BAB IV PENUTUP
B. Saran
Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang ada pada suatu lembaga sekolah guna menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMP Negeri 1 Labuapi. Sarana dan prasarana berperan penting dalam proses meningkatkan kedisiplinan belajar siswa disekolah, karena sarana merupakan salah satu faktor pendidikan yang perlu diperhatikan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.86Hal ini sesuai dengan pernyataan Suharsimi Arikunto bahwa:
“Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang tidak bergerak maupun yang bergerak sehingga pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.”87
Tanpa adanya sarana yang memadai sulit untuk meningkatkan kedisiplinan belajar yang diterapkan oleh guru PAI. dan guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi ini di dukung oleh sarana dan prasarana yang
86Emayanti, “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Disiplin Belajar Siswa Kelas IV Di SDN 1 Telagawaru,” (Skripsi, FTK, UIN Mataram, Mataram) hlm. 73
87 Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993), hlm. 81-82
memadai di sekolah ini seperti halnya buku-buku penunjang materi pembelajaran PAI, serta alat peraga untuk praktik,peralatan kebersihaan dan peralatan untuk kegiatan ekstrakulikuler. Selain itu kondisi lingkungan yang nyaman, kondusif dan strategis sangat membantu guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar melalui kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 1 Labuapi terlaksana dengan baik.
Hubungan sarana dan prasarana dengan kedisiplinan adalah dapat membantu siswa untuk belajar dengan nyaman, efektif dan efesien, sehingga para siswa tidak perlu repot untuk mencari kebutuhan- kebutuhan yang ada di luar sekolah
c. Wali murid
Peranan orang tua sangat berpengaruh dalam mendidik anak.
Dimana dalam konsep pembentukan karakter anak orang tua merupakan awal dari terbentuknya karakter anak setelah di lingkungan sekolah dan masyarakat. Keterkaitan wali murid dalam membantu proses guru PAI meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di sekolah, diwujudkan dengan selalu mengontrol anak dengan melihat kegiatan yang mereka lakukan dengan komunikasi lansung dengan guru.Selain itu wali murid juga mendesak pihak sekolah untuk selalu menerapakan kedisiplinan belajar dalam keagamaan anaknya selain mendapat ilmu pengetahuan umum juga mendapatkan ilmu agama yang kuat meskipun sekolahnya di sekolah umum.
Ahmad tafsir dalam bukunya Metodologi Pengajaran Agama Islam mengatakan bahwa:
“Keterbatasan kemampuan (intelektual, biaya, waktu) orang tua menyebabkan ia mengirim anaknya ke sekolah. orang tua meminta tolong agar sekolah membantu mendidik (mendewasakan) anaknya.”88
Hal ini berkaitan dengan kewajiban orang tua dalam ikut serta mendidik anak untuk diarahkan kearah yang lebih baik.Bukan hanya guru saja yang mendidik tapi tugas orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan rasa kedisiplinan pada diri anak. Melalui kerjasama antara wali murid dengan guru akan menciptakan suasana keharmonisan antara kedua belah pihak, sehingga akan terjadi saling kontrol melihat perkembangan anak ketika di rumah maupun di sekolah.
d. Motivasi guru PAI
Melihat kondisi sekarang ini membuat guru PAI khususnya di SMP Negeri 1 Labuapi tergugah hati untuk meningkatkan kedisiplinan belajar yang sudah mulai pudar dikalangan para siswa khususnya siswa-siswi di SMP Negeri 1 Labuapi.Melalui kegiatan pembiasaan yang telah diterapkan, guru PAI mengharapkan nantinya para siswa dari SMP Negeri 1 Labuapi menjadi siswa yang berkarakter religius dan berakhlak mulia di hadapan masyarakat.
Dengan upaya guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar, maka dampak positif dapat terlihat dengan baik. Dalam meningkatkan
88 Ahmad Tafsir, “Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Bandung: PT.
RemajaRondakarya, 2011) hlm. 128
kedisiplinan harus dilakukan secara berkelanjutan agar terbiasa melakukan dan terus ditingkatkan agar terbiasa melakukan disiplin dari segala hal mulai dari disiplin berbicara, perbuatan, berpakaian, dan beribadah. Diharapkan semua siswa dapat menerapkan pembiasaan- pembiasaan tersebut ketika di sekolah, di rumah maupun di masyarakat.
