BAB II PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN
B. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam
Disiplin perlu ditegakan agar tidak terjadi pelanggaran, bila pelanggaran terjadi dapat mengganggu usaha pencapaian tujuan pembelajaran, usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah menetapkan berbagai peraturan yang disebut tata tertib, berbagai macam aturan yang harus dijalankan oleh siswa yang termuat dijalannya termasuk berbagai sanksi yang akan dijatuhkan apabila siswa melakukan pelanggaran tata tertib sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di SMP Negeri 1 Labuapi kabupaten Lombok Barat, pada hari Selasa, 22 Maret 2022, pada pukul 09.00 dengan Sri Wahyuni selaku guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi, tentang bagaimana Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa kelas VIII adalah :
1. Membaca Asmaul Husna Sebelum Pembelajaran Dimulai
59Dokumentasi, Data dan Keadaan Siswa SMP Negeri 1 Labuapi, 10 April 2022
Berdasarkan hasil wawancara dengan Sri Wahyuni selaku Guru PAI mengemukakan bahwa:
“Sebelum mulai belajar, anak-anak saya suruh melantunkan Asmaul Husna, setelah itu mereka seraya berdo’a sebelum belajar. Selanjutkan saya mengasah pikiran dengan menanyakan pelajaran yang telah mereka pelajari sejak minggu kemarin. Dan jika ada salah satu siswa yang telat, maka saya suruh mereka melafazkan asmaul husna dan berdo’a sendiri.”60
Pendapat yang serupa juga dikemukakan oleh H. Usman selaku guru olahraga kelas VIII mengatakan bahwa:
“Anak-anak kami setiap akan memulai pembelajaran kami mengajak mereka untuk membaca asmaul husna secara bersama, tujuannya agar membuat mereka konsentrasi dalam belajar. Karena menyebut asma Allah merupakan suatu pembuatan positif”61
Hasil dari Observasi tersebut sesuai dengan pengamatan penelitian di kelas VIIIc, semua siswa duduk di bangku masing-masing untuk membaca Asmaul Husna yang dipimpin oleh oleh ketua kelas. Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam proses belajar mengajar.62
Dan Adapun pendapat dari Nurul Ulyani selaku guru Bimbingan konseling mengatakan bahwa:
“Membentuk anak didik yang disiplin bukanlah sebuah upaya yang mudah, kami disini berupaya dengan mencoba berbagai hal, membaca asmaul husna, memberikan hukuman bagi setiap siswa yang tidak disiplin baik dari cara berpaikan dan ketepan waktu datang.”63
Dan Adapun pernyataan dari Dedi Iswahyudi salaku Guru pendidikan kewarganegaraan mengatakan bahwa:
60 Sri Wahyuni , Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
61 H. Usman, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
62 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022
63 Nurul Ulyani, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
“Mengenai tanggung jawab membentuk siswa yang disiplin pada dasarnya bukan hanya tanggung jawab guru Agama, semua komponen sekolah juga harus terlibat, oleh sebab itu kita sebagai guru, perlu memberikan pelajaran bukan hanya menyampaikan ceramah mengenai disiplin akan tetapi, contoh atau memberikan suritauladan yang baik pada siswa, datang tepat waktu, pakaian rapi. Sehingga anak-anak akan malu jika mereka tidak disiplin”64
Pendapat yang senada di sampaikan oleh Nurlaela selaku guru bahasa Indonesia mengatakan bahwa:
“Dalam upaya membentuk kedisiplinan siswa kita disini, lebih banyak kita memberikan contoh pada anak-anak, bukan sekedar menasehati dengan ucapan, namun terpenting adalah dengan cara perbuatan, mereka akan protes kalau disuruh datang tepat waktu jiga guru- gurunya tiap hari telat, jadi upaya paling tepat saya rasa kita sebagai guru berikanlah contoh disiplin itu pada anak-anak.”65
