebagai alat kebersihan disekolah.”77

Hasil dari wawancara denganSri Wahyuni selaku guru PAI menyatakan bahwa hal yang mendukung untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Negeri 1 Labuapi yaitu tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan menunjang untuk melaksanakan kedisiplinan belajar di SMP Negeri 1 Labuapi.

Sebagaimana peneliti lihat di musala sekolah tersedia juga mukna, Al- Qur’an, dan buku-buku yang berhubungan dengan materi pembelajaran PAI

77Sri Wahyuni, Wawancara,SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

dan alat-alat kebersihan sehingga siswa tidak usah repot membawa peralatan salat dan ngaji di rumah.78

2. Penghambat

Hal-hal yang menghambat untuk menerapkan upaya guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi, Sri Wahyuni menyatakan bahwa :

“dilihat dari segi karakter pada siswa yang berbeda-beda, dari keterlambatan siswa ketika datang ke sekolah, sehingga guru PAI harus mengarahkan siswa agar tertib disiplin dalam mengikuti pelajaran yang ada di sekolah.”79

Hal yang sama diungkapkan oleh Nurul Mizan sebagai guru PAI Menyatakan bahwa :

“ada unsur keterpaksaan siswa dalam menjalankan kedisiplinan belajar, seharusnya setiap mengikuti proses pembelajaran itu harus ikhlas dari hati.”80

Hasil temuan observasi di kelas, terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru dengan mengobrol sendiri dengan temannya dan bermain-main sendiri didalam kelas.

Dari hasil Observasi tersebut dikemukakan beberapa hal yang menghambat dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi yaitu kondisi dari kondisi awal siswa yang tidak ikhlas dan malas mengikuti kegiatan belajar dan pengaruh dari pergaulan di

78Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022

79 Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

80 Nurul Mizan, Wawancara,SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022

luar, karakter siswa yang berbeda-beda, unsur keterpaksaan siswa, dan pengaruh pergaulan teman sebayanya.81

81Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 April 2022

56 BAB III PEMBAHASAN

A.Bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kedisplinan Belajar Kelas VIII Di SMP Negeri 1 Labuapi

Upaya guru dalam mendisiplinkan siswa dapat dilakukan secara demokratis, yakni dari peserta didik itu sendiri. Dalam menanamkan disiplin, guru bertanggung jawab mengarahkan, dan berbuat baik, menjadi contoh, sabar dan penuh pengertian. Guru harus mampu mendisiplin peserta didik dengan kasih sayang, terutama disiplin diri (Self-discpline)

Berdasarkan hasil temuan di kelas VIII semua Guru PAI telah melakukan upaya sebagai berikut:

1. Membantu peserta didik mengembangkan pola perilaku untuk dirinya ; 2. Membantu peserta didik meningkatkan standar prilakunya;

3. Menggunakan pelaksanakan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin.

Adapun bentuk upaya guru adalah sebagai berikut “ pemberian motivasi, mengaktifkan peserta didik, menyediakan pengalaman belajar, pendekatan dan komunikasi dalam pembelajaran, dan pemanfaatan sumber pembelajaran.”82

Dalam pembelajaran, guru berhadapan dengan peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi, yang selamanya itu berpengaruh terhadap kebiasaannya dalam mengikuti pembelajaran dan berprilaku di sekolah. Kebiasaan tersebut masih tidak menunjang bahkan menghambat pembelajaran. Kita masih sering menyaksikan dan mendengar

82Ramayulis, “Metodologi Pendidikan Agama Islam,” hlm. 19

peserta didik yang perilakunya yang perilakunya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan sikap dan moral yang baik. Misalnya merokok, rambut gondrong, Rambut di cat sendiri, membolos, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, membuat keributan dikelas, melawan guru, berkelahi, bahkan menjurus pada hal-hal yang bersifat kriminal. Dengan kata lain masih banyak peserta didik yang tidak disiplin, yang menghambat jalannya pembelajaran. Kondisi tersebut menuntut guru untuk senantiasa mendisiplinkan peserta didik agar dapat mendongkrak kualitas pembelajaran.83

Adapun upaya guru di SMPN 1 Labuapi adalah dengan memberikan imtaq disetiap akan memulai pelajaran dengan membaca asma allah. Dengan bersama-sama, selain itu juga semua guru memberikan contoh disiplin dalam isteraksi di lingkungan sekolah. Karena menurut para guru itulah metode yang tepat utuk membentuk anak-anak yang disiplin.

Untuk mendisiplinkan siswa dengan berbagai strategi, guru harus mempertimbangkan berbagai situasi, dan perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Mempelajari pengalaman siswa secara langsung misalnya melalui daftar hadir kelas.

b. Mempelajari pengalaman siswa di sekolah melalui kartu catatan kumulatif.

c. Mempertimbangkan lingkungan sekolah dan lingkungan siswa.

d. Memberika tugas yang jelas dan mudah dipahami oleh para siswa.

83E. Mulyasa, “Menjadi Guru Profesional,”(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm.