2. Penghambat
Hal-hal yang menghambat untuk menerapkan upaya guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuapi bahwa apa yang dilihat dari segi karakter pada siswa yang berbeda-beda, dari keterlambatan siswa ketika datang ke sekolah, sehingga guru PAI harus mengarahkan siswa agar tertib disiplin dalam mengikuti pelajaran yang ada di sekolah.Hal-hal yang menghambat juga yaitu :
1) Kesibukan orang tua
Berdasarkan observasi dan wawancara sebagai besar kendala yang dihadapi adalah karena kesibukan orang tua. Sikap orang tua yang memanjakan anaknya cenderung kurang disiplin dan takut menghadapi tantangan kesulitan. Memberikan sebuah penanaman karakter disiplin juga melatih peserta didik untuk mengaji karena, ada yang masih terbata-bata dan belum bisa untuk membaca Al-Qur’an secara lancar.
Menurut Zubaedi mengatakan, bahwa kendala yang menjadi kurangnya kedisiplinan anak adalah pembiasaan dalam diri dan cara orang tua dalam mengajarkannya. Sehingga mereka tidak sempat
memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya serta tidak memperhatikan pendidikan agama khususnya pendidikan karakter disiplin.89
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa kendala yang dihadapi sebagian guru PAI adalah karena kurangnya perhatian dari orang tua. Pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan orang tua selalu disibukkan dengan pekerjaan masingmasing. Selain kurangnya perhatian orang tua kepada anak, para orang tua juga masih banyak yang berpandangan sempit mengenai pendidikan.
2) Lingkungan masyarakat (pergaulan)
Pergaulan dari siswa diluar sekolah juga sangat berpengaruh besar terhadap tingkahlaku dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Karena pengaruh dari pergaulan itu sangan cepat, maka apabila ada pengaruh yanng buruk maka akan membawa dampak yang buruk pula bagi anak. Besarnya pengaruh dari pergaulan dimasyarakat tidak terlepas dari adanya norma dan kebiasaan yang ada, apabila kebiasaan dilingkungan positif maka akan berpengaruh positif pula, apabila kebiasaan dilingkungan negatif dalam lingkungan masyarakat maka juga akan berpengaruh buruk terhadap jiwa keagamaan siswa itu sendiri, besarnya pengaruh yang ditimbulkan juga terlepas dari tidak adanya pengawasan dari sekolah, karena lingkungan sekolah hanya
89 Zubaedi, “Desain pendidikan karakter” hlm. 15.
mengawasi para siswa saatjam sekolah dari pagi setelah sampai di sekolah dan jam pulang sekolah. Kemudian pergaulan diluar bukan lagi tugas dari sekolah.
3) Faktor dalam diri siswa
Adapun faktor dalam diri siswa itu sendiri dapat dipengaruhi oleh teman sebayan atau teman bermain yang memang sikapnya tidak bagus akan mudah terpengaruh, seperti malas belajar dan suka main- main dalam belajar, main PS, Fecebook, chating, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain sehingga waktu belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya akan mempengaruh negatif hasil belajar siswa sehingga terjadinya pelanggaran dalam tata tertib sekolah.90
Berdasarkan temuan peneliti di lapangan dapat dianalisis bahwa faktor penghambat dan pendukung upaya guru PAI di SMPNegeri 1 Labuapi dalam meningkatkan kedisiplinan siswa berasal dari dua faktor yaitu faktor intern (dalam) diri siswa dan faktor ekstern (luar) diri siswa. Dengan adanya faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di atas yang telah diketahui oleh guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi, maka guru PAI menerapkan metode punishmen untuk siswa yang kurang disiplin atau melakukan pelanggaran. Punishment yang diberikan guru PAI memiliki tujuan untuk membangun kedisiplinan siswa selain itu agar
90 Faridah, Yuliatin, Muh. Zubair, “Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa (Studi Di SMP Negeri 6 Mataram), Vol. 8, No. 1, Agustus 2021, hlm. 35
siswa lebih aktif lagi untuk mencari solusi dari kendala-kendala yang dihadapi bukan hanya pasrah dengan keadaan dan menyepelekan saja.
Salah satunya adanya kendala upaya guru untuk meningkatkan kedisiplinan siswa berasal dari lingkungan tempat tinggal yang susah sinyal dan terkendala perekonomian keluarga yang kurang dapat memberikan fasilitas pada anak seperti kuota. Dengan punishment yang diberikan oleh guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi untuk siswa diharapkan siswa dapat menyesuaikan dengan keadaan saat ini dan dapat mencari solusi dari kendala yang terjadi tanpa ada alasan-alasan tidak dapat disiplin dalam mengikuti pelajaran lagi, karena saat daring guru selalu memberikan perpanjangan waktu serta memberikan nasihat dan solusi dari kendala yang mereka hadapi.