Demikian juga di sampaikan oleh Hasan Alhabsi selaku guru matematika mengatakan bahwa:
“Menjadikan anak didik disiplin adalah tanggung jawab kita sebagai guru, memberikan contoh dalam bentuk perilaku adalah cara paling tepat untuk anak-anak di era sekarang”66
Hasil wawancara tersebut sesuai dengan hasil observasi bahwa Upaya Guru PAI dalam meningkatkan kedisplinan belajar kelas VIII melakukan kegiatan secara religi sebelum pembelajaran dimulai siswa diperintah untuk melantunkan asmaul husna dan berdo’a.67
64 Dedi Uswahyudi, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
65 Nurlaela, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
66Hasan Alhabsi, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
67 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022
2. Melaksanakan salat Dhuha secara berjama’ah
Berdasarkan hasil penelitian Sri Wahyuni mengemukakan bahwa :
“Kedisiplinan sudah cukup baik karena guru PAI selalu menerapkan siswanya untuk selalu patuh dalam mengikuti kegiatan disekolah seperti guru PAI setiap jam 8 pagi pembelajaran Pendidikan Agama Islam anak-anak saya suruh untuk ke Musala untuk salat Dhuha sebelum proses pembelajaran dan jika ada siswa yang melanggar siswa di anggap Alpa atau dianggap tidak masuk sekolah.” 68
Dari hasil observasi tentang Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VIII menggunakan cara penekanan terhadap siswanya agar mampu menerima dan menerapkan kedisplinan belajar dengan baik. Dalam proses ini guru PAI mendisiplinkan siswa dengan pembiasaan salat dhuha secara berjama’ah setiap hari jum’at pagi.69
3. Memberikan tugas tambahan
Berdasarkan hasil wawancara dengan Sri Wahyuni Mengemukakan bahwa :
“Apabila ada siswa yang tidak mengerjakan PR, maka siswa tersebut mendapatkan tugas tambahan yang harus di kerjakan.”70
Kemudian peneliti menemukan hasil wawancara dengan salah satu siswa kelas VIIIc mengemukakan bahwa:
“jika ada siswa yang tidak mengerjakan tugas PR, maka ibu guru menambahkan tugas siswa tersebut sebagai hukuman bagi mereka yang tidak mengerjakan tugas.”
68Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
69 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 Maret 2022
70 Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
4. Guru menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu, siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya senidiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan dapat terlambat masuk ke kelas.
Disiplin dalam belajar sangat penting bagi siswa karena dapat meringankan beban orang tua untuk mengontrol perilaku yang negatif dan dilingkungan sekolah, disiplin juga dapat mengarahkan dan mengendalikan aktivitas anak dalam proses belajar mengajar sehingga hasil belajar meningkat.
Dari hasil wawancara tersebut dikemukakan bahwa proses upaya dalam rangka menerapkan kedisplinan belajar ke peserta didik sangatlah ketat dan tidak boleh dibuat permainan harus fokus apa tujuan dari arah pembelajaran yang baik. Cara penekanan dan pemaksaan mungkin bisa membuat anak bias lebih giat dan disiplin dalam menerima proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, tidak hanya proses itu yang di terapkan oleh guru PAI SMP Negeri 1 Labuapi, ada cara lain agar siswa lebih dapat disiplin seperti :
a. Memberikan pemahaman tentang konsekuensi dari perilaku yang dilakukan oleh anak.
b. Memberikan sanksi atau hukuman.
