BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Berdasarkan sifat penelitian diatas, maka dalam penelitian ini penulis berupaya mendeskripsikan secara sistematis dan faktual Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa SMP Negeri 1 Labuapi Bagek Polak Kabupaten Lombok Barat didasarkan pada data yang terkumpul selama penelitian dan dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian.
3. Kehadiran Peneliti
Data merupakan hasil pencatatan penulis, baik berupa fakta ataupun angka.“Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.”40Adapun sumber yang penulis gunakan dalam menyusun proposal ini dikelompokkan menjadi dua yakni sumber primier dan sumber sekunder. Dari sumber primer dalam penelitian yang termasuk didalamnya adalah guru mata pelajaran PAI yang diupayakan untuk meningkatkan belajar dikelas, sedangkan sumber sekunder yang termasuk adalah untuk mengumpulkan data yang akan didapat dari siswa itu sendiri.
4. Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Labuapi Dusun Bagek Polak Kabupaten Lombok Barat, karena peniliti ingin menggali informasi dan membedah apa yang menjadi rumusan masalah dalam skripsi ini.
40Ibid,hlm. 4
5. Sumber Data a. Sumber Primer
Sumber Primer adalah “data yang diperoleh dari certa para pelaku peristiwa itu sendiri, dan sanksi mata yang mengalami yang mengalami atau mengetahui peristiwa tersebut.” Adapun yang dimaksud dengan primer “data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak-gerik atau perilaku yang dilaksakan oleh subyek yang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah subyek penelitian (Informan) yang berkenan denga variabel yag diteliti.”41
Jadi sumber primer dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diupayakan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar di kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi.
b. Sumber Sekunder
Sumber skunder adalah “informasi yang diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan dengan peristiwa tersebut.”42 Berdasarkan pengertian diatas, maka penulis dalam mengumpulkan data tentang data yang akan didapat dari siswa kelas VIII SMPN 1 Labuapi, dokumen terkait kondisi sekolah dan pihak terkait di SMPN 1 Labuapi.
41 Suharsimi Arikunto, “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,” (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2010), cek ke-14, 12
42 Sukardi, “Metodologi Penelitian, “205
6. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mengumpulkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitian tidak akan mendapat data yang memenuhi standar yang ditetapkan.
Dalam penelitian kali ini wawancara akan ditujukan kepada guru sebagai responden untuk mendapatkan informasi atau berita yang diinginkan oleh peneliti yaitu mengenai Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam menciptakan kedisiplinan belajar siswa untuk mengetahui kedisiplinan yag ada pada diri siswa. Sehingga hasil yang diperoleh dari kedua responden tersebut benar-benar aurat dan dapat dijadikan sebagai informasi yang bisa digunakan sebagai penelitian di SMP Negeri 1 Labuapi.
Dalam rangka untuk memperoleh data yang alami dan obyektif dilokasi penelitian, hendaklah seorang penulis menggunakan bermacam- macam metode pengumpulan data untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan maka penulis menggunkan metode sebagai berikut:
a. Teknik Wawancara
Wawacara adalah “proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisa dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan.”43 Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara:
43 Cholid Narbuko, “Metodologi Penelitian”, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 83
1) Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan.
2) Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list.
Pewawancara tinggal menumbuhkan tanda v (check) pada nomor yang sesuai.44
Berdasarkan penjelasan diatas peneliti menggunakan wawancaratidak terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan oleh pewawancara kepada Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Labuapi dan siswa kelas VIII SMP Negeri Labuapi.Teknik interview atau wawancara disini penulis digunakan untuk mencari keterangan tentang upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siwa.
b. Teknik Observasi
Obsevasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang penting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.45Karena metode observasi ini terdiri dari dua macam, yaitu observasi partisipan dan non partisipan.Maka dengan berbagai pertimbangan, penulis dalam penelitian ini menggunakan metode observasi non partisipasi seorang pengamat bisa melakukan pengumulan data dan tanpa harus melibatkan diri langsung kedalam situasi dimana peristiwa itu berlangsung.
44Suhartini Arikunto, “Prosedur,” hlm. 270.