Punishment atau hukuman disebut juga alat pendidikan yang korektif, yaitu suatu alat pendidikan yang bertujuan untuk menyadarkan anak untuk kembali pada hal-hal yang baik atau yang tertib.91Oleh karena itu punishment ini tepat diberikan untuk menyadarkan siswa akan pentingnya disiplin. Selain itu punishment ini digunakan untuk mengontrol siswa untuk dapat berperilaku sesuai harapan dan tidak menyepelekan pentingnya disiplin dalam belajar, karena jika siswa melakukan pelanggaran dan tidak ditindak lanjuti atau dibiarkan saja, pada umumnya siswa akan cenderung menyepelekan dan akan mengulangi kesalahannya lagi. Dengan
91 Ahmad Minan Zuhri, Hukum dalam Pendidikan Konsep Abdullah Nasih „Ulwan dan B.F. Skinner, 9
penerapan punishment untuk siswa ini memiliki dampak positif yang dirasakan oleh siswa di SMPNegeri 1 Labuapi yang awalnya tidak disiplin saat daring maupun luring menjadi lebih disiplin.
Selain itu solusi yang bisa dilakukan oleh guru di SMPNegeri 1 Labuapi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu dengan mengadakan home visit atau kunjungan ke rumah-rumah siswa yang memiliki permasalahan-permasalahan kedisiplinan dan menjapri siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran saat daring.
68 BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan
Dari hasil penelitian data dan pembahasan dalam skripsi ini, maka peneliti dapat meyimpulkan hasil penelitian yang telah disimpulkan, yaitu:
1. Upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kedisplinan belajar kelas VIII di SMPN 1 Labuapi adalah dengan membiasakan siswa membaca Asmaul Husna, melaksanakan salat Dhuha secara berjama’ah, guru memberikan tugas tambahan terhadap siswa yang melanggar aturan, dan guru menjadi contoh dalam berdisiplin.
2. Faktor pendukung upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan belajar kelas VIII di SMPN 1 Labuapi yaitu : tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan menunjang untuk melaksanakan kedisiplinan belajar di SMP Negeri 1 Labuapi
Adapun faktor penghambatnya yaitu antara lain :
a. Kondisi awal siswa yang tidak ikhlas dan malas dalam mengikuti kegiatan belajar
b. Pergaulan
c. Karakter siswa yang berbeda d. Unsur keterpaksaan siswa
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kenyataan yang ada dilapangan, peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada guru PAI hendaknya harus lebih meningkatkan lagi kedisiplinan belajar siswa terutama di kelas VIII.
2. Kepada siswa seharunya lebih intropeksi diri agar dapat mematuhi peraturan disekolah dan bisa ikhlas dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran disekolah agar tidak dapat mendapat hukuman dari guru jika melanggar tata tertib sekolah.
3. Kepada guru PAI semoga selalu istiqomah dalam memberikan peningkatan peningkatan untuk mendisiplinkan siswa kelas VIII.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Mujiin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, Metode Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Bandung, Refika Aditama, 2013
Ahmad Tafsir, “Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung: PT.
RemajaRondakarya, 2011
Ahmad Minan Zuhri, Hukum dalam Pendidikan Konsep Abdullah Nasih „Ulwan dan B.F. Skinner, 9
Akmal Hawi, Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2014
Aminuddin dan Aliaras Wahid, Pendidikan Agama Islam.Jakarta, University Press, 2006
Auladuna, Peranan fungsi guru dalam proses pembelajaran, Vol. 1 No. 2, Desember 2014,
Azmi, “Urgensi Pendidikan Akhlak dalam Membentuk Kepribadian Siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Akidah Akhlak di MI- madaniyah, “ Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Mataram,2007
Baharudin, Sosiologi Pendidikan, Mataram, Sanabil, 2016
Cholid Narbuko, “Metodologi Penelitian”, Jakarta Bumi Aksara, 2009, Dedi Uswahyudi, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
Departemen Agama RI,“Al-Qur‟an Dan Terjemahan Translite Latin”, Jakarta:
PT Pena Pundi Akara, 2009.