Dari hasil penelitian, Sri Wahyuni selaku guru PAI mengemukakan bahwa :
“sebenarnya kedisiplinan siswa kelas VIII sudah cukup baik, namun terkadang ada kebiasaan yang masih bawa sewaktu masih di bangku SD, masih ada beberapa anak yang telat masuk kelas, tidak mengerjakan PR, dan saya memberikan hukuman seperti menyapu halaman sekolah, dan menyangkul untuk membuat lobang pembuangan sampah.”71
Dengan melakukan penerapan ini digunakan agar siswa tidak melakukan peraturan yang melanggar tata tertib sekolah, dan agar siswa jera dalam hal tersebut.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa guru PAI memberikan sanksi dengan menyuruh siswa tersebut membaca doa serta melafazkan Asmaul Husna dengan sendiri .72
Ada juga hasil wawancara dari salah siswa kelas VIII yang diungkapkan oleh Suci Cahaya Putri :
“selama ini guru PAI disini menerapkan kedisipinan belajar siswa seperti saat belajar guru selalu meningkatkan siswa untuk selalu mengerjakan tugasnya disekolah dan guru selalu memberi nasehat kepada siswa yang melanggar agar tidak mengulangi perbuatannya.
Dan cara itu ketika mengajar supaya siswa tidak jenuh, guru diselangi dengan guyonan lucu yang membuat siswa tidak jenuh dalam belajar.”73
Hasil wawancara kedua oleh Muhammad Husnul Bahrain kelas VIII dia menyatakan bahwa :
71 Sri Wahyuni, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 22 Maret 2022
72 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 22 Maret 2022
73 Suci Cahaya Putri, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
“Program kedisiplinan sangat bagus diterima oleh siswa dengan baik.
Kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan Agama secara optimal guru mengajarkan murid mendengarkan sehingga siswa bisa aktif bertanya dikelas.”74
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari dirumah, disekolah, maupun lingkungan masyarakat, dengan dapatnya disiplin siswa akan lebih mudah untuk mengikuti setiap proses pembelajaran di kelas, dan gurupun sangat senang apabila semua siswa yang mereka ajari dapat melakukan disiplin dan mematuhi tata tertib di sekolah.
Bebeparapa fungsi disiplin diterapkan pada kehidupan sehari-hari di sekolah, rumah, atau di lingkungan masyarakat, apabila fungsi disiplin di sekolah adalah untuk membangun kepribadian yang lebih baik, dapat menata kehidupan bersama, dan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan guru menerapkan kebiasaan kepada siswa yang baik seperti kegiatan yang dilakukan guru dalam melantukan asma-asma Allah sebelum kegiatan belajar dimulai. Yang diharapkan dapat meningkatkan kedekatan siswa dengan Tuhan yang Maha Esa dan menjadi nilai pribadinya.
Hal serupa peneliti juga bertanya kepada guru PAI lain yaitu Nurul Mizan, beliau meningkatkan kedisplinan belajar yang diterapkan di SMP Negeri 1 Labuapi, beliau menyatakan :
74 Muhammad Husnul Bahrain, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
“Disini saya menekankan pembiasaan yang mengaruh pada kehidupan masyarakat seperti selalu bersopan santun, tata krama yang baik, dengan senyum menyapa dan mengucapkan salam terhadap bapak guru pengajar, bahkan teman sebayanya. Selain itu, ada pembiasaan membaca asmaul husna sebelum belajar, dan setelah itu saya absen satu persatu, kadang saya suruh ketua kelasnya untuk mengabsen temannya sendiri. Dengan inilah saya melatih kedisiplinan siswa dan bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai umat islam.”75
Hasil observasisesuai dengan hasil pernyataan bahwa pembiasaan yang dilakukan oleh guru PAI di SMP Negeri 1 Labuapi yaitu menekankan pembiasaan sopan santu, tata krama, senyum sapa, salam terhadap bapak dan ibu guru, bahkan dengan teman sebaya sehingga memunculkan keakraban terhadap seluruh warga masyarakat di lingkungan SMP Negeri 1 Labuapi, kemudian adanya penekanan pelatihan kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap peserta didik selalu tidak lupa berdo’a dan selalu membaca/melantunkan Asmaul Husna dan memegang amanah yang telah di berikan terhadap gurunya. 76
75 Nurul Mizan, Wawancara, SMPN 1 Labuapi, 23 Maret 2022
76 Observasi, SMP Negeri 1 Labuapi, 23 Maret 2022
C.Faktor Pendukung dan Penghambat Upaya Guru PAI Dalam