45 Sugiono,” Metodologi Penelitian Kualitatif dan R & D,”(Bandung: Alvabeta, 2012), hlm. 145
Teknik observasi ini digunakan peneliti untuk memperoleh tentang kedisiplinan belajar siswa, peneliti melakukan observasi pada saat sebelum jam belajar dimulai, dan saat pelaksanaan yang dilakukan oleh Guru Pendididkan Agama Islam.
c) Teknik Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data, mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat, lenger, agenda, dan sebagainya.46 Jadi metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan jalan mengumpulkan bukti-bukti tertulis atau tercetak, gambar, dan sebagainya.
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data sejarah atau profil sekolah, data guru, data peserta didik, denah lokasi, terhadap segala hal baik objek atau peristiwa yang terjadi di SMP Negeri 1 Labuapi.
7. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data selama dilapangan, ada dua teknik yang sering digunakan tenik Miles dan Hubermen dan teknik Spradley.47 Pada penelitian ini peneliti menggunakan model interaktif Miles, Hubermen dan Saldana (2014), yang meletakkan menjadi tiga komponen yang saling berinteraksi dalam proses penelitian kualitatif yaitu: Kondensasi data (data condensation), penyajian data (data
46Suharsimi Arikunto, “Prosedur Penelitian,” hlm. 274
47 M. Sobry Sutikno, “Penelitian Kualitatif” (Lombok: Holistika Lombok, 2020), hlm.
139
display), dan penarikan kesimpulan (Drawing And Verifying Conclustion).
Gambar 1.1 Teknik Analisis Data 1) Kondensasi Data (Data Condensation)
Kondensasi data dapat diartikan sebagai proses pemilihan, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstrakkan , mentransformasikan data, yang mendekati keseluruhan bagian catatan-catatan tertulis di lapangan, transkrip wawancara, dokumentasi-dokumentasi dan materi-materi empiris. Jadi, kondensasi data ini diperoleh setelah peneliti melakukan wawancara mendalam dan mendapatkan data tertulis di lapangan, yang nantinya transkrip wawancara itu dipilah-dipilah untuk mendapatkan fokus penelitian yang dibutuhkan.48
48Sugiono, “Metode Penelitian Kualitatif,” hlm. 140
2) Penyajian Data (Data Display)
Display data merupakan aktivitas terorganisir, yang dikompetensi dengan perakitan informasi yang memungkinkan menggambarkan simpulan dan tindakan. Dalam tahapan ini, peneliti menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, yang tersusun dalam kalimat-kalimat yang sederhana.Kalimat-kalimat tersebut disusun saling berhubungan satu dengan lainnya secara naratif.
3) Penarikan Kesimpulan (Drawing And Verifying Conclustion) Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian dari satu kegiatan dan konfigurasi yang utuh.Simpulan-simpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung.Peneliti menggunakan sikap kritism skeptic dan terbuka untuk mendapatkan simpulan yang valid. Oleh karena itu simpulan harus diverifikasi terus menerus hingga diperoleh simpulan “ jenuh”, yang tidak memberikan peluang terhadap simpulan yang lain.49
8. Teknik Penjamin Keabsahan Data
Penulis dalam memeriksa keabsahan dan kevaliditasan data, menggunakan tringulasi data, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain, dimana data tersebut digunakan untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data
49Ibid, hlm. 141-142
itu.50Dalam hal ini peneliti menggunakan tringulasi teknik sumber.
Tringulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif, adapun teknik tringulasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Triangulasi Sumber
Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu sistem informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.51 Peneliti menggunakan dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan dengan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
2) Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik adalah untuk menguji kreabilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.52 Peneliti menggunakan triangulasi tekni ini untuk mengetahui dan mengecek hasil data yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data di atas sama atau berbeda.
Jika sama maka data tersebut sudah kredibel dan jika berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data
50Lexy J Moleong, “Metodologi Penelitian,” hlm. 330
51Ibid, hlm. 330-331
52Ibid
yang bersangkutan, untuk memastikan data mana yang dianggap benar.