Dokumentasi, Denah Lokasi SMPN 1 Labuapi, Tanggal 25 Maret 2022
Dokumentasi, Sarana dan Prasarana SMPN 1 Labuapi, Tanggal 25 Maret 2022 Dokumentasi, struktur Organisasi Sekolah, dikutip pada tanggal 10 April 2022 Dokumentasi, Data dan keadaan Guru SMP Negeri 1 Labuapi, 10 April 2022 Dokumentasi, Data dan Keadaan Siswa SMP Negeri 1 Labuapi, 10 April 2022
Emayanti, “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Disiplin Belajar Siswa Kelas IV Di SDN 1 Telagawaru,”Skripsi, FTK, UIN Mataram, Mataram
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015 E. Mulyasa, “Strategi Belajar Mengajar,” Yogyakarta:Cakrawala Ilmu, 2015 Faridah, Yuliatin, Muh. Zubair, “Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan
Kedisiplinan Siswa Studi Di SMP Negeri 6 Mataram, Vol. 8, No. 1, Agustus 2021, hlm. 35
Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2012 H. Usman, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
Nurul Ulyani, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam. Bandung, Pustaka Setia, 2014 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian,
Juwita Muhammad, “Implikasi Tingkat Kedisiplinan siswa dalam prestasi belajar bidang studi aqidah akhlak XI SMA Muhammadiyah Mataram” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Mataram 2014
Kevin Seifert, “Pedoman Pembelajaran dan Instruksi Pendidikan,” Yogyakarta:
okIRCiSoD, 2012
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kulitatif, Bandung, Remaja Rodakarya, 2013
M. Sobry Sutikno, “Penelitian Kualitatif” Lombok: Holistika Lombok, 2020 Moh. User Usman, Menjadi Guru Profesional. Bandung, PT Remaja Rodakarya,
2013
Muhammad Husnul Bahrain, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022 Nashrul Aziz, “Peranan Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat
Dhuha Siswa Madrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) Surakarta II”, Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.
Ngainun Naim, Dasar-Dasar komunikasi Pendidikan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media,
Nofi Susanti, “Upaya Guru Fiqih dalam Meningkatkan Kedisiplinan Shalat Berjama‟ah Siswa di SMP Islam Durenan” Skripsi, IAIN TULUNG AGUNG, 2014
Nurlaela, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022 Nurul Mizan, Wawancara,SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi,2 Agustus 2021
Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 Maret 2022
Profil SMPN 1 Labuapi, Dokumentasi, Labuapi. Tanggal 25 Maret 2022 Ramayulis, “Metodologi Pendidikan Agama Islam,”
Rufi Indriati, “Pengaruh Motivasi dan Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar,”Vol.11 No. 2, 2017
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangakan Profesionalisme Guru, Jakarta, PT. RajaGrafindo Persada
Saputra dan Pardiman, Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa, Vol. 10, No. 1
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta. PT Rineka Cipta, 2010
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi.Jakarta Rineka Cipta, 2013
Sri Wahyuni, Wawancara, SMP Negeri 1 Labuapi, 2 Agustus 2021 Suci Cahaya Putri, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022 Sudirman A.M, “Interaksi dan Motivasi,”
Sugiyono, “Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R, & D, Bandung:
Alvabeta, 2012,
Sugiono, “Metode Penelitian Kualitatif,”
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta PT Rineka Cipta, 2010.
Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1993
Sultan Hasanudin, Hubungan disiplin dengan hasil belajar siswa, Vol. 1 No. 1, 2016,
Supriyadi, Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta, Cakrawala Ilmu, 2015 Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta Rineka Cipta, 2010 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta:
Rineka Cipta, 2010
W. J. S P oerwa Darminata, Kamus Bahasa Indonesi, Jakarta: Kalam Mulia, 2010
Zuhairi et. Al Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Jurnal Siwo Metro.Jakarta, Rajawali Press, 2016
Zubaedi, “Desain pendidikan karakter”
LAMPIRAN
Lampiran 1
WAWANCARA/INTERVIEW
Hasil wawancara dengan Guru PAI
1. bagaimana upaya ibu untuk meningkatkan kedisplinan belajar siswa kelas VIII?
Jawab: “memberikan motivasi dan bimbingan tentang pentingnya belajar dan disiplin belajar”
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi penanaman kedisiplinan belajar siswa di kelas VIII?