170

e. Menyiapkan kegiatan sehari-hari agar apa yang dilakukan dalam pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan, tidak terjadi banyak penyimpangan

B. Faktor pendukung dan penghambat upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan belajar kelas VIII di SMPN 1 Labuapi

Dalam suatu proses untuk mencapai tujuan pasti terdapat suatu hal yang mempengaruhi dan harus diperhatikan. Baik itu faktor pendukung dan faktor peenghambat. Hal-hal yang mendukung dari penghambat yang dihadapi dalam menjalankan strategi guru PAI dalam menerapkan nilai-nilai religius di SMP Negeri 1 Labuapi

1. Pendukung

Hal-hal yang mendukung dari upaya guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi adalah suatu hal yang mendukung untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Negeri 1 Labuapi yaitu tersedianya sarana dan prasana yang memadai dan menunjang untuk melaksanakan kedisiplinan belajar di SMP Negeri 1 Labuapi seperti mukna, Al-Qur’an, dan buku-buku yang berhubungan dengan materi pembelajaran PAI dan alat-alat kebersihan sehingga siswa tidak usah repot membawa peralatan salat dan ngaji di rumah.

Fungsi utama disiplin adalah untuk mengajar mengendalikan diri dengan mudah, menghormati, dan mematuhi otoritas. Dalam mendidik siswa perlu disiplin, tegas dalam hal apa yang harus dilakukan dan apa yang

dilarang serta tidak boleh dilakukan. Disiplin perlu dibina pada diri peserta didik agarmeraka dengan mudah dapat:

a) Meresapkan pengetahuan dan pengertian sosial secara mendalam dalam dirinya.

b) Mengerti dengan segera untuk menjalankan apa yang menjadi kewajibannya dan secara langsung mengerti larangan-larangan yang harus ditinggalkan

c) Mengerti dan dapat membedakan perilaku yang baik dan perilaku yang buruk.

d) Belajar mengendalikan keinginan yang berbuat sesuatu tanpa adanya peringatan dari orang lain.84

Menurut Baharudin mengemukakan bahwa salah satu tempat atau lingkungan yang dapat membantu anak mengembangkan karakter disiplin yang baik. Pembinaan dan pendidikan disiplin di sekolah ditentukan oleh keadaan sekolah tersebut. Keadaan sekolah dalam hal ini adalah ada tidaknya sarana-sarana yang diperlukan bagi kelancaran proses belajar mengajar.85 Hal-hal yang mendukung lainnya yaitu:

a. Komitmen sekolah

Pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala sekolah dan sangat mendukung dengan adanya kegiataan yang dilakukan di sekolah oleh guru PAI.Dengan memberikan keluasan pada guru dan siswa yang

84 Hayati Nur, “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Di SMAN 1 Plosoklaten Kediri” (Skripsi, IAIN Tulungagung, 2019) hlm. 81

85Baharudin, Sosiologi Pendidikan, (Mataram, Sanabil, 2016), hlm. 32.

sifatnya untuk melatih siswa disiplin dalam belajar, dengan syarat sesuai dengan kaidah agama Islam dan tidak melenceng dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Hal yang diwujudkan oleh pihak sekolah yang tetap mendukungkebijakan kegiatan tersebut yaitu dengan membangun mushalla sekolah guna untuk memperlancar kegiatan pembelajaran di sekolah.

b. Sarana prasarana

Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang ada pada suatu lembaga sekolah guna menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Negeri 1 Labuapi. Sarana dan prasarana berperan penting dalam proses meningkatkan kedisiplinan belajar siswa disekolah, karena sarana merupakan salah satu faktor pendidikan yang perlu diperhatikan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.86Hal ini sesuai dengan pernyataan Suharsimi Arikunto bahwa:

“Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang tidak bergerak maupun yang bergerak sehingga pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.”87

Tanpa adanya sarana yang memadai sulit untuk meningkatkan kedisiplinan belajar yang diterapkan oleh guru PAI. dan guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi ini di dukung oleh sarana dan prasarana yang

86Emayanti, “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Disiplin Belajar Siswa Kelas IV Di SDN 1 Telagawaru,” (Skripsi, FTK, UIN Mataram, Mataram) hlm. 73

87 Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993), hlm. 81-82

memadai di sekolah ini seperti halnya buku-buku penunjang materi pembelajaran PAI, serta alat peraga untuk praktik,peralatan kebersihaan dan peralatan untuk kegiatan ekstrakulikuler. Selain itu kondisi lingkungan yang nyaman, kondusif dan strategis sangat membantu guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar melalui kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Labuapi terlaksana dengan baik.

Hubungan sarana dan prasarana dengan kedisiplinan adalah dapat membantu siswa untuk belajar dengan nyaman, efektif dan efesien, sehingga para siswa tidak perlu repot untuk mencari kebutuhan- kebutuhan yang ada di luar sekolah

c. Wali murid

Peranan orang tua sangat berpengaruh dalam mendidik anak.

Dimana dalam konsep pembentukan karakter anak orang tua merupakan awal dari terbentuknya karakter anak setelah di lingkungan sekolah dan masyarakat. Keterkaitan wali murid dalam membantu proses guru PAI meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di sekolah, diwujudkan dengan selalu mengontrol anak dengan melihat kegiatan yang mereka lakukan dengan komunikasi lansung dengan guru.Selain itu wali murid juga mendesak pihak sekolah untuk selalu menerapakan kedisiplinan belajar dalam keagamaan anaknya selain mendapat ilmu pengetahuan umum juga mendapatkan ilmu agama yang kuat meskipun sekolahnya di sekolah umum.

Dalam dokumen upaya guru pendidikan agama islam dalam (Halaman 58-62)

Dokumen terkait