Jawab: : ”kondisi siswa/peserta didik dan kesiapan siswa untuk menerima materi dari guru”
3. Bagaimana kedisiplinan siswa di kelas VIII?
Jawab: “ secara keseluruhansemua siswa sangat baik”
4. Jika ada siswa yang melanggar peraturan sekolah, konsekuensi apa yang diterima oleh siswa kelas VIII?
Jawab: “mendapat teguran dari dari BP/BK dengan memberikan peringatan yang secara tegas, jika siswa tersebut terus menerus melanggar aturan sekolah berulang kali, maka pihak sekolah akan memberikan surat perjanjian antara guru BP/BK dengan orang tua wali agar siswa kapok untuk mengulangi kesalahan itu lagi”
5. Apa saja yang ibu lakukan jika siswa iu tidak disiplin waktu?
Jawab: “Mendapat teguran/nasehat, membuat surat perjanjian, dan memberikan sangsi yang mendidik”
6. Bagaimana komunikasi antara ibu dengan dalam kedisiplinan belajar siswa di sekolah?
Jawab: “ dilakukan secara umum didalam kelas/secara mendidik dengan memanggil siswa yang tidak disiplin
7. Apa saja problem yang dihadapi oleh ibu selaku guru PAI dalam penanaman kedisiplinan belajar siswa kelas VIII?
Jawab: “keadaan siswa yang tidak sama di sekolah dan di rumah yang membuat siswa kurang disiplin, kurangnya transportasi (mobil jemputan), dan banyaknya siswa yang jalan kaki”
Hasil wawancara dengan siswa
1. Apa yang dilakukan guru anda dalam menerapkan kedisplinan pada siswa?
Jawab; “guru kami sering menegur kami lalu memberi nasihat kepada kami yang telah melanggar aturan serta memberikan kami sangsi atau hukuman, hal ini sering mereka lakukan”
2. Bagaimana sikap seorang guru, jika pelajaran berlangsung dikelas ada siswa yang bermain sendiri dan berbicara dengan teman?
Jawab: “menegur dan menasehatinya serta menyuruhnya untuk berjanji untuk tidak melakukan kesalahan lagi”
3. Bagaimana tanggapan seorang guru, jika kamu telat masuk kelas ataupun terlambat masuk sekolah?
Jawab: “menanyakan alasan siswa dan memberikan peringatan. Serti sangsi hukuman untuk membersihkan halaman sekolah atau menyuruh mereka untuk membersihkan tempat kamar mandi (WC)”
4. Bagaimana sikap seorang guru, jika kamu tidak mengerjakan PR?
Jawab: “guru tersebut menyuruh siswa tersebut untuk mengerjakan kembali tugas (PR) mereka”
5. Apakah kamu sudah menerapkan sikap disiplin disekolah?
Jawab: “sudah, seperti sebelum belajar, kami selalu melantunkan asmaul husna, mengerjakan shalat dhuha secara berjama’ah di musholla, dan lain sebagainya”
6. Apakah dirumah diterapkan disiplin waktu, sikap dan belajar oleh orang tuamu?
Jawab: “iya sudah diterapkan, contohnya seperti selalu mengerjakan sholat tepat waktu”
Lampiran 2
Surat Permohonan Rekomendasi Penelitian Dari Kampus
Lampiran 3
Surat Rekomendasi Penelitian Dari Bangkespol
Lampiran 4
Surat Hasil Penelitian Dari SMP Negeri 1 Labuapi
Lampiran 5
PROFIL KEGIATAN PENELITIAN
Kegiatan Belajar Mengajar dalam Mata Pelajaran PAI dikelas VIIIc Oleh Ibu Sri Wahyuni, Tanggal 23 Maret 2022 Di SMPN 1 Labuapi
Kegiatan melafazhkan Asma’ul Husna sebelum pembelajaran di mulai Yang di pimpin oleh ketua kelas
Wawancara Dengan Siswi Kelas VIIIc (Suci Cahaya Putri) Tanggal 23 Maret 2022 di SMP Negeri 1 Labuapi
wawancara dengan siswa (M. Husnul Bahrain), 23 Maret 2022 di SMP Negeri 1 Labuapi
Wawancara dengan Guru PAI (Ibu Nurul Mizan), 23 Maret 2022 di SMP Negeri 1 Labuapi
Wawancara dengan Guru PAI (Ibu Sri Wahyuni), 23 Maret 2022 di SMP Negeri 1 Labuapi
Kegiatan Belajar Mengajardi Ruang Praktek Komputer Kelas VIII
Lampiran 6
DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Identitas Diri
Bahwa yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Farizul Hadi
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Tempat Tanggal Lahir : Telagawaru, 17 Mei 1995
Alama : Telagawaru, Jln. Gunung Pengsong, Kec.
Labuapi Kab. Lombok Barat Prov. NTB
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat Email :[email protected]
No HP : 081